From: djony_t 

BERBISNIS #1

. Dalam lubuk hati terdalam setiap kita yang berbisnis, pasti menginginkan ARTI 
& TUJUAN dalam pekerjaan kita.  Kita mencari PENGHARGAAN & PENEGASAN atas 
kontribusi kita, jawaban2 yang memuaskan atas dilema etika berbisnis & 
KEJELASAN ARAH di tengah2 suasana yang kacau, serta rasa PUAS dalam PENCAPAIAN 
TUJUAN
. Banyak pemimpin2 KEHILANGAN FOKUS tentang apa yang benar2 berarti & penting 
dalam PANGGILAN MEREKA BERBISNIS. Mereka telah menjadi budak tekanan meraih 
profit & akibatnya secara professional mereka menjadi tidak efektif serta 
secara pribadi mereka mengalami KELELAHAN EMOSI
. SOLUSINYA : BIARLAH TUHAN YANG MEMIMPIN, Amsal 3:5-6
. Semakin anda mempercayai Tuhan, semakin BESAR KEBEBASAN yang  anda
peroleh dari belenggu tekanan mendesak untuk meraih profit yang memperbudak 
anda.
. Tuhan memanggil kita bukan untuk menjadi korban keadaan. Ia memanggil kita 
untuk BERTUMBUH & BERKEMBANG semakin dekat kepadaNya dengan BERANI BERTINDAK 
mengatasi dilema2 disekitar kita. Ia menghendaki kita HIDUP DALAM KELIMPAHAN & 
MENJADI PEMIMPIN YANG BERNILAI dengan MELAYANI sesame sebagai MODELNYA yang 
benar 
. Model kepemimpinan yang dimaksud tersebut adalah : 
KEPEMIMPINAN yang MEMANFAATKAN WAKTU & TEKANAN untuk MENGHASILKAN KEBIJAKSANAAN 
yang ALKITABIAH, PERTUMBUHAN KARAKTER, SERTA MEMAKSIMALKAN PRODUKTIFITAS
. Dengan berbisnis cara Tuhan, kita dapat memuliakanNya, melayani sesama serta 
memenuhi kewajiban professional kita.
======================================

BERBISNIS #2

PERBEDAAN PEMIMPIN DUNIAWI:
. Tekanan melemahkan mereka
. Memprioritaskan profit diatas segala2nya
. Karakter mereka semakin lemah
. Mereka tidak menghasilkan apa2, selain meraih profit 

PEMIMPIN TUHAN:
. Tekanan menguatkan mereka
. Memprioritaskan PANGGILAN & ATURAN2 Tuhan
. Karakter semakin kuat
. Menghasilkan harta warisan sebagai tambahan dari profit yang
diperolehnya 

HIKMAT TUHAN itu inti dari kehidupan spriritual kita, dimana terkandung 
kekuatan, tujuan hidup kita berbisnis. Hanya dengan hikmat Tuhan kita dapat 
MENYEIMBANGKAN kecakapan & kemampuan kita berbisnis TANPA MELANGGAR aturan2 
Firman Tuhan

KARAKTER kita merupakan keseluruhan dari siapa jati diri kita PRODUKTIVITAS 
kita adalah HARTA WARISAN yang kita tinggalkan untuk generasi berikutnya

. Pada saat kita berbisnis terjadi BENTURAN antara 2 penguasa yang saling 
berebut menjadi yang pertama dalam hati & pikiran kita, dimana pada akhirnya 
kita HARUS MEMILIH.
. Masa depan kita ditentukan oleh apa yang kita PERCAYAI & apa yang kita 
LAKUKAN. Setiap hal yang kita percayai akan menghasilkan perilaku & setiap 
perilaku mempunyai konsekuensinya masing2
. TABURLAH sebuah TINDAKAN, maka kita akan MENUAI sebuah KEBIASAAN,
TABURLAH sebuah KEBIASAAN maka anda akan MENUAI KARAKTER; TABURLAH
KARAKTER, maka kita akan MENUAI KEMUJURAN & KEPERCAYAAN daripada orang 
disekitar kita. 
============================================
BERBISNIS #3

Banyak langkah2 bisnis yang harus kita ambil untuk memulai berbisnis cara 
Tuhan. 

Langkah ke 1 : 
KEMAMPUAN MEMPERTAHANKAN FOKUS pada TUJUAN
Setiap anak Tuhan yang HIDUP BARU & MEMPEROLEH ARTI HIDUP YANG
SEBENARNYA pasti ujung2nya MEMBERI HIDUPNYA untuk MELAYANI sesama.
Roma 8:28

Langkah ke 2:
KEMAMPUAN MENENTUKAN SKALA PRIORITAS, dimana dari SEMANGAT yang PADAM menuju 
kepada SEMANGAT yang MENYALA kembali, 1 Tes 5:16-18

~ MASALAH : Bagaimana saya mengatasi semangat kerja yang telah padam?
Umumnya pertanyaan ini keluar dari mulut seorang pekerja yang hidupnya diatur 
oleh jadwal kerja perusahaan/keadaan & bukan atas kehendaknya.
Tidak adanya keseimbangan waktu & tenaga ekstra untuknya menikmati aktivitas di 
luar pekerjaan rutinnya.

~ SOLUSINYA: DAHULUKAN HAL2 YANG PALING PENTING DALAM HIDUP anda.
Dalam dunia yang bergerak semakin cepat, kita mudah kehilangan arah terhadap 
apa yang benar2 TERPENTING dalam hidup ini. Jika kita tidak memprioritaskan 
kehendak Tuhan, kita akan berjalan TIDAK SELARAS dengan FIRMAN TUHAN Nya & 
INILAH factor UTAMA padamnya semagat hidup kita.

Langkah ke 3:
KEMAMPUAN MENGENDALIKAN SIFAT TERBURU2, dimana dari LARI JARAK PENDEK DIBAWAH 
TEKANAN MENUJU BERLARI DENGAN SEBUAH TUJUAN JANGKA PANJANG, Ibrani 12:1

~ MASALAH 1: Fokus untuk MEMPRIORITASKAN memperoleh bisnis baru yang
lebih profitable tanpa meningkatkan pelayanan kepada pelanggan2 lama yang setia.

SOLUSI 1A: 
Umumnya dengan system di atas untuk jangka pendeknya perusahaan dapat
meningkatkan profit.
Kabar buruknya: dalam proses `melakukan apa saja demi profit", perusahaan telah 
kehilangan focus pada rencana secara keseluruhan/target jangka panjang.

SOLUSI 1B: 
Kembangkan KESABARAN BERLOMBA lari jarak jauh dalam dunia yang seba
instant/tergesa2. KESABARAN & TEKANAN MERAIH PROFIT bagaikan air &
minyak. Ke2nya tidak bisa dicampur. Memiliki kesabaran untuk mengerjakan 
rencana jangka panjang terdengar besar secara teori, namun kenyataanya TEKANAN 
JANGKA PENDEK seringkali memaksa kita menjalankan permainan lain.

SOLUSI 1C: 
Tekanan datang dari 2 arah: 
Tekanan LUAR berupa HARAPAN UNTUK MENGHASILKAN PROFIT tambah Tekanan
DALAM untuk BERHASIL. SERINGKALI TEKANAN2 ini menyeret kita keluar dari rencana 
permainan yang telah kita susun. Kita menghamburkan energi untuk berlari cepat 
jarak pendek didikte oleh tekanan.
KOMITMEN, TEKAD YANG BULAT, KESABARAN, KETEKUNAN & DEDIKASI, dapat
MEMBANTU KITA KONSISTEN berlari dalam perlombaan yang memang MENJADI
PANGGILAN kita dalam hidup/pelayanan ini.
============================================
From: mangucup88 

Hak untuk Bunuh Diri ?

Tiap orang berhak untuk melakukan apa saja dengan tubuhnya, mulai dari potong 
rambut s/d potong kelamin dan mulai dari memperbesar kelopak mata s/d buah dada 
semuanya ini halal, tetapi tidak setiap orang berhak untuk memilih cara 
kematiannya sendiri. 

Sehingga timbullah pertanyaan MATI itu hak siapa? Sejak Socrates meminum racun 
(hemlock) dan memilih suicide is a remedy for unbearable pain, mati bukan cuma 
proses lepasnya jiwa dari raga. Bahkan filsuf kontemporer Frederich Nietzche 
dalam 
kitabnya ''Zarathustra'' pernah menganjurkan agar , ''Matilah pada saat yang 
tepat.''

Mrs. Diane Pretty (43) dari kota Luton di Inggris, yang sakit higga tak bisa 
menggerakkan anggota tubuhnya, meminta pengadilan tertinggi HAM Eropa di 
Strasbourg, Prancis agar mengizinkan suaminya membantunya bunuh diri, ia 
menuntut agar dirinya diberi hak mati secara terhormat dengan bantuan suaminya. 

Putrinya Clara Pretty (24), merasa terkejut saat ibunya menuntut hak untuk 
mati. Satu sisi batinnya tidak ingin kehilangan ibunya, tetapi di sisi lain ia 
tidak tahan melihat penderitaan ibunya. Pada akhirnya ia serta adik 
laki-lakinya, tak bisa tahan dan menyetujui keinginan ibunya. Suasana sangat 
mengharukan terjadi saat konferensi pers. Mrs. Pretty berpaling kepada Brian 
suaminya berkata, "I love you (Aku mencintaimu)." Brian membalas pelan, "I love 
you, too."

Bunuh diri adalah hal legal di Inggris. Namun membantu orang lain bunuh diri 
adalah kejahatan yang diancam hukuman maksimal 14 tahun penjara. HAM Eropa 
menolak keinginan dari Pretty. Walaupun demikian Pretty akhirnya meninggal 
dunia secara wajar pada tgl 11 Mei 2003.

Negara Belanda, Belgia, Swiss mengijinkan Eutanasia atau pencabutan nyawa 
seseorang apabila sang pasien sudah benar-benar tidak ada harapan lagi. 
Eutanasia bisa dinilai sebagai "pembunuhan karena didorong oleh rasa kasih" = 
mercy killing. Kata Eutansia itu sendiri diserap dari bahasa Yunani yang 
berarti Kematian yang Baik. Eu = baik - Thanatos = Kematian.

Tiap orang yang punya rasa kasih akan menembak seekor kuda yang terjebak di 
dalam kandang yang terbakar, dan apakah seorang Dr berkewajiban untuk membantu 
bayi yang cacad total sejak dilahirkan, apabila bayi tersebut tiba-tiba 
berhenti bernafas? 

Apakah kehidupan seseorang harus dipertahankan terus, apabila ia tidak bisa 
disembuhkan lagi dan dimana hidupnya hanya tergantung dari slang dan mesin 
saja? Apakah bisa dibenarkan kalau kita membunuh berdasarkan belas kesihan 
seperti pada kasus Diane Pretty diatas?

Ada dua macam eutanaisa: Aktif dan Pasif. Yang pertama adalah mencabut 
kehidupan untuk menghindari penderitaan dan yang kedua adalah membiarkan 
kematian terjadi untuk menghindari penderitaan. 
Yang pertama si pasien menyetujui kematiannya dan yang berikutnya tidak. 
Eutanasia aktif berarti menghasilkan kematian sedangkan eutanaisa pasif berarti 
mengijinkan kematian.

Tiap orang mempunyai hak untuk mendapatkan kematian yang baik dan yang 
bermatabat, tetapi kematian yang perlahan, menyakitkan dan tanpa mengenal ampun 
, bukanlah satu kematian yang bermartabat, bahkan merendahkan sifat-sifat 
kemanusiaan kita. Kenapa kita mengijinkan aborsi, tetapi eutanasia tidak? 

Eutanasia adalah satu tanda kasih sayang kepada orang yang menderita, jadi 
sebenar nya ini sesuai dengan ajaran Agama yang selalu mengutamakan kasih! Dan 
apakah Anda tahu bahwa bukan hanya sekedar pasiennya saja yang menderita, 
melainkan anggota keluarganya juga turut menderita. Mempercepat kematian yang 
tidak dapat di elakan bukan hanya sekedar meringankan penderitaan sang pasien, 
tetapi juga melepaskan beban finansial berat yang harus ditanggung oleh 
keluarganya.

Dan apakah Anda tahu bahwa Eutanasia itu sesuai dengan ajaran dalam Alkitab: 
kita mengetahui bahwa minuman keras itu dikutuk (Amsal 21:1, Yesaya 5:11), 
walaupun demikian Salomo bahkan menganjurkannya untuk mereka yang akan mati 
agar dapat meringankankan beban penderitaannya; "Berikanlah minuman keras itu 
kepada orang yang akan binasa, dan anggur itu kepada yang susah hati, Biarlah 
ia minum dan 
melupakan penderitaannya dan tidak lagi mengingat kesusahannya" (Amsal 31:6-7)

Mana lebih berdosa mempertahankan hidup yang sebenarnya sudah tidak bisa 
dipertahankan lagi dengan mengorbankan orang lain atau mempercepat kematian. 
Berapa banyak keluarga di Indonesia jadi melarat total, karena hanya ingin 
memperpanjang kehidupan seseorang untuk beberapa hari saja !

Pertanyaan: apakah kalau kita menolak pengobatan ini berarti bunuh diri, 
umpamanya dialisis ginjal atau kemoterapi, atau juga karena kita menyadari 
bahwa keluarga kita itu sebenarnya tidak mampu untuk membiayainya? 

Apakah kita sebagai kaum agamaist di ijinkan melakukan eutanasia secara pasiv? 
Bukankah tiap manusia berhak untuk memilih kematiannya secara wajar dan alamiah 
dengan menolak alat-alat untuk mempertahankan kehidupan yang tidak wajar, 
seperti mesin jantung dan paru-paru ? Apakah penolakan ini bisa dinilai sebagai 
bunuh diri ?

Bagaimana pendapat anda ?

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.org
http://www.friendster.com/mangucup

Kirim email ke