From: konseling_lk3 

Salam Natal LK3

Membangun Komunitas
Peduli Konseling Indonesia
Julianto Simanjuntak

Ladang Konseling menguning. Indonesia sangat membutuhkan konselor dan pusat 
konseling.  Itulah  visi dari sang Konselor Agung yang kami terima tahun 2002. 
Matius 28:20b: "Aku menyertai kamu senantiasa....", sangat meneguhkan kami. 
Konseling adalah bagian penting dari Amanat Agung Sang Konselor. Amanat 
pendampingan. Dia menjanjikan garansi bagi orang percaya pendampingan dan 
pertolongan dalam keadaan apapun. Dalam dunia bisnis otomotif atau elektronik 
kita kenal ini dengan after sales (purna jual). Konseling adalah layanan"purna 
jual" gereja bagi umat. Masalahnya apakah cukup tersedia "bengkel" bagi setiap 
orang percaya yang membutuhkannya, terutama saat hidup mereka sedang "rusak" ?

Indonesia membutuhkan konselor dan banyak pusat konseling. Konseling belum 
banyak digarap. Sebagai contoh, betapa tingginya masalah gangguan jiwa di 
Indonesia, yakni 23 juta jiwa dan  13 juta diantaranya depresi. Pelbagai 
masalah keluarga meningkat, seperti  konflik suami-istri karena affair hingga 
perceraian. Kasus konflik ortu-anak dan masalah narkoba, kasus anak  dengan 
kebutuhan khusus,  dan pelbagai masalah lainnya.  Sayangnya pusat konseling dan 
konselor sangat minim. Saya lahir dan besar di tengah keluarga pecandu dan 
punya masalah dengan depresi. Pengalaman itu turut memotivasi saya peduli 
dengan konseling. Betapa pahitnya hidup ketika menjalani situasi itu tanpa 
pendampingan. Betapa sakitnya  hati ketika mendengar pendeta hanya bisa 
mengatakan banyaklah berdoa, tetapi kenyataannya kami harus menjalani masalah 
itu belasan tahun. 

  LK3 (Layanan Konseling Keluarga dan Karir)  memiliki  visi membangun 
komunitas peduli konseling yang menghadirkan pusat konseling dan pusat 
kesehatan mental terbaik di seluruh negeri.  Membangun kesadaran orangtua dan 
suami-istri belajar dengan sungguh menjalankan fungsinya. Dengan motto  "Orang 
Bijak Peduli Konseling", kami terus membangun kesadaran pentingnya konseling di 
tanah air sejak 2002. Tak mudah memang. Konseling bagi sebagian orang 
diidentikkan hanya untuk orang bermasalah berat. Budaya membuat orang enggan  
pergi konseling. Kita berusaha menghancurkan tembok budaya malu itu dengan 
program awareness. LK3 membangun kesadaran  itu dengan seminar dan konseling 
interaktif di Radio dan TV Kabel. Ratusan ribu  orang telah mengikuti  siaran 
kami lewat radio dan TV  Kabel,  dan juga seminar LK3. Tuhan menolong kami.

Untuk membangun awareness konseling  kami  menulis buku seperti  "Seni 
Merayakan Hidup Yang Sulit" dan buku lainnya yang sampai kini  terjual lebih 
25.000 ex.  Kami mendirikan Institut Konseling LK3 untuk melatih para pemimpin 
dan aktifis tentang konseling.  Puji Tuhan pada tahun 2007  saja kelas Institut 
 LK3 dihadiri  1500 orang lebih. Di Jakarta 650 orang, Bali  100 orang, Makasar 
150 orang, Solo 220 orang, Lampung 150 orang,  Bandung 150 orang dan  Surabaya  
100 orang. Tahun sebelumnya kelas Institut LK3 diikuti 1130  orang (2005-2006). 
 Dalam 2 tahun ini LK3 mengadakan  4  kali  konperensi konseling secara 
nasional yang dihadiri leaders dari  35 kota.  Kami berharap semua saudara juga 
tak pernah berhenti membangun komunitas peduli konseling di Indonesia.  

   Puji Tuhan saat ini 300  pemimpin dan pemerhati konseling sedang mengikuti 
kursus konseling jarak jauh LK3 selama 2 tahun, dari Indonesia, USA, Australia, 
Belanda,  dan Singapura.  Melalui VCD, Buku, CD, dan interaksi via milis dan 
web.  Kami mengundang Anda juga  mengikutinya, kapan saja bisa mendaftar.
       Terima kasih untuk Saudara yang datang konseling dan mengikuti tes di 
LK3. Tahun 2007  hanya 200 orang saja yang  dapat kami layani. Kami mohon maaf 
untuk yang belum terlayani. Terima kasih untuk  beberapa lembaga yang 
memungkinkan pelayanan konseling kami tersebar luas ke seantero negeri  ini.  
Untuk Yayasan Gloria yang pernah menerbitkan buku kami dan Gramedia yang segera 
menerbitkan beberapa buku kami. Juga pimpinan Radio Pelita Kasih, Radio 
Heartline Karawaci, Family Channel-Kabel Vision, dan Program Solusi CBNI yang 
memberi kami kesempatan siaran dan sharing.  

       Kepada mitra kerja kami Majalah Bahana, Tabloid Panggilan  dan Reformata 
yang ikut mempromosikan pentingnya konseling kepada pembacanya. Juga rekan dari 
milis ayah-bunda, bina-guru, Perkantas, Penjunan, mennonet, YLSA,  milis KKJJ 
dan  LK3-online. Penghargaan kami kepada pimpinan  JDN, LPMI, Navigator, CBNI, 
JPAB, PGLII, PGPI,  YADA,  IPEKA, BPK Penabur,  beberapa STT dan Universitas 
serta  institusi yang telah bekerjasama dengan kami. Juga beberapa Sinode 
Gereja dan lembaga seperti WVI, UPH, SPH, SDH, dan lainnya yang mengutus 
stafnya menghadiri training LK3.   Terima kasih untuk rekan sekerja di beberapa 
kota yang mengadakan kursus Konseling kami. Juga untuk pimpinan IFTKJ  Jakarta 
(Pdt. Dr. Jerry Rumahlatu & Pdt. Dr. Jabob Tomatala),  dan STTJ Makassar (Pdt. 
Dr.Daniel Ronda) yang melibatkan kami mengadakan program magister.  Terimakasih 
untuk Yoelia Oeniyati YLSA  dan Dwi Malistyo yang membuatkan website LK3. 
Kepada Prof. Yohanes Surya yang memberi kami inspirasi dan motivasi setiap kali 
menjadi fasilitator  di  LK3.  Juga untuk 80 lebih rekan fasilitator tamu yang  
pernah mengajar di LK3.  Penghargaan kami yang  tulus kepada Bapak Jakob 
Oetama, DR. Jonathan Parapak, Bu Lindrawati dan DR. James Riady yang berkenan 
memberi komentar pada buku kami.  Terima kasih untuk sahabat kami Pak Sugito, 
Jeo & Kiana, dan Agus Gunawan yang ringan tangan membantu kami. Akhirnya terima 
kasih untuk semua saudara yang  pernah menabur bersama kami di Ladang Konseling 
LK3 baik dengan doa, dana, pikiran, tenaga dan segala lainnya yang telah 
Saudara persembahkan.  Konseling adalah bagian dari Amanat Agung, mari kita 
kerjakan bersama ladang yang sedang menguning ini. Kami mau mengucapkan Selamat 
Natal 07 dan tahun 08. Salam konseling ! 

Julianto Simanjuntak
Orang Bijak Peduli Konseling
==========================================
From: Leonardi Setiono

Natal Tanpa Sinterklaas dan Pohon Natal ?

Seseorang bertanya:
*Apa sih hubungannya natal dengan Santa claus dan pohon Natal??*

Berikut jawabnya:
Tidak ada hubungannya antar ketiganya, Santa Claus dan Pohon Natal telah 
menjadi icon Natal sebab ulah dari media masa dan para pengusaha, bukan dari 
Gereja.

Para pengusaha memanfaatkan perayaan tersebut untuk mendapatkan keuntungan 
dengan menjual cerita dan icon Sinterklaas dan Pohon Natal. Seperti halnya hari 
Valentine, dengan icon Hati, Cupid dan Coklatnya, demikian juga Natal.
*
Pohon Natal*
Tentang Pohon Natal, anda dapat membaca di 
http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon_Natal atau lebih lengkap (bahasa Inggris) di 
http://en.wikipedia.org/wiki/Christmas_tree

Kebiasaan memasang pohon natal itu berasal dari Jerman di abad ke16 dan menular 
di Amerika sejak tahun 1830-an. Pertama kali gereja Cathedral Strasburg, Jerman 
di tahun 1539 dicatat memasang pohon natal selanjutnya dipopulerkan oleh para 
pangeran dan putri kerajaan-kerajaan di Eropa dan selanjutnya berkembang terus 
sampai ke benua Amerika dan dunia.

Asal usulnya belum jelas benar dan sering dihubungkan dengan beberapa legenda 
kekristenan abad pertengahan, seperti legenda Santo Bonifacius dan Martin 
Lutther, termasuk juga mirip dengan kebiasaan perayaan dewa Saturnalia 
(http://en.wikipedia.org/wiki/Saturnalia) dalam metologi Romawi.

Di abad ke-20, dengan semakin makmur dan majunya perdagangan dan industri, maka 
Pohon Natal dijadikan icon Natal dan dipopulerkan oleh para pengusaha dalam 
produk-produk mereka menggantikan sosok Yesus, Maria dan Yusuf yang sudah tidak 
laku lagi. Pohon Natal saat ini telah menghiasi setiap rumah kristen (katholik) 
dan gereja-gereja diseluruh dunia sepanjang Natal. Diperkirakan di Amerika saja 
ditahun lalu telah 
lebih dari 1,5 milyar us dollar uang dibelanjakan untuk Pohon Natal, belum di 
benua Eropa dan benua lainnya. Dapat dibayangkan bertapa luar biasanya bisnis 
ini.
*
Sinterklaas*
Tentang Santa Claus atau Sinterklaas (bahasa Belanada) dapat anda baca 
di http://id.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus atau lebih lengkap di 
http://en.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus dan juga di 
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0412/18/opi03.html

Sinterklaas atau Santa Claus adalah Santa Nicholas dari Myra, seorang uskup 
(http://en.wikipedia.org/wiki/Saint_Nicholas), namun Sinterklaas atau Santa 
Claus yang dikenal di hari Natal saat ini telah jauh dari kebenaran tentang 
Santa Nicholas dari Myra itu sendiri. Cerita tentang Santa Claus atau 
Sinterklaas lebih condong kepada cerita rakyat atau legenda dari benua Eropa 
yang menggambarkan kehidupan Santa Nicholas versi rakyat, cerita rakyat 
tersebut juga terdapat kemiripan dengan legenda Dewa Odin dalam mitologi Jerman 
(Viking/Norse).

Kembali seperti Pohon Natal, kepentingan bisnis telah membuat cerita rakyat 
atau legenda tentang Santa Nocholas di Eropa menjadi icon Natal. 
Bahkan di Amerika, baju uskup Santa Nocholas telah diganti dengan baju pelaut 
Belanda yang awalnya hijau dan kemudian oleh Coca-Cola dalam promonya yang luar 
biasa dimulai tahun 1885 telah mengganti maju tersebut dengan warna merah 
Coca-Cola. Sampai hari ini Sinterklaas yang dikenal di belahan dunia berbaju 
merah dengan kereta terbang penuh hadiah dan rusanya.

Kereta dan rusa terbangnya di karang oleh Clement C. Moore ditahun 1822 dalam 
sebuah karangan puisi berjudul "A Visit from St. Nicholas" yang diilhami 
tulisan Washington Irving ditahun 1809 yang menceritakan Santo Nicholas sebagai 
pelindung kota New York yang berkelana dengan kuda.

Demikianlah icon Natal tersebut sebenarnya adalah kisah sukses dunia bisnis. 
Pohon Natal dan Sinterklaas ada, bukan oleh karena pengenalan dari Gereja 
melainkan karena kepentingan perdagangan.

Tidak sepatutnya kita menyebut kata Natal lantas kita mengingat Pohon Natal, 
Sinterklaas dan Hadiah, sementara banyak orang telah melupakan Yesus, Maria dan 
Yusuf, dimana yang sebenarnya hari Natal ditetapkan oleh Gereja sebagai hari 
memperingati kelahiran Yesus dengan memanfaatkan hari Dies Natalis Solis 
Invicti 
(http://en.wikipedia.org/wiki/Dies_Natalis_Solis_Invicti) dari kepercayaan 
dewa-dewa Romawi.

Coba anda lihat semua kartu ucapan Natal, setiap kiriman email dan media 
digital lainnya tentang Natal, setiap sms atau mms yang kita terima sebagai 
ucapan Natal, adakah yang menggambarkan tentang kelahiran Yesus? 
Adakah gambar Yesus, Maria dan Yusuf? Bukankah semua adalah gambar Sinterklaas 
dan Pohon Natal?

Natal... oh natal...Memang sejak awalnya 25 Desember bukan bercerita tentang 
Tuhan Yesus Kristus http://en.wikipedia.org/wiki/Christmas

Demikian renungan meriahnya Natal tanpa Sinterklaas dan Pohon Natal.
Salam,
Leo
==============================================
From: "Leonard Handjojo" <[EMAIL PROTECTED]>

MENGGESER YESUS

Kenapa waktu kita belum kenal Yesus, berdosa itu rasanya wajar atau biasa aja? 
Karena kita menganggap semua orang melakukan dosa dan dosa yang kita lakukan 
nggak gedhe-gedhe amat. Tapi anehnya setelah menerima Yesus, berdosa itu merasa 
sangat bersalah, tertuduh, terhukum, nggak enak banget rohnya dan banyak 
perasaan lain yang nggak bisa diungkapkan melalui kata-kata? Jawabannya adalah 
karena setelah kita kenal Yesus, kita mengundang-Nya masuk dalam hati kita, 
sehingga jika kita berdosa, berarti Yesus tergeser, Yesus dilukai, Yesus 
ditutupi dengan dosa. Dengan itu terjadilah konflik hati nurani, sehingga hati 
kita tidak tenang, karena Kristus tidak dapat tinggal bersama dengan dosa, 
kenajisan, ketidakkudusan - Dia kudus, tanpa dosa. 

Tentunya selain itu, pada saat kita menerima Yesus, aturan main Sorga sudah 
harus menjadi aturan main kita, walaupun masih tinggal di dunia. Justru untuk 
itulah kita menjadi saksi Kristus di dunia, sampai mati. Jadi, hidup dengan 
cara 
dunia lagi membuat hati kita tidak nyaman.

Ada dua orang sahabat yang saling mengenal sejak kecil, yang keduanya sama-sama 
anak Tuhan: satunya adalah seorang pengusaha, lainnya seorang karyawan biasa. 
Suatu kali, si pengusaha mengata-ngatainya dengan semena-mena tanpa menganalisa 
masalahnya atau cross check dengan sahabatnya. Akhirnya berpisahlah mereka dan 
terjadilah sakit hati yang tidak dapat dielakkan diantara keduanya, terutama si 
sahabat yang seorang pegawai biasa yang merasa dihina dan dipermalukan di 
antara orang 
banyak.

Lambat laun, rupanya si pengusaha ini pekerjaannya tidak maju, malah terlilit 
hutang. Waktu dia mengalami hal itu, dia diingatkan bahwa hal ini terjadi 
karena kesalahannya terhadap sahabatnya. Dia merasa bahwa Tuhan menegurnya dan 
menyuruhnya datang untuk meminta ampun kepada sahabat lamanya. Maka datanglah 
ia meminta ampun, tetapi karena hati sahabatnya sudah terlanjur pahit, 
permintaan maafnya tidak diterima.

Keadaan semakin buruk, tetapi dia tetap tidak dapat melupakan atau mengampuni 
sahabat lamanya si pengusaha itu. 
Tidak lama kemudian, ia ini terserang tumor ganas di keningnya. Hanya hitungan 
beberapa bulan keningnya berkembang besar sekali, sampai setiap orang yang 
melihatnya tidak mengenal siapa dia. Dia tidak lagi diterima di tempat kerjanya 
dan waktu dia mencoba mencari pekerjaan lain, dimana-mana ia ditolak. 
Kelakukannya menjadi aneh dan dari wajahnya nampak sekali kegelapan yang 
terpancar dari kepahitan hati.

Keadaan semakin memburuk dan dia harus masuk di rumah sakit untuk menjalani 
pengobatan, tetapi saat sahabatnya menjenguk lagi, ia tidak pernah mau 
melepaskan pengampunan sama sekali. Lalu pada waktu tengah malam, isteri dari 
orang yang sudah kena tumor ganas ini didatangi oleh roh jahat yang mengaku 
bahwa dialah yang menaruh penyakit ganas itu di kening suaminya. Jika sang 
isteri juga memendam kepahitan, maka ia akan memberikan tumor di tempat yang 
sama juga, ancam roh jahat ini. Karena sang isteri lebih dalam pengetahuannya 
akan Firman Tuhan, maka ia mengusir dan menolak roh jahat itu. Tetapi, ia jadi 
mengerti bahwa ada roh yang menaruhkan penyakit itu di kening suaminya.

Tidak lama kemudian, seperti yang sudah dapat diduga, maka sang suami meninggal 
dunia dalam keadaan buruk; semua orang yang mengenalnya berkata bahwa mereka 
tidak pernah menyangka akhir hidup orang ini seperti itu dan tidak pernah orang 
melihat mayat seburuk dan seseram itu.

Pendeta yang datang untuk mengadakan upacara pemakaman bertemu dengan saya dan 
saya bertanya mengapa sampai terjadi hal seperti ini terhadap anak Tuhan? Bapak 
Pendeta menerangkan kepada saya bahwa orang itu menyimpan kepahitan yang sangat 
dalam, sehingga kepahitan itu menggeser Yesus, dan mencemari relung-relung 
hatinya, karena ia (kepahitannya) sedemikian berkuasa dan sangat getir melebihi 
keberadaan Yesus sendiri. Memang Yesus itu sangat berkuasa, lebih besar dari 
roh mana pun di dunia ini, tetapi pilihan ada di tangan kita, apakah kita 
melepaskan pengampunan dan menyerahkan persoalan kita kepada Yesus kemudian 
mempersila kan Yesus berdaulat dalam hati kita dengan leluasa, ataukah kita 
membiarkan kepahitan menguasai hati kita lebih kuat daripada kedudukan Yesus? 
Berkuasanya atau bergesernya Yesus ditentukan oleh kita, sebagaimana keberadaan 
seorang tamu ditentukan oleh pelayanan pemilik rumah. Seberkuasanya Yesus, Dia 
tidak akan memaksakan kehendak, Dia tahu otoritas, aturan main, dan memberikan 
keleluasaan kepada manusia: mau menerima, mendiamkan, menyingkirkan atau 
menolak.

Kepahitan yang mengalahkan Yesus bisa menggeser keberadaan Sang Raja di hati 
kita. Banyak anak Tuhan memendam kepahitan bertahun-tahun tanpa mau melepaskan 
pengampunan sama sekali. Firman Tuhan berkata bahwa kasih itu tidak menyimpan 
kesalahan orang lain. Kasih juga menutup banyak dosa atau kesalahan. Kepahitan 
dapat mempersilakan roh-roh penyakit menggerogoti tubuh jasmani bait Roh Kudus 
ini. Demikian pahitnya sampai ia menyerap ke relung-relung hati, padahal relung 
hati itu adalah tempat kediaman-Nya yang paling utama.

Selain itu, Firman Tuhan mengatakan bahwa iblis dapat mengambil firman yang 
sudah ditabur seperti burung yang memakan benih yang ditabur di tanah berbatu. 
Jadi banyak anak-anak Tuhan hilir mudik ke gereja tiap minggu tetapi yang 
hatinya tetap keras tidak mau mengampuni, firman yang ditabur dengan mudah 
lenyap atau diambil iblis. Benih 
Firman sebagus apa pun dengan pembicara hebat dari mana pun tetapi jika si 
pendengar masih memendam kepahitan terhadap musuhnya, Firman itu tidak akan 
mampu bertumbuh, sebab tanah hatinya membatu, tidak lunak, tidak subur.

Dalam satu perumpamaan diceritakan mengenai seorang hamba yang berhutang sangat 
banyak yaitu sepuluh ribu talenta (upah buruh selama hampir 165.000 tahun). 
Tetapi ia tidak mampu membayar hutang-hutangnya sehingga tuannya memerintahkan 
agar anak isteri dan segala miliknya ditarik sebagai pembayar hutangnya. Tapi 
orang ini sujud dan minta waktu agar ia dapat melunasinya perlahan-lahan. 
Karena belas kasihan, maka tuannya meluluskan permintaannya dan menunggu 
beberapa lama.

Tetapi, pada waktu hamba itu keluar, ia bertemu dengan kawannya yang berhutang 
kepadanya seratus dinar (upah 3,5 bulan kerja); ia menangkap dan mencekik 
kawannya dan mengancam: Bayar hutangmu! Tetapi ia menolak, dan kemudian Ia 
menyerahkan kawannya itu ke penjara sampai dilunaskannya hutang-hutangnya. 
Melihat hal itu, kawan-kawan yang lain sangat sedih dan menceritakan kisah itu 
kepada sang tuan yang menghutanginya sangat banyak. Maka ia dipanggil oleh tuan 
itu dan diserahkan kepada algojo-algojo.

Saudara-saudara kekasih, kita jarang menyadari pengampunan yang Tuhan berikan 
kepada kita, sehingga disaat orang lain bersalah kepada kita, betapa susahnya 
kita gantian melepaskan pengampunan yang tidak seberapa. Dibanding dosa-dosa 
yang kita minta ampunkan kepada Tuhan, bukankah kesalahan orang lain itu tidak 
ada artinya? Seperti perbandingan 165.000 tahun kerja : 3,5 bulan kerja - 
tetapi melepaskan 
hutang yang hanya di bawah ukuran 1 tahun saja kita berkeras hati. Kalau bisa 
orang yang bersalah kepada kita dihukum, diganjar, mengalami kerugian, kena 
penyakit, mati. Padahal kitalah yang seharusnya pantas menerima ganjaran berat 
atas dosa-dosa yang kita lakukan.

Marilah kita belajar untuk melepaskan pengampunan dengan mudah, belajar melihat 
kesalahan orang lain sangat tidak ada apa-apanya dibanding dosa kita; belajar 
tidak menghakimi, menuduh, menghukum, mengeluarkan kata-kata hujatan, kasar, 
noda yang nantinya akan menjadi bumerang berbalik menimpa kita sendiri.

* Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia 
itu. Amsal 27:19

* Janganlah keraskan hatimu. Mazmur 95:8

* Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu 
seperti dalam kegeraman. Ibrani 3:15

* Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya 
yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari 
perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari 
hatinya." Lukas 6:45

* Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman 
itu, 
menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan." Lukas 
8:15

* Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar 
kehidupan. Amsal 4:23

* Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata:

Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah 
berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. 
Lukas 6:27-28

by Maq

Kirim email ke