From: "herlianto" [EMAIL PROTECTED] KESEMBUHAN ILAHI
Seminggu setelah Peter Jongren mengadakan KKR Kesembuhan Ilahi di Bandung, penulis diundang berkotbah di gereja GBT di Bandung. Seusai kotbah, didampingi pendeta gereja itu bersalaman dengan jemaat yang berbaris keluar. Ada seorang jemaat yang cacat kakinya dan berjalan menggunakan tongkat penyangga lengan datang bersalaman dan juga dengan pendetanya, lalu orang itu berkata kepada pendetanya: "Minggu yang lalu dalam KKR Peter Jongren saya sudah bisa berjalan tidak menggunakan tongkat, tapi sesampai dirumah saya harus pakai tongkat lagi." Kasus-kasus kesembuhan semu seperti diatas banyak sekali terjadi dalam praktek KKR kesembuhan ilahi yang banyak diadakan belakangan ini, dan dalam kasus-kasus demikian, biasanya penderitalah yang disalahkan karena kurang iman dan kalau sembuh menjadi prestasi doa penginjil. Benny Hinn dalam menghadapi pertanyaan mereka yang tidak disembuhkan menjawab: ""The reason people lose their healing is because they begin questioning if God really did it." Kesembuhan Ilahi massal dipraktekkan KKR di Amerika Serikat sejak tahun 1940-an dan bersama gerakan Full Gospel Business Men's Fellowship kemudian merupakan persemaian kebangunan Kharismatik pada awal tahun 1960-an. Gerakan kesembuhan ilahi (faith healing) menekankan bahwa oleh bilur Yesus kita sembuh, karena itu dipercaya orang yang percaya akan sembuh dari sakit penyakit dan yang tidak sembuh berarti ada masalah dengan iman mereka. Konsep kesembuhan demikian jelas terlihat dalam lagu yang biasa mengiringi praktek kesembuhan ilahi: Bilurnya, bilurnya, bilurnya sungguh heran, bilurnya bilurnya, bilurnya sungguh heran. Asal percaya saja semua sakit hilanglah, oleh Tuhan Yesus penyembuh! Penekanan kembali kuasa Tuhan yang menyembuhkan memang merupakan berkat bagi gereja ditengah-tengah kelesuan gereja mapan yang nyaris tidak pernah lagi melakukan pelayanan kesembuhan ilahi secara khusus, salah satu karunia yang Tuhan janjikan kepada gereja-Nya. Namun sayang kemudian perkembangan kesembuhan ilahi menjadi bersifat masal dan sarat kepentingan komersial, dan menjadi reklame utama dalam KKR. Lihatlah iklan di koran yang berbunyi: Kebaktian Kesembuhan Ilahi. Masalah sakit-penyakit, stres, terikat kuasa kegelapan dan problema keluarga. Ajaklah teman dan keluarga Anda untuk mengalami cinta kasih dan kuasa-Nya! Alami kuasa dalam firmannya, bawalah orang sakit, stres, terjerat narkoba dan masalah lainnya. Tuhan Yesus sanggup menolong. Tetapi mengapa mayoritas tidak disembuhkan dan ditolong Tuhan Yesus? Dan dari yang minoritas yang bersaksi mengalami kesembuhan mengapa mayoritasnya juga ternyata tidak sembuh? Tiga kesembuhan utama ibadat Toronto Blessing yang dilaporkan buku 'Catch the Fire' (Guy Chevreau) pernah diteliti tim teolog dan dua dokter, hasilnya adalah seorang yang merasa disembuhkan secara luar biasa terbukti hanya sedikit lebih baik keadaannya. Penderita kanker yang secara instan dikatakan sembuh ternyata setelah diperiksa dokter masih mengidap penyakit itu, demikian juga dua gadis bisu yang dikatakan mengalami kesembuhan dari malaekat ternyata tidak menunjukkan bukti yang pasti. Dalam siaran berita bahasa Inggeris di TVRI pernah dilaporkan penelitian di Inggeris bahwa angka kesembuhan yang dialami gereja-gereja Kharismatik tidak banyak berbeda dari kesaksian kesembuhan yang dialami gereja mapan yang biasa mendoakan jemaatnya. Yang membedakan adalah di gereja-gereja Kharismatik kesaksian kesembuhan biasanya diekpos besar-besaran dan sering bombastis dengan kesaksian-kesaksian sedangkan di gereja-gereja mapan tidak. Memang promosi kesembuhan ilahi luar biasa, biasanya disebutkan tokoh-tokoh politik maupun konglomerat yang mengalami kesembuhan instan dalam malam KKR Kesembuhan Ilahi, namun beberapa saat kemudian akan kelihatan bahwa mereka sebenarnya belum sembuh tetapi tersugesti untuk merasa sembuh. Lihat saja pengalaman Evander Holifield. Ia dikatakan menderita sakit jantung dan dipercaya disembuhkan secara mujizat oleh Benny Hinn, namun kemudian terbukti dari diagnosis dokter tinju bahwa Holifield memang tidak punya penyakit jantung (penyakit jantung adalah penyakit yang terbentuk dalam waktu lama), jadi sembuh dari apa? Para penginjil penyembuh memang terlalu memutlakkan kekuatan penyembuhan yang bisa dihasilkan kuasa penumpangan tangan mereka, contohnya Yonggi Cho berkata: "Sekarang ini, siapa saja yang percaya kepada Yesus Kristus akan menikmati kelepasan dari segala dosa, sakit penyakit, kutuk, kuasa Iblis dan kematian." Kepercayaan ekstrim memang menjadi kepercayaan para penginjil Words of Faith, Kenneth Hagin mengatakan: "Penyakit itu bukan suatu berkat. Penyakit adalah suatu kutuk. Suatu kutuk oleh karena kita melanggar hukum Tuhan." Bandingkan ini dengan firman Tuhan sendiri yang berkata kepada Paulus yang berdoa minta kesembuhan penyakitnya sampai tiga kali: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." (2 Korintus 12:7-10. Paulus sakit tubuh tercatat juga di Galatia 4:13). Sekalipun benar bahwa ada penyakit yang terjadi karena kutuk dan dosa seseorang, tidak semua penyakit melanggar hukum Tuhan. Seorang bisa terkena HIV karena berselingkuh secara homo yang biasa menggunakan jarum suntik, tapi isterinya dan anak yang dilahirkannya berpotensi tertular diluar kesalahan mereka. Orang bisa saja patah kaki karena jatuh atau ditabrak mobil dan itu bukan kesalahan dia. Orang baik bisa saja menderita kanker sedangkan orang jahat sehat. Orang bisa sakit karena tertular flu burung, makan makanan basi, atau keracunan, padahal itu bukan karena ia berdosa. Orang bisa saja lahir cacat karena ibunya kurang gizi atau terkena virus polio. Urusan penipuan (hoax) dalam pelayanan KKR Kesembuhan Ilahi sudah banyak diteliti di Amerika Serikat. Terbukti banyak penginjil penyembuh melakukan penipuan dengan cara menyiapkan skenario orang-orang yang bersaksi mengalami kesembuhan spektakuler atau orang yang datang ke KKR ditanya penyakitnya apa oleh penerima tamu dan info itu disampaikan ke mimbar sehingga penderita dibuat heran mengapa penginjil tahu akan penyakit nya. Memang kenyataannya ada satu dua kesembuhan yang benar-benar terjadi karena iman penderita begitu kuat sehingga mendatangkan belas kasihan Tuhan Yesus (Jadi bisa terjadi juga di gereja mapan tanpa penumpangan tangan urapan pendeta), namun sebagian besar dari yang sembuh dikarenakan sugesti terpengaruh suasana pujian & penyembahan KKR tapi biasanya setelah pulang atau diperiksa dokter sesudahnya penyakitnya tetap ada. Penyakit-penyakit yang bersifat psikosomatis mudah terasa sembuh dalam suasana hipnose massa, tetapi penyakit-penyakit malfungsi, keracunan, cacat bawaan (polio) nyaris tidak tersembuhkan. Penulis pernah melayani bersama seorang penginjil dimana ia mengatakan didepan jemaat bahwa kalau kita berdoa dengan iman, gigi berlubangpun bisa tertutup. Mengapa kita menjadikan Tuhan sebagai budak untuk melayani kemauan kesembuhan manusia? Memang sampai sekarangpun Tuhan tetap bisa memberikan mujizat kesembuhan, yang penting apakah jemaat berdoa dengan yakin dan iman dan apakah Tuhan berkenan menyembuhkan atau tidak (Yakobus 5:14-16). Jadi kesembuhan bukan terletak pada kekuatan sipenginjil dan ketidak sembuhan bukan terletak di tangan sipenderita, melainkan apakah Tuhan berkenan atau tidak. Jadi, sebenarnya kesembuhan ilahi bisa saja terjadi di KKR maupun di Gereja mapan. Kepercayaan bahwa 'beriman sembuh dan tidak beriman sakit' adalah konsep kesembuhan mistik perdukunan! Bandingkan ini dengan kesembuhan yang dicapai bila chi/ prana/ reiki dalam dirinya bisa harmonis dengan chi/prana/reiki alam semesta, dan tidak sembuh kalau keseimbangan itu terganggu. Dalam kesembuhan mistik sembuh tidaknya terletak pada kekuatan batin penderita, dan kita harus sadar bahwa dalam perdukunan pun mujizat kesembuhan dengan kekuatan batin juga banyak terjadi. Dalam KKR Kesembuhan Ilahi dan faham Words of Faith, iman itu umum dimengerti sebagai kekuatan batin yang bisa disalurkan melalui ucapan dan visualisasi seseorang (words of faith). Kita perlu berhati-hati mendengar promosi bombastis mengenai kesembuhan yang dialami orang penting atau konglomerat tertentu, dan kita pun jangan begitu saja menolak kesaksian demikian yang mungkin benar, tetapi yang paling tepat adalah mengujinya dengan catatan dokter/rumah sakit mengenai track-record penyakitnya sebelum dan sesudah 'mengalami' kesembuhan ilahi, dan apakah kesembuhan pasca kesembuhan ilahi itu bersifat kekal atau nanti kembali lagi penyakitnya yang dianggap sudah hilang itu yang ternyata belum hilang. Amin! Salam kasih dari Herlianto <http://www.yabina.org/> www.yabina.org --------------------------------------------------------------- "Pulihkanlah kami, ya Tuhan, penyelamat kami" MZM 85:5a (BIS) --------------------------------------------------------------- Situs LAI : http://www.alkitab.or.id Post message : [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] URL to this page : http://groups.yahoo.com/group/alkitab-LAI ============================================ From: Hansel Tj Rahasia Tentang Mengasihi Tuhan Shalom! Another sharing from Hansel. Kli ini saya pengen sharing soal "Mengasihi Tuhan". Apa sih rahasianya supaya kita bisa mengasihi Tuhan? Matius 22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Tuhanmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Saya yakin Saudara pasti mengenal ayat ini. Sudah sangat sering juga saya mendengar pengkhotbah berkata, "Kamu harus mengasihi Tuhan Tuhanmu! Dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, dan segenap akal budimu! Kamu harus berikan yang terbaik untuk Tuhan Tuhanmu!" Nah, saya pengen tanya sesuatu nih, "Apakah Saudara mengerti apa artinya mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi?" Hukum kasih adalah rangkuman dari 10 perintah Tuhan. Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi berarti menaati seluruh 10 perintah Tuhan. Sekarang, saya pengen tanya lagi, "Apakah Saudara telah berhasil mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi? Apakah Saudara menaati 10 perintah Tuhan dengan sempurna?" Mungkin Saudara berkata, "Ya, saya sudah taat. Saya tidak pernah tidur sembarangan sama perempuan, saya tidak pernah melakukan sex bebas, saya tidak pernah membunuh, saya tidak pernah muncuri, dll." Tahukah Saudara kalau Saudara melakukannya di dalam pikiran Saudara, Saudara sama saja telah melakukannya? Ketika Saudara mengingini milik sesama, Saudara telah mencuri. Ketika Saudara marah dan membenci sesama, Saudara telah membunuh. Ketika Saudara berfantasi sedang berhubungan sex dengan seseorang, Saudara telah berzinah. Inilah yang hukum ke-10 katakan, "Jangan mengingini milik sesamamu, suami atau istrinya, budak2nya, lembunya, keledainya, dll, dll." Terus terang saya katakan ini kepada Saudara, tidak ada seorang pun di dunia ini yang telah menaati seluruh perintah Tuhan dengan sempurna. Selama 1,500 tahun, Bangsa Israel hidup di bawah hukum Taurat, tidak ada satupun dari mereka yang sukses menjalankan perintah Tuhan dengan sempurna. Bahkan Daud pun gagal, ia membunuh dan melakukan perzinahan. Dengan kata lain, kita tidak akan pernah bisa mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Ini adalah sesuatu yang sangt mustahil bagi kita jika kita mengandalkan kekuatan kita sendiri. Mungkin Saudara bertanya-tanya sekarang, "Jadi bagaimana caranya supaya saya bisa mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi?? Saya sangat ingin mengasihi Tuhan, karena saya adalah anak Tuhan dan saya ingin memuliakan Dia." Banyak orang Kristen yang tidak mengetahui rahasia ini. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Semakin mereka mencoba, semakin sering mereka gagal, dan akibatnya mereka menjadi frustasi dan stress karena hal ini. Saya adalah salah satu di antaranya. Untuk bisa mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi, Saudara tidak bisa mengandalkan kekuatan Saudara sendiri. Saudara butuh sesuatu yang lebih besar dan berkuasa dari itu untuk bisa memampukan Saudara. Nah, apakah sesuatu yang lebih besar dan berkuasa ini? Yuk, kita lihat dan bahas sama2. Saya ingin kita melihat bersama 2 orang murid Tuhan Yesus, Petrus dan Yohanes. Melalui 2 orang ini, kita bisa mengetahui apa sih rahasianya supaya kita bisa mengasihi Tuhan. Pertama, kita lihat si Petrus. Saya yakin Saudara tahu siapa Petrus dan juga sifatnya. Petrus itu orangnya ceplas-ceplos klo ngomong. Seringkali dia berbicara sesuatu tanpa berpikir terlebih dahulu. Petrus ini adalah murid Tuhan Yesus yang berkata, "Biarpun semuanya ini menyangkal Engkau, saya tidak akan pernah menyangkal Engkau. Biarpun mereka semua ini tergoncang imannya, saya tidak! Saya bahkan rela dipenjara mati demi Engkau, Tuhan Yesus!" Dari semua yang Petrus katakan, intinya cuma satu, "Saya adalah murid yang mengasihi Tuhan Yesus. Saya mengasihi Tuhan Yesus dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi." Betul? Kedua, sekarang kita lihat Yohanes. Saudara pasti tahu satu ciri khas dari Yohanes jika Saudara membaca kitab Injil Yohanes. Saudara akan menemukan kalimat, "Murid yang dikasihi Yesus." Nah, dulu saya berpikir, dari keduabelas murid, Yohanes adalah murid yang paling dikasihi oleh Yesus. Tetapi kemudian saya sadar bahwa kalimat "Murid yang dikasihi Yesus" hanya ada di tulisan Yohanes sendiri, dan tidak di kitab-kitab lain. Tahukah Saudara bahwa Tuhan Yesus seluruh murid-murid-Nya? Tuhan Yesus mengasihi Yohanes sama seperti Dia mengasihi murid-murid-Nya yang lain. Tetapi ada satu hal yang berbeda dengan Yohanes: Yohanes tahu bahwa Tuhan Yesus mengasihinya. Jadi kalau kita ringkas, Petrus berkata, "Saya adalah murid yang mengasihi Yesus." Sedangkan Yohanes berkata, "Saya adalah murid yang dikasihi Yesus." Nah, sekarang kita akan lihat apa yang terjadi dengan mereka berdua ketika cobaan datang melanda kehidupan mereka. Ketika Yesus ditangkap, dan kemudian banyak orang menanyakan apakah Petrus mengenal Yesus atau tidak, tahukah Saudara apa yang Petrus lakukan?? Petrus menyangkal Yesus!! Tidak hanya itu, Petrus bahkan bersumpah dan mengutuk bahwa dia tidak pernah mengenal Yesus!! Wah, luar biasa si Petrus ini. Baru aja dia ngomong klo dia adalah murid yang mengasihi Tuhan Yesus. Di saat yang sama, apakah yang Yohanes lakukan? Yohanes terus setia mengikuti Yesus. Bahkan ketika Yesus telah tergantung di kayu salib, Yohanes adalah satu-satunya murid Yesus yang menunggui-Nya di kaki salib Yesus! Ketika murid-murid yang lain menghilang entah ke mana, Yohanes tetap setia bersama Yesus. Apakah Saudara sudah menemukan rahasianya? Rahasia supaya Saudara bisa mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi adalah dengan mengetahui bahwa Yesus mengasihi Saudara. Saudara tidak akan bisa mengasihi (Tuhan dan sesama) jika Saudara tidak mengetahui bahwa Tuhan amat sangat mengasihi Saudara. Orang yang selalu pamer kalau dia adalah orang yang mengasihi Tuhan, ujung-ujungnya malah akan meninggalkan Tuhan ketika cobaan berat datang melanda kehidupannya. Tetapi orang yang tahu dan percaya kalau Tuhan mengasihi dia sepanjang waktu (bahkan ketika Saudara berbuat dosa), ujung-ujungnya dia akan mengasihi Tuhan balik. Kasihnya kepada Tuhan bahkan akan melebihi mereka yang selalu berkata, "Aku mengasihi Yesus." Ketika Saudara tahu bahwa Tuhan mengasihi Saudara, tidak hanya Saudara akan mengasihi Tuhan balik, Saudara juga akan mengasihi sesamamu! Sangat indah bukan? 1 Yohanes 4:19 Kita mengasihi, karena Tuhan lebih dahulu mengasihi kita. Amen. Haleluya! Di bagian terakhir, saya ingin membahas sedikit tentang Tuhan Yesus. Sesudah Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, Ia keluar dari air. Kemudian terdengarlah suara dari surga, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepadanyalah Aku berkenan." Setelah dibaptis, Yesus dibawa ke padang gurun untuk dicobai iblis. Di dalam setiap pencobaan, iblis berkata, "Jika Engkau Anak Tuhan..." Tahukah Saudara bahwa iblis menghilangkan 2 kata? Sebelum Yesus dicobai, Bapa berkata kepada Yesus, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi..." Tetapi ketika si iblis mencobai Yesus, dia berkata, "Jika Engkau Anak Tuhan..." Mengapa si iblis tidak mengikutsertakan "yang Kukasihi" di dalam perkataan nya untuk mencobai Yesus? Karena ketika seseorang tahu bahwa dia adalah anak yang dikasihi Tuhan, cobaan iblis tidak akan pernah bisa berhasil! Tahukah Saudara bahwa setelah Saudara menerima Kristus, Tuhan menempatkan Saudara di dalam Kristus? Setelah Saudara menerima Kristus, Tuhan Bapa melihat Saudara dan berkata kepada Saudara, "Kamu adalah anak-Ku yang Kukasihi, kepadamulah Aku berkenan." Ketika Saudara tahu dan percaya bahwa Saudara adalah anak kesayangan Bapa, cobaan-cobaan si iblis di dalam hidup Saudara tidak akan pernah berhasil! Saudara akan selalu berkemenangan di dalam hidup Saudara!! Kuncinya hanya satu: ketahuilah bahwa Saudara adalah anak kesayangan Tuhan. Haleluya! Karena itu, Saudara, jangan pernah memfokuskan kasih Saudara untuk Tuhan, tetapi fokuskanlah kasih Tuhan yang luar biasa besarnya itu untuk Saudara, dan milikilah hidup yang penuh dengan kemenangan! Tuhan berkati Saudara berlimpah-limpah! -Hansel-

