From: mangucup88 

Ilmu Mengeluarkan Sukma !

Dengan ini yang bertanda tangan dibawah ini, mang Ucup, berani memberikan 
statement - pernyataan dan janji kepada semua pembaca tanpa perkecualian agama 
apapun juga yang anda anut, dalam jangka waktu satu jam yang akan datang ini, 
anda sudah akan bisa dan mampu mempelajari dan mempraktekan ilmu "MENGELUARKAN 
SUKMA!" Ruaa.ar biasa bukan !

Dijamin 100%, kalau tidak bisa? Mang Ucup, bersedia dikenakan sangsi hukuman 
rajam! Apakah enggak hebat tuh, tawaran dan janji yang diberikan oleh mang 
Ucup. Dalam jangka waktu 1 jam tiap pembaca tanpa perkecualian, sudah akan bisa 
mempelajari dan mempraktekan ilmu mengeluarkan sukma dari tubuh, bahkan dijamin 
lagi. Ini bukan hanya sekedar mungkin saja, bahkan bisa segera dipraktekan dan 
dibuktikan sekarang juga. Gombal!

Kalau anda tidak percaya cobalah anda bunuh diri, dengan pisau atau gantung 
diri dibawah pohon pisang dalam jangka waktu sekejap saja jiwa anda akan keluar 
melayang dan otomatis akan "PISAH" dan "KELUAR" dari tubuh anda. Itu sih tiap 
orang juga udah tahu, bahwa pada suatu saat kita akan mati dan jiwanya akan 
pisah dari tubuh kita, bahkan jiwa tsb akan bilang "Sayonara" alias kagak 
bakalan mau kembali balik lagi ke dalam tubuh kita, namanya juga wong udah mati.

Sabar Bung! Mang Ucup - tadi hanya menjanjikan bahwa setiap pembaca akan mampu 
dan bisa mempelajari ilmu "MENGELUARKAN" sukma dan ternyata statement ini benar 
100%! 

Jadi tidaklah bohong bahwa mang Ucup mampu memberikan pelajaran kepada setiap 
orang bagaimana cara memisahkan jiwa dari tubuh! Yang belum bisa Mang Ucup 
ajarkan pada saat ini ialah mengatur bagaimana caranya agar jiwa tsb bisa dan 
mau balik kembali ketubuh kita. Jadi ilmu yang barusan dipelajari adalah ilmu 
"one way ticket" saja bukannya ilmu "return ticket"! 

Sedangkan ilmu "return ticket" atau Out of the body experience (OBE) juga atau 
yang sering juga disebut sebagai "Separation" adalah ilmu bagaimana kita bisa 
mengatur agar jiwa kita bisa pisah dan jalan-jalan keluar dari tubuh, seperti 
orang mati suri, tetapi yang lebih penting lagi ialah bagaimana caranya agar 
jiwa tsb bisa balik dan mau masuk kembali ke dalam tubuh kita. Untuk 
selanjutnya kita sebut saja ilmu ini ialah sebagai ilmu OBE.

Mungkin anda tidak percaya bahwa OBE ini benar-benar ada dan juga bisa 
dipraktekan! Bagi mereka yang masih belum percaya dan ingin menyaksikannya 
dengan mata kepala sendiri, silahkan beli DVD film dengan judul "Ghost Dad" 
pemeran utamanya ialah Bill Cosby. Di dalam film tsb di demonstrasikan 
bagaimana caranya orang bisa melakukan OBE. Itu sih namanya film mang Ucup beda 
dengan realita. Ahli parapsychologie disini telah mentest dan membuktikannya 
bahwa OBE ini benar ada dan bisa di praktekan jadi bukan hanya sekedar dongeng 
atau isapan jempol belaka.

Menurut Alkitab praktek OBE sudah dilaksanakan ribuan tahun sebelumnya mulai 
dari Nabi Daniel, Rasul Paulus maupun Rasul Yohannes ketika ia berada di pulau 
Patmos. Mereka diajak oleh malaikat untuk melakukan OBE. Jadi apakah hanya 
orang pilihan Tuhan saja yang bisa melakukan OBE? Tidak sebab sebenarnya hampir 
setiap 
manusia mempunyai bakat atau kemampuan untuk melakukan OBE benaran atau OBE 
return ticket.

Bagaimana kita bisa merasakan OBE? Pada umumnya kita bisa turut merasakan pada 
saat jiwa kita keluar dari tubuh, secara tahap demi setahap, dimana kita 
merasakan badan kita mulai menjadi dingin dan juga kaku, seperti lumpuh. 
Diawalinya mulai dari kaki, naik ke atas menuju, ke kepala. 

Setelah itu kita merasakan menjadi ringan bahkan kita bisa melayang keluar dari 
tubuh. Kita akan bisa melihat dengan jelas tubuh kita, dari atas maupun dari 
samping. Pada awalnya kita tidak percaya bahwa kita bisa terbang dan melayang, 
bahkan kita tidak percaya, bahwa kita bisa tembus melalui tembok.

Kita akan bisa melihat dan menyaksikan semuanya yang terjadi, di sekitar kita, 
tetapi hanya sebagai penonton saja, kita tidak bisa turut aktiv. Karena kita 
yang sedang melakukan OBE tidak bisa dilihat maupun didengar suaranya oleh 
mereka, bahkan kita tidak bisa menjamah barang apapun juga. Maklumlah kita 
tidak mempunyai tubuh 
dan raga lagi, jadi hanya jiwanya saja yang jalan- jalan keluar.

Kapan kita bisa mengalami OBE? Pada saat kita lagi tidur, tetapi yang sering 
sekali terjadi ialah pada saat kita lagi stres berat, sakit ataupun pada saat 
kita pingsan. Menurut penelitian ternyata banyak juga orang yang telah mampu 
memperaktekan OBE, bukan hanya berdasarkan karena kebenaran, melainkan karena 
diatur dan 
diinginkannya. Hal ini bisa dilaksanakan pada saat mereka lagi bersamedi atau 
pada saat ketika mereka mengosongkan pikiran mereka. Orang yang bisa 
mengosongkan pikirannya akan lebih mudah untuk belajar mengosongkan tubuhnya 
juga.

Apakah benar manusia mempunyai kemampuan untuk melaksanakan OBE? 
Saya akan mengutip pengalaman dari beberapa orang yang pernah mengalami OBE 
tanpa mereka sadari, bahwa yang mereka alami itu sebenarnya OBE.

Seorang mahasiswi Indonesia yang lagi study di Leiden - Holland, merasa 
seakan-akan kedatangan ibunya yang tinggal di Indonesia. Ia bisa melihat dengan 
jelas dan nyata bahwa Ibunya datang berkujung kerumahnya, walaupun hanya dalam 
jangka waktu beberapa detik saja. Anehnya kejadian ini terjadi di siang hari 
bolong, setelah kejadian 
tsb ia langsung menelpon ke Jakarta.

Keluarganya yang di Jkt terkejut, kenapa ia bisa tahu bahwa ibunya lagi berada 
dirumah sakit dalam keadaan sakit keras? Tanpa ada orang yang memberitahukannya 
kepada dia. Apakah mungkin ibunya telah melakukan OBE jalan-jalan ke Holland 
untuk melihat anak kesayangannya sekali lagi?

Orang mati suri pun sebenarnya bisa dibilang OBE, karena tubuhnya telah keluar 
untuk beberapa saat lamanya dan setelah itu jiwanya balik kembali sehingga yang 
sudah dianggap mati sebelumnya bisa hidup kembali.

Banyak orang mengalami OBE, pada saat mereka sedang di operasi, walaupun mereka 
dalam keadaan tidak sadar, karena dalam keadaan di bius, tetapi banyak yang 
bisa menceritakan dengan jelas apa yang terjadi pada saat mereka sedang di 
operasi, bahkan banyak yang pergi jalan-jalan keluar dari rumah sakit, 
seakan-akan berkujung kerumah anggota keluarga atau kawan dekatnya.

Kalau kita jujur kita pun sering sekali bermimpi berada disuatu tempat atau 
bertemu dengan seseorang, mimpi tsb ada sedemikian jelasnya, sehingga kita 
sudah tidak dapat membedakannya lagi antara pengalaman benaran dengan mimpi. 
Ketika saya kecil, kalau saya mengalami hal-hal yang indah, saya selalu 
mencubit diri sendiri, untuk memastikannya, apakah ini benaran ataukah lagi 
mimpi (OBE)?

Jadi tidaklah salah kalau kita manusia mempunyai bakat dan kemampuan untuk 
melakukan OBE, tetapi apakah OBE ini bisa dipelajarinya, saya tidak bisa 
menjawab pertanyaan ini dengan pasti, tetapi kalau OBE yang "one way ticket" 
sih pasti bisa dilakukan oleh setiap orang.

Hanya yang menggelitik hati saya ialah kalau orang mampu mengatur keluar dan 
balik masuk kembali ketubuhnya, mungkin bisa jadi kacau di dunia ini, betapa 
tidak! 

Bagaimana kalau masa kontrakan kita dengan Sang Pencipta habis, sehingga jiwa 
kita harus keluar dari tubuh? Orang yang betah hidup dan ingin hidup 
terus-menerus pasti akan berusaha untuk bisa balik kembali ke tubuhnya, alias 
enggak bakalan bisa mati-mati, atau mungkin juga ngacir untuk pindah ke tubuh 
lainnya. Mungkin senang juga kalau mang Ucup bisa masuk ke tubuhnya pak Harto, 
enggak mau ah takut merasakan sakitnya raganya !

Sebagai akhir kata mang Ucup mohon maaf, kalau banyak yang merasa dikecewakan 
ataupun terkecoh, karena saya belum mampu mengajarkan Elmu Mengeluarkan Sukma 
p/p jadi hanya bisa yang One Way Ticket saja.

Bagi para pembaca dan rekan-rekan yang merayakan hari raya Idulfitri mang Ucup 
mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H.
Minal Aidin Wal Faidzin

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net
http://www.friendster.com/mangucup
=============================================
From: mangucup88 

 Test Kepribadian: MAAF

Yuu..uk coba test kepripadian: Cobalah renungkan sejenak, nama-nama dari orang 
kepada siapa saja Anda merasa sewot/sebel/ benci ? Begitu juga dengan 
kejadian-kejadian yang sangat menyakiti hati Anda ? 
Apakah masih ada nama-nama atau kejadian-kejadian menyakitkan yang masih 
teringat ? 

Apabila jawabannya "Yes" berarti Anda kurang rapih membersihkan arsip gudang 
dosa Anda, kita masih belum mampu mereset jadi nol kembali kalkulator dosa 
kita, sehingga rasa benci dan hal-hal yang negatif lainnya masih tetap saja 
bercokol dan teringat terus. Dalam hal ini tidak bisa dipungkiri, bahwa virus 
benci maupun sewotnya masih tetap ada di dalam pikiran maupun lubuk hati kita.

Itulah hasil nyata dari Neraca hitung-hitungan dari "Permohonan Maaf Lahir 
Batin" selama hari raya Lebaran kemarin !

Padahal kalau direnungkan, kemarin kita telah mengirimkan puluhan bahkan 
ratusan SMS, kartu permohonan maaf lahir dan batin, begitu juga dengan parsel 
maupun bunga kepada semua rekan-rekan dan handai taulan kita dengan harapan 
minimum setahun sekali kita dapat membersihkan batin dan hati kita. Dengan 
demikian diharapkan dapat 
mengawali tahun baru dengan pandangan maupun hidup yang baru. Hanya sayangnya 
kalau kita jujur, orang yang kita benci masih tetap saja ada dan banyak, bahkan 
kejadian-kejadian yang menyakitkan pun masih tetap saja tak terlupakan. Kenapa?

Permasalahannya; kita hanya mengirimkan SMS, kartu ucapan permohonana maaf 
lahir dan batin kepada orang-orang yang kita merasa dekat / simpatik saja, 
apalagi dengan kiriman parsel maupun bunga ini pada umumnya hanya ditujukan 
kepada keluarga dekat seperti ortu, kekasih atau rekan bisnis atau pejabat; 
agar "take & give" nya jelas begitu. 

Jawablah dengan jujur pernahkan anda mengirimkan parsel ato bunga maupun kartu 
kepada orang yang kita benci ataupun kepada musuh kita, ataupun kepada korban 
orang-orang yang pernah kita sakiti. Jangan harap ! Boro-boro ucapan selamat 
yang berkaitan dengan uang kirim email ato sms yang gratisan azah udah ogah.

Sebenarnya bukan saya yang menyakiti, melainkan sayalah sang korban yang 
disakiti, moso sih saya yang harus kirim kartu apalagi parsel, emangnya aku ini 
termasuk wong gendheng? Bukankah kita seringkali mendengar ucapan seperti 
"forgiving, but not forgetting", kita mungkin bisa memaafkan, tetapi tidak bisa 
melupakan, apalagi kalau 
rasa sakitnya itu dalam sekali, sehingga telah menghancurkan hidupnya seseorang.

Disamping itu permohonan maafnya pun dalam bentuk "kodian", yang dikirim secara 
"grosiran" dalam jumlah besar, bukannya "eceran". 
Jadi bukannya yang khusus ditujukan dan ditulis untuk saya tulen, melainkan 
karena kalimat "permohonan maaf" tsb sdh tercantum dicetak dikartu atau karena 
hanya men fwd SMS orang saja. Maka dari itu kalau ia benar-benar serious mau 
minta maaf, kenapa harus menunggu hingga tibanya hari raya Idul Fitri bukan 
sebelumnya. Apakah 
permohonan maaf itu seperti juga penutupan buku neraca akhir tahun yang 
dilakukan hanya setahun sekali saja untuk melihat laba dan rugi nya untuk 
berkawan dengan seseorang ?

Maka dari itu janganlah heran kalau banyak orang yang menilai permohonan maaf 
lahir & batin yang diajukan pada saat hari raya Idul Fitri tidak dapat 
ditanggapi secara serious, karena hal ini lebih menjurus kepada tradisi yang 
sekedar basa-basi atau pemanis bibir saja !

Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa bisnis "maaf & memaafkan" ini setiap 
tahunnya dapat menghasilkan omset ratusan milyar Rp, mulai dari penjualan kartu 
mohon maaf, s/d porto meterainya, belum lagi dengan pengiriman parsel-nya, 
kueh, bunga dll-nya. Perlu diketahui bahwa "Anda dapat memberi tanpa mengasihi, 
tetapi Anda tidak dapat 
mengasihi tanpa memberi!"

Orang yang dapat memaafkan kesalahan seseorang adalah orang yang baik, 
sedangkan yang dapat memaafkan dan melupakan kesalahan seseoran adalah orang 
yang bijak, tetapi orang yang dapat memaafkan dan melupakan kesalahan seseorang 
"sebelumnya" orang tsb minta maaf adalah orang yang memiliki sifat illahi. 

Hal ini telah dilakukan oleh Tuhan Yesus dimana Ia berkata: ".Ya Bapa, 
ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang telah mereka perbuat." 
(Lukas 23:34)

Tidak perlu diungkapkan lagi betapa sengsaranya Tuhan Yesus dipukul, dihina, 
diludahi, dicambuk, ditendang, dipaku, dan digantung di atas kayu salib oleh 
orang-orang jahat yang membencinya. Tetapi Yesus tidak membalas dendam. Dengan 
hati yang Tulus dan penuh kasih, Dia mengampuni mereka. Dia bahkan juga berdoa 
kepada Tuhan Bapa untuk mengampuni orang-orang jahat itu.

Apakah hanya Yesus saja yang dapat melakukan itu ? Tidak, manusia juga bisa 
apabila ia mau, Stefanus mengampuni orang-orang yang membunuhnya. "Sambil 
berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan janganlah tanggungkan dosa ini 
kepada mereka!" (Kisah 7:60) seharusnya dia marah sekali, karena dia mati 
dilempari 
batu. Tetapi dia memaafkan mereka. Inilah hati seorang pengikut Yesus Hati yang 
penuh kasih untuk memaafkan orang-orang yang menyakiti kita. Bagaimana dengan 
Anda ?

Oleh sebab itulah mang Ucup mengusulkan sebaiknya Anda; "Pause" dahulu berdoa 
"Bapa Kami" , sebelumnya Anda dapat memaafkan orang-orang yang Anda benci 
ataupun mereka yang pernah menyakiti Anda, sebab percuma azah Anda berdoa juga, 
karena bukankan tercantum di Matius 6:14-15 "Karena jikalau kamu mengampuni 
kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau 
kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu".

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.org
http://www.friendster.com/mangucup
=================================================
From: "Steph" [EMAIL PROTECTED]

Langitpun Tuhan buat menjadi cerah.

Ini pengalaman waktu di Jakarta Hari Kamis Tgl 11 Oktober 2007

Siang itu langit di Jakarta mendung dan sepertinya mau hujan.
Padahal siang itu saya harus mencuci pakaian yang esok harinya mau saya bawa ke 
Bengkulu.
Adik saya mengingatkan saya " di luar mendung mending tidak usah cuci pakain 
daripada besok masih basah "
Jam sudah menunjuukan pukul 13.00 Wib. Kemudian saya keluar rumah dan bilang 
sama adik saya
" Ok saya akan berdoa sama Tuhan, Bapa Sorgawi sangat senang memberikan 
permintaan anak-anakNya "
Kemudian saya keluar dan mulai berdoa, saya minta kepada Bapa Sorgawi empunya 
langit dan cuaca untuk membuat langit diatas rumah saya cerah agar pakain saya 
menjadi kering. Kemudian saya bilang sama adik saya " saya sudah berdoa dan 
kita lihat apa yang akan Bapa Sorgawi kerjakan "

Saya betul 2x meminta belas kasihan Tuhan karena saya benar 2x tidak punya 
waktu untuk mencuci pakain dan saya sangat membutuhkannya untuk perjalanan 
keesokan harinya.Kemudian saya mencuci, dan apa yang terjadi kemudian ? langit 
bukannya cerah tapi malah hujan ha 3x.
Tapi hati saya tidak goyah dan ragu sedikitpun, nanti pasti Tuhan buat cerah. 
Benar saudara, begitu saya sudah mau selesai tiba-tiba awan mulai menyingkir 
dan langit menjadi cerah bahkan panas. Hasilnya pakaian saya kering sore itu 
juga. Luar biasa Tuhan. Mungkin ini suatu kebetulan tapi buat saya tidak.
Ketika kita berdoa sama Tuhan, tidak ada yang terjadi secara kebetulan. 

Ini pengalaman waktu di Bengkulu Tgl 16 Oktober 2007

Sore itu saya bersama rekan sepelayanan dari Jakarta ( Metamorfosa Ministry ) 
akan berkunjung ke salah satu gereja yang ada di kampung transad ( perkampungan 
dimana penduduknya dulu merupakan warga transmigrasi ). Kami datang ke sana 
untuk melakukan survey. Dengan mengendari motor yang dibawa oleh adik yang dari 
Palembang kami menyusuri jalanan berbatu yang belum dipadatkan apalagi diaspal. 
Jadi masih banyak batu-batu yang menonjol dan tidak beraturan. Ketika sampai 
ditengah jalan tiba-tiba turun hujan. Waduh....bagaimana nih..pulang, berteduh 
atau lanjutkan perjalanan ? rekan saya sudah mengusulkan untuk pulang. Saya 
teringat pengalaman waktu di Jakarta, oya kita doa dulu sama Tuhan. Jadi 
berdoalah kita ditengah jalan sementara hujan mulai turun. Akhirnya saya 
putuskan untuk melanjutkan perjalanan. Di Kejauhan langit diatas daerah yang 
akan kami kunjungi sudah nampak hitam dan hujan mulai kelihatan turun. 

Saya bilang sama rekan saya. " Kita terus jalan, kita percaya sampai disana 
langit akan cerah, ini pekerjaan Tuhan dan ini sedikit tangan, jangan menyerah, 
kita nggak punya banyak waktu, dan ini sudah setengah perjalanan. " Akhirnya 
kami lanjutkan perjalanan, gerimis tetap turun. Apa yang terjadi kemudian 
semakin kami mendekati daerah yang akan kami kunjungi perlahan langit menjadi 
cerah dan Puji Tuhan sampai sana hujan berhenti sehingga kami bisa melakukan 
survey, kunjungan ke gereja lokal setempat dan pulang sampai ke rumah dan tidak 
ada hujan.

Hal-hal yang nampaknya sepele tetapi tidak sepele di mata Tuhan.
Firman Tuhan bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan memang harus 
begitu.
Ketika kita berdoa dengan sungguh-sungguh, tanpa keraguan sedikitpun makan 
percaya Tuhan akan jawab doa kita. Sekali lagi Firman Tuhan bilang jangan 
ragu-ragu karena orang yang ragu-ragu tidak akan mendapatkan apapun.

Dari peristiwa ini saya semakin belajar jangan ragu sedikitpun ketika kita 
berdoa.
Selama apa yang kita doakan adalah hal yang benar dan membawa kemuliaan bagi 
nama Tuhan.

Seringkali kita tidak mendapatkan apa yang kita doakan karena kita ragu-ragu 
dengan yang kita doakan.
Kita punya Bapa Sorgawi yang murah hati dan penuh belas kasihan tetapi Dia juga 
mau kita mempercayai Dia dan Kuasanya dengan sepenuh hati.

Matius 21 : 21 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika 
kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang 
Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung 
ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi.

Yakobus 1 : 6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan 
bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang 
diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

Segala kemuliaan bagi Tuhan Yesus.
Semoga jadi berkat, Tuhan memberkati.

In His Blessing
Steph

Kirim email ke