From: Mukjizat Kehidupan 

Kesaksian Bapak Samuel Doctorian

Saya sedang melayani di sebuah kota besar yang bernama Assyut, yang terletak
di Mesir Utara. Salah satu gerakan Roh Kudus yang paling dahsyat yang pernah
saya lihat di sepanjang pelayanan saya terjadi di kota Assyut ini. Roh Tuhan
menggoncangkan seluruh kota. Ribuan orang datang untuk mendengarkan Injil.
Tentunya Setan merasa sangat marah. Kami memang mengalami beberapa kesulitan
yang cukup berarti. Saya sendiri mendapat ancaman akan ditembak dan dibunuh.
Saya diperintahkan oleh Gubernur Assyut, yang bukan orang percaya agar saya
menghentikan kebaktian tersebut, namun saya tidak mau menuruti perintahnya.
Saya lebih senang mendengarkan Gubernur Besar, Sang Penguasa Langit dan Bumi
sendiri. Gubernur Assyut tadi benar-benar mengirimkan pengawalnya untuk
menembak saya, tetapi Tuhan membebaskan saya dengan cara-Nya yang dahsyat.
Ribuan orang menerima Tuhan dan akhirnya kami mampu membeli sebidang tanah
dimana kami dapat mengadakan ibadah-ibadah yang besar tadi. Pada hari ini di
kota Assyut telah berdiri sebuah gedung ibadah yang besar dan firman Tuhan
diberitakan minggu demi minggu. Hanya kepada-Nyalah saya memberi kemuliaan!

Salah satu jiwa berharga yang diselamatkan dalam Kebaktian Kebangunan Rohani
(KKR) itu adalah seorang kolonel. Dia menduduki posisi tinggi di dalam
pemerintahan Mesir. Dia menjadi kepala penjara di penjara Sohag. Baru-baru
ini dia mendapat kenaikan pangkat sebagai kolonel kepala untuk penjara besar
di Assyut, penjara terbesar kedua di Mesir. Penjara itu menampung seribu
enam ratus tahanan. Kolonel itu datang setiap malam untuk menghadiri KKR .
Dia adalah orang percaya yang baik. Pada malam-malam tertentu dia akan
membawa para tahanan bersama dengan pengawal mereka ke kebaktian itu. Mereka
mendengar Injil diberitakan dan setelah itu mereka akan kembali lagi ke penjara.

Pada suatu hari dia mengundang saya datang ke rumahnya untuk bersantai
selama beberapa jam. Saya bermain tenis di lapangan tenis penjara dan
kemudian makan malam serta bersekutu bersama-sama di rumahnya. Setelah
bermain tenis, kami masuk ke kantornya untuk berbicara mengenai para tahanan.

Dia bertanya kepada saya apakah saya mau melihat tiang gantungan tempat
mereka menggantung para penjahat dan pembunuh. Saya belum pernah melihat
tiang gantungan sebelumnya, dan walaupun tiang itu tidak enak dilihat, saya
merasa sangat tertarik untuk melihatnya. "Ya," kata saya, "ijinkan saya 
melihatnya."

Setelah kami minum kopi, kami pergi melihat tiang gantungan tersebut. Ruangan 
tempat hukuman gantung itu sangat mengerikan dan apa yang saya lihat di 
dalamnya sangat menakutkan. Saya melihat tali yang biasa dipakai untuk 
menggantung orang. Saya melihat tempat lantai gantungan dimana sepotong kayu 
penopang akan diangkat dan orang yang digantung itu akan tergantung di udara. 
Sungguh suatu pemandangan yang memilukan walau hanya dengan melihat 
peralatannya saja.

Saya mengajukan pertanyaan kepada sang kolonel, "Bagaimana anda menghukum
mereka? Apa yang anda lakukan sebelum anda menggantung orang?" Lalu dia
membawa saya keluar dari ruangan itu dan memperlihatkan kepada saya. Ada
suatu sudut tempat dia sebagai kepala penjara akan berdiri. Di hadapannya akan 
dibawa penjahat yang dituduh. Dia akan menyatakan bahwa kasus pengadilan telah 
ditutup dan telah ada perintah yang mengatakan bahwa penjahat ini dinyatakan 
bersalah dan harus dihukum gantung. 
Kolonel itu berkata, "Saya yang mengumumkan hukumannya, kemudian kami akan 
membungkus kepalanya dengan kantong hitam agar matanya tertutup. Kami 
membawanya ke tiang gantungan, membelitkan tali ke lehernya dan kemudian 
menggantungnya."

Saya berdiri di tempat penjahat itu biasa berdiri. Titik dimana si pembunuh,
orang yang divonis hukuman gantung itu berdiri. Kemudian saya berkata kepada
komandan yang hebat ini.
"Oh, kolonel yang hebat, maukah anda mengumumkan penghukuman atas diri saya?" 
Dia menyahut, "Tidak, tidak. Anda pasti bergurau." 
Saya berkata, "Saya hanya ingin mendengarkannya, tolong. Katakanlah. Ulangi 
kata-kata yang biasa anda ucapkan ketika seseorang mau digantung." 
Sang kolonel terlihat agak kaget dan kemudian berkata, "Mengapa anda 
menginginkan hal itu?" 
Saya berkata, "Tolong lakukan saja!" 
Saat saya berdiri di tempat itu, sang komandan mulai menjatuhkan penghakiman 
atas diri saya. Ketika dia selesai berbicara, saya berkata, "Tidak ada 
penghukuman yang dijatuhkan kepada orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus! 
Haleluya!"

Kita semua seharusnya dihukum mati. Tetapi sang Pembebas yang perkasa,
Juruselamat yang hebat, sang Penebus yang luar biasa telah tiba. Dia tergantung 
di kayu salib menggantikan tempat kita. Dia disalibkan bagi kita dan sekarang 
oleh karena kita adalah orang-orang percaya di dalam Kristus, kita telah 
dilepaskan dari hukuman. Kita tidak akan binasa, tetapi akan hidup 
selama-lamanya karena Tuhan Yesus telah mati satu kali dan untuk 
selama-lamanya. Haleluya!

Pertanyaan selanjutnya yang saya ajukan untuk kolonel itu adalah, "Apakah
dalam waktu dekat ini ada orang yang akan dihukum gantung?" 
Dia menjawab, "Ya, ada tiga orang laki-laki dan dua orang perempuan. Saya 
sedang menunggu perintah dari pengadilan di Kairo."
Saya berkata, "Apakah anda menggantung wanita juga?" 
Dia berkata, "Tentu saja, walaupun sudah lama kami tidak melakukannya." 
Kemudian saya bertanya, "Apa yang telah dilakukan oleh penjahat-penjahat itu?" 
Saya mendengar berbagai cerita kejahatan yang mengerikan.
 "Bolehkah saya melihat wanita-wanita itu dalam sel mereka?"
tanya saya. Kemudian dia membawa saya ke bagian penjara khusus untuk wanita.

Saya mendekati salah satu pintu kemudian mereka membuka jendela kecilnya.
Saya memperhatikan ke dalam dan melihat wanita yang pertama. Para penjaga
mengatakan bahwa wanita itu telah berumur 54 tahun. Dia kelihatan seperti
seorang nenek sihir yang mengerikan. Dia telah membunuh suaminya dengan
kapak saat suaminya sedang tidur di padang, hanya karena suaminya menikah
lagi dengan wanita lain. Wanita tua ini menjadi sangat marah sehingga dia 
membunuh suaminya. Setiap saat jika perintah datang, wanita itu akan dihukum 
gantung."

Saya melihat ke kamar yang lain dan di dalam kamar itu ada seorang wanita yang 
berumur 23 tahun. Pada saat dia melihat saya melalui jendela kecil itu, dia 
mulai menangis dan berteriak, "Tolong saya, tolong saya!" 
Tiba-tiba saya tidak bisa melihatnya lagi. Rasanya saya ingin menangis.

"Apa yang telah dilakukannya?"

"Dia telah membunuh seorang anak perempuan kecil berusia 12 tahun, kemudian
mencuri anting-anting anak perempuan itu untuk membeli opium (hasyish) bagi
suaminya."

"Kalau begitu dia sudah menikah!"

"Oh, ya! Dan dia sudah mempunyai 3 orang anak."

Kisah itu adalah kisah yang sangat menyedihkan. Saya tidak bisa mendengarkannya 
lebih lanjut lagi.

Ketika saya kembali ke rumah kolonel saya tidak dapat memikirkan hal lain.
Semua yang saya lihat di hadapan saya adalah wajah ibu muda berusia 23 tahun
yang sedang menangis, "Tolong saya, tolong saya!" Apa yang dapat saya lakukan?

Para penjaga penjara mengantar saya kembali ke rumah dimana saya tingal di
kota Assyut. Saya sudah bersiap-siap untuk tidur sore agar saya siap mengadakan 
kebaktian nanti malam. Saya berlutut untuk berdoa, tetapi saya masih tetap 
melihat wajah wanita muda tadi dan saya mendengar teriakannya, "Tolong saya, 
tolong saya!" Kemudian saya mulai berdoa, "Tuhan, adakah yang dapat saya 
lakukan?" Hanya itu saja yang bisa saya katakan dan tiba-tiba kamar saya 
dipenuhi dengan hadirat Tuhan. Dengan mata saya sendiri, saya dapat melihat 
dengan jelas seorang malaikat Tuhan berdiri di hadapan saya.

(Bersambung di http://pentas-kesaksian.blogspot.com )-- 
Telah Terbit Buku "Mukjizat Kehidupan"
Pengalaman 2 pengusaha yang mengalami mukjizat kehidupan yang nyata dan ada
pesan akhir zaman bagi kita.
Info : http://pentas-kesaksian.blogspot.com atau pesan buku via sms
08129716102 sebutkan nama, alamat lengkap
(RT/RW) dan kode pos, Harga Rp. 40.000,- pembayaran via ATM BCA.
============================================
Majalah GetLife No. 29 - Tahun III / Maret 2007 memuat Book Review atas buku
"Mukjizat Kehidupan" dan menjelaskan mengapa anda perlu membaca buku ini. 
Rating : * * * * (Bagus)
-- 
Telah Terbit Buku "Mukjizat Kehidupan"
Pengalaman 2 pengusaha yang mengalami mukjizat kehidupan yang nyata dan ada
pesan akhir zaman bagi kita.
Info : http://pentas-kesaksian.blogspot.com  atau pesan buku via sms
08129716102 sebutkan nama, alamat lengkap
(RT/RW) dan kode pos, Harga Rp. 40.000,- pembayaran via ATM BCA.
========================================================
Majalah GetLife No. 29 - Tahun III / Maret 2007 memuat Book Review atas buku
"Mukjizat Kehidupan" dan menjelaskan
mengapa anda perlu membaca buku ini. Rating : * * * * (Bagus)
==========================================
From: mangucup88 

Kehebatan Aku di akhir Tahun !

Apa yang telah Anda raih di tahun 2007? Mobil baru, jabatan baru, rumah baru, 
Mega-Project dan sebagainya, dengan mana Anda bisa membusungkan dada dan merasa 
bangga atas keberhasilan Anda: "Nih betapa hebatnya Gw Oooo..oi!"

Apakah dengan semua yang telah Anda raih sekarang ini, Anda akan bisa tidur 
lebih nyenyak, saya yakin tidak, sebab semakin banyak yang kita raih maupun 
kita miliki; semakin banyak pulalah rasa takut kita akan kehilangan lagi.

Apa yang kita telah raih dan capai sekarang ini sebenarnya hanya kebahagiaan 
semu yang bersifat sementara saja, sebab akhirnya pasti akan hilang juga.

Lihat saja mobil yang paling Anda banggakan pada saat ini, paling lambat 10 
tahun lagi sudah jadi mobil butut, pakaian Anda ditahun yang akan datang sudah 
tidak trendi lagi, jabatan yang dimiliki sekarang ini, mungkin tahun depan 
sudah hilang atau sudah di PHK dst- nya.

Tetapi yang sudah pasti akan terjadi dalam jangka waktu dekat ini - Anda harus 
pergi ke Dr entah itu Dr Gigi maupun Dr umum,. Tidak bisa dipungkiri dan juga 
tidak bisa dielak lagi, dalam waktu yang akan datang ini Anda pasti akan jatuh 
sakit dan akhirnya mati!

Hukum ini berlaku untuk setiap orang yang hidup di dunia ini.
Bagaimana Anda kaya dan hebatnya sekalipun, tidak lama lagi, pasti anda akan 
mengalami nasib yang sama seperti Suharto maupun Sudono Salim (Lim Soei Liong) 
ialah pikun dan jatuh sakit sambil menunggu saatnya malaikat Maut menjemput 
Anda.

Kagak percaya lihatlah wajah Anda di cermin? Berapa banyak uban mulai keluar, 
berapa banyak rambut yang mulai rontok, berapa banyak keriput yang mulai timbul 
dan cobalah Check-up apakah tubuh Anda sekarang ini masih sehat? Belum tentu !

Setiap orang menghitung dan melihat akan keberhasilannya di akhir tahun, tetapi 
tidak mau menerima kenyataan, bahwa diri kita itu semakin hari semakin peot, 
semakin keropos, tua dan juga semakin mendekati hari ajal kita. Maka dari itu 
tidak ada salahnya sekali- sekali ngaca dong !

Count Down berjalan terus, tidak satu detik pun bisa di Stop. Hari D- Day atau 
hari kematian (Death Day) Anda sudah semakin mendekati. Di setiap akhir tahun 
seharusnya kita sadar, bahwa usia hidup kita pun semakin berkurang pula satu 
tahun.

Cobalah renungkan tinggal berapa tahun lagi sisa hidup Anda? Ini adalah fakta 
yang tidak bisa dipungkiri lagi. Kita semuanya menempuh jalan yang sama dan 
mempunyai tujuan hidup yang sama ialah "Kematian"!

Kita pergi mencari Dr, Orang Pinter, Rumah Sakit, obat yang paling hebat dan 
paling mahal sekalipun, untuk apa? Hanya untuk memperpanjang hidup, berapa 
hari, berapa bulan atau berapa tahun, percuma saja, sebab itu hanya kesia-siaan 
saja, sebab di dunia ini tidak ada rumah sakit, Dr maupun obat yang bisa 
memberikan Anda hidup kekal.

Kita menghabiskan uang, harta maupun waktu, hanya untuk mengulur waktu beberapa 
saat saja, tetapi Sang Maut akan tetap datang juga, mungkin hanya beda hari, 
bulan atau tahunnya saja!

Anda boleh nungging sembahyang 24 jam sehari, atau berdoa terus- menerus tanpa 
diputus oleh kata Amin, tetapi itu juga hanya satu kesia-siaan saja, sebab 
tidak ada mukjizat di dunia ini yang akan bisa memberikan Anda hidup kekal.

Boro-boro kita manusia biasa, Yesus putera Tuhan sekalipun harus menjalani 
nasib yang sama, sebelum Ia bangkit Ia harus "mati" dahulu! Yesus bisa 
membangkitkan orang mati, tetapi belum pernah mampu menciptakan mukjizat agar 
orang bisa hidup kekal tanpa kematian!

Kalau direnungkan masa hidup manusia itu tidak lama, lihat saja betapa cepatnya 
waktu setahun itu lewat. Tanpa kita sadari usia kita sekarang sudah kepala 4 
atau 5 bahkan kepala 6, tetapi tanyalah sama diri sendiri apakah Anda bisa 
menikmati hidup ini dengan baik ?

Kita kerja dari pagi s/d jauh malam, sehingga waktu untuk keluarga pun sudah 
tidak ada lagi. Bahkan kesehatanpun kita abaikan ! Untuk apa ? Untuk sekedar 
dapat jabatan/pangkat maupun gaji tinggi ?
Tetapi untuk ini kita korbankan masa hidup kita, keluarga maupun kesehatan, 
apakah tidak terlalu mahal bayarannya ????

Apakah untuk tahun mendatang ini, Anda masih mau dan masih ingin menjalani 
kehidupan seperti di tahun-tahun yang lampau ? Renungkanlah.

Salomo raja Yahudi yang paling kaya dan paling hebat dikolong langit berkata: 
Pengkhotbah 12:7-8 ..debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali 
kepada Tuhan yang mengaruniakannya. Kesia- siaan atas kesia-siaan, kata 
Pengkhotbah, segala sesuatu adalah sia- sia.

Tubuh kita akan kembali menjadi tanah, molekul-molekul yang membentuk tubuh 
kita akan didaur ulang ke dalam sistem alam, tetapi roh kita akan kembali 
kepada Sang Pencipta.

Pengkhotbah 12:13-14 Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan 
Tuhan dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban 
setiap orang. Karena Tuhan akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang 
berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.org
============================================
From: rm_maryo 

24 Des

"Engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagiNya"
(2Sam 7:1-5.8b-12.16; Luk 1:67-79)

"Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: 
"Terpujilah Tuhan, Tuhan Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa 
kelepasan baginya, Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam 
keturunan Daud, hamba-Nya itu, -- seperti yang telah difirmankan-Nya sejak 
purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus -- untuk melepaskan kita dari 
musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk 
menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan 
perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa 
leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan 
musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di 
hadapan-Nya seumur hidup kita. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Tuhan 
Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk 
mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan 
keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan 
belas kasihan dari Tuhan kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi 
dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan 
dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai 
sejahtera."(Luk 1:67-79), demikian kutipan Warta Gembira hari ini. 

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan 
sederhana sebagai berikut:
. Doa pujian Zakharia atas karya agung Tuhan, anugerah anak pada usia tuanya, 
telah menjadi bagian dari ibadat harian bagi para klerus atau anggota lembaga 
hidup bakti, bagian dari ibadat pagi. 
Dengan kata lain di pagi hari, menjelang kegiatan atau kerja sepanjang hari, 
dimulai dengan pujian, antara lain berisi ramalan atau impian bahwa 
`anak'/anugerah Tuhan akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan 
bagiNya. Secara konkret hal ini menunjuk pada Yohanes Pembaptis yang menjadi 
bentara kedatangan 
Penyelamat Dunia. Rasanya panggilan untuk berjalan mendahului Tuhan untuk 
mempersiapkan jalan bagiNya juga terarah bagi kita semua, maka marilah 
panggilan ini kita hayati dalam dan melalui berbagai kegiatan atau kesibukan 
kita setiap hari. Apapun dan dimanapun yang kita katakan atau kerjakan 
hendaknya menjadi persiapan untuk menyambut kedatangan Penyelamat Dunia atau 
Kabar Gembira alias `pra-
evanjelisasi'. Dengan kata lain siapapun dan dimanapun orang memperhatikan, 
melihat atau bersama dengan kita akan tergerak untuk semakin membuka diri akan 
kedatangan Penyelamat Dunia, terbuka pada Penyelenggaraan Ilahi. Masing-masing 
dari kita bagaikan `lobang kecil' dimana dan melalui mana orang dapat mengintip 
`siapa Tuhan, siapa sesama manusia dan apa itu harta benda/uang' yang 
sebenarnya. 
Kehadiran dan sepak terjang kita menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan 
dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kepada jalan damai sejahtera. Maka 
marilah setiap pagi hari begitu sadar terbangun dari tidur kita langsung 
berdoa, membuat tanda salib, secara singkat memuji Tuhan dan menyerahkan segala 
sesuatu yang akan kita kerjakan dan katakan agar dapat menjadi `sinar terang' 
bagi sesama dan saudara-saudari kita. 
. "Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah 
melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama 
orang-orang besar yang ada di bumi" (2Sam 7:9), demikian firman Tuhan semesta 
alam kepada hambaNya, raja Daud., kepada kita semua. Tuhan senantiasa menyertai 
kita dan mendampingi kita. "Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala 
orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan 
dalamnya kasih Kristus" (Ef 3:18), demikian kata Paulus kepada umat di Efesus, 
kepada kita semua. Kasih Tuhan begitu lebar, dalam dan tinggi, tak terselami 
namun kiranya dapat dihayati dan dinikmati. KasihNya yang menyertai kita mampu 
mengalahkan atau 
melenyapkan berbagai macam bentuk `musuh' atau kejahatan, "di dalam Dia kita 
beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Tuhan dengan penuh kepercayaan oleh 
iman kita kepada-Nya"(Ef 3:12). Maka marilah kita hadapi dan atasi berbagai 
macam kejahatan yang ada di dalam diri kita sendiri maupun sesama dan 
lingkungan kita, tanpa takut dan gentar karena Tuhan beserta kita. Marilah kita 
sambut kedatangan 
Penyelamat Dunia, Damai Sejahtera dengan membuka hati, jiwa, akal budi dan 
tubuh kita kepadaNya. Semoga masing-masing dari kita kemudian menjadi 
orang-orang besar yang ada di bumi, bukan karena harta benda/uang, pangkat/ 
kedudukan/jabatan atau kehormatan melainkan karena kerendahan hati, kelembutan 
hati, kejujuran serta 
penyerahan diri pada Penyelenggaraan Ilahi. Marilah kita usahakan atau 
selenggarakan `bersih diri dan bersih lingkungan', kebersihan hati, jiwa, akal 
budi dan tubuh untuk menyambut kedatangan Damai Sejahtera, Penyelamat Dunia, 
yang akan kita kenangkan pada malam hari nanti. 

"Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenal 
kan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun 
untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit" (Mzm 89:2-3)

Jakarta, 24 Desember 2007

Kirim email ke