From: <[EMAIL PROTECTED]>
DOSA KECIL vs DOSA BESAR
1 Yohanes 1:9
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia
akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Waktu aku menelpon, sambil menahan tawa Ibuku bercerita, saat beliau
jalan-jalan dengan dua orang tentenku yang ukuran bodynya XXXL, ibuku jadi
merasa sangat langsing :), walau pada kenyataannya ibuku lumayan gemuk untuk
wanita berumur 63 tahun, tapi karena diapit oleh dua orang yang ukuran JOMBO,
maka tubuhnya jadi mengecil.
Begitu ibu kembali kerumah, Ayah mulai mulai mengodoai ibu,"tadi Ayah lihat,
Ibu jadi langsing waktu jalan bertiga". ^_^
Sahabat,
Ukuran tubuh ibuku yang lumayan besar, tapi jadi kelihatan kecil saat
disandingkan dengan orang yang postur tubuhnya yang jauh lebih besar.
Dosa juga begitu, saat kita membandingkan apa yang telah dilakukan orang lain
dengan apa yang telah kita lakukan, maka terjadi pembandingan, pertama: dosa
kita lebih besar atau menjadi lebih kecil dan kedua: akan terjadi PEMBENARAN.
Saat si A mendengar bahwa rekan kerjanya dinyatakan bersalah, karena menggelap
kan uang perusahaan sebesar 3 trilyun, maka si B merasa lebih baik sebab dia
hanya korupsi sebesar 100 juta. Tidak ada alasan bagi si B untuk merasa lebih
baik, hanya gara-gara si A korupsi lebih banyak dibanding yang dia gelapkan,
karena konsekwensi yang mereka dapatkan sama saja, ... sama-sama masuk PENJARA
! !
Mari kita sama-sama belajar untuk mempunyai keBERANIan, untuk mengakui
kesalahan kita, DOSA akan menjadi sebuah lingkaran yang tidak akan pernah
terputus, jika kita tetap bertahan untuk menutup-nutupi didalam hidup kita.
Mungkin dihadapan manusia, DOSA kita tidak ada pengampunan, tapi bagi YESUS,
hidup kita bisa dipulihkan, dengan satu syarat bertobat dan mengakui dia
sebagai satu-satunya Juru Selamat . .. cukup mudah kan syaratnya ?
Ibrani 8:12 Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan
tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka."
=============================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>
Maaf mbak, ritsletingnya terbuka
Kolose 3:16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di
antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang
akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur dan puji-pujian dan nyanyian
rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.
Seorang ibu muda naik keatas angkot bersama dua anaknya yang masih kecil-kecil.
Si ibu duduk tepat di hadapanku, mungkin karena terburu-buru atau sibuk
mengurus ke dua anaknya, beliau lupa mengancingkan reksleting jeans yang dia
pakai.
Aku bingung bagaimana menyampaikan padanya bahwa reksleting celana panjang nya
terbuka dan semuanya terlihat jelas karena baju yang dipakai kaus pendek dan
cukup ketat. Yang menjadi pertimbanganku, beliau akan malu dengan orang-orang
yang ada didalam angkot, tapi kalau aku diam, artinya aku sangat jahat karena
membiarkan orang banyak melihat apa yang tidak pantas untuk diperlihatkan dan
sepertinya si mbak itu mau kepasar traditional.
Dengan suara sangat pelan dan tatapan mataku menunjuk kearah reksleting yang
terbuka, aku katakan,"mbak, reksletingnya terbuka". Dengan wajah bersemu
merah, si mbak membetulkan kancing celananya dan setelah itu aku pura-pura
seolah-olah tadinya aku berbicara pada diriku sendiri
Sahabat,
Bagaimana sikap anda, ketika mengetahui teman/ sahabat atau saudara anda
melakukan sesuatu hal yang salah ? dan anda tau pasti kalau teman anda itu
memang sedang melakukan hal tidak benar?
Apakah anda memilih diam ? takut dikira tukang gosip atau di bilang ikut campur
urusan orang lain.
Memang sulit untuk mengatakan sesuatu yang benar; beberapa waktu yang lalu
saya berada diposisi "bingung" harus berbuat apa, apakah saya harus berbicara
atau diam. Dalam benak saya saat itu, kalau saya ngomong takut dikira saya
cemburu
melihat keberhasilannya dan akhirnya saya memillih posisi yang aman yaitu DIAM.
Rasul Paulus mengingatkan kita untuk meneladani Kristus, menegur orang lain
dengan KASIH dan orang yang ditegur berbalik kejalan yang benar. Yesus tidak
takut dimusuhi atau di kucilnya yang penting Dia menyampaikan suatu kebenaran.
Mari kita belajar untuk saling menegur dengan kasih . .. .
" Maaf mbak, menggosip itu dosa lho . .. . ?"
"Maaf mas, Firman Tuhan melarang kita untuk mengambil yang bukan hak kita ... "
"Maaf bapak/ Ibu, suami istri harus saling menopang.. . "
MENEGUR dengan HATI yang TULUS, merupakan PANCARAN KASIH.
=================================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>
Seribu satu alasan untuk berdalih
Matius 25:28
Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang
mempunyai sepuluh talenta itu.
Berhubung suaminya sedang cuti, Sandina meminta suaminya untuk menjaga
anak-anak dirumah, sementara dia pergi ke Plaza yang letaknya tidak begitu jauh
dari rumah mereka, untuk membeli keperluan rumah tangga.
Jarang-jarang Sandina bisa belanja dengan leluasa, terbebas dari gangguan putra
tunggalnya atau pelototan mata sang suami, sementara Sandina masih sibuk
membanding-bandingkan harga yang paling murah diatara toko-toko yang ada disitu
:)
Betapa terkejutnya Sandina, ternyata sandal yang dia pakai putus.
"Untung putusnya sudah diatas angkot", pikir Sandina.
Dia tidak begitu khawatir, karena begitu turun dari angkot, banyak tukang ojek
yang nongkrong didepan jalan komplek rumahnya.
Sudah jatuh, ketimpa tangga . . . setelah menunggu lima belas menit, tak
satupun tukang ojek terlihat di pangkalan yang biasanya penuh dengan tukang
ojek.
Jarak dari depan gapura menuju rumah Sandina lumayan jauh, kira-kira satu
setengah kilometer ! sebenarnya bisa saja Sandina menelphone suaminya, tapi dia
ragu karena dia sudah lebih empat jam meninggalkan rumah, padahal sesuai
perjanjian hanya sebenar saja.
Tidak ada pilihan lain, Sandina harus jalan kami dari gapura ke rumahnya, kalau
jalan pakai sandal tidak masalah, hitung-hitung oleh raga, tapi kondisi saat
ini berbeda, dia harus berpanas-panas berjalan kaki melewati aspal yang
berbatu-batu kecil :(.
Suami Sandina yang saat itu sedang bermain di beranda rumah dengan anak mereka,
terperanjat melihat dari kejauhan istrinya berjalan terseok-seok dan seketika
berlari menyusul istrinya.
"Kenapa mama tidak telelphone, papa biar dijemput ?", tanya suaminya dengan
suara penuh rasa cemas.
Sambil mengurut-ngurut kakinya yang pegal, ditambah telapak kaki yang melepuh
terkena aspal, Sandina cerita kalau sandal yang dia pakai putus dan sudah
menunggu
lama di gapura tapi ternyata tak satupun terlihat tukang ojek.
Suami Sandina yang tadinya merasa iba melihat istrinya yang terlihat kesakitan,
berubah menjadi jengkel saat mengetahui, kalau di tas belanjaan istrinya ada
sepasang sandal baru !"
"Mama, kenapa sandal baru ini tidak dipakai saja?', tanya suami Sandina geram
"Mama merasa sayang memakainya ? di rak sepatu masih ada empat pasang sandal
yang masih bagus-bagus dan yang baru ini hanya untuk acara khusus saja", jelas
Sandina tanpa merasa bersalah
Sahabat,
Tujuan Sandina membeli Sandal baru bukan karena kebutuhan tapi untuk di SIMPAN
! Padahal, sekalipun disimpan di lemari dengan baik, cepat atau lambat sandal
akan rusak dimakan ngengat atau dimakan waktu.
Beberapa diantara kita pun sering berprilaku seperti Sandina, Tuhan berikan
kita minimal satu buah TALENTA, tapi kita punya banyak alasan untuk tidak
memakainya. Mulai dari alasan malu, padahal dia mahir dengan ketrampilan yang
dia miliki dan alasan yang paling sering kita dengar, "belum siap untuk
melayani Tuhan, karena masih banyak cita-cita yang ingin dia raih diluar sana".
Seorang teman bertanya, "saya sedang cari tahu, kira-kira talenta apa yang saya
miliki untuk melayani Tuhan".
Saya katakan,"kamu bisa main gitar dengan baikkan ? itulah talentamu".
Apa yang kita miliki, semua berasal dari Tuhan dan kapan saja Dia bisa
mengambil kembali apa yang telah Dia titip kan pada kita, jika kita tidak
memakainya seturut kehendak Tuhan.
Yuk . . . semua orang pasti punya talenta ! pergunakanlah TITIPAN TUHAN
dengan baik dan benar atau Tuhan akan ambil talenta itu dan diberikan kepada
orang lain
Shalom, Peace be with you
SariHati Indah Tarigan
Ph : +62 - 549 - 21152 Ext. : 158
HP : 0812 58 55 302
http://revival.or.id/shtarigan