From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>

Edisi 47 -- Kehadiran-Nya Memulihkan

 
PENGANTAR

  Tentu kita memimpikan memiliki rumah tangga yang ideal dan harmonis.
  Namun jika keadaan buruk tidak terelakkan, apa yang akan kita
  lakukan? Efek dari permasalahan rumah tangga, khususnya
  perselingkuhan dan perceraian, tidak hanya dirasakan beberapa saat
  setelah peristiwa terjadi. Tapi dapat berlangsung sepanjang hidup,
  baik bagi pasangan maupun anak-anak, dan bisa menyebabkan gangguan
  psikologis. Berikut ini kesaksian seorang wanita yang tetap
  mengandalkan kekuatan Tuhan dalam permasalahan keluarga yang dia
  hadapi sehingga melalui pelayanan konseling yang digelutinya, tidak
  hanya dia dan anak-anaknya saja yang dikuatkan, tapi orang lain
  juga. Mari kita simak, dan kiranya dapat menjadi berkat.

  Pimpinan Redaksi KISAH,
  Pipin Kuntami
______________________________________________________________________
KESAKSIAN

                        KEHADIRAN-NYA MEMULIHKAN
                        ========================
  JAKARTA -- Desember lalu adalah Natal kelima yang harus saya lewati
  bersama ketiga anak saya yang masih kecil-kecil. Lima tahun sudah
  suami saya meninggalkan Tuhan dan menelantarkan saya dan anak-anak
  demi kehidupan barunya dengan wanita lain.

  Enam bulan pertama saat kepergian suami, hati saya remuk. Begitu
  juga dengan jiwa anak-anak yang hancur berpuing-puing. Saat itu,
  saya dan anak-anak sempat mengalami depresi berat. Saya semakin
  putus asa karena doa-doa saya yang meminta Tuhan untuk mengembalikan
  suami saya tidak terkabul.

  Sempat terlintas dalam pikiran saya untuk meninggalkan Tuhan yang
  saya anggap tuli, buta, dan melalaikan saya. Terlebih lagi, banyak
  gereja yang hanya mau melayani kaum janda yang ditinggal mati
  pasangannya, tetapi menutup mata terhadap kaum perempuan yang
  ditinggal selingkuh, diceraikan, ataupun ditelantarkan pasangannya.

  Belum sempat saya berjalan terlalu jauh meninggalkan-Nya, Tuhan
  mengirimkan rohaniwan, konselor, dan kawan-kawan rohani untuk
  menopang jiwa dan membalut luka hati saya. Setelah menjalani
  konseling dan terapi yang cukup lama, akhirnya saya bisa mengampuni
  suami walau dari mulutnya tidak pernah terucap kata maaf sekali pun.

  Tidak hanya mengampuni, saya berusaha untuk mendoakan, memintakan
  berkat, dan menjalin hubungan baik dengan mantan suami saya. Sejak
  saat itu, Tuhan memulihkan hati saya dan Dia telah melumpuhkan
  sengat-sengat dari kenangan pahit saya. Tuhan mengizinkan saya untuk
  tetap mengingat pengkhianatan suami tanpa harus merasakan lagi sengatnya.

  Ketika mencari hikmat, saya tahu bahwa Tuhan sedang berkarya lewat
  kegagalan rumah tangga saya. Rencana manusia boleh saja gagal,
  tetapi rencana Tuhan tidak pernah gagal dan kegagalan saya tidak
  akan menggagalkan rencana Tuhan untuk menyelamatkan saya dan keturunan saya.

  Itulah sebabnya, saya tidak lagi menyalahkan suami dan istri
  barunya, serta orang-orang yang mendukung mereka. Walaupun pada
  awalnya saya merasa apa yang mereka lakukan mengoyak jiwa, akhirnya
  saya bisa merasakan tangan Tuhan yang membebat hati saya. Lebih
  ajaib lagi, Tuhan menggunakan penderitaan saya untuk meringankan dan
  memulihkan hati anak-anak Tuhan yang lain.

  Walaupun kesaksian hidup saya banyak menolong anak-anak Tuhan untuk
  bangkit dari keterpurukan, bukan berarti karier pelayanan saya
  menemui jalan mudah. Tidak sedikit gereja yang memarginalkan saya
  karena dianggap tidak mampu membangun keluarga yang harmonis.

  Beberapa rohaniwan bahkan mengingatkan saya untuk tidak memimpikan
  jabatan majelis atau pelayan Tuhan di gereja karena hidup saya
  dianggap cacat. Saya pun mencoba mencari kembali makna hidup di luar
  gereja supaya saya tetap merasa berharga dan berguna bagi orang lain, 
sebagaimana Tuhan menganggap saya berharga dan penting di dalam rencana-Nya.

  Itulah sebabnya, saya memilih persekutuan HOPE-LK3 yang merupakan
  "bengkel hati" bagi anak-anak Tuhan yang mengalami masalah
  perselingkuhan, perceraian, dan disharmoni dengan pasangan. Di sana,
  saya bisa "mengais" jiwa-jiwa yang "terbuang" dan tak terlayani oleh gereja.

  Hampir satu setengah tahun saya bergaul dengan Ibu Lily dalam
  komunitas senasib di HOPE-LK3.

  Saat perkenalan pertama, saya melihat wajah Ibu Lily sangat dingin
  dan tidak menarik, seolah menyimpan derita yang begitu besar. Sudah
  tiga tahun lebih Ibu Lily pisah ranjang karena suaminya memilih
  tidur dengan istri simpanannya.

  Walaupun sudah lama bergabung dalam HOPE-LK3, baru beberapa bulan
  terakhir ini Ibu Lily mau membagi beban. Ia menangis, menumpahkan
  sejuta kekecewaannya. Tak banyak yang bisa saya lakukan kecuali
  duduk diam di sampingnya, mendengarkan, dan menatapnya penuh empati,
  sambil sesekali memberikan tisu untuk menyeka air mata yang
  membanjiri wajah Ibu Lily. Setelah puas menangis, wajah Ibu Lily
  tampak lebih cerah dan memancarkan kecantikan yang luar biasa.

  Saya bersyukur karena persekutuan HOPE-LK3 telah dipakai Tuhan untuk
  mengeluarkan nanah-nanah dari hati Ibu Lily. Ibu Lily yang dulu
  selalu menyalahkan suami dan wanita penggodanya perlahan-lahan
  belajar mengampuni suaminya.

  Ibu Lily yang sudah tiga tahun tidak bertegur sapa dengan suaminya,
  akhirnya mau merendahkan diri di hadapan Tuhan untuk membuka kembali
  komunikasi. Ketika LK3 merayakan Natal, Ibu Lily mengundang suaminya
  tanpa memikirkan bagaimana respons yang akan didapatnya.

  Walaupun suaminya tak menanggapi undangan tersebut, Ibu Lily tetap
  tersenyum karena ia melakukannya bukan untuk suaminya, tetapi untuk Tuhan.

  Saat merayakan Natal, saya dan Ibu Lily mencoba memaknai kehadiran
  Kristus dalam keluarga kami yang tak utuh lagi. Kami meyakini bahwa
  kehadiran Tuhan bukan untuk meniadakan masalah atau membuat kami
  kebal dari virus yang melukai hati.

  Melalui Natal, kami percaya Kristus datang untuk memulihkan hati
  kami walau keadaan sangat sulit. Walaupun pasangan kami terus
  melukai hati kami, tetapi kami harus tetap bersikap baik sebagaimana
  yang Tuhan kehendaki.

  Lewat Natal, Tuhan hadir untuk memulihkan hubungan kami dengan
  Tuhan. Kami tidak lagi mempermasalahkan apa yang terjadi dan apa
  yang akan Tuhan kerjakan.

  Yang terpenting bagi kami adalah melakukan bagian kami untuk
  mengampuni, mengasihi, dan memberkati orang lain. Kami percaya Tuhan
  hadir untuk mengerjakan bagian-Nya.

  Kami percaya, melalui Natal kali ini, Tuhan menginginkan kami
  memulihkan hubungan sosial dengan pasangan/mantan pasangan kami,
  walaupun hubungan itu tak seindah yang kami impikan.

  Diambil dari:
  Nama situs   : Sinar Harapan
  Judul artikel: Kehadiran-Nya Memulihkan
  Penulis      : Mundhi Sabda Hardiningtyas
  Alamat URL   : http://www.sinarharapan.co.id/berita/0701/13/opi03.html
______________________________________________________________________

           "tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN
  mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang
   dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu,
              mereka berjalan dan tidak menjadi lelah."  (Yesaya 40:31)
            < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Yesaya+40:31 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA

  1. Berdoalah bagi mereka yang saat ini sedang mengalami permasalahan
     rumah tangga, kiranya Tuhan senantiasa memelihara hidup dan menjaga hati 
     mereka sehingga mereka tetap mensyukuri hidup yang Tuhan percayakan.

  2. Tentu saja permasalahan rumah tangga tidak bisa diabaikan dan
     harus diselesaikan. Oleh karena itu, mintalah hikmat dari Tuhan
     untuk dapat mengatasinya dengan cara yang benar seturut kehendak-Nya.

  3. Doakan juga agar Tuhan senantiasa mengirimkan anak-anak-Nya untuk
     memberi dukungan secara moral dan rohani kepada setiap mereka
     yang menghadapi masalah keluarga.

  4. Meskipun saat ini rumah tangga kita tidak dalam kondisi yang kita
     harapkan, mintalah kekuatan dari Tuhan supaya kita tetap
     menjalani hidup dengan benar, malahan terus menjadi saksi bagi
     kebaikan Tuhan bagi mereka yang lemah imannya dan memerlukan penghiburan.
______________________________________________________________________
DARI REDAKSI

  Pada bulan Januari 2008 mendatang, publikasi KISAH genap berusia
  satu tahun. Berbagai kisah yang menuturkan kasih Tuhan dalam
  kehidupan anak-anak-Nya telah kami sajikan bagi Anda sepanjang 2007
  ini. Maka lewat kesempatan ini kami mengundang Anda sebagai pembaca
  dan pelanggan KISAH untuk memberikan kesaksian, kesan, maupun
  tanggapan pribadi Anda terhadap publikasi ini. Tidak lupa, kami pun
  mengharapkan saran dan kritik Anda agar kami dapat memaksimalkan
  pelayanan melalui publikasi ini, bahkan bisa terus memberkati banyak orang.

  Silakan isi kuesioner di bawah ini dan kirim kembali kepada kami.

  --------------------------potong di sini----------------------------

  1. Kesaksian/kesan Anda terhadap Publikasi KISAH:
  2. Saran/kritik/masukkan Anda untuk Publikasi KISAH:

  ----------------kirim ke < kisah(at)sabda.org >---------------------
=============================================
From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>

Edisi 48 -- Rumania: Aristar

PENGANTAR

  Pada saat Natal tiba, apakah yang tersirat dalam benak Anda? Mungkin
  kita membayangkan adanya pohon Natal yang dihiasi ornamen yang
  indah, permen tongkat Natal, hadiah Natal, dan mungkin masih banyak
  lagi yang kita pikirkan tentang Natal. Namun, apakah makna Natal
  yang sebenarnya? Apakah sukacita Natal hanya setahun sekali kita
  rayakan? Jawabannya tidak! Dalam KISAH kali ini, kita akan mencoba
  merenung sejenak tentang apakah makna Natal bagi kita sebagai orang percaya.

  Pimpinan Redaksi KISAH,
  Pipin Kuntami
______________________________________________________________________
KESAKSIAN

                            RUMANIA: ARISTAR
                            ================

  "Pernahkah Anda mencium bau rumput segar?"

  Aristar, anak pertanian, memulai kisahnya. "Seperti menangkap inti sari musim 
semi dan membungkusnya sebelum kesegarannya hilang. Maria dan Yusuf menciumnya 
saat mereka tiba di kandang setelah perjalanan panjang mereka."

  Tahanan lain mendengarkannya dengan saksama saat Aristar berbicara
  dengan jelas tentang peristiwa kelahiran itu. "Kuda-kuda di sana
  akan menyendengkan telinganya mendengarkan tangisan Sang Juru
  Selamat saat Ia lahir. Kuda-kuda itu merupakan pendengar yang baik,
  kita juga harus demikian saat Yesus berbicara.

  Di luar penjara Roma di Tirgul-Ocna itu, ketebalan salju lebih dari
  satu meter. Saat itu malam menjelang Natal dan sangat dingin. Para
  tahanan hanya punya beberapa pakaian, sedikit makanan, dan hanya
  selembar selimut seadanya. Mereka semua merindukan keluarga mereka,
  dan mendengarkan kisah Aristar tentang kelahiran Kristus untuk menenangkan 
diri.

  Aristar melanjutkan, "Cahaya bintang pasti lebih terang dari bulan.
  Terangnya menembus pintu kandang kuda dan membuat ternak bersuara,
  mengumumkan kelahiran Kristus." Para tahanan itu mendengarkan dan
  menangis. Setelah kisah itu, seseorang mulai menyanyi, perlahan
  mulai bergema di udara yang jernih dan dingin itu. Setiap orang
  mendengarkan suara yang merdu itu.

  Bahkan di penjara yang keras, kisah anugerah Kristus menghangatkan
  hati banyak orang. Karena Kristus adalah dasar, tak seorang pun
  sanggup mengunci semangat Natal.

                                 *****
  Memang Natal adalah perayaan tahunan. Namun, Natal lebih dari
  sekadar itu; Natal terjadi dalam hati semua orang yang berhenti
  untuk merayakan keajaiban masuknya Kristus dalam dunia -- apa pun
  musimnya. Semangat hangatnya Natal bersinar ke dalam situasi-situasi
  kita yang paling gelap dan mengingatkan kita tentang harapan kita
  dalam Kristus. Kita bisa merayakan Natal dengan ataupun tanpa
  melihat salju yang jatuh ke tanah, terang cahaya yang
  berwarna-warni, dan pohon yang dihiasi. Apa pun yang Anda alami,
  Kristus lahir untuk menolong Anda di saat-saat Anda membutuhkan.
  Belas kasihannya terbentang sepanjang tahun. Kapan terakhir Anda
  merasakan harapan akan Kristus dalam jiwa Anda? Ambillah waktu hari
  ini untuk merayakan kelahiran Kristus -- di dalam dunia Anda dan di dalam 
hati Anda.

                                 *****
  Diambil dan diedit seperlunya dari:
  Judul buku   : Devosi Total
  Judul asli   : Extreme Devotion
  Judul artikel: Rumania: Aristar
  Penulis      : The Voice of The Martyrs
  Penerbit     : KDP, Surabaya 2005
  Halaman      : 360
______________________________________________________________________

   "Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota 
Daud."
                             (Lukas 2:1)
              < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Lukas+2:1 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA

  1. Berita Natal merupakan berita sukacita bagi setiap orang.
     Berdoalah agar berita ini dapat dikumandangkan di berbagai tempat
     dan kesempatan sehingga setiap orang bersukacita mendengar berita
     kasih Tuhan dalam Kristus Sang Bayi Natal.

  2. Doakan pula agar berita sukacita tersebut tidak sekadar
     mengingatkan setiap orang akan kasih Tuhan, tetapi juga membawa
     pertobatan dan pembaharuan hidup.

  3. Natal bukan hanya sekadar perayaan, melainkan saat di mana kita
     berbagi kasih dengan orang lain. Berdoalah agar setiap orang
     menyadari hal ini sehingga kasih Natal tidak hanya terwujud pada
     bulan Desember saja.
=============================================
       Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
             Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                       Copyright(c) 2007 YLSA
                    YLSA -- http://ylsa.sabda.org/
                      http://katalog.sabda.org/
                    Rekening: BCA Pasar Legi Solo
                 No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________

Pimpinan Redaksi: Pipin Kuntami
Staf Redaksi    : Puji, Raka, Yulia
Kontak          : < kisah(at)sabda.org >
Berlangganan    : < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Berhenti        : < unsubscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Arsip KISAH     : http://www.sabda.org/publikasi/Kisah/
Situs KEKAL     : http://kekal.sabda.org/ 

Kirim email ke