From: hesti biaktika 

BERDOA UNTUK JAKARTA

Ketika saya rIbut-ribut soal busway, seorang teman kuliah saya menginformasikan 
bahwa perencana busway adalah teman kuliah kami sendiri, dan dia menyarankan 
untuk menelpon teman tersebut, supaya saya mendapatkan jawaban atas 
pertanyaan-pertanyaan saya tentang busway.

Teman yang disebut terakhir ini adalah seorang Direktur Utama dari sebuah 
Konsultan Arsitektur besar dan terkenal di Indonesia, yang mana 
atasan-atasannya adalah lagi-lagi para orang-orang superkaya………KRISTEN!

Berikut ini adalah kutipan dari pembicaraan kami melalui telepon.

Saya     :           “Mengapa kalian pilih busway dan bukan monorel atau MRT?”
Teman  :           “Biaya MRT 10 kali lipat biaya busway”
Saya     :           “Apakah kalian tidak menghitung kerugian yang ditimbulkan 
oleh kemacetan karena busway? Tanpa busway saja, kerugian karena kemacetan 
sudah 3 Trilliun, apalagi dengan busway?” (Tidak menjawab).
Teman  :           “Setahun lagi, MRT juga akan dibangun untuk jalur Lebak 
Bulus-Kota. Nanti jalur busway yang tumpang tindih akan dihapuskan, Metromini 
juga secara perlahan akan dihapuskan. Nantinya Jakarta akan seperti Bogota.”
Saya     :           “Apakah kamu tidak konsultasi dulu pada pak Bianpoen? (Dr. 
Bianpoen adalah Ahli Tata Kota DKI yang menjadi dosen kami tahun 1981-1986 
untuk mata kuliah “Merencana Kota”) Pak Bianpoen bilang, penduduk Bogota hanya 
1 juta orang, sedangkan penduduk Jakarta 9 juta orang waktu malam dan 12 juta 
orang waktu siang. Jangan disamakan.” (Tidak menjawab)
Teman  :           “Nantinya biaya memakai mobil pribadi akan dibuat semakin 
mahal lagi, supaya banyak orang beralih ke kendaraan umum.” (Inilah salah satu 
pokok doa kita, supaya biaya hidup tidak dibuat semakin mahal, sampai-sampai 
nantinya yang bisa memakai mobil pribadi hanya orang-orang superkaya. Mereka 
lupa bahwa yang terdiri dari rakyat bukan cuma golongan bawah saja tetapi juga 
golongan menengah, yang paling menderita akibat proyek busway ini).
Teman  :           “Nantinya kawasan SCBD juga akan ditutup, yang boleh 
melewatinya hanya orang-orang yang mempunyai kartu elektronik, seperti sebuah 
kawaasan di Singapura”. (Ini juga salah satu pokok doa kita, supaya rencana ini 
tidak jadi, karena selama ini kawasan SCBD telah meringankan beban Jl. Gatot 
Subroto dan Jl. Sudirman, karena menjadi jalan potong ke Kebayoran. Kita doa 
supaya arogansi para penguasa SCBD ini berubah menjadi kerendahan hati, mau 
membuka kawasannya untuk kepentingan umum).

Saya     :           “Mengapa jalur busway ditinggikan dengan beton 20 cm?”
Teman  :           “Karena jalannya bergelombang”
Saya     :           “Memangnya kenapa kalau jalannya bergelombang?”
Teman  :           “Itu merusak.”
Saya     :           “Merusak apa?”
Teman  :           “Merusak lampu-lampu.”
Sampai disini saya sudah tidak tahan lagi. Jalan bergelombang merusak lampu, 
katanya. Teman-teman yang insinyur sipil/elektro, tolong jelaskan pada saya, 
apakah jalan bergelombang bisa merusak lampu-lampu yang pondasinya terletak di 
trotoir dan bukan di jalan, dan kabel-kabel juga berada dibawah trotoir, bukan 
di bawah jalan. Apakah ini bukan permainan huruf-huruf saja ? Saya lihat 
permainan huruf-huruf sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, saya tidak 
bisa mendiamkannya lagi. 

Saya berdoa supaya teman-teman Kristen, menengking “permainan huruf-huruf” di 
kepala mereka, dan mengembalikan kata pada maknanya yang asli, pada 
substansinya yang benar. Dan tidak mengambil keputusan berdasarkan permainan 
huruf-huruf ini, melainkan berdasarkan Firman Tuhan. Jangan dipikir bermain 
huruf-huruf itu tidak dosa, itu dosa penyembahan berhala, memuliakan manusia. 

Baru saja saya hitung. Jika peninggian beton memakai beton mutu K 350, dengan 
tulangan dua arah dari besi diameter 16 mm, setinggi 20 cm, maka biaya 
peninggian beton dari Cempaka Mas sampai Halim, sepanjang 8.53 km adalah Rp. 
11.750.000.000,- (sebelas milliard tujuh ratus lima puluh juta rupiah) Inilah 
BIAYA PERMAINAN HURUF-HURUF yang nantinya harus ditanggung oleh para pemakai 
Busway. Alangkah konyolnya!

Saya teringat pada Firman Tuhan di Yesaya 40; 3-5

Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, 
luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Tuhan kita! Setiap lembah harus 
ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus 
menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka 
kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya 
bersama-sama; sungguh TUHAN sendiri telah mengatakannya.”

Sementara Tuhan memerintahkan hamba-hambaNya untuk meratakan jalan bagi 
KedatanganNya yang kedua kali, saudara-saudara Kristen kita sibuk meratakan 
jalan bergelombang dengan dana ber-milliard-milliard rupiah, untuk menyambut 
kedatangan……..Busway. Betapa mengerikan!

Jangan katakan ini pekerjaan Sutiyoso. Karena saya mengenal salah satu orang 
Kristen superkaya ini, ia selalu menjadikan orang-orangnya sebagai bumper, 
bahkan seorang Gubernur atau Dirut mereka. Sayangnya, dihadapan Tuhan, kita 
cuma orang melarat, miskin, buta dan telanjang……tidak ada bumper…..

BERDOA BAGI JAKARTA! 

GBU.
Hesti.
=============================================
From: hesti biaktika 

TENTANG GENDER

Suatu hari Tuhan Jesus dengan tersenyummendatangi hambaNya Iin Cipto. Dia 
berkata : “Ada tiga tokoh dalam Alkitab yang dikalahkan oleh wanita. Pertama, 
adalah Simson, orang terkuat di Alkitab, yang dikalahkan oleh Delila.” Kata 
Tuhan :” Wanita, engkaulah pemenang yang sesungguhnya. Engkau punya kekuatan 
untuk mengalahkan penderitaan. Engkau punya kekuatan untuk mencapai garis 
akhir. Kedua, Daud, hambaNya yang setia, yang berkenan di hadapanNya, yang 
hatinya melekat kepada Tuhan, dikalahkan oleh Betsyeba,” Kata Tuhan  
“Wanita-wanitanya Tuhan, engkau punya potensi dan kesempatan untuk menjadi 
orang paling berkenan di hadapan Tuhan. Dan ketiga, Salomo, orang paling 
berhikmat dan pintar di Alkitab, dikalahkan oleh perempuan juga. 
Wainta-wanitanya Tuhan, dengan Tuhan, engkau akan mengalahkan hikmat dunia, 
engkau punya potensi untuk menjadi wanita yang dicintai dan disukai Tuhan”

Sebagai wanita, saya tidak tahu Tuhan mau pakai saya sebagai apa, dan saya 
tidak pusing. Yang saya mau hanya, terus berjalan bersama Tuhan, terus jadi 
wanitanya Tuhan, dan terus taat, hidup bersamaNya sehari lepas sehari. Sebab 
dikatakan “Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Besok ada kesusahannya 
sendiri.”

Saya tidak tahu pertimbangan Tuhan mengapa Tuhan pakai Iin Cipto, Nani Cipto, 
Ester Carolina, Dorkas Daud, Dora Kansil dan lain lain hamba Tuhan lokal, juga 
Kathryn Kuhlman, Janet Buchanan, Mary Baxter, Rebecca Brown dan lain lain. Yang 
saya tahu, Sorga itu bertingkat-tingkat sampai 7 tingkat. Tuhan punya target 
bagi anak-anakNya, tidak perduli gender, untuk mencapai tingkat 
setinggi-tingginya (sesuai kemampuan kita) yang menurut Tuhan kita mampu 
mencapainya. Untuk mencapai tingkat yang ditargetkan, Tuhan memberi kita 
kesempatan untuk naik kelas setahap demi setahap, tergantung kita sendiri mau 
meraihnya atau tidak. 

Dengan bagaimana Tuhan memberi kesempatan untuk naik kelas? Dengan memberi 
ujian-ujian, yang kadang kala kita sendiri tidak sadari bahwa itu adalah sebuah 
ujian. Tapi reaksi kita dalam menghadapi ujian itu, itulah yang dinilai Tuhan, 
dan itulah yang menentukan, kita naik kelas, atau tidak. (Makanya hamba-hamba 
Tuhan selalu menasehati, sering-sering baca Alkitab, karena kita tidak tahu 
kapan ujian itu datang. Dan ketika ujian itu datang, mungkin kita tidak sempat 
membaca Alkitab dulu.)

Saya berikan sebuah contoh mudah. Kalau lingkungan kita korupsi, bahkan atasan 
kita juga korupsi, apa yang akan kita perbuat ? Kita punya dua pilihan bukan ? 
Kita bisa ikut korupsi, kita akan disayang teman, disayang atasan, maka itu 
aman bagi kedudukan kita. Atau kita bisa pilih teguh, tidak mau korupsi, 
sekalipun kita akan dibenci teman, bahkan atasan, bahkan bisa berujung sampai 
kita kehilangan pekerjaan. Tanpa disadari, ini adalah sebuah ujian.

Kalau kita berani memilih yang kedua, berarti kita sudah berani membayar harga. 
Tanpa disadari, kita sudah naik kelas dari Kristen Bayi, menjadi Kristen 
Remaja, yang tahu mengasihi “Orang Tua”nya, dan tahu membayar harga. Karena 
bayi, tidak mengenal orang tuanya, tidak membayar apa-apa, yang dia tahu 
hanyalah dikasihi. Tetapi remaja, sudah mengenal orang tuanya, sudah tahu 
mengasihi orang tuanya, dan tahu membalas budi, dengan membayar harga. (Karena 
ada tertulis, “Barangsiapa mengasihi Aku, ialah yang melakukan 
perintah-perintahKu). Kalau kita memilih yang pertama, berarti kita sudah 
membuang kesempatan yang sudah Tuhan berikan, untuk naik kelas, berarti kita 
tidak cukup mengasihi Tuhan kita, tidak cukup mengenal Tuhan kita, tetapi toh 
kita tetap dikasihi oleh Tuhan kita. 

Ujian seperti ini, baru ujian “pemula’. Karena kita tahu dengan jelas, korupsi 
itu tidak benar dan tidak korupsi itu benar. Mudah kan? Tetapi semakin ke atas, 
ujiannya semakin sulit dan “tipis”. Saya tidak bisa cerita pengalaman saya 
sendiri (nanti ada yang tersinggung lagi), tapi saya bisa cerita tentang 
pengalaman-pengalaman hamba-hamba Tuhan para pengajar kita. Saya ambil saja 
contoh “ujian tingkat tinggi” yang dialami hambaNya Yusak Tjipto. Suatu hari 
Tuhan suruh beliau puasa 3 bulan. Di akhir puasanya, ketika beliau sedang 
nyembah Tuhan, beliau didatangi “tuhan jesus”, maksudnya iblis menyamar sebagai 
“tuhan jesus”, katanya persis dari ujung kepala sampai ujung kaki. Tadinya 
beliau tidak tahu kalau itu iblis, tapi untungnya beliau selalu bertanya pada 
Roh Kudus. “Tuhan jesus” itu berkata begini :
            “Yusak, kamu sudah diajar Tuhan?”
            “Sudah, Tuhan.”
            “Sudah dididik Tuhan?
            “Sudah, Tuhan.”
            “Sekarang, lakukan Firman Tuhan dengan benar.”
Sepintas kedengarannya benar, makanya saya katakan ini ujian yang “tipis”. 
Untungnya beliau Tanya Roh Kudus dulu. Roh Kudus jawab : 
            “Yang mengajar kamu siapa?”
            “Tuhan Jesus.”
            “Yang mendidik kamu siapa?”
            “Tuhan Jesus.”
            “Jadi yang memampukan kamu melakukan FirmanNya siapa?”
            “Tuhan Jesus.”
Lalu pak Yusak mulai mengerti, dan beliau jawab “tuhan jesus” itu begini :
            “Lho Tuhan, mustinya kan Kamu yang menjamin aku melakukan FirmanMu 
dengan benar.”
Ketika pak Yusak menjawab ini, baru Tuhan Jesusnya yang asli muncul, dan 
langsung menghardik iblis. “Iblis, engkau dengar kata hambaKu Yusak, Akulah 
yang menjamin dia, melakukan FirmanKu dengan benar.” (Ini dasar Firmannya 
adalah “kesanggupan kami adalah pekerjaan Tuhan”, 2 Kor 3;5)

Apakah Tuhan Jesus tidak tahu kalau iblis tengah menyamar sebagai Dirinya dan 
mendatangi hambaNya? Tuhan Jesus tahu. Kok Dia diam saja dan cuma menonton 
hambaNya dicobai iblis? Itulah yang namanya ujian. Tuhan Jesus tahu, lihat, 
dengar, tapi Dia diam, tunggu apa reaksi kita. Untungnya dalam segala hal, kita 
boleh bertanya pada Roh Kudus. Jadi kita bersyukur bahwa Tuhan kita bukan 
“dosen killer” yang berkata, “kalau dua tahun kamu gak lulus-lulus, kamu drop 
out.” Tuhan kita adalah Tuhan yang berkata : “Barangsiapa datang kepadaKu, ia 
tidak akan Kubuang.” Untuk lulus dalam ujianNyapun, kita diajari, dibimbing 
dengan setiaaaa dan panjang sabar, sampai kita lulus untuk suatu ujian tertentu.

Perhatikan bahwa dalam setiap ujian, ada “hadiah” yang sudah menunggu kita. 
Perhatikan bahwa ketika Abraham lulus ujian menolak “harta Sodom”, Tuhan 
berkata :”Upahmu akan sangat besar”, dan lagi “keturunanmu akan seperti bintang 
di langit”. (Kej. 14-15). Waktu Abraham lulus ujian mengorbankan Ishak, apa 
kata Tuhan? “Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat 
keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi 
laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh 
keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat….”(Kej. 22; 17-18). 
Apa yang didapatkan pak Yusak setelah peristiwa itu? Saya tidak tahu, yang 
pasti dikemudian hari Tuhan menyebut beliau “sahabatKu”, “pelanyan pribadiKu”. 
Luar biasa bukan? Jadi jangan takut dengan ujian.  

Jadi kembali pada konteks semula, saya tidak tahu pertimbangan Tuhan, mengapa 
Dia memakai hamba-hambaNya yang wanita-wanita ini, yang sudah saya sebutkan di 
atas. Satu hal yang saya tahu, MEREKA PASTI SUDAH MEMBAYAR HARGA.  Jadi, 
masalahnya bukan gender, masalahnya adalah, APAKAH KITA MAU BAYAR HARGA ATAU 
TIDAK?

GBU
Hesti

Referensi :
Alkitab
Kaset “Membangun dan Masuk Bahtera”, Petrus Agung dkk
Kaset “Tiga Tahap Pendidikan Tuhan”, Yusak Tjipto.
================================================
From: hesti biaktika 

YANG TIDAK BISA MASUK SORGA

1 Kor. 6 ; 9-10
Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat 
bagian dalam Kerajaan Tuhan? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, 
orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah 
dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Tuhan.

Tuhan Jesus bicara pada Iin Cipto : 
“Ada dua macam hambaKu. Yang pertama ialah orang-orang yang tidak mau Aku 
bentuk dan Aku didik. Aku sudah berkali-kali bicara kepadanya, tetapi ia tidak 
mau. Ia hanya menginginkan ketenaran dan uang. Aku hanya memanfaatkannya. Yang 
kedua ialah orang-orang yang mau Aku bentuk dan Aku didik, itulah 
kekasih-kekasihKu.” Hamba macam manakah kita?

Kotbah Petrus Agung :
Orang menggosok berlian dengan menggunakan sebuah batu yang bernama batu amril. 
(Zak 7;12).Semakin digosok, berlian itu akan semakin cemerlang, semakin indah, 
semakin mahal, dan semakin berharga di mata pemiliknya. Sedangkan batu amril, 
sehabis dipakai untuk menggosok berlian, lalu dibuang orang. Siapakah kita 
dimataNya, berlian atau batu amril?

Orang-orang dengan pandangan hidup seperti dibawah ini, takkan dikenan Tuhan, 
takkan masuk sorga :
“If you don’t play, you can’t win”
“Ada, ‘manusia maha tahu’”.
“Kita sih menganggap iblis sebagai kawan”
“Ngapain sih pendeta tengking-tengking setan? Setan adalah teman.”
“Alkitab itu cuma standard baku.”
“Jangan terlalu text book deh.”
“Ngapain sih menginjil? Orang kan dapat Jesus dengan air mata. Orang yang 
menderita karena penginjilan, itu salahnya sendiri. Tuhan juga gak akan 
perhatikan penderitaannya.”
“Ada waktu untuk mencari uang, ada waktu untuk beribadah, ada waktu untuk 
berbagi dengan sesame” (Jadi, Tuhan hanya untuk hari Minggu, hari-hari lain, 
suka2ku, aku pimpin diriku sendiri)

Kirim email ke