From: mangucup88 

Lagu Surgawi

Tidak bisa dipungkiri bahwa lagu yang paling nge-top di dunia pada saat 
menjelang Natal ini adalah lagu "Malam Kudus". Banyak pembunuh yang paling 
sadis sekalipun juga turut menangis ketika mereka mendengar lagu ini. 

Kami orang Indonesia di perantauan, terutama para penganut agama Nasrani, turut 
merasa menjadi sedih, apabila mendengar lagu ini. Sebab kami terkenang kembali 
akan masa lampau kami, masa ketika kami masih kanak-kanak, masa ketika kami 
masih sekolah. Teringat kepada orang tua dan anggota keluarga lainnya yang jauh 
di tanah air. Hari-hari Natal bagi kami adalah saat-saat di mana rasa rindu 
ingin 
pulang ke tanah air menjadi semakin besar dan semakin bertambah.

Kita akan merasa ada sesuatu yang kurang, apabila pada saat perayaan Natal 
tidak menyanyikan lagu "Malam Kudus". Malam Kudus memang layak disebut sebagai 
lagu Natal sepanjang masa! Bahkan ada yang menilai, bahwa lagu ini adalah "Lagu 
Surgawi".

Lagu yang indah ini telah diterjemahkan dari bahasa aslinya, yaitu bahasa 
Jerman ke ratusan bahasa lainnya. Banyak orang menduga bahwa lagu ini pasti 
disusun dan dikomponis oleh seorang ahli musik kondang, seperti Mozart atau 
Beethoven. Tetapi kenyataannya tidaklah demikian, bahkan lagu ini pun dibuat 
sebenarnya dengan tanpa diduga dan direncanakannya terlebih dahulu. Lagu yang 
dibuat oleh orang biasa, tetapi telah menjadi lagu yang luar biasa.

Joseph Mohr (1792-1848) adalah asisten pastor dari gereja kecil yang bernama 
St. Nicholas di daerah pegunungan Tirol (Jerman Selatan). 
Karena ia tinggal di desa maka yang menjadi pemain organnya juga seorang guru 
sekolah yang bernama Franz Gruber (1787-1863).

Beberapa hari sebelum Natal ternyata organ gereja rusak, mereka menjadi 
bingung, bagaimana mereka bisa merayakan Natal tanpa organ. Karena mereka tidak 
ingin mengecewakan para pengunjung gereja sedangkan hari Natal yang sudah ada 
di ambang pintu, maka Herr Mohr mencoba mulai menyusun lagu baru dengan 
kata-kata yang sederhana. Di mana lagu tersebut nanti bisa dinyanyikan dengan 
tanpa harus 
diiringi dengan organ.

Setelah liriknya selesai disusun, ia memperlihatkan lirik dari lagu tersebut 
kepada kawan baiknya Herr Gruber: "Puji Tuhan, Friend Mohr, kami telah 
menemukan satu lagu yang indah sekali!" Setelah itu langsung Herr Gruber 
membuat komposisi untuk lirik lagu yang telah dibuat oleh kawan baiknya Herr 
Mohr. Akhirnya jadilah lagu "Malam kudus" yang kita kenal sekarang ini. Satu 
lagu yang sangat sederhana tetapi indah baik dari liriknya maupun melodinya. 
Dan tepat pada hari Natal, Herr Mohr dan Herr Gruber menyanyikan lagu tersebut 
didampingi oleh petikan gitar dari Herr Gruber.

Ketika tukang organ datang untuk memperbaiki organ di gereja tersebut, ia 
sangat terpesona sekali oleh lagu yang dibuat dan disusun oleh Herr Gruber & 
Herr Mohr. Akhirnya, ia berhasrat untuk menyebarluaskan lagu tersebut ke 
seluruh Jerman. Dan pada tahun 1843, lagu tersebut diterjemahkan ke dalam 
bahasa Inggris oleh John 
F. Young (1820-1885).

Aneh tapi nyata, andaikan pada saat tersebut organ di gereja Herr Mohr tidak 
rusak, mungkin lagu ini tidak akan tercipta menjadi satu lagu yang luar biasa 
indahnya dan terciptanya secara kebetulan, yaitu karena organ gereja rusak.

Lagu Dunia dan Surgawi 

Bagaimana dengan sisa hidup kedua orang yang mula-mula menciptakan lagu "Malam 
Kudus"?

Josef Mohr meninggal pada usia 56 tahun, sedangkan Franz Gruber meninggal pada 
usia 76 tahun. Walaupun demikan, sejauh pengetahuan banyak orang, mereka tidak 
pernah menulis ataupun menciptakan apa-apa lagi yang luar biasa. Nama-nama 
mereka pasti sudah dilupakan oleh dunia sekarang. Kecuali satu kejadian, yaitu 
pada masa muda, mereka pernah bekerja sama untuk menghasilkan sebuah lagu 
pilihan.

Gereja kecil tempat di mana lagu ini diciptakan dilanda banjir pada tahun 1899, 
sehingga hancur luluh. Namum sebuah gedung gereja yang baru sudah dibangun di 
sana. Di sebelah dalamnya ada pahatan dari marmer dan perunggu sebagai 
peringatan lagu "Malam Kudus".

Pahatan itu menggambarkan Pendeta Mohr, seakan-akan ia sedang bersandar di 
jendela, melihat keluar dari rumah Tuhan di surga. 
Tangannya ditaruh di telinga. Ia tersenyum sambil mendengar suara anak-anak di 
bumi yang sedang menyanyikan lagu Natal karangannya. Di belakangnya berdiri 
Franz Gruber, yang juga tersenyum sambil memetik gitarnya.

Sungguh tepat sekali kiasan dalam pahatan itu. Seolah-olah seisi dunia, juga 
seisi surga, turut menyanyikan "Lagu Natal di sebuah desa kecil di pegunungan".

Malam kudus, sunyi senyap,
Siapa yang belum lelap?
Ayah bunda yang tinggallah t'rus,
Jaga Anak yang maha kudus;
Anak dalam malaf, Anak di dalam malaf

(Lukas 2:11) Hari ini di kota Daud telah lahir Raja Penyelamatmu ,yaitu 
Kristus, Tuhan.

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.org
========================================
Gaji Pendeta

From: Danny Lim <[EMAIL PROTECTED] nl> 
(De Telegraaf, 15 Desember 2007)

Dari milis Kincir Angin
1 Euro = Rp. 13.000

Gereja Protestan di Belanda memiliki sekitar 1800 bangunan gereja. 
Masing-masing gereja biasanya diasuh oleh seorang pendeta. Selain itu ada juga 
pendeta yang ditugaskan di luar gereja, seperti di yayasan sosial, lingkungan 
penjara atau markas tentara. De Telegraaf meneliti gaji para pendeta itu, 
didapat angka-angka sbb.: Gaji dasar pendeta = 2611,20 euro per bulan, setiap 
tahun ditambah dengan 
kenaikan gaji berkala. Setelah 20 tahun gajinya tidak naik lagi alias mencapai 
gaji maksimum. Gaji para pendeta masih harus dipotong ongkos sewa rumah/kamar 
yang dihuni pendeta, yang bangunannya dimiliki gereja. 

Pengalaman kerja 1 tahun, gaji bruto = 2703,-- euro/bulan.
Pengalaman kerja 5 tahun, gaji bruto = 3070,20 euro/bulan
Pengalaman kerja 10 tahun, gaji bruto = 3529,20 euro/bulan
Pengalaman kerja 15 tahun, gaji bruto = 3988,20 euro/bulan
Pengalaman kerja 20 tahun (maksimum), gaji bruto = 3337,20 euro/bulan. 
======================================
From: Dewi Kriswanti 

PADANG GURUN YANG DIUBAH MENJADI TAMAN EDEN
Yesaya 51:1-8

Perhatikan pada ay. 6, adalah sebuah nubuatan yang Tuhan nyatakan bagi 
gerejanya dikatakan, "arahkanlah matamu kelangit dan lihatlah ke bumi di bawah 
sebab langit lenyap seperti asap, bumi memburuk seperti pakaian yang sudah 
usang dan penduduknya akan mati seperti nyamuk". Inilah yang Yesaya nubuatkan 
sesuai dengan yang Tuhan taruh dalam hatinya. Dunia ini akan menjadi sebuah 
padang gurun yang tandus. Dunia ini akan menjadi padang belantara yang 
menakutkan. Akan tetapi pada hari ini kita akan mendengar berita yang baik 
yaitu: padang gurun akan Tuhan ubahkan seperti taman Eden. Padang gurun adalah 
tempat yang tandus, padang gurun adalah tempat yang tidak dapat menghasilkan 
apa-apa. 

Ada 5 hal penting bagaimana Tuhan merubah padang gurun menjadi Taman Eden : 
1. Ay. 1, Dia mengingatkan kita tentang siapa kita sebenarnya. 
Ada 3 hal yang perlu kita ingat tentang siapa kita ini sebenarnya :
a. Kita perlu ingat bahwa kita ini dulu berasal dari kegelapan. 
b. Bahwa kita sudah meninggalkan kegelapan. 
c. Sekarang kita sedang berjalam menuju kepada kesempurnaan. 

2. Ay. 2, Dia mengingatkan kita tentang karya besar yang telah Tuhan kerjakan 
bagi kita. 
Ada 3 karya besar yang telah Tuhan kerjakan bagi kita : 
1.) KaryaNya di atas kayu salib. Dia bayar semua harga dosa kita. 
2.) Karya besar Tuhan bagi kita adalah Dia memanggil kita. 
3.) Karya besar Tuhan adalah Dia berkati hidup kita.

3. Ay 7-8, Mengingatkan kita tentang akhir perjalanan hidup dari orang-orang 
yang menista orang-orang benar. Orang yang menista orang benar hidupnya akan 
hancur. 
==============================================
From: Dwi Setyani 

GKP Dirusak di Selatan Bandung ..

FYI ...

http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=20112&highlight=

GKP Dirusak di Selatan Bandung, 12 Gereja akan Diserbu, kata FKKI

Belasan gereja akan dirusak dalam dua minggu ke depan, kata Ketua FKKI Jabar
Wednesday, Nov. 28, 2007 Posted: 1:57:14PM PST

Pengrusakan gereja kembali terjadi baru-baru ini. Minggu lalu, ratusan 
ekstrimis Muslim menyerbu dan merusak sebuah gereja Protestan di Jawa Barat di 
tengah situasi beragama yang cukup tegang di propinsi itu, lapor sebuah 
organisasi Belanda kemarin.

Open Doors Belanda mengatakan bahwa sekitar "250 Muslim radikal" dari Aliansi 
Gerakan Anti Pemurtadan (AGAP) memaksa masuk ke Gereja Kristen Pasundan (GKP) 
di sebelah selatan Bandung pada 18 November lalu, dan "merusak kunci pintu 
gereja."

Gereja sedang kosong pada saat itu dan pimpinan gereja Pdt Christine Yohanes 
sedang pergi, namun suami dan anak-anaknya ada dan terpaksa bersembunyi, kata 
Open Doors, mengutip sumber mereka disana.

Setelah mengadakan "ibadah Islam dan mengucapkan doa-doa" di gereja, mereka
mulai "merusak bagian dalam (interior) gereja dengan tongkat dan pisau," kata 
Pdt Simon Timorason, ketua FKKI (Forum Komunikasi Kristiani Indonesia) Jabar.

Serangan

Mereka merusak instalasi suara, kaca dan bangku-bangku, yang kemudian dibawa 
keluar, kata Simon. Ini bukan pertama kalinya aktivis AGAP menyerang gereja 
itu, yang mempunyai 300 jemaat dan telah berdiri lebih dari setengah abad.

Pada tahun 2005 ada laporan serupa dimana jemaat dipaksa menutup gereja mereka 
oleh pemerintah setempat yang menuduh mereka kekurangan dokumen-dokumen yang 
dibutuhkan.

Timorason mengatakan bahwa polisi ragu untuk turut campur, meskipun dilaporkan 
dua tersangka telah ditahan. "Kami mendesak pemerintah untuk menganggap kasus 
ini sangat serius karena kami mendengar bahwa duabelas gereja lainnya 
direncanakan akan diserang [ekstrimis] dalam beberapa minggu mendatang."

Dalam beberapa tahun ini lebih dari 100 gereja ditutup di Jawa Barat, ditengah 
keprihatinan yang mendalam dari umat Kristiani Indonesia. Selama tahun 2007, 
setidaknya 25 tempat ibadah Kristiani telah dipaksa tutup, atau diserang dan 
dirusak oleh ekstrimis, tambah Open Doors. Namun, pelakunya tetap bebas.
----------------------------------
Sandra N.N Pasaribu
Reporter Kristiani Pos

Kirim email ke