From: [EMAIL PROTECTED] Ada Sinar Terang di Wajah Anak2 Tuhan
Shalom semuanya, Hari Senin lalu tepatnya tanggal 17 Sept 2007, saya dapat konfirmasi dari Tuhan melalui seorang wanita muda yang duduk dibangku sebelah saya di Bus 213 jurusan Grogol-Kampung Melayu. Pada hari itu, ntah kenapa saya punya keinginan untuk main ke Mall Citra Land setelah pulang kerja. Padahal lokasi tempat kerja saya berdekatan dengan banyak mall seperti Ambassador, Plaza Semanggi, Setiabudi, Plaza Indonesia, Plaza Senayan dan beberapa mall lainnya yang lebih dekat daripada Citra Land. Waktu pulang dari Citra Land jam telah menunjukkan pukul 21.00 lewat dan saat itu masih tampak keramaian kota Jakarta di sekitar Kawasan Grogol sehingga saya memutuskan pulang dengan mengunakan BUS No. 213 saja. Saya memilih tempat duduk baris ke-2 yang sejajar dengan pintu masuk, disamping saya sudah duduk seorang wanita muda yang berusia sekitar 25-27 thn yang kemudian saya tau bernama Mega, mantan paranormal yang kemudian bertobat terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Awal komunikasi kami dimulai dari permintaan saya untuk menutup jendela kaca bus dan menanyakan arah pulangnya kemana. Tiba2 Mega bertanya kepada saya "ke gereja mana cik" Nah lho................. *) ekspresi kaget, kok dia tau ya ??? Ini diaaaaaaa............... *) ekspresi senang, tanda awal untuk melakukan penginjilan di bus (pikir saya dalam hati sambil berdoa) *) Saya tidak mau membiasakan diri seperti: begitu duduk dalam bus langsung pasang handsfree/earphone lalu tenggelam dalam irama MP3 sehingga tidak peduli "siapa" yang duduk disebelahnya alias cuek bebek dan menyapa/berbicara seperlunya saja bila ada keperluan. Pertanyaan Mega tidak langsung saya jawab tetapi saya balik bertanya kepadanya "kok tanya saya ke gereja mana, kenapa ngak tanya saya ke vihara mana" lalu jawabnya "saya tau cici orang Kristen" dengan tidak kalah gesit saya pun bertanya lagi "tau darimana kalo saya orang Kristen" dan inilah inti dari percakapan kami. Mega memberikan beberapa alasan kenapa dia yakin kalo saya adalah orang kristen dan inilah jawabannya: "waktu saya liat cici naik tadi, saya sudah tau kok kalo cici orang Kristen karena wajahnya beda" "oh ya, beda apanya?" "ada sinar terang, beda dengan yang lainnya. makanya saya langsung tau kalo cici pasti orang Kristen, karena cuma orang Kristen yang sungguh2 yang punya terang itu. pokoknya beda deh cik, saya susah untuk menjelasinya" dan Mega memberikan beberapa perbedaan lagi antara orang Kristen yang sungguh2 dan yang bukan. Wowwwww......... dahsyat bokkkk Tuhan kita !!! Sebenarnya jawaban ini bukan yang pertama kali saya dengar, tetapi ini adalah ke-3 kalinya saya mendengar. 1) Pertama2 saya dengar dari salah satu mbak yang duduk bareng dalam 1 bemo, jurusan Tanah Abang-Karet. Mbak itu juga langsung tembak saya dengan pertanyaan yang sama "ke gereja mana cik" dan alasan dia bertanya seperti itu juga karena ada sinar terang yang dia lihat diwajah anak2 Tuhan. Akhir dari komunikasi kami, saya baru tau kalo mbak ini adalah seorang paranormal. 2) Komentar serupa saya dengar dari salah satu teman SMA (ada di Cc), saat itu kami mengadakan acara reuni. Teman saya ini sampai berkomentar begini "apa benar ya orang yang beriman emang terang sampe di foto aja terang tuh mukanya". 3) Pernyataan Sdri. Mega merupakan konfirmasi atas penyataan sebelumnya. Note: Wajah saya tergolong biasa2 saja, tidak cakep2 amat lah dan tidak jelek juga lho (bisa dilihat di www.friendster.com/ellychai) tapi menurut ukuran Tuhan, saya pasti yang paling cakep :) amin !!! Terbukti sudah firman Tuhan didalam: - Mazmur 97:11 = Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. - Lukas 11:36 = Jika seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian yang gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti apabila pelita menerangi engkau dengan cahayanya. - Yohanes 8:12 = Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup. - Efesus 5:8 = Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang. - 1 Yohanes 1:7 = Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. - Amsal 15:13 = Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. - Amsal 17:22 = Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. Saat menulis artikel ini, tiba2 saya teringat artikel yang pernah diposting oleh Mbak Ning tahun lalu (Mundhi Sabda Hardiningtyas) dengan judul "mereka bilang aku cantik". Terima kasih Tuhan, sungguh Engkau Tuhan yang Hidup, Tuhan yang dahsyat. PerbuatanMu sungguh ajaib melebihi akal pikiran kami. Terpujilah Engkau Yesus, selama2nya. Best Regards, ~ Elly ~ PT. Putra Sumber Utama Timber Plaza Mutiara Lt.16, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta - 12950 Mobile : 08888740073 E-mail & Friendster : [EMAIL PROTECTED] "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Tuhan untuk mereka yang mengasihi Dia." (1 Korintus 2:9) ================================================= From: Dewi Kriswanti HIKMAT TUHAN Bacaan: 2 Tawarikh 1: 1-13 ... tidak meminta kekayaan, harta benda, kemuliaan atau nyawa pembencimu, dan juga tidak meminta umur panjang, tetapi sebaliknya engkau meminta kebijaksanaan dan pengertian ... (2Taw. 1:11) Ambisi untuk meraih keuntungan dengan cepat, ingin mendapat kekayaan dengan mudah, merupakan bagian hidup kebanyakan orang saat ini. Tak peduli bagaimana caranya, yang penting tujuan untuk memperoleh yang diinginkan bisa diwujudkan. Kalau kita pelajari dan pahami apa yang dilakukan Raja Salomo, sepertinya tidak sesuai dengan zaman sekarang. Salomo memilih hikmat Tuhan. Harta dan kekuasaan bukan menjadi tujuan utamanya, sebab ia sangat yakin bahwa Tuhan yang berpihak padanya akan memberkatinya. Kalau Salomo yang notabene adalah seorang raja, berdoa kepada Tuhan untuk memperoleh hikmat Tuhan, bagaimana dengan kita? Sudah seharusnya kita melihat teladan Salomo, yang mendulukan hikmat Tuhan. Sebab, hikmat Tuhan akan menuntun hidup kita pada berkat-berkat Tuhan yang telah tersedia. Bukanlah sesuatu yang berdosa jika kita memiliki harta atau kekuasaan. Tetapi yang seringkali terjadi adalah, cara memperolehnya yang tidak benar. Memanfaatkan segala cara, bahkan kadangkala rela melakukan hal yang tidak terpuji. Jadi, mintalah hikmat kepada Tuhan, sehingga pikiran kita, hati, dan tindakan kita menjadi lebih bijaksana. Sebab, harta kekayaan dan kuasa dapat dinilai, tetapi hikmat Tuhan sungguh tak ternilai. Ketika kita memperoleh hikmat Tuhan, maka langkah-langkah hidup kita menjadi lebih jelas dan terang. Kita akan berjalan dengan tuntunan yang benar dan ke arah yang benar pula. Tiap rancangan yang kita susun dan selalu didasari oleh hikmatNya, akan menghasilkan yang terbaik dalam kehidupan kita. Untuk itu, peliharalah cinta kasih terhadap Dia, tetaplah bertumbuh dalam rancanganNya, sehingga hikmat Tuhan akan terpancar dari pelbagai kegiatan yang kita lakukan. Tekunlah terus berdoa, jangan hilangkan waktu untuk selalu berkomunikasi dengan Tuhan. Sebab, melalui doa kita dapat menjalin pergaulan yang lebih akrab dan dekat dengan Tuhan Yesus. Bukankah kebajikan dan kemurahanNya akan mengikuti langkah hidup orang percaya. Tuhan Yesus memberkati. (tlt) Doa: Bapa, kami memohon pimpinan dan hikmatMu. Juga mampukan kami, sehingga segala sesuatu yang kami lakukan hanya untuk memuliakanMu. Amin! JANGANLAH MENGANDALKAN HIKMAT SENDIRI TETAPI GUNAKANLAH HIKMAT TUHAN AGAR HIDUPMU DIBERKATI ============================================== From: Dewi Kriswanti BERTINDAK DENGAN IMAN 1 Bacaan: Yakobus 2: 17, 22 Demikian juga halnya dengan iman: Jika kamu itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. (Yak. 2: 17) Suatu kebenaran yang sangat mendasar bertalian dengan kehidupan iman kita adalah, bahwa sebagai orang percaya, kita tidak cukup sekedar memiliki iman saja. Kita dituntut memiliki tindakan iman. Kita harus berani bertindak berdasarkan dan melalui iman dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam pencobaan maupun sukacita. Melakukan tindakan iman yang benar, terlebih dahulu kita harus memahami dengan benar dasar-dasar Alkitab. Sebab, kalau tidak kita ibarat seorang buta yang berjalan sendirian di jalan yang penuh lubang. Cepat atau lambat, kalau tidak ada orang yang menolong, maka orang itu akan jatuh terperosok. Kita tidak cukup hanya memiliki iman dan semangat. Kita perlu pemahaman yang benar secara alkitabiah. Berikut ini kita lihat beberapa hal yang merupakan dasar untuk mengimplementasikan iman dengan maksimal dan menjadi efektif. 1. Firman Tuhan (Roma 10:17; Roma 9:6; Yes. 55:11; Ibr. 4:12; Yoh. 8:32). Kita beriman bukan karena melihat, tapi kita beriman karena kita mendengar dan percaya firman Tuhan sebagai kebenaran yang hidup, kuat dan penuh kuasa. Firman adalah dasar iman kita, merupakan jaminan pasti janji Tuhan. Jadi orang yang memiliki iman yang benar, hidup dan dipenuhi Roh Kudus, adalah mereka yang hidup dalam kebenaran firman Tuhan (band. Yos. 1:8). 2. Roh Kudus (Yoh. 14:16-17; Roma 8:26; 1Kor. 3:16, 2Tim. 1:7). Melakukan tindakan iman, adalah suatu pekerjaan yang bersifat supranatural atau pekerjaan yang adikodrati. Perkara iman sering dipandang dari kacamata hikmat dunia sebagai perbuatan yang tidak masuk di akal, tidak dapat dipahami dan dikatakan sebagai suatu kebodohan. Contoh, orang sakit kankertidak mau berobat atau dioperasi, hanya mengandalkan doa dan iman kepada Kristus. Karena tindakan iman itu bersifat supranatural, jadi setiap mengimplementasikan iman, memerlukan pribadi yang punya kuasa yaitu adalah Tuhan sendiri. Jadi, bertindaklah selalu dengan Iman. Minta pertolongan Roh Kudus, sehingga kita maju dan kuat dalam kehidupan ini. (Jwar)sesungguhnya iman yang hidup dan efektif adalah iman yang disertai perbuatan. Doa: Bapa yang baik, firmanMu adalah pelita dan terang bagi jalan kami. Ajar kami untuk selalu berada dalam kasih dan terangMu yang ajaib. Amin! SESUNGGUHNYA IMAN YANG HIDUP DAN EFEKTIF ADALAH IMAN YANG DISERTAI PERBUATAN. From: Dewi Kriswanti BERTINDAK DENGAN IMAN 2 Bacaan: Yakobus 2: 17-22 Demikian juga halnya dengan iman: Jika kamu itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. (Yak. 2:17) Di bagian pertama sudah dijelaskan bahwa ciri khas iman yang hidup atau iman yang benar, pasti disertai tindakan iman. Juga telah dijelaskan tentang firman Tuhan dan Roh Kudus. Hari ini kita pelajari dasar-dasar lain untuk mengimplementasikan tindakan iman kita, yaitu: 1. Hidup dalam kebenaran (Yes. 59: 1-2). Ada satu tuntutan Tuhan kepada semua umatNya, yaitu kita harus hidup kudus. Kita dituntut hidup dalam kebenaran, bukan sekedar supaya kita berkenan di hadapan Tuhan, atau diselamatkan, tetapi agar kita dapat menjalin hubungan yang sejati dengan Tuhan sang pencipta, baik sementara kita di dunia atau setelah kita di surga nanti. Tuhan ingin ingin menyatakan kuasaNya sepenuhnya bagi kita. Sebab di balik tindakan iman kita, sesungguhnya Tuhan berperan aktif mengerjakan dan menyatakan mujizat pertolongan bagi kita. Tetapi Tuhan tidak bisa kompromi dengan dosa, jadi walaupun kita memiliki iman yang besar dan tidak ragu bertindak, jika kita masih kompromi dengan dosa, Tuhan tidak akan menolong kita dan gagal dalam iman kita. Tidak jarang kita temui orang yang sudah mengenal Yesus dan berserah, percaya dan beriman tapi gagal dalam tindakannya. Penyebabnya mereka masih hidup kompromi dengan dosa. 2. Memiliki Iman yang sudah teruji (1Sam. 17:36-37; Yak. 1:2-4; ). Setiap mereka yang sudah memiliki iman yang teruji, lebih mudah bagi mereka untuk melakukan tindakan iman. Karena sebelumnya mereka sudah mengalaminya. Kita ambil contoh, dalam ayat bacaan kita (1Sam. 17: 36-37), Daud seorang anak muda belia, dengan semangat dan penuh keberanian dapat mengalahkan dan membunuh Goliat. Rahasianya, selain Daud hidup benar, ia juga mempunyai pengalaman iman. Imannya sudah teruji, ketika ia membunuh binatang-binatang buas. Baik Rasul Yakobus, maupun Rasul Petrus, sama-sama menasihati kita supaya kuat dalam pencobaan (Yak. 1:2-4; 1Pet. 1: 6-7). Sebab di dalam pencobaan itu, sesungguhnya Tuhan sedang melatih iman kita, memurnikan iman kita, sehingga kita tangguh dalam tindakan iman. Tuhan Yesus memberkati. (Jwar) Doa: Tuhan Yesus, beri kami kekuatan untuk selalu bertindak sesuai dengan firmanMu, sehingga segala sesuatu kembali hanya untuk kemuliaanMu. Amin! IMAN YANG KOKOH DAN TANGGUH HARUS MELEWATI PROSES PEMBENTUKAN TUHAN

