From: "Tabloid Lintas Agama" <[EMAIL PROTECTED]>

Alam Maut

Kesaksian Ny. Marry Katryn Baxter
Dibawa Tuhan Yesus ke Alam Maut selama 40 hari  

Pada bulan Maret 1976 ketika aku sedang berdoa di rumah, aku dikunjungi oleh 
Tuhan Yesus Kristus. Aku telah berdoa beberapa hari dalam Roh dan seketika itu 
kurasakan kehadiran Tuhan yang kuat Kekuasaan dan kemuliaanNya memenuhi seisi 
rumah. Sinar yang cemerlang memenuhi tempatku berdoa, dan perasaan yang manis 
dan indah memenuhi diriku.
Sinar mengalir dalam gelombang, bergulung-gulung dan melipat satu kedalam yang 
lain. Suatu pemandangan yang menakjubkan. Dan kemudian suara Tuhan mulai 
berbicara kepadaku.
KataNya, "Aku adalah Yesus Kristus Tuhanmu, dan Aku ingin memberimu wahyu untuk 
menyiapkan orang-orang kudus untuk kedatangKu dan mengembalikan banyak orang 
kejalan kebenaran. Kuasa kegelapan itu nyata dan pengadilanKu benar."

"AnakKu, RohKu akan membawamu ke alam maut, dan aku akan menunjukkan banyak 
perkara kepadamu dan Aku ingin dunia mengetahuinya. Aku akan seringkali 
menampakkan diri kepadamu. Aku akan membawa rohmu keluar dari tubuhmu dan 
benar-benar membawamu ke dalam alam maut.

 Aku ingin kau menulis sebuah buku yang menceritakan penglihatan semua hal yang 
Kuwahyukan kepadamu. Kau dan Aku akan berjalan-jalan melalui alam maut 
bersama-sama. Buatlah catatan dari hal-hal yang sudah dan sedang dan yang akan 
terjadi. FirmanKu benar, setia dan bisa dipercaya. Aku adalah Aku dan tidak ada 
yang lain selain aku."
"Apa yang Kau inginkan untuk kulakukan?" Seluruh pribadiku ingin berteriak 
kepada Yesus, untuk menyatakan kehadiranNya. Perasaan yang bisa kulukiskan 
ialah, kasih meliputi diriku. Kasih yang paling indah, damai, sukacita dan 
penuh kuasa yang pernah kurasakan.

Aku mulai memuji Tuhan. Seketika itu juga aku ingin mempersembahkan seluruh 
hidupku kepadaNya untuk membantu menyelamatkan manusia dari dosa-dosanya. Oleh 
RohNya aku tahu bahwa yang ada di dalam ruangan itu benar-benar Yesus Anak 
Tuhan. Aku tak dapat menemukan kata-kata untuk menyatakan kehadiranNya yang 
Ilahi. Tapi aku tahu bahwa Dia adalah Tuhan.
"Lihat, anakKu," kata Yesus, "RohKu akan membawamu ke alam maut sehingga engkau 
dapat membuat Catatan tentang kebenarannya, untuk menceritakan pada seluruh 
bumi bahwa alam maut itu benar-benar nyata, dan untuk membawa jiwa-jiwa yang 
terhilang keluar dari kegelapan dan masuk ke dalam terangnya Injil Kristus."

Segera rohku keluar dari tubuhku. Aku pergi bersama-sama Yesus keluar dari 
rumahku dan naik ke langit. Aku sadar akan semua yang terjadi pada diriku. 
Kulihat suami dan anak-anakku tidur di rumah kami di bawah.
Aku seperti sudah mati dan tubuhku tertinggal diranjang, sedang rohku 
bersama-sama Yesus melewati atap rumah. Kulihat seolah-olah seluruh atap rumah 
tergulung dan aku bisa melihat keluargaku tidur di ranjang mereka. Aku 
merasakan jamahan Yesus waktu Dia berkata, "Jangan takut, mereka aman." Dia 
tahu pikiranku. Akan kucoba sedapatku untuk menceritakan padamu selangkah demi 
selangkah tentang apa yang kulihat dan kurasakan. Beberapa hal tidak aku 
mengerti. Kebanyakan dari perkara-perkara itu dijelaskan artinya oleh Tuhan 
Yesus, tapi beberapa hal tidak dijelaskanNya kepadaku.

Kemudian aku tahu bahwa perkara-perkara itu benar-benar terjadi, dan hanya 
Tuhan yang dapat menunjukkan hal itu kepadaku. Pujilah namaNya yang kudus. 
Selama mempersiapkan laporan ini, aku sudah berkali-kali dibawa oleh Roh ke 
sana.
Segera kami sudah tinggi di dalam langit Aku menoleh dan memandang Yesus. Dia 
penuh kemuliaan dan kuasa, dan kedamaian memancar daripadaNya, Dia menggandeng 
tanganku dan berkata, "Aku mengasihi, jangan takut, karena Aku bersamamu." 
Sementara itu kami makin tinggi ke dalam angkasa dan aku dapat melihat bumi di 
bawah. Tonjolan-tonjolan keluar dari bumi dan tersembul dibanyak tempat berupa 
cerobong-cerobong yang berputar ke satu titik pusat dan kemudian berputar balik 
lagi. Mereka bergerak tinggi di atas bumi dan terlihat seperti pipa-pipa besar 
yang kotor dan bergerak terus. Mereka muncul dari seluruh muka bumi.

"Apakah itu?" aku bertanya kepada Tuhan Yesus waktu mendekati salah satu dari 
mereka. "Semua itu adalah pintu-pintu gerbang alam maut." Dia berkata, "Kita 
akan masuk ke alam maut lewat salah satu pintu gerbang itu."
Segera kami masuk kesalah satu cerobong. Di dalam, terlihat seperti sebuah 
terowongan yang berputar terus menerus dan berbalik lagi seperti gasing.

Kegelapan yang pekat menyelimuti kami dan didalam kegelapan itu tercium bau 
yang begitu hebat hingga membuatku tertegun. Di sepanjang dinding terowongan 
ada sesuatu yang hidup berwarna abu-abu tua dan melekat di dinding terowongan. 
Makhluk-makhluk itu bergerak dan menjerit kalau kami lewat. Tanpa diberitahu 
aku mengerti bahwa mereka jahat.
Makhluk-makhluk itu bisa bergerak, tapi tetap melekat pada dinding. Mereka 
mengeluarkan bau yang hebat, dan memekik kearah kami dengan jeritan yang 
mengerikan. Aku merasakan suatu kekuatan jahat yang tidak terlihat bergerak 
didalam terowongan itu.

Kadang-kadang di dalam gelap dapat kulihat makhluk-makhluk itu, kebanyakan dari 
mereka diliputi kabut kotor. "Tuhan, apakah itu?" tanyaku dan kugandeng tangan 
Tuhan Yesus erat-erat. Katanya, "Mereka  adalah roh-roh jahat yang siap untuk 
dimuntahkan ke bumi apabila iblis memerintahkannya."
Ketika kami turun kebawah terowongan itu, makhluk-makhluk jahat itu tertawa dan 
memanggil kami. Mereka mencoba untuk menyentuk kami, tapi tidak bisa karena 
kuasa dari Tuhan Yesus. Udara disitu kotor dan tercemar, dan hanya karena 
kehadiran Tuhan Yesus saja aku tidak menjerit karena ngeri.
Oh ya, pancainderaku bekerja lengkap. Aku bisa mendengar, mencium, melihat, 
merasakan bahkan merasakan kedinginan di tempat ini. Dan karena pancainderaku 
bertambah peka, maka bau busuk dan kotoran itu makin membuatku mual.

Jeritan-jeritan memenuhi udara ketika kami mendekati dasar terowongan. 
Lengkingan-lengkingan tajam menyongsong kami dari kegelapan. Segala macam suara 
memenuhi udara. Aku bisa merasakan ketakutan, kematian dan dosa di sekelilingku.
Bau paling busuk yang pernah tercium olehku memenuhi  udara. Itu adalah bau 
daging yang membusuk, dan rupanya datang dari semua jurusan. Di bumi belum 
pernah kurasakan kejahatan dan teriakan putus asa seperti itu. Segera kutahu 
bahwa teriakan-teriakan itu berasal dari orang-orang yang sudah mati, dan bahwa 
alam maut dipenuhi oleh ratapan mereka.
Aku merasakan hembusan angin yang keras dan sedotan ringan didepan kami. Cahaya 
seperti kilat menembus kegelapan dan menimbulkan bayang-bayang di dinding. Aku 
hampir dapat melihat suatu makhluk di depanku. Aku melompat dengan terkejut 
ketika menyadari bahwa makhluk itu adalah seekor ular, ular besar yang bergerak 
di depan kami. Waktu kupandang lebih lanjut, kulihat ular-ular itu merayap 
kemana-mana.
Yesus berkata kepadaku, "Kita akan segera masuk ke kaki kiri dari alam maut. Di 
depan, akan kaulihat penderitaan besar, penderitaan yang luar biasa dan 
kengerian yang tidak terlukiskan. Diam dekat-dekat padaku dan akan Kuberi 
kekuatan dan perlindungan ketika melalui alam maut."

"Segala sesuatu yang kaulihat adalah suatu peringatan," kataNya. "buku yang 
kautulis akan menyelamatkan banyak jiwa dari alam maut. Apa yang kaulihat itu 
nyata. Jangan takut karena Aku menyertaimu."
Akhirnya Tuhan Yesus dan aku sampai didasar terowongan. Kami masuk ke dalam 
alam maut Aku akan berusaha semampuku untuk menceritakan apa yang kulihat dan 
akan kuceritakan padamu seperti yang Tuhan perintahkan.
Di depan kami, sejauh pandanganku, terlihat benda-benda terbang melesat kesana 
kemari. Suara-suara rintihan dan jeritan-jeritan yang memilukan udara. Di 
depan, kulihat cahaya remang-remang, dan kami menuju kearah situ. Jalan setapak 
itu penuh debu kotor dan kering. Kami segera masuk ke terowongan kecil dan 
gelap.

Beberapa hal tidak bisa kutuliskan karena terlalu mengerikan. Ketakutan dialam 
maut dapat dirasakan, dan aku tahu kalau aku tidak bersama Yesus, aku tak akan 
tahan. Dalam menuliskan perkara-perkara ini, beberapa hal tak dapat kupahami, 
tetapi Tuhan tahu semuanya, dan Dia membantu menjelaskan dalam banyak hal.
Kuperingatkan padamu, jangan pergi ke tempat itu. Disitu adalah tempat 
penyiksaan yang mengerikan, sakit yang menyiksa dan penderitaan abadi. Rohmu 
akan hidup selamanya. Dirimu yang sejati (roh) dan jiwamu akan pergi kesalah 
satu, Sorga atau alam maut.
Kepada siapa saja diantaramu yang berpikir bahwa alam maut itu ada di muka bumi 
ini, ya, engkau benar. Alam maut tidak ada pesta. tidak ada kasih, tidak ada 
belas kasihan, tidak ada istirahat. Hanya suatu tempat penderitaan melebihi 
yang bisa kau percaya. 

Dari Meja Redaksi :
1.    Benarkah Alam Maut itu ada ?
2.    Benarkah Yesus Kristus memiliki kunci pintu Alam Maut?
3.    Benarkah dalam 3 hari  setelah Tuhan Yesus mati dikayu salib Dia 
berkunjung ke Alam Maut? Untuk Apa Dia kesana?
4.    Apa benar yang dipanggil rohnya oleh  dukun di Endor itu rohnya Sammuel?
5.    Mengapa dikatakan Family Radio, yang datang itu bukan rohnya Sammuel, 
tetapi roh iblis yang nyamar seperti Sammuel? Malah dikatakan semua orang 
Kristen masuk sorga kalau sudah mati, Apa benar demikian?
6.    Apa bedanya Firdaus dan Sorga?
7.    Selama Tuhan Yesus belum lahir dan belum mati dikayu salib, orang2 
Kristen yang mati, arwah dan rohnya dimana? 
8.    Adakah orang yang sudah pernah mati, hidup lagi ketemu rohnya Muhammad, 
Mao Zhe Tung, dan lain2  di Sorga? Atau pernah mati hidup lagi ketemu rohnya 
Marrylin Monroe,  di alam maut? 

Banyak hal2 yang spiritual dan diluar kemampuan daya pikiran manusia telah 
ditulis orang yang pernah mengalami, termasuk Ny. Marry Katryn Baxter ini. 

Tetapi yang sudah pasti kebenarannya ialah : Yesus yang mati dikayu salib itu 
adalah Tuhan putra Yesus Kristus, memang Dia adalah Tuhan, sama dengan Tuhan 
Bapa, dan Tuhan Roh Kudus. Dia akan datang kembali, karena ada urusan dengan 
kekuasaan iblis didunia ini, barang siapa yang tidak percaya kepadaNya, 
melecehkan, menghujat, mengejek Dia, akan mendapat hukuman masuk Alam Maut 
nanti, termasuk orang2 yang meng-halang-halangi orang2 yang mau bertobat dan 
memilih Dia sebagai juru selamat pribadinya, juga akan mendapat hukuman yang 
sama. Percayalah! 

Dilayani oleh :
Ev.Bambang Wiyono
e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Millist  : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke