From: Yollie Wauran 

Renungan Pagi, Kamis 18 Oktober 2007

Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi 
kekejian bagi hati-Nya: 
Mata sombong, 
Lidah dusta, 
Tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,
Hati yang membuat rencana-rencana yang jahat,
Kaki yang segera lari menuju kejahatan,
Seorang saksi dusta Yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan Yang menimbulkan 
pertengkaran saudara. ( Amsal 6:16-19 )

Untuk penumpahan darah ..... Mungkin jelas terlihat .....
Siapa sih........  yang tidak menyesalkan pemboman ..... ?
Siapa sih ....... yang tidak menyesalkan pembantaian ..... ?

Kita tahu pasti ..... Itu dibenci Tuhan ..... Bahkan ......
Kita pun sering turut membencinya ......
Kadang terlepas juga kutuk dari bibir kita .....

Namun .... Bagaimana dengan mata sombong ..... ?
Bagaimana dengan lidah dusta ..... ? Kebohongan ..... ? Rencana jahat ..... ?
Sadarkah kita ..... Bahwa itu juga dibenci Tuhan ..... ?

Coba kita renungkan ...... Adakah kita lakukan juga ......
Apa-apa yang dibenci Tuhan ..... ?

Bila ya ..... Lalu ..... Apa bedanya kita dengan mereka ..... ?
============================================
Renungan Pagi, 

Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu.
Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan 
menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau. ( 1 Timotius 4:16 )

Mungkin ..... Kita sering mengajar orang ......
Mungkin ..... Kita sering menasehati orang ......
Berkotbah ...... Menyampaikan firman Tuhan ......

Namun ..... Hari ini ...... Mari kita ingat lagi ......
Setiap kata yang kita ucapkan ...... Yang keluar dari bibir kita ......

Saat kita mengajar ..... Saat kita menasehati ..... Saat kita berkotbah ......
Dan ..... Mari ...... Kita jadikan itu untuk kita ......
Biarlah kita yang diajar ...... Biarlah kita yang dinasehati ......
Biarlah kita berkotbah untuk kita juga ......
==========================================
Renungan Pagi, 

Lalu Daud bangun pagi-pagi, ditinggalkannyalah kambing dombanya pada seorang 
penjaga, lalu mengangkat muatan dan pergi, seperti yang diperintahkan Isai 
kepadanya. ( 1 Samuel 17:20a )

Daud pergi ..... Bukan karena kehendaknya ..... Tapi karena ayahnya .....
Namun .... Tidak begitu saja dia tinggalkan kambing dombanya .....
Dia titipkan pada seorang penjaga ..... Tidak banyak memang .....
Hanya dua tiga ekor ...... Satu bentuk tanggung jawab .....

Walau untuk hal yang kecil ...... Yang dipercayakan padanya .....
Masihkah kita memiliki ..... ?
============================================
Renungan Pagi, 

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku?
Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan 
Allahku! ( Mazmur 42:11 )(42-12)

Bila tak ada lagi saudara buat berharap ...... Apakah itu akhir segalanya ..... 
?
Bila seakan tak ada lagi jalan keluar ..... Adakah itu akhir segalanya ..... ?
Mengapa tertekan ..... ? Mengapa gelisah ..... ? Masih adakah percaya itu ..... 
?
Mengapa kita tidak berharap pada-Nya ..... ?

Memang bila kita mau jujur ..... Kadang tak ada tempat lagi di hati kita ......
Untuk berharap pada-Nya ...... Bila kita mau jujur ......
Kadang kita memandang sebelah mata pada Tuhan ......
Kita lebih bergantung pada manusia ..... Lebih percaya pada manusia .....

Namun ..... Mungkin ...... Inilah saatnya ...... Mau tidak mau ......
Kita berharap pada-Nya ..... Dan ..... Hanya pada-Nya ...... Inilah saatnya 
.....

Tuhan ubah pandangan kita pada-Nya ......
Tuhan mau tunjukkan ...... Masih ada jalan bagi yang berharap pada-Nya ......

Jadi ..... Mengapa kita tidak mulai berharap pada-Nya ..... ?
============================================
Renungan Pagi, 

Kata Musa: "Inilah firman yang diperintahkan TUHAN kamu perbuat, agar kemuliaan 
TUHAN tampak kepadamu." ( Imamat 9:6 )

Kemuliaan Tuhan ....? Nampak pada kita ....?
Ah.. Tidak mungkin.... Bukankah kita manusia biasa ....?
Yang masih sering jatuh dalam dosa ....?

Tetapi Tuhan.. Melalui Musa.. katakan bahwa itu mungkin..
Jika kita melakukan firmanNya yang diperintahkanNya pada kita..
Sudahkah ?? Mari kita renungkan..
=============================================
Renungan Pagi, 

Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes,
apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?"
Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau."
Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku" ( Yohanes 21:15 )

Saat Simon mengatakan "kasih" .....
Tuhan yang Mahakasih pun meminta bukti ......
Tuhan yang Mahakasih pun meminta langkah selanjutnya ......
"Gembalakanlah domba-domba-Ku"

Apalagi manusia ..... Apalagi sesama kita ......
Saat kita katakan kita mengasihinya ......

Mereka pun ingin melihat buktinya ......
Jadi ......
Apakah bukti kita mengasihi suami kita ...... ?
Apakah bukti kita mengasihi isteri kita ..... ?
Apakah bukti kita mengasihi anak-anak kita ..... ?
Apakah bukti kita mengasihi orang tua kita ..... ?

Juga .....
Apakah tindakan nyata dari kita mengasihi sesama kita ..... ?
Bukankah benar ..... Kasih itu bukan sekedar untuk dikatakan ..... ?

Mungkin benar kita mengasihi mereka .....
Namun ..... Dari tindakan kita ...... Dari apa yang kita lakukan .....

Apakah mereka tahu ..... Bahwa kita mengasihinya ..... ? Apakah buktinya ..... ?
==============================================
Renungan Pagi, 

maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di 
atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya.
Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
"Ya Tuhan dan Elohim kami,  Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan 
kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena 
kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan." ( Wahyu 4:10-11 )

Mungkin ..... Kita pernah sujud tersungkur ......
Mungkin pula ..... Kita pernah berdoa menyembah Dia ......
Namun ..... Di manakah tangan kita ..... ?

Jangan-jangan ...... Kita sedang memegang erat-erat "mahkota" kita ......
Kebanggaan kita ......

Jadi ..... Benarkah kita sudah tersungkur ...... ? Benarkah kita telah 
menyembah ...... ?
Dapatkah kita katakan ..... "Engkau layak terima pujian .....
Ya ..... Hanya Engkau yang layak Tuhan" ...... ?
Lalu ..... Melemparkan mahkota kita ...... ?
===============================================
Renungan Pagi, 

Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu,
sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.
( Mazmur 5:7 (5-8) )

Sadarkah kita ..... Bahwa setiap detik yang kita lalui .....
Adalah karena kasih setia-Nya ..... ?

Sadarkah kita ..... Bahwa setiap tarikan dan hembusan nafas kita .....
Adalah karena kasih setia-Nya ..... ?

Bahwa keberadaan kita saat ini pun ..... Di tempat ini ......
Juga karena kasih setia-Nya ..... ?

Mungkin saat ini ..... Kita mulai melupakannya ......
Menganggapnya sebagai hal biasa ...... Menganggapnya sebagai suatu hak ......
Sesuatu yang memang seharusnya terjadi .....

Padahal ..... Itu semua karena kasih setia-Nya ..... Dan ..... Bila kita sadari 
itu .....
Kita akan selalu haus akan hadirat-Nya ......
Kita akan selalu ingin berada di bait-Nya yang kudus .....

Adakah kita ..... Masih mempunyai kerinduan untuk itu ..... ?
===============================================
Renungan Pagi, 

Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau 
akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." ( Lukas 23:43 )

Bagaimana dengan kita ..... ? Tahukah kita ..... Kemana kita akan pergi ......
Bila waktunya tiba ..... ?

Mari kita renungkan ..... Siapakah yang akan berkata pada kita .....
"Sesungguhnya engkau akan bersama-sama dengan aku" ..... ? Yesuskah ..... ?
Atau yang lain ..... ?
=================================================
Renungan Pagi, 

Dan berkatalah Samuel kepada bangsa itu: "Jangan takut; memang kamu telah 
melakukan segala kejahatan ini, tetapi janganlah berhenti mengikuti TUHAN,
melainkan beribadahlah kepada TUHAN dengan segenap hatimu. ( 1 Samuel 12:20 )

Tidak ada istilah ..... "Terlanjur basah" ....... Mungkin kita pernah jatuh 
dalam dosa .....
Tetapi ..... Bukan kehendak Tuhan ..... Untuk kemudian membuang kita ......
Pertobatan kita yang Dia inginkan ..... Kembalinya anak yang hilang .....
Kembali "beribadah" kepada-Nya .....

Dengan segenap hati ..... Dan bukannya ..... Semakin jauh masuk dalam dosa 
......
Karena terlanjur berbuat dosa ......
===============================================
Renungan Pagi, 

Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh 
temboknya.
( Amsal 25:28 )

Lalu ..... Mengapa kita tidak mencoba lebih sungguh lagi ..... ? Berat memang 
.....
Lebih berat mengatur diri sendiri ...... Tetapi ...... Akankah kita biarkan 
diri kita ......
Ucapan kita ...... Tingkah laku kita ..... Lepas "liar" begitu saja ...... ?
Akankah kita biarkan ..... "Tembok" itu roboh ....... ?
Akankah kita biarkan ...... Iblis dengan mudah menerobosnya ...... ?

Bukankah sering kita lihat ...... Atau mungkin kita alami sendiri ......
Sesuatu yang sangat buruk ..... Yang mungkin tak terpikirkan sebelumnya .......
Namun kita lakukan ..... Saat tak ada pengendalian diri ..... ?
Akankah hari ini kita mengulanginya lagi ..... ?

Kirim email ke