From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>

Edisi 51 -- Kepekaan Lewat Sepotong Roti

 
PENGANTAR

  Perayaan Natal selalu membuat orang Kristen merasa harus menyiapkan
  segala sesuatunya dengan baik seperti yang sudah direncanakan
  jauh-jauh hari. Berbagai acara dirancang sedemikian rupa sehingga
  menjadi kenangan yang tak terlupakan sepanjang waktu. Kesaksian
  berikut ini mungkin mewakili sebagian kecil dari apa yang kita lalui
  pada malam Natal. Semoga kesaksian ini dapat mengingatkan kita akan
  makna Natal yang sesungguhnya. Mari kita simak bersama.

  Pimpinan Redaksi KISAH,
  Pipin Kuntami
______________________________________________________________________
KESAKSIAN

                      KEPEKAAN LEWAT SEPOTONG ROTI
                      ============================
  Malam ini adalah malam Natal. Seisi rumah mulai sibuk mempersiapkan
  segala sesuatu sejak pagi tadi. Begitu juga dengan aku. Sesudah misa
  malam Natal, biasanya kami sekeluarga berkumpul untuk saling
  mengucapkan selamat Natal dan makan malam bersama.

  Siang ini aku berencana untuk membeli dua loyang kue kesukaan keluarga kami. 
Satu untuk keluarga orang tuaku dan satu lagi untuk keluarga suamiku.

  Setelah menentukan toko roti tempat kami akan membeli kue, kami
  segera berangkat ke tempat tujuan. Setibanya di toko kue, kami
  segera memilih kue yang dimaksud. Karena belum sempat sarapan,
  suamiku memintaku untuk membelikannya roti isi. Satu bungkus plastik
  berisi tiga buah roti dengan rasa yang berbeda.

  Sesudah membayar semua belanjaan kami, segera kami menuju ke rumah
  mertuaku untuk mengirimkan kue yang baru aku beli. Dalam perjalanan
  menuju rumah mertuaku, kami sempat tercegat oleh lampu merah. Begitu
  aku mengerem mobil, tidak berapa lama kemudian seorang gadis kecil
  peminta-minta menghampiri kaca jendelaku. Seperti pengemis lain, ia
  langsung menengadahkan tangannya memohon sekeping uang. Refleks aku
  langsung melambaikan tanganku, menandakan menolak untuk memberi.
  Tanpa menunggu lebih lama, gadis kecil itu langsung meninggalkan mobilku.

  Pada saat yang bersamaan, suamiku memberikan roti terakhirnya
  kepadaku. Ia memintaku untuk memberikan roti terakhirnya kepada
  gadis kecil tadi. Segera kubuka jendela mobil, dan setengah
  berteriak kupanggil gadis kecil tadi. Setelah mendekat, kuberikan
  roti tadi sambil tersenyum. Gadis itu segera menerima roti dariku
  sambil mengucapkan terima kasih.

  Sambil memegang roti itu, gadis kecil segera berlari ke arah ibuâ?"ibu
  berpakaian lusuh yang duduk di tepi jalan. Mungkin perempuan tua itu
  adalah ibunya, begitu pikirku. Gadis kecil itu menyerahkan roti tadi
  kepada ibunya sambil menunjuk-nunjuk dan tertawa lebar, ke arah
  mobilku. Begitu lampu hijau menyala, aku segera melajukan mobilku.
  Tepat saat mobilku melewati mereka, si ibu menganggukkan kepalanya
  sambil tersenyum, begitu juga dengan gadis kecil itu. Tampak
  sukacita di wajah mereka. Sungguh, ucapan syukur yang terungkap
  lewat segaris senyum yang tulus.

  Aku baru menyadari, betapa berartinya pemberian yang kami pikir
  tidak seberapa, tapi bagi mereka, roti itu mungkin adalah sesuatu
  yang membahagiakan mereka. Aku jadi teringat bahwa Yesus hadir dalam
  diri orang-orang yang papa. Aku meyakini bahwa di malam Natal tahun
  ini, aku sungguh-sungguh telah melihat senyum Yesus dari wajah gadis
  kecil dan ibu tadi. Terima kasih Tuhan, karena engkau telah membuat
  hatiku menjadi peka dengan orang di sekitarku.

  Diambil dan diedit seperlunya dari:
  Nama situs   : Glorianet
  Judul artikel: tidak dicantumkan
  Penulis      : Maria Goreti Yuanita P.
  Alamat URL   : http://www.glorianet.org/kesaksian/ksak_149.html
______________________________________________________________________

 "Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong
                dalam kasih dan dalam pekerjaan baik."   (Ibrani 10:24)
              < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Ibrani+10:24 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA

  1. Karena disibukkan oleh banyak kegiatan untuk memeriahkan perayaan
     Natal, banyak dari kita yang lupa makna Natal yang sebenarnya.
     Oleh karena itu, mohonkanlah hikmat dari Tuhan supaya kita tidak
     sekadar menjalankan berbagai kegiatan itu, tapi juga bisa
     menghayati makna Natal melalui semua kegiatan.

  2. Natal bukan sekadar perayaan, melainkan saat di mana kita berbagi
     kasih dengan orang lain. Berdoalah agar setiap orang Kristen
     dapat menunjukkan kasih yang nyata kepada Tuhan melalui sesama kita.

  3. Doakan juga agar kita dapat mewujudnyatakan kasih itu tidak hanya
     pada saat Natal, tetapi juga pada setiap saat.
______________________________________________________________________
DARI REDAKSI

  Kepada segenap pelanggan, kami, Staf Redaksi publikasi KISAH
  mengucapkan:

                SELAMAT NATAL 2007 dan TAHUN BARU 2008

  Kiranya damai dan sukacita Natal senantiasa melingkupi kehidupan dan
  pelayanan kita. Amin. 
==============================================
From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>

Edisi 52 -- Amerika: Richard dan Sabina Wurmbrand

PENGANTAR

  Kehidupan yang telah Tuhan berikan kepada kita adalah sesuatu yang
  perlu kita syukuri. Melalui kehidupan ini, Tuhan menginginkan kita
  menjadi bagian dari pekerjaan-Nya di bumi ini. Kita juga harus
  selalu mengingat bahwa kita adalah partner Tuhan, baik dalam
  pekerjaan maupun pelayanan. Apabila saat ini Anda belum
  menyadarinya, bukalah hati Anda untuk dipanggil dan dipakai oleh-Nya.

  Kisah yang kami sajikan berikut ini kiranya menjadi inspirasi bagi
  kita semua pada tahun baru ini untuk semakin mengerti dan menyadari
  tujuan-Nya bagi hidup kita. Selamat menyimak dan bersiaplah untuk
  menerima panggilan-Nya!

  Pimpinan Redaksi KISAH,
  Pipin Kuntami
______________________________________________________________________
KESAKSIAN

                 AMERIKA: RICHARD DAN SABINA WURMBRAND
                 =====================================
  Pada suatu malam di musim gugur yang indah tahun 1967, seorang pria
  dan wanita duduk di depan mesin ketik kuno di atas meja dapur yang
  kecil dalam rumah baru mereka -- Amerika Serikat. Tidak lama
  sebelumnya, Pendeta Richard Wurmbrand duduk di dalam sel penjara
  Rumania yang gelap dan dingin karena pekerjaannya di gereja bawah
  tanah. Istrinya, Sabina, dijatuhi hukuman kerja paksa di sebuah kamp penjara.

  Sekarang pasangan itu merenungkan pesan yang telah Tuhan berikan
  kepada mereka. Mereka mau menceritakan pencobaan dan kemenangan yang
  dihadapi umat Kristen teraniaya di negara-negara komunis ke seluruh
  dunia. Pasangan ini pernah diancam oleh polisi rahasia Rumania untuk
  tidak bicara melawan komunisme, namun intimidasi tidak dapat
  menghentikan mereka. Mereka terdorong untuk mengangkat suara tubuh
  Kristus yang sedang menderita -- suara yang terabaikan dan
  terlupakan oleh banyak orang di dunia bebas.

  Kata demi kata mengalir dengan mudah ke atas halaman demi halaman,
  dan tidak lama kemudian mereka menyelesaikan edisi surat kabar "The
  Voice of The Martyrs" yang pertama. Mereka memulai hanya dengan seratus 
dolar, 
   beberapa nama, dan alamat dari umat Kristen yang tergerak membantu mereka.

  Visi yang lahir di sebuah sel penjara isolasi kini telah tumbuh
  menjadi organisasi dunia yang didedikasikan untuk melayani gereja
  yang teraniaya. Jutaan surat kabar "The Voice of The Martyrs"
  berikutnya telah didistribusikan ke seluruh bumi dalam lebih dari selusin 
bahasa.
                                *****

  Mulailah entah di mana pun. Di sanalah ide-ide bagus untuk pelayanan
  Tuhan selalu dimulai -- entah di mana pun. Melayani Kristus berarti
  tidak masalah di mana, kapan pun, atau bagaimana pun Anda mulai --
  asalkan Anda memulai. Banyak orang terus menunda mimpi-mimpi mereka,
  bukannya memulainya entah di mana. Kita sering mengatakan kepada
  diri kita sendiri bahwa kita akan melayani Kristus suatu saat, saat
  anak-anak sudah dewasa dan bisa keluar rumah sendiri, atau saat
  tagihan-tagihan kita terbayar dan sudah bisa memberikan perpuluhan.
  Setiap kali kita berkata bahwa kita akan mulai melayani Kristus
  setelah menyelesaikan sesuatu yang lain, kita telah melupakan tujuan
  panggilan kita. Tuhan memanggil Anda untuk melakukan apa? Bukan masalah kapan 
Ia memanggil Anda untuk melakukan sesuatu, namun apa yang Ia ingin Anda lakukan.

  Apakah yang saat ini sedang Anda kerjakan untuk memenuhi panggilan-Nya?

  Diambil dan diedit seperlunya dari:
  Judul buku   : Devosi Total
  Judul asli   : Extreme Devotion
  Judul artikel: Amerika: Richard dan Sabina Wurmbrand
  Penulis      : The Voice of The Martyrs
  Penerbit     : KDP, Surabaya 2005
  Halaman      : 215
______________________________________________________________________

        "Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar,
                     pergunakanlah waktu yang ada." (Kolose 4:5)
              < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Kolose+4:5 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA

  1. Tuhan menciptakan manusia dengan sebuah tujuan. Berdoalah agar
     setiap orang percaya mengetahui apa sebenarnya tujuan Tuhan dalam
     kehidupan mereka.

  2. Salah satu cara membuat Tuhan tersenyum adalah dengan menaati
     perintah-Nya. Doakan supaya sebagai anak-anak Tuhan kita dapat
     menjadi anak-anak yang selalu mendengarkan dan melakukan perintah
     Bapa kita, di dalam Tuhan Yesus Kristus.

  3. Ketika mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan, itu artinya kita
     bersedia memberikan yang terbaik bagi Dia. Berdoalah agar setiap
     orang Kristen memiliki hati sebagai hamba yang mau melayani
     Tuannya dengan sepenuh hati.
______________________________________________________________________
DARI REDAKSI

                        SELAMAT TAHUN BARU!
                        -------------------
  Kami mengucapkan selamat Tahun Baru kepada seluruh pembaca dan
  pelanggan publikasi KISAH. Semoga pada tahun 2008 ini, hidup kita
  semakin seturut dengan kehendak Tuhan, demi kemuliaan nama-Nya.

                         UCAPAN TERIMA KASIH
                         -------------------
  Tidak lupa, kami juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi Anda
  dalam mengisi kuesioner yang kami kirim kepada Anda melalui KISAH
  Edisi 46, bulan November yang lalu. Saran maupun kritik yang Anda
  berikan merupakan masukan yang berharga bagi kemajuan publikasi KISAH.
______________________________________________________________________
SURAT ANDA

  From: Septriwati <septriwati(at)xxxx>
  >Menurut saya KISAH sangat menjadi berkat buat saya pribadi. Usulan
  >dari saya untuk KISAH adalah lebih lagi menyaksikan tentang
  >kehidupan pribadi seseorang yang benar-benar mengalami perjumpaan
  >atau pengalaman pribadi dengan Tuhan. Kebanyakan KISAH hanya
  >menceritakan tentang isi Alkitab, kalau bisa tentang pengalaman
  >pribadi seseorang tersebut dan akhirnya mengalami kemenangan atas
  >kejadian-kejadian yang terjadi berkat pertolongan Tuhan baik
  >masalah sakit, ekonomi, rumah tangga, studi, pelayanan, dll.
  >Mungkin hanya itu, God Bless and maju terus KISAH Tuhan ingin
  >melalui KISAH banyak orang diberkati dan dimenangkan. Amin.

  Redaksi:
  Kami ikut bersyukur karena publikasi KISAH menjadi berkat bagi Anda.
  Sebenarnya kami juga telah menghadirkan kesaksian-kesaksian seperti
  usulan Anda tersebut. Namun, kami mengucapkan terima kasih atas
  usulannya dan mohon dukungan doa juga supaya kami dapat terus
  menyajikan kesaksian-kesaksian yang menjadi berkat bagi setiap pembaca KISAH.

  From: Indra Wahyu <indra(at)xxxx>
  >Banyak berkat yang saya dapat dari Publikasi KISAH. Melalui KISAH
  >membuat saya menyadari kehidupan yang telah Tuhan berikan kepada
  >saya sungguh sangat berlimpah, waktu dan kesempatan begitu banyak
  >yang dapat digunakan untuk menjadi saksi-saksi Kristus. Semoga
  >kasih Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita semua dan kita
  >mengenal kasih yang sesungguhnya. Amin.

  Redaksi:
  Puji Tuhan karena publikasi KISAH menjadi berkat dan menginspirasi
  hidup Anda untuk menjadi saksi Kristus. Karena itu, kami tunggu
  partisipasi Anda dengan mengirim kesaksian agar kesaksian Anda juga
  dapat menjadi berkat bagi pembaca KISAH lainnya.

Kirim email ke