From: "e-JEMMi" <[EMAIL PROTECTED]>
e-JEMMi - Edisi 11-1#2008 -- Edisi Tahun Baru
WORSHIP IS A HEART OVERFLOWING WITH PRAISE TO GOD
THAT HAS NO REQUESTS TO MAKE
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Shalom,
Pertama-tama, kami mengucapkan selamat Tahun Baru 2008 bagi setiap
pembaca setia e-JEMMi. Pastinya kita semua bersyukur kepada Tuhan
yang telah memampukan kita melewati tahun yang telah lalu, dan
memberi kekuatan untuk memasuki tahun yang baru ini. Kiranya roh
kita semakin menyala-nyala untuk melayani Tuhan, hari demi hari.
Redaksi e-JEMMi juga sungguh mengucap syukur kepada Tuhan karena di
tahun 2008 ini e-JEMMi memasuki tahun pelayanannya yang ke-11.
Banyak pengalaman suka, duka, maupun tantangan yang dilalui. Semua
itu membuat kami bersyukur melihat penyertaan Tuhan yang luar
biasa. Inilah yang menjadi sukacita kami untuk terus melanjutkan
pelayanan ini. Doa kami, kiranya melalui sajian e-JEMMi, semakin
banyak hati yang tergugah dan terbuka untuk terlibat dalam
pelayanan misi, baik secara langsung terjun di lapangan) maupun
tidak langsung ke lapangan (melalui doa, dana, dan lain sebagainya).
Di edisi perdana tahun 2008 ini, e-JEMMi menghadirkan renungan, yang
berupa doa, untuk mengajak kita semua menyadari bahwa pengharapan
kita yang sejati hanya di dalam Yesus saja. Biarlah melalui
perenungan ini, kita dapat menjadi lebih bijaksana dan dimampukan
untuk menghadapi segala tantangan yang ada di tahun 2008 ini. Juga,
jangan lupa berdoa bagi pekerjaan misi di berbagai tempat, termasuk di
Indonesia.
Selamat melayani.
Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
RENUNGAN MISI
Datangnya tahun 2008 cukup menimbulkan kekhawatiran bagi banyak
orang, termasuk orang Kristen. Selain masalah ekonomi dan politik,
saat ini dunia juga sedang diancam oleh berbagai masalah lingkungan
hidup, seperti pemanasan global, pencemaran lingkungan, dan
lain-lain. Tidak seperti generasi-generasi sebelumnya, para orang
tua generasi zaman ini tidak lagi dapat berkata kepada anak cucunya
bahwa masa depan mereka akan lebih baik dibandingkan masa-masa
sebelumnya. Kekhawatiran-kekhawatiran ini perlahan-lahan akan
membawa manusia pada titik di mana ia harus mengambil sikap hidup
yang akan menguji iman percaya mereka pada Tuhan. Bagaimana dengan
Saudara? Sikap hidup seperti apakah yang akan Anda ambil untuk
bertahan dalam menghadapi tantangan di tahun 2008?
Simaklah doa yang ditulis oleh Thomas A. Kempis di bawah ini.
Melalui doa ini, marilah kita belajar kepada siapa seharusnya kita
menaruh pengharapan kita.
BAHWA KITA HARUS MENARUH SEGALA HARAPAN KITA KEPADA TUHAN
=========================================================
Tuhan, apakah yang menjadi kepercayaanku selama hidup di dunia ini;
atau apakah yang merupakan penghiburanku yang paling besar di antara
segala sesuatu yang ada di bawah langit ini?
Bukankah Engkau, ya Tuhan dan Tuhanku, yang sungguh Maharahim?
Bilamanakah aku pernah baik keadaanku tanpa Dikau? Atau bilamana
aku pernah jelek keadaanku, jika Engkau bersama aku? Aku lebih suka
melarat bersama Dikau, daripada kaya tanpa Dikau.
Aku lebih suka mengembara bagaikan orang asing bersama Dikau di
dunia ini, daripada memiliki surga, tetapi tanpa Dikau. Di mana
Engkau berada, di situlah surga; dan di mana Engkau tidak berada,
di situ merupakan maut dan neraka.
Engkaulah seluruh harapanku, kepada-Mulah aku harus mengeluh,
berseru, dan memohon.
Akhirnya, tak seorang pun yang dapat kupercaya sepenuhnya untuk
menolong aku dalam kemalanganku sebaik-baiknya, kecuali Engkau, ya Tuhanku.
Engkaulah pengharapanku, kepercayaanku, dan sahabatku yang paling setia.
Semua orang mencari kepentingan diri sendiri; tetapi Engkau hanya
menghendaki keselamatan dan kesempurnaanku, dan segalanya Engkau
arahkan bagi kebahagiaanku.
Juga bila Engkau membiarkan aku tertimpa pencobaan-pencobaan dan
kesusahan-kesusahan, semuanya itu pun Engkau tujukan untuk
kebahagiaanku. Sebab dengan bermacam-macam jalan Engkau biasa
menguji orang-orang yang Engkau cintai.
Dan waktu tertimpa pencobaan-pencobaan itu, maka aku tidak boleh
kurang mencintai dan memuliakan Dikau, daripada jika aku merasa
tertimbun oleh-Mu dengan hiburan-hiburan surgawi.
Maka kepada-Mu, ya Tuhan Tuhan, aku menaruh segala harapanku dan
kepada-Mu aku berlindung; kepada-Mu kuserahkan segala kesusahan dan
ketakutanku; sebab segala sesuatu yang di luar-Mu, tampaklah lemah dan goyah.
Sebab banyak sahabat tidak akan berguna bagiku dan
pelindung-pelindung yang kuasa tidak akan mampu menolong aku; tiada
penasihat bijaksana yang akan dapat memberi nasihat yang berguna,
dan buku-buku yang tertulis oleh sarjana-sarjana tak ada yang akan
mampu memberi penghiburan kepadaku; tiada barang suatu pun yang
berharga dapat menolongku dan tak ada sesuatu tempat, sekali pun
tersembunyi dan menarik hati, akan mampu memberi perlindungan
kepadaku, jika Engkau sendiri tidak menolong, membantu, memperkokoh,
menghibur, mengajar, dan melindungi aku.
Sebab segala sesuatu yang kelihatannya memberi tenteram dan
bahagia, sesungguhnya bukan apa-apa jika Engkau tidak besertanya;
dan sebenarnya semua itu tidak memberi kebahagiaan sedikit pun juga.
Engkaulah tujuan terakhir dari segala yang baik, Engkaulah yang
memenuhi kehidupan dan merupakan sumber segala kebijaksanaan; dan
menaruh harapan kepada Dikau melebihi segala sesuatu, itulah hiburan
yang terkuat bagi hamba-hamba-Mu.
Kepada-Mu aku mengarahkan pandanganku; kepada-Mu kutaruh
kepercayaanku, ya Tuhan, Bapa segala rahim (2 Korintus 1:3).
Berkatilah dan kuduskanlah jiwaku dengan berkat surgawi, agar
menjadi tempat tinggal-Mu yang suci dan merupakan takhta
kemuliaan-Mu yang kekal. Semoga dalam kenisah keTuhanan-Mu ini tiada
terdapat sesuatu pun yang tidak berkenan kepada Wajah-Mu.
Sudi apalah kiranya memandang kepadaku dengan kebaikan yang sangat
besar dan dengan belas kasihan-Mu yang tak terhingga itu, dan
dengarkanlah doa hamba-Mu yang hina ini, yang jauh dari-Mu,
bagaikan orang buangan merantau di dalam negeri yang penuh kegelapan maut ini.
Lindungilah dan peliharalah jiwa hamba-Mu yang berada di tengah
bahaya-bahaya dalam kehidupan yang fana ini; dan hendaklah menuntun
jiwaku ini dengan dikawal rahmat-Mu, melalui jalan ketenteraman
masuk ke tanah air kemuliaan abadi. Amin.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku : Mengikuti Jejak Kristus
Judul artikel: Bahwa Kita Harus Menaruh Segala Harapan Kita Melulu kepada
Tuhan
Penulis : Thomas A. Kempis
Penerbit : Obor, 1997
Halaman : 235 -- 238
______________________________________________________________________
KESAKSIAN MISI
BELAJAR BAHASA DAN MENCARI JIWA
===============================
Sekilas tentang pelayanan keluarga C di Asia Timur
Bel berbunyi, Pak C menutup buku, mengambil jaket tebal, memasang
topinya, lalu pulang meninggalkan kampus besar dengan banyak
mahasiswa asing di dalamnya. Ternyata belajar bahasa tidak gampang.
Walaupun Pak C rajin dan sudah lebih dari satu tahun mempelajari
bahasa setempat, di hatinya terkadang masih muncul perasaan putus
asa dan merasa tidak mengalami kemajuan dalam pelajarannya,
meskipun Pak C sadar bahwa itu hanyalah bisikan iblis yang ingin
mematahkan semangatnya untuk melanjutkan pelayanan. Jika tidak
rajin dan tekun dalam menghafal, maka akan sulit mengomunikasikan
Injil kepada orang-orang setempat. Istri Pak C yang telah menunggu
di flat asrama universitas untuk keluarga asing, lebih gampang
mempelajari bahasa tersebut karena saat berada di Indonesia, mereka
juga telah menggunakan dan memperdalam bahasa itu.
Sesudah belajar dan menyelesaikan PR, Pak C kembali ke kampus dan
mencari asrama mahasiswa pribumi. Beliau ingin berkunjung ke
beberapa mahasiswa yang telah dikunjunginya minggu yang lalu, yang
bersedia untuk bersahabat dengan orang asing. Mereka mengobrol dan
mengajar satu orang untuk bermain gitar sambil membicarakan tentang
agama. Mahasiswa yang dicari Bapak tidak memiliki agama tertentu
seperti kebanyakan orang di negara di mana mereka tinggal. Bukan
hanya ratusan, bahkan ribuan orang di tempat itu menyembah kepercayaan lain.
Setiap orang yang ingin belajar tentang agama Kristen diundang ke
rumah Pak C. Mereka berdiskusi dan menikmati hidangan yang enak
yang disajikan istri Pak C. Lama kelamaan mahasiswa tersebut merasa
diterima dan sering datang ke flat orang Indonesia. Setiap orang
yang sudah mendengarkan Injil ditantang untuk menerima Tuhan Yesus
sebagai Juru Selamat mereka. Keluarga C sangat bersyukur kepada
Tuhan oleh karena ada orang pribumi yang sudah dibaptiskan.
Biasanya baptisan diadakan di bak kamar mandi, di flat mereka.
Setelah itu mereka mengadakan perjamuan kudus dengan orang yang
baru percaya. Walaupun situasinya sulit dan jemaat sangat kecil,
tetapi sukacita mereka luar biasa. Sesudah baptisan, keluarga C
mulai memuridkan petobat baru, sambil mengajar mereka untuk mencari
jiwa. Biasanya petobat baru sangat rajin bersaksi di lingkungan dan
keluarga mereka. Jika mereka tidak dapat menjawab pertanyaan yang
diajukan, mereka akan menanyakan kepada keluarga C dan mereka
belajar bersama-sama.
Lewat pelayanan keluarga C kerajaan Tuhan bisa bertambah di antara
suku yang jumlahnya tidak terlalu besar ini dan belum pernah
mendengar Injil. Di bulan-bulan terakhir, orang asing dan juga
keluarga C sangat diawasi oleh orang-orang setempat. Doakanlah agar
pelayanan mereka dapat terus berlanjut di sana.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buletin: Terang Lintas Budaya Edisi 72 Tahun 2007
Penulis : tidak dicantumkan
Halaman : 3
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
WORLD EVANGELICAL ALLIANCES (WEA) ==> http://www.worldevangelicals.org/
Pada 1846, orang-orang Kristen dari sepuluh negara bertemu di London
untuk meluncurkan "sebuah hal baru dalam sejarah gereja, sebuah
organisasi sebagai ekspresi kesatuan orang-orang Kristen dari
beragam gereja". Itulah awal mula visi yang terpenuhi pada tahun
1951, saat orang-orang percaya dari 21 negara secara resmi membentuk
World Evangelical Fellowship, yang kini bernama World Evangelical
Alliance (WEA). WEA merupakan organisasi pelayanan yang bekerja sama
dengan gereja-gereja lokal di seluruh dunia untuk menghidupi dan
mengabarkan Kabar Baik Yesus di daerah masing-masing. Sebagai
jaringan dari berbagai gereja di 128 negara dan 100 organisasi, WEA
bertujuan untuk memberi identitas, suara, dan kebijakan-kebijakan
dunia kepada lebih dari 420 juta orang-orang Kristen injili.
Organisasi ini memperluas Kerajaan Tuhan dengan pengabaran Injil ke
semua bangsa dan dengan mengubah masyarakat menuju kekristenan. Kunjungi
situsnya untuk mengetahui lebih banyak hal lagi yang berkaitan dengan
organisasi ini.
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
R U S I A
Orphan Outreach saat ini telah memiliki tim pertama mereka di Rusia.
Mereka telah berkunjung ke sepuluh rumah yatim piatu di St.
Petersburg dan sekitarnya dengan membagikan tas ransel dan Alkitab.
Tiffany, pemimpin Orphan Outreach, mengatakan bahwa Alkitab menjadi
hal yang mereka cari saat ini. "Sangat terharu melihat bagaimana
anak-anak ini begitu antusias memiliki Alkitab. Ketika Alkitab
dibagikan di rumah yatim piatu, mereka berebut mendapatkannya lalu
berlari berkeliling dengan mengangkat Alkitab itu sambil
berteriak-teriak 'Alkitab, Alkitab, Alkitab!' Mereka masih belum
percaya bahwa mereka betul-betul memiliki Alkitab mereka sendiri."
Banyak di antara anak-anak tersebut yang ditelantarkan orang tuanya
sehingga berita tentang kasih Tuhan yang tidak berkesudahan sungguh
memikat mereka. Tiffany mengatakan pemahaman Alkitab yang mereka
adakan mendorong anak-anak itu untuk banyak bertanya. "Anak-anak
ingin mengetahui bagaimana sesungguhnya memiliki hubungan dengan
Yesus. Seorang anggota tim kami telah berbagi dan membimbing seorang
yatim piatu melalui kisah keselamatan dalam Alkitab. Sungguh
mengharukan melihat anak-anak begitu antusias mendengar Injil."
Diterjemahkan dari: Mission News, Oktober 2007
Kisah selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10482
Pokok Doa
---------
* Doakan anak-anak yatim piatu yang berada di Rusia, khususnya
yang ditelantarkan oleh orang tua mereka. Kiranya apa yang dialami
dapat membawa kepada pengharapan kekal dalam hidup mereka.
* Berdoalah agar setiap anak yang rindu mengetahui bagaimana
sesungguhnya memiliki hubungan dengan Yesus, dapat mengalami hidup baru.
* Doakan juga untuk Orphan Outreach agar Tuhan memberikan pimpinan,
hati yang berbelas kasih, dan kekuatan sehingga mereka bisa terus
melayani di Rusia.
A M E R I K A S E R I K A T
Oktober lalu, para pemimpin dari berbagai organisasi Kristen
berkumpul di Colorado Springs, Colorado, untuk pertemuan kelompok
Hari Doa Nasional (National Day of Prayer, NDP). Pimpinan Bible
Pathway Ministries, Ken Sharp, hadir untuk mengingatkan semua yang
hadir agar tidak mengesampingan firman Tuhan. Ia mengatakan bahwa
hanya berdoa saja merupakan sebuah kesalahan. "Tuhan mengingatkan
kita bahwa kita hancur karena kurang pengetahuan dan tidak membaca
firman Tuhan. Kita perlu memahami bahwa doa tanpa firman adalah
salah. Firman tanpa doa menjadi legalisme." Maraton Membaca Alkitab
(Bible Reading Marathons) akan meneguhkan bagian dari program NDP.
Sharp mengatakan orang Kristen yang berdoa tanpa membaca firman
Tuhan tidak akan memberi perubahan. "Kita akan menjadi anggota
gereja yang lebih baik. Kita akan menjadi guru sekolah minggu yang
lebih baik, gembala yang lebih baik, suami, dan istri yang lebih
baik karena kita dimampukan dengan firman Tuhan. Tuhan hendak
memperlengkapi kita lebih lagi dengan Roh Kudus-Nya. Itu akan
memampukan kita untuk membimbing lebih banyak orang kepada Kristus."
Diterjemahkan dari: Mission News, Oktober 2007
Kisah selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10487
Pokok Doa
---------
* Tuhan sangat rindu anak-anak-Nya memiliki hubungan yang intim
dengan-Nya. Doakan agar setiap orang percaya tetap menyediakan
waktu untuk berdoa dan bersekutu bersama Tuhan melalui saat teduh,
meskipun di tengah kesibukan keseharian mereka.
* Berdoalah untuk para pemimpin Kristen yang menghadiri pertemuan
Hari Doa Nasional (NDP). Kiranya melalui pertemuan tersebut,
mereka dapat mengaplikasikan apa yang telah mereka peroleh dalam
kehidupan sehari-hari sehingga kehidupan mereka dapat menjadi
teladan bagi orang-orang di sekitar mereka.
I N D O N E S I A
Masyarakat S di Indonesia merupakan kelompok terbesar yang belum
terjangkau. Partners International and The Sundanese Christian
Fellowship menjangkau mereka melalui perpustakaan dan kelas
pelajaran. Partners International dan sebuah persekutuan berupaya
menjangkau mereka melalui jalur pendidikan, dengan memberi kelas
pemberantasan buta aksara dan dengan membangun perpustakaan. Domu,
pemimpin pelayanan persekutuan tersebut, mengatakan bahwa pendidikan
merupakan langkah awal yang membebaskan orang dari kepercayaan
terhadap takhayul. Domu berjumpa dengan seorang dukun yang hatinya
berubah melalui kelas pemberantasan buta aksara tersebut. "Suatu
hari ia meminta sebuah Alkitab, dan akhirnya, ia dapat membaca.
Jadi, ini merupakan salah satu jalan untuk mencelikkan mata yang
buta." Sementara perpustakaan menolong para pelajar, mereka juga
mendapat penghargaan dari pemerintah kota karena pemerintah tidak
mampu menyediakan sumber yang demikian. Domu berharap, "Dengan
mengerjakan proyek perpustakaan ini, mereka dapat memiliki jalur ke
dalam komunitas mereka, dan perlahan mereka dapat membangun hubungan
dengan hasil akhir menyaksikan iman." Proyek perpustakaan ini masih
memerlukan sumbangan berbagai buku.
Diterjemahkan dari: Mission News, Oktober 2007
Kisah selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10485
Pokok Doa
---------
* Mintalah agar Tuhan membuka jalan bagi masuknya Injil di tengah
masyarakat S tersebut. Doakan juga agar semakin banyak orang yang
terbeban untuk melayani mereka.
* Berdoalah untuk Partners International and The Sundanese Christian
Fellowship, sebuah persekutuan yang sedang menjangkau masyarakat S
melalui perpustakaan dan kelas pelajaran, agar Tuhan menyertai dan memberi
hikmat kepada mereka dalam membimbing orang-orang tersebut kepada Kristus.
* Doakan untuk setiap petobat baru, khususnya dari kelompok
masyarakat S agar pengenalan mereka akan Tuhan semakin bertambah,
dan mereka dapat berbagi kesaksian dengan saudara mereka yang belum percaya.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
KONDISI INDONESIA DI TAHUN 2008
===============================
Renungkanlah sejenak hal-hal yang telah menimpa bangsa Indonesia
beberapa tahun terakhir ini, maka kita akan menyadari masih banyak
sekali yang perlu dikejar bangsa kita; baik dalam masalah ekonomi,
politik, pendidikan, maupun kesejahteraan sosial lainnya. Mari kita
berdoa agar Tuhan mencelikkan mata hati bangsa kita untuk memiliki
rasa takut akan Tuhan dan hati untuk mengasihi bangsanya. Bangsa
kita, terutama setiap orang percaya, perlu mengalami pemulihan hati
dan jiwa. Karena itu jika Anda mengasihi bangsa ini, kami mengajak
Anda untuk bersama-sama bertelut di hadapan Tuhan, memohon belas
kasihan-Nya bagi bangsa kita tercinta.
POKOK DOA
---------
1. Doakan para pemimpin bangsa, baik dari tingkat pusat sampai
tingkat daerah, agar memiliki hati yang mengasihi bangsa ini.
Kiranya pula, mereka dapat menjalankan tugas dengan
sebaik-baiknya untuk kepentingan bangsa dan negara.
2. Bangsa ini memerlukan para pejabat yang memiliki rasa takut
kepada Tuhan. Diperlukan pula aparat pemerintahan yang tidak
menyalahgunakan jabatan dan tidak melakukan tindakan-tindakan
yang merugikan bangsa dan negara. Doakanlah!
3. Berdoalah agar firman Tuhan yang terus dikumandangkan dapat
menghadirkan pemulihan bagi bangsa ini, dimulai dari kalangan
orang percaya sendiri. Doakan juga agar pemulihan tersebut
benar-benar membangun fondasi yang kokoh di dalam Kristus.
4. Doakan setiap orang percaya yang berada di Indonesia, supaya
pengenalan mereka akan Tuhan di tahun 2008 ini semakin dalam dan
hidup mereka semakin berkenan dan dipakai Tuhan untuk membangun bangsa ini.
5. Doakan agar Tuhan membangkitkan orang-orang yang kompeten dalam
bidang pendidikan, politik, ekonomi, wiraswasta, media, dll.
untuk mulai memberi dampak di bidang-bidang ini bagi kemuliaan
Tuhan dan kemajuan bangsa ini.
6. Mari bersatu hati berdoa agar melalui berbagai usaha penginjilan
di Indonesia, tahun 2008 ini dapat menjadi tahun penuaian bagi jiwa-jiwa
baru.
______________________________________________________________________
SURAT ANDA
Dari: Selamat Irianta Munthe <selamat(at)xxxx>
>Saya senang membaca informasi bahwa STT PAULUS sekarang membuka
>program S2 bagi semua latar belakang pendidikan S1. Program ini
>saya yakini akan sangat stategis dan baik sekali mendukung
>saudara-saudara seiman untuk menjadi saksi Tuhan di berbagai
>pekerjaan yang terbuka lebar di tengah masyarakat. Pengalaman saya
>sebagai seorang sarjana S1 dan telah deperlengkapi mendapatkan
>pendidikan Theologia Urban Ministry (S2) dari STT Bandung, sungguh
>sangat berdampak membuka visi dan misi saya ketika bekerja di
>berbagai bidang di tengah masyarakat baik di Jawa, Aceh, Batam dan
>saat ini di Medan. Satu hal yang sangat menjadi berkat adalah
>Firman Tuhan sangat menolong saya, untuk bekerja dan melayani baik
>di Gereja maupun di tengah masyarakat. Karena itu mari kita dukung
>program STT Paulus, semoga program study S2 yang di buka ini,
>semakin membangun iman para siswanya menjadi terang dan garam di
>tengah-tengah masyarakat dan bangsa-bangsa di seluruh dunia. Amen
Redaksi:
Terima kasih atas surat yang Anda kirimkan. Kami sangat bersyukur
untuk kesaksian yang telah Anda bagikan. Doa kami kiranya Tuhan
senantiasa memberkati pelayanan Anda dan memampukan Anda selama
bekerja di ladang-Nya. Terima kasih juga untuk informasi yang Anda
sampaikan kepada kami mengenai STT Paulus Bandung dan kami mengajak
para pembaca e-JEMMi untuk mendukung dalam doa program studi S2 yang
di buka STT Paulus sehingga dapat menjadi berkat bagi sesama.
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak untuk
tujuan komersiil dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan yang diambil
dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2008 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi : < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan : < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi : http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA : http://ylsa.sabda.org/
Situs SABDA Katalog : http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________