From: [EMAIL PROTECTED] Doa Paling Berkuasa di Bumi Shalom,
Ini ringkasan dari buku “Doa Paling Berkuasa di Bumi”
Saya diberkati
Tuhan Yesus Memberkati.
/mig/
===========================================
From: hesti biaktika
SURAT TERBUKA : MENJADI PAHLAWAN
Hari ini, 19 November 2007, saya harus dikerjai lagi oleh para boss itu. Saya
terpaksa mencuri waktu untuk menulis. Saya heran, apapun yang saya lakukan,
apapun yang saya katakan, selalu dipandang sebagai kejahatan. Saya berpesan
pada para boss konglomerat yang ‘orang Kristen terpandang’, ‘orang Kristen
sejati yang manunggal kawula gusti’, bahwa uang kalian tidak dapat dipakai
untuk membeli kavling di sorga, secuilpun tidak. Apapun yang kalian lakukan,
sekalipun itu tersembunyi dihadapan manusia, tidak tersembunyi dihadapan Tuhan.
Kalian boleh manipulasi para hamba Tuhan, tetapi kalian tidak pernah dapat
memanipulasi Tuhan. Dan jangan berkata, kedatangan Tuhan masih lama, mari kita
berbuat sewenang-wenang dulu….karena Tuhan datang seperti pencuri. Dan semua
orang akan dihakimi menurut perbuatannya masing-masing, baik ataupun jahat.
Saya berpesan, jangan pernah ingin ataupun bercita-cita sebagai pahlawan,
karena itu hanya akan membuat kalian jatuh ke dalam jerat iblis, dan yang
kalian sebut sebagai ‘tindakan kepahlawanan’, di hadapan Tuhan adalah ‘tindakan
penganiayaan’. Teroris, melakukan aksinya, karena mereka berpikir bahwa mereka
adalah ‘pahlawan’. Mereka bahkan merasa dirinya sebagai ‘pahlawan bagi
kebenaran dan keadilan’. Tapi mereka bingung sekarang, karena mereka berada di
alam maut. Lalu, apa bedanya kalian dengan teroris ?.
Perhatikan bahwa, Abraham, yang disebut ‘pahlawan iman’ oleh Paulus, tidak
pernah bercita-cita ataupun ingin menjadi pahlawan. Yang dilakukannya hanya
taat, lalu dikemudian hari Paulus menyebutnya sebagai ‘pahlawan iman’.
(Kejadian)
Musa, tidak pernah berniat jadi pahlawan yang membebaskan Israel dari
penjajahan Mesir. Bahkan Musa sempat menolak perintah Tuhan beberapa kali,
sampai Tuhan marah. Musa hanya terpaksa taat, dan di kemudian hari orang
menyebutnya ‘pahlawan’. (Keluaran)
Gideon, tidak pernah berniat menjadi pahlawan, yang membebaskan Israel dari
bangsa Midian. Bahkan saking takutnya Gideon, ia meminta pertanda dua kali,
itupun yang sulit dilakukan oleh manusia, kecuali oleh Tuhan sendiri. Bahkan
pada malam ketika ia harus menyerang perkemahan bangsa Midian, Tuhan
menyuruhnya mengintai dulu, untuk membangkitkan iman Gideon. Dan ketika Gideon
sudah mendengar percakapan antara dua orang Midian, tentang mimpinya, dan
Gideon mendengar bahwa bangsa Midian sudah ketakutan dengan Gideon, barulah
Gideon berani menyerang. Dikemudian hari, orang menyebut Gideon sebagai
pahlawan. (Hakim-hakim).
Dan masih banyak contoh di dalam Alkitab. Dan saya berpesan, apa yang harus
kalian lakukan adalah taat pada Firman Tuhan. Itu saja. Tidak ada hal lain yang
dapat kita lakukan selain taat saja. Semua ambisi, harap dibuang di antara
kalian, termasuk ‘ambisi untuk menjadi pahlawan’. Hiduplah tertib saja, menurut
apa yang diperintahkan Tuhan, dan terserah Tuhan, mau menjadikan kita apa saja
yang Dia mau. Walaupun yang kita lakukan hanya berdoa, itu sudah memberi
kontribusi bagi pekerjaan Tuhan. Saya akan tuliskan tentang ‘hanya berdoa’,
yang tidak disangka-sangka, itu sudah menopang pelayanan seorang hamba Tuhan
terkenal.
Masih ada beberapa hal yang ingin saya tuliskan, tetapi saya tidak punya banyak
waktu hari ini.
===================================================
From: hesti biaktika
DILARANG MENABUR
20 NOVEMBER 2007
Minggu lalu, saya mendengarkan sebuah kaset kotbah yang mengatakan : “Angin
keras hanya membuat rajawali terbang semakin tinggi. Apakah rajawali punya
tempat untuk bertengger ? Tidak, karena rajawali terbang mengatasi pohon-pohon,
dan rajawali harus terbang semakin tinggi untuk mencapai sarangnya di atas
gunung, Tuhan menopangnya, dengan memberi angin keras” Saya berkata “ya, itu
benar” dan saya tambahkan : Karena kalau Tuhan memberi kita angin sepoi-sepoi,
maka kita akan terlena lalu tertidur, padahal kata Jesus “berjaga-jagalah”……
Dan hari ini saya mau membuka kasus yang saya hadapi sehubungan dengan
pekerjaan saya. Saya bekerja sebagai Quantity Surveyor, yang tugasnya adalah
membuat Cost estimasi, membantu Project Manager menyelenggarakan tender,
membuat Tender Evaluation, dan tugas saya baru selesai kalau kontrak kerja
antara Owner dengan Kontraktor sudah ditanda tangani.
Dalam membuat Cost Estimasi, saya harus mengitung volume bangunan. Dalam
menghitung volume bangunan, saya harus memberi toleransi 2% terhadap volume
bahan bangunan, keramik misalnya. Baru-baru ini, yaitu awal bulan ini saya lupa
memberi toleransi 2% terhadap volume keramik. Teman saya langsung menelpon dan
berkata : “Pakai WASTE dong…”. Saya bilang saya lupa, tolong ditambahi sendiri.
Seorang teman kuliah juga berpesan, bahwa dalam mengitung volume, saya harus
memberi WASTE dan SPARE bagi kontraktor. Saya katakan memang saya lakukan itu,
tapi di kantor saya hanya diijinkan memberi toleransi 2% saja. Memang itu
adalah kode etik di dunia konstruksi, karena tidak mungkin kondisi lapangan
100% sama dengan di atas kertas. Jadi owner harus memberi toleransi pada
kontraktor, untuk distorsi di lapangan, kesalahan kerja tukang, sisa bahan
bangunan yang terbuang, dan sebagainya. Tapi walaupun saya tahu, kadang-kadang
karena ketatnya schedule, saya lupa untuk memberi toleransi 2% ini kepada
kontraktor.
Kemarin, saya ingat untuk memberi toleransi 2% kepada volume bangunan. Ketika
saya sedang sibuk menghitung itu, seorang teman menghampiri saya dan saya
katakan bahwa saya sedang memberi toleransi 2%. Tebak apa jawabnya ? “Itu untuk
transportasi kamu ya…..?” Bingung nggak ?
Kalau saya lupa memberi toleransi 2% itu, orang berkata : ‘hesti tidak suka
huruf-huruf WASTE dan SPARE”…..Kalau saya ingat, orang berkata : ‘hesti mau
minta komisi dari kontraktor, untuk biaya transportasi, untuk membuat
kejahatan….” Jadi apa yang harus saya perbuat ?
Bahkan kalau saya menabur, orang berkata : “hesti sedang menggalang massa….”
Akhirnya saya mengerti, apa yang ada dibalik perda larangan memberi kepada
pengemis, pedagang asongan dan lain-lain. Dan di mata saya, itu adalah
“larangan untuk menabur”, “larangan untuk saling menolong”….”larangan untuk
punya belas kasihan”…..Dan siapa yang ada di balik ini semua
?.............Seorang hamba Tuhan pernah berkotbah : “jangan jauh-jauh cari
Antikris….karena setiap orang Kristen harus menghadapi Antikrisnya
sendiri-sendiri……” Oooo begitu to ?
Akhirnya saya mengerti, mereka bukan mencari ‘kebenaran’….tetapi mereka sedang
mencari ‘pembenaran’….terhadap konsepnya sendiri, cara berpikirnya sendiri.
Memang benar apa yang dikatakan Tuhan…lebar dan luaslah jalan menuju
kebinasaan….sempit dan sesaklah jalan menuju kehidupan…dan hanya sedikit orang
mendapatkannya. Berjuanglah melalui pintu yang sesak itu……. Jalannya
benar-benar sesak, pintunyapun benar-benar sesak. Dan saya hanya bisa berkata :
Wait for the second coming of my ‘super hero’ ; Jesus Christ !
GBU
Hesti
Doa Paling Berkuasa di Bumi.pdf
Description: Adobe PDF document

