From: "Soni Santana" <[EMAIL PROTECTED]> Hadiah Untuk Sahabat Hadiah Untuk Sahabat adalah paket-paket hadiah yang dikemas dalam kardus-kardus kotak seperti kotak bekas sepatu atau container plastik kecil yang didalamnya berisi berbagai macam barang-barang yang dibutuhkan oleh anak-anak usia 0-14 tahun, yang dapat berupa alat tulis, mainan, pakaian, bukucerita, dan lain-lain yang akan di tujukan kepada anak-anak yang ada di daerah-daerah kumuh, anak-anak jalanan, anak-anak di daerah pedalaman, suku-suku terasing, dan anak-anak di daerah bencana. Paket-paket ini dikemas dan dikirim oleh anak-anak yang ingin belajar untuk berbagi kepada sahabat-sahabat mereka tersebut, dan didalam paket tersebut juga di lampirkan surat dari si pemberi paket kepada anak-anak yang akan mendapatkannya.
Untuk mengorganisir pengumpulan paket-paket tersebut maka saya memulai suatu pelayanan yang bernama Hadiah Untuk Sahabat , yang mempunyai visi sebagai wadah untuk berbagi kasih dan mensupport pelayanan misi. Wadah berbagi kasih artinya adalah sebagai satu tempat dimana kita bisa mendorong anak-anak sekolah minggu atau anak-anak sekolah dapat belajar tentang kasih dengan membagi apa yang mereka miliki kepada sahabat-sahabat mereka yang kurang beruntung. Selain itu pelayanan ini juga bertujuan untuk membantu orang-orang yang ingin melakukan perjalanan misi dengan paket-paket hadiah yang dapat diberikan kepada anak-anak di daerah misi. Pelayanan ini dimulai karena terinspirasi dengan pelayanan Franklin Graham dengan Samaritan’s Purse (http://www.samaritanspurse.org) dengan pelayanan Operation Christmas Child, yang mengumpulkan paket-paket hadiah dari berbagai sekolah dan gereja serta dari mereka yang tergerak untuk memberikan donasinya sebagai hadiah Natal untuk anak-anak di Negara-Negara Asia, Afrika, dll. Salah satu negara tujuan paket hadiah dari Samaritan Purse adalah Indonesia. Berangkat dari suatu pemikiran, dimana orang-orang di negara lain peduli dengan anak-anak Indonesia, maka lahirlah suatu kerinduan untuk juga bisa mendorong anak-anak Indonesia bisa belajar untuk berbagi kasih dengan sahabat-sahabatnya yang kurang beruntung. Awal tahun 2008 yang akan datang , merupakan awal bagi kami untuk memulai pelayanan ini. Pelayanan ini akan melibatkan banyak orang, melibatkan banyak gereja, dan melibatkan banyak komunitas sel, cell group, Persekutuan Doa, Family Altar, dll. Pelayanan ini tidak membawa nama Gereja, tidak membawa nama denominasi, tetapi hanya membawa satu nama yaitu Kasih. Kami membutuhkan banyak pelayan yang akan menjadi fasilitator di daerah-daerah, baik sebagai pick-up point maupun sebagai pos transfer. Kami membutuhkan banyak orang yang akan membantu kami untuk mempresentasikan pelayanan ini, baik ke sekolah-sekolah, ke komunitas-komunitas atau ke Gereja-Gereja. Oleh karena itu kami mau mengundang saudara yang rindu untuk terlibat dalam pelayanan ini, baik atas nama pribadi, atas nama Gereja maupun atas nama tempat dimana saudara melayani untuk bisa menjadi bagian dari pelayanan ini. Bila saudara berminat dan mempunyai hati untuk pelayanan ini, silahkan menghubungi saya baik melalui telepon atau email. *Bagaimana Membuat Paket Hadiah* 1. Siapkan Kardus Sepatu atau Container Plastik 2. Diklasifikasikan tujuan paket itu apakah untuk anak laki-laki atau perempuan dan masukkan ke dalam 3 golongan umur, yaitu : 0-4 tahun, 5-9 tahun, 10-14 tahun. 3. Cetak Label dengan format yang telah disediakan, kemudian tandai sesuai umur dan di tempelkan ke Paket Hadiah 4. Dimasukan Surat dari pemberi paket kepada penerima, bisa juga ditempelkan foto dan atau foto keluarga, beserta alamat, yang memungkinkan si penerima bisa berkorespondensi dengan si pemberi 5. Barang yang dimasukan dalam paket dapat berupa : 1. Mainan, yaitu : mobil-mobilan, boneka, bola, puzzle, harmonica, gasing, yoyo, dll 2. Keperluan Sekolah, yaitu : pulpen, pensil, pengerut pensil, crayon, pensil warna, spidol, stempel gambar, buku mewarnai, dll 3. Pakaian, yaitu : baju, celana, handuk, topi, kaus kaki, dll 4. Lain-lain, yaitu : sikat gigi, jepitan rambut, bando, perhiasan mainan, jam tangan, senter, dll 6. Barang yangtidak boleh dimasukkan dalam paket, yaitu : barang bekas, barang rusak, vitamin, obat-obatan, barang pecah belah,pisau, makanan, sabun, benda-benda berbau, benda cair yang dapat tumpah, permen, benda-benda dengan masa kadaluarsa, kartu remi atau domino Tuhan Memberkati Soni Santana 0816 743 743 / 021 - 9292 1397 /Seorang Sahabat layak untuk mendapatkan hadiah terindah/ ================= Mazmur 25:14 ==================== Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka. ================================================== From: raymond dan KORUPTOR MENJADI DISTRIBUTOR Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat. (Lukas 19:8) Uang adalah milik Tuhan! Dan segala kepunyaan kita adalah milik Tuhan. Banyak orang Kristen sekalipun yang masih menganggap uang yg mereka punya adalah milik mereka. Seperti perumpamaan tentang uang mina (Lukas 19:11-27), hamba-hamba ini mengerti bahwa mina yang mereka miliki hanyalah titipan dari tuannya. Kita juga perlu tahu bahwa apa yang kita miliki adalah titipan dari Tuhan. Dan Tuhan peduli dengan catatan keuangan kita. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Eloihimmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. (Ulangan 8:18) Kita tidak dapat menyembah kepada mamon dan juga kepada Tuhan. Tahukan kita bahwa ketamakan adalah peyembahan berhala? Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Tuhan. (Efesus 5:5) Zakheus diberikan kekayaan supaya dapat menjadi berkat bagi orang lain. Saat bertemu dengan Yesus, dia mengaku akan dosa dan kesalahannya dan bertobat. Dia membayar empat kali lipat kembali kepada orang yang diperasnya. Kita tidak dapat menyebut Yesus sebagai Tuhan jikalau kita masih menganggap bahwa keuangan kita adalah milik kita sendiri. Zakheus memanggil Yesus Tuhan (Lukas 19:8), tetapi seorang pemimpin di dalam Lukas 18:18 memanggil Yesus sebagai Guru yang baik. Siapakah Yesus di dalam hidup kita? Apakah Yesus adalah Tuhan, atau hanya sekedar guru? Salah satu dari tanda bahwa di dalam hidup kita ada Kristus adalah suka memperdulikan orang lain. Kita harus setia dengan apa yang Tuhan berikan kepada kita, kecil maupun besar. Orang yang setia dengan perkara kecil akan dipercayai dengan perkara yang besar. Apakah kita dapa dipercayai dengan keuangan yang Tuhan telah titipkan kepada kita? Tuhan memperhatikan bagaimana kita mengelola keuangan kita. Untuk itu, kita perlu mengajar anak kecil juga bagaimana memakai uang dengan baik. Tuhan telah menabur di dalam hidup kita. Dia telah menabur Roh Kudus di dalam hidup kita. Dan Tuhan juga telah berikan anak-Nya Yesus Kristus bagi setiap kita. Maka dari itu Tuhan berhak untuk menuai apa yang telah ia tabur di dalam hidup kita. Tuhan bukan tuan yang seperti tuduhan hamba ketiga yang menganggap tuannya menuai di mana dia tidak menabur. Janganlah kita malas seperti hamba yang ketiga! Orang yang malas akan dihukum Tuhan. Seberapa kecil dan sedikit pun talenta yang kita miliki, kita perlu melipat dandakan itu. Ingatlah bahwa kita harus murah hati. Kita diberkati dengan tujuan agar kita dapat menjadi berkat. Yang Tuhan lihat bukan jumlah, tetapi kesetiaan kita. Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala (1Tawarikh 29:11) ============================================= From: Ramya Rachel <[EMAIL PROTECTED]> PELAJARAN DARI YUNUS (“,) Dear all, Enjoy today’s wonderful message =) Have a fun Friday! Love, Mya Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku (Yunus 2:2) Bacaan: Yunus 1 Setahun: Mazmur 79-80; Roma 11:1-18 Kisah Yunus adalah salah satu cerita yang paling sering didiskusikan dan sangat menarik di Alkitab. Namun, dari semua perdebatan tersebut, ada satu hal yang pasti: Yunus melakukan pencarian jati diri di hotel bawah air yang bau. Kita semua tahu bahwa terkadang hidup berjalan dengan tidak baik. Ketika hal itu terjadi, seperti Yunus, kita perlu mengajukan beberapa pertanyaan sukar kepada diri kita sendiri. Apakah ada dosa dalam hidup saya? Karena Yunus terang-terangan tidak taat, Tuhan harus melakukan sesuatu yang tegas untuk mendapatkan perhatiannya dan memimpinnya agar bertobat. Apa yang dapat saya pelajari dari situasi ini? Orang-orang Niniwe yang jahat adalah musuh umat Tuhan. Yunus berpikir bahwa mereka seharusnya dihukum dan tak diberi kesempatan kedua. Ia perlu belajar membagikan belas kasih Tuhan bagi orang-orang yang terhilang. “Tuhan melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesTuhan Tuhan karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka” (Yunus 3:10). Dapatkah saya menunjukkan kemuliaan Tuhan dalam semua ini? Penderitaan kita sering tidak berkaitan dengan diri kita, tetapi berkaitan dengan bagaimana orang-orang melihat kuasa Tuhan bekerja melalui kelemahan kita. Yunus berada dalam situasi tidak berdaya, tetapi Tuhan menggunakannya untuk memimpin bangsa yang menyembah berhala itu menuju pertobatan. Lain kali apabila Anda mengalami masalah “perut ikan paus”, jangan lupa mengajukan pertanyaan sukar tersebut. Semoga Anda menemukan kelepasan di tengah keputusasaan yang Anda hadapi –JMS KITA MENDAPATKAN PELAJARAN DI SEKOLAH PENDERITAAN YANG TIDAK DAPAT KITA PELAJARI DENGAN CARA LAIN Yunus 1 1:1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian: 1:2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku." 1:3 Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN. 1:4 Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur. 1:5 Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada Tuhannya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak. 1:6 Datanglah nakhoda mendapatkannya sambil berkata: "Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Tuhanmu, barangkali Tuhan itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa." 1:7 Lalu berkatalah mereka satu sama lain: "Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini." Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena undi. 1:8 Berkatalah mereka kepadanya: "Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?" 1:9 Sahutnya kepada mereka: "Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Tuhan yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan." 1:10 Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya: "Apa yang telah kauperbuat?" --sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka. 1:11 Bertanyalah mereka: "Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora." 1:12 Sahutnya kepada mereka: "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu." 1:13 Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka. 1:14 Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki." 1:15 Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk. 1:16 Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar. 1:17 Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya. Renungan Harian (www.glorianet.org)

