From: "e-JEMMi" <[EMAIL PROTECTED]>
e-JEMMi - Edisi 11-2#2008 -- Mengenal Ateisme
FAITH WAS NEVER INTENDED AS A SUBSTITUTE FOR INTELECTUAL EFFORT
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Salam sejahtera dalam Kristus,
Bagaimana kabar Anda pada pekan kedua tahun ini? Mudah-mudahan Anda
terus bersemangat untuk membuat terobosan-terobosan baru bagi
pelayanan Anda di tahun 2008 ini.
Selama empat minggu berturut-turut, e-JEMMi edisi Januari akan
menyajikan tema pelayanan bagi orang ateis. Tujuan kami mengangkat
tema ini adalah agar kita semakin menyadari keberadaan orang-orang
ateis, yang mungkin tanpa kita sadari ada di sekitar kita, atau
bahkan sudah ada di dekat kita saat ini. Nah, harapan kami
sajian-sajian ini dapat menolong Anda untuk mempersiapkan diri
melayani mereka dengan kasih Kristus. Berikut adalah topik-topik
yang akan dibahas sepanjang bulan ini.
1. Mengenal Ateisme
2. Apakah Tuhan Ada di Sana?
3. Menjangkau Orang Ateis 1
4. Menjangkau Orang Ateis 2
Untuk sajian pertama tema pelayanan untuk orang ateis, kami telah
menyediakan dua artikel yang akan menolong kita mengenal lebih
dekat tentang ateisme. Mari kita berdoa agar hati dan pikiran kita
dipersiapkan untuk menjangkau orang-orang yang belum percaya kepada
Tuhan. Ingatlah, Tuhan sangat rindu memanggil mereka kembali kepada-Nya.
Selamat melayani, Tuhan Yesus memberkati.
Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI 1
APA ITU ATEISME?
================
Ateisme merupakan pandangan bahwa tidak ada Tuhan. Ateisme bukanlah
perkembangan baru. Mazmur 14:1 yang ditulis oleh Daud sekitar tahun
1000 SM menyebut tentang ateisme â?"- "Orang bebal berkata dalam
hatinya: Tidak ada Tuhan." Statistik baru-baru ini menunjukkan
meningkatnya angka orang-orang yang menjadi ateis, di mana angka
orang-orang yang menyatakan diri sebagai penganut ateisme mencapai
10% dari orang-orang di dunia. Jadi, mengapa makin banyak orang yang
menjadi penganut ateis? Apakah ateisme benar-benar adalah posisi
yang logis sebagaimana yang diklaim oleh para penganutnya?
Mengapa ateisme ada? Mengapa Tuhan tidak mengungkapkan diri kepada
orang untuk membuktikan bahwa Dia ada? Kalau Tuhan menyatakan diri,
pastilah semua orang akan percaya kepada-Nya! Masalahnya adalah
Tuhan bukan hanya mau meyakinkan manusia bahwa Dia ada, Ia
berkehendak agar orang menjadi percaya dan datang kepada-Nya dengan
iman (2 Petrus 3:9) dan menerima karunia keselamatan (Yohanes 3:16).
Ya, Tuhan bisa saja memperlihatkan diri dan dengan tuntas
membuktikan keberadaan-Nya. Masalahnya adalah Tuhan telah
berkali-kali membuktikan keberadaan-Nya dalam Perjanjian Lama
(Kejadian 6-9; Keluaran 14:21-22; 1 Raja-Raja 18:19-31). Apakah
orang percaya bahwa Tuhan itu ada? Ya! Apakah mereka berpaling dari
jalan yang jahat dan menaati Tuhan? Tidak! Jika seseorang tidak
bersedia menerima keberadaan Tuhan dengan iman, jelas mereka tidak
siap untuk dengan iman menerima Yesus sebagai Juru Selamat mereka
(Efesus 2:8-9). Itulah yang dikehendaki Tuhan â?"- supaya orang-orang
menjadi orang Kristen dan bukan menjadi ateis.
Alkitab memberitahukan kita bahwa keberadaan Tuhan harus diterima
dengan iman. Ibrani 11:6 mengatakan, "Tetapi tanpa iman tidak
mungkin orang berkenan kepada Tuhan. Sebab barangsiapa berpaling
kepada Tuhan, ia harus percaya bahwa Tuhan ada, dan bahwa Tuhan
memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia." Alkitab
mengingatkan kita bahwa kita adalah orang-orang yang berbahagia saat
kita percaya kepada Tuhan dalam iman, "Kata Yesus kepadanya: Karena
engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka
yang tidak melihat, namun percaya" (Yohanes 20:29).
Fakta bahwa keberadaan Tuhan harus diterima dengan iman tidak
berarti kepercayaan kepada Tuhan tidak logis. Ada banyak argumen
yang bagus untuk keberadaan Tuhan. Silakan kunjungi halaman "Apakah
Tuhan ada?" (http://www.gotquestions.org/Indonesia/). Alkitab
mengajarkan bahwa keberadaan Tuhan dapat dilihat dengan jelas dalam
jagat raya (Mazmur 19:2-5), dalam alam (Roma 1:18-22), dan dalam
hati kita sendiri (Pengkhotbah 3:11). Sesudah mengatakan semua itu,
sekali lagi keberadaan Tuhan tidak dapat dibuktikan, harus diterima dengan
iman.
Pada saat yang sama, dibutuhkan juga banyak iman untuk bisa percaya
pada ateisme. Membuat pernyataan mutlak "Tuhan tidak ada!" adalah
mengklaim mengetahui secara mutlak segala sesuatu yang perlu
diketahui tentang segala sesuatu â?"- dan menyatakan bahwa sudah
pernah mengunjungi semua tempat -â?" dan menyaksikan semua hal
tersebut. Pada dasarnya, itulah yang mereka klaim ketika mereka
mengatakan bahwa Tuhan tidak ada. Kaum ateis tidak dapat membuktikan
misalnya, bahwa Tuhan tidak berdiam di tengah-tengah matahari, atau
di bawah awan Yupiter, atau di nebula yang jauh. Hal ini tidak dapat
dibuktikan sehingga tidak ada bukti bahwa Tuhan tidak ada. Untuk
menjadi orang ateis, diperlukan iman sebanyak menjadi orang teis.
Jadi, kita kembali ke garis awal. Ateisme tidak dapat dibuktikan dan
keberadaan Tuhan harus diterima dengan iman. Saya percaya dengan
yakin bahwa Tuhan ada. Saya bersedia mengakui bahwa kepercayaan
saya pada keberadaan Tuhan adalah berdasarkan iman. Pada saat yang
sama, dengan tegas saya menolak ide bahwa kepercayaan pada Tuhan
adalah tidak logis. Saya percaya bahwa keberadaan Tuhan dapat dengan
jelas dilihat, dirasakan, dan dibuktikan secara filosofis, lagi
ilmiah di mana perlu. Sekali lagi, untuk informasi lebih lanjut
silakan kunjungi halaman "Apakah Tuhan ada?"
"Langit menceritakan kemuliaan Tuhan, dan cakrawala memberitakan
pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan
malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita
dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka
terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung
bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari" (Mazmur 19:2-5).
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: Got Questions
Penulis : Tidak dicantumkan
Alamat URL: http://www.gotquestions.org/Indonesia/atheisme.html
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI 2
ORANG ATEIS
===========
Orang ateis ialah orang yang menyangkal adanya Tuhan. Ia tidak
percaya bahwa Tuhan itu ada. Ia tidak percaya bahwa alam semesta
diciptakan oleh Tuhan. Orang komunis berpendirian ateis. Inilah
pengajaran Iblis yang merajalela di seluruh dunia pada zaman akhir ini.
Hati manusia sudah dikeraskan sedemikian rupa oleh dosa sehingga ia
menyangkali Penciptanya. Apa yang harus kita katakan kepada orang
ateis? Berdoalah selalu dan mohonkan hikmat dari Tuhan. Jangan
menjadi panas hati bilamana ia mengolok-olok Tuhan Yesus atau
mengolok-olok kaum Kristen. Kita mengetahui bahwa menurut Mazmur
14:1 dan 23:1, orang ateis adalah bodoh adanya. Oleh karena dosa,
hatinya sudah digelapkan dan matanya dibutakan oleh Iblis
(2 Korintus 4:4). Jangan kita berdebat dengan orang ateis
(bertengkar), melainkan saksikan dengan sederhana tentang cinta
Tuhan dan kuasa Tuhan yang ajaib yang engkau telah alami. Mereka
tidak percaya kepada Tuhan sebab dianggapnya Alkitab itu hanya suatu
buku agama yang memuat kesalahan-kesalahan. Bertanyalah kepada
mereka apakah kesalahan dalam Alkitab itu, dan terangkan kepadanya
hal yang sebenarnya. Dari antara mereka, ada yang mengatakan bahwa
Alkitab mengajarkan hal-hal yang salah, misalnya bumi itu rata,
planet yang lain lebih kecil daripada dunia, terang yang diciptakan
lebih dahulu daripada matahari, dan pekerjaan ciptaan Tuhan yang lainnya.
Sebenarnya, segala anggapan yang salah berasal dari pihak manusia
sendiri. Alkitab menerangkan segala sesuatu dengan benar dan tidak
bertentangan dengan pendapat ilmu pengetahuan pada zaman akhir ini.
Terangkanlah antara lain kepadanya, bahwa Alkitab mengajar dunia ini
bulat adanya (Yesaya 40:22). Bahwa dunia ini salah satu sejarah atau
planet di tengah-tengah alam semesta yang mahadahsyat (Ayub 26:7;
Mazmur 8:39). Satu bukti pula yang mengatakan bahwa dunia ini bulat
terdapat dalam Ulangan 4:19; Lukas 17:33-36. Bahwa lautan dan
daratan telah diciptakan Tuhan dengan ukuran berat yang seimbang.
Air dari sungai mengalir, hujan dari langit turun tidak menambahkan
banyaknya air yang ditetapkan Tuhan (Pengkhotbah 1:7; Mazmur 35:7;
Yesaya 40:12). Dalam mengatur awan, hujan turun menurut hukum, maka
di tengah-tengah angkasa yang luas itu terdapatlah kilat, yaitu
kekuatan listrik yang mendatangkan terang dan gaya industri kepada dunia ini.
Juga tentang umur manusia sejak mula pertama, yang tadinya
diperkirakan ilmu pengetahuan dengan angka 850.000 tahun. Turun
menjadi 80.000 tahun. Turun lagi menjadi 20.000 tahun, kemudian
10.000 tahun, dan akhirnya seorang ahli geologi Amerika menerangkan
bahwa manusia sudah hidup kira-kira tidak lebih dari 7.000 tahun.
Bagaimanapun juga, manusia tidak dapat menyangkali kebenaran Alkitab
karena dalam hal ini pun Alkitablah yang benar. Ia menetapkan bahwa
manusia sudah hidup di dunia ini kira-kira 6.000 tahun. Maka hanya
6.000 tahun saja (120 tahun yobel) manusia mendapat kesempatan hidup
di dalam dunia ini. Itulah 6 hari kerja Tuhan karena 1 hari Tuhan
itulah 1.000 tahun hari manusia (2 Petrus 3:8). Pada hari yang ke-7,
Tuhan tak bekerja lagi untuk menyelamatkan manusia. Pada hari yang
ke-7 itu Ia akan berhenti. Itulah hari perhentian-Nya, Kerajaan
1.000 tahun (Ibrani 4:9-10; Wahyu 20:4-6). Yang penting ialah supaya
Anda menerangkan bahwa Tuhan dan Sabda-Nya (Alkitab) tidak dapat
dimengerti oleh pikiran manusia yang biasa. Semua pengetahuan
manusia berdasar atas pancaindra, tetapi pengetahuan Tuhan adalah
suatu penyataan (wahyu) yang dimengerti oleh iman. Barang siapa yang
mau datang kepada Tuhan dan kenal kepada Tuhan, harus percaya bahwa
Tuhan itu ada (Ibrani 11:6; Roma 8:7) karena manusia duniawi tidak
dapat mengerti segala perkara rohani. Kalau benar orang ateis itu
sungguh mau mengenal Tuhan, jalan satu-satunya ialah mengaku bahwa
ia seorang berdosa dan mengaku percaya bahwa dosanya diampuni Tuhan
Yesus. Hanya dengan demikian saja ia dapat dilahirbarukan serta
dapat melihat dan mengenal Tuhan, yaitu Khalik langit dan bumi serta
segala isinya. Tuhan akan hidup di dalam dia!
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku : Penginjil yang Sukses
Judul bab : Menolong Lima Puluh Golongan Manusia
Judul artikel: Orang Atheis dan Materialis
Penulis : Dr. H.L. Senduk
Penerbit : Yayasan Bethel
Halaman : 50 -- 51
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
MISSIONAL APOLOGETICS ==> http://missionalapologetics.com/
Meski Yesus Kristus tidak berubah dari dulu, sekarang, sampai
selamanya, pertanyaan setiap orang senantiasa berubah dari generasi
ke generasi. Meski Injil tidak berubah, kebudayaan terus berubah.
Karena faktor-faktor tersebutlah, bidang apologetika perlu untuk
terus menjawab apa yang ditanyakan orang-orang, dan situs Missional
Apologetics mencoba untuk terus menjawabnya. Situs ini tidak hanya
memberikan apologetika terbaik dari sejarah gereja, namun juga
menyesuaikan prinsip-prinsipnya dengan situasi yang ada sekarang.
Karena perubahan yang terus terjadi dari dunia modern ke posmodern
dan dari era kekristenan ke era pasca-kekristenan, paradigma baru
apologetika itu diperlukan. Saat ini para akademisi dan praktisi
apologetik tengah mengembangkan paradigma baru dari beberapa benua.
Beberapa hasilnya dapat Anda lihat pada situs ini. Salah satu
halaman menarik pada situs ini berupa wawancara yang dilakukan John
Smulo, pengelola sekaligus pemilik situs ini, dengan seorang ateis.
Nah, ingin meluaskan pandangan Anda tentang ateisme? Silakan ikuti
perbincangan Smulo dan Michael dengan mengeklik alamat berikut.
http://missionalapologetics.com/index.php?option=com_content&task=view&id=17&Itemid=26
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
B R A S I L
Dua tahun yang lalu, diberitakan bahwa penerjemahan Alkitab ke dalam
bahasa Kuhi di Brasil sedang dalam penyelesaian. Namun ternyata, tim
penerjemah kekurangan dana dan terancam pulang kampung. Oleh karena
itu, pelayanan WordWinds International masuk dan mendukung tim
penerjemah. Saat ini, Jarrette Allen berkata bahwa mereka melihat
kemajuan yang sangat menggembirakan. "Tuhan sudah memulainya melalui
penerjemahan Sabda-Nya, menyatakan diri-Nya bagi orang-orang yang
tidak memiliki pengertian sebelum Alkitab diterjemahkan ke dalam
bahasa mereka. Melalui proses ini, mereka rutin mengikuti sekolah
Alkitab yang diadakan setiap Minggu malam, dan kami melihat
munculnya gereja pertama di antara orang-orang itu." Tim penerjemah
berharap dapat menyelesaikan seluruh terjemahan pada tahun 2015.
Allen mempersiapkan kebutuhan mereka. "Doakan supaya Tuhan terus
menyatakan diri-Nya secara harfiah, supaya Tuhan terus memberi penyataan
diri-Nya
kepada orang-orang ini [masyarakat Kuhi] melalui firman dan karya-Nya."
Diterjemahkan dari: Mission News, September 2007
Kisah selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10396
Pokok Doa
---------
* Doakan tim penerjemah yang sedang menerjemahkan Alkitab ke dalam
bahasa Kuhi di Brasil, supaya Tuhan memberi pencerahan sehingga
mereka dapat menerjemahkan firman-Nya dengan baik, serta dapat
selesai sesuai waktu yang telah ditetapkan.
* Proyek penerjemahan ini tentunya membutuhkan dana. Oleh karena
itu, dibutuhkan dukungan dari orang-orang percaya untuk proyek
tersebut. Kiranya Tuhan mencukupkan dana, dan hati tiap
orang-orang percaya tergerak atas kebutuhan ini. Berdoalah juga
agar Anda memiliki keyakinan bahwa Anda pun diundang untuk
berpartisipasi dalam pendanaan ini.
* Doakan juga orang-orang di Brasil yang memakai bahasa Kuhi, supaya
rasa haus dan lapar akan Tuhan terus ada dalam diri mereka
sehingga pengenalan mereka akan Tuhan semakin bertambah, dan mereka dapat
menjadi teladan dan berkat bagi orang-orang yang ada di sekitar mereka.
M A L A W I
Saat masyarakat mendapatkan kebebasan untuk berkembang, mereka akan
mampu merancang lagi masa depannya. Desa Chamoto, yang bekerja sama
dengan pelayanan Christian Reformed World Relief Committee (CRWRC)
di Malawi, merupakan contoh yang sempurna dari konsep di atas.
Program melek huruf berdampak pada adanya kebebasan. Phil Grabowski
dari CRWRC berkata, "Di beberapa tempat di mana komunitas pekerja
bekerja, Anda dapat melihat komunitas itu mulai membuat perencanaan
sendiri. Komunitas itu mulai menulis proposal, bahkan kepada
pemerintah dan organisasi lainnya."
Ketika visi dimiliki, pelayanan akan berkembang. "Semua pekerja yang
digaji dalam komunitas itu adalah orang-orang Kristen dan diajari
prinsip-prinsip Alkitab. Ketika mereka mengajar tentang pertanian,
itu berarti mereka mengajarkan "apa yang Alkitab katakan mengenai
pertanian", begitu juga saat mereka mengajar tentang bisnis. Jadi
saat mereka menjalankan program, mereka juga membagikan keyakinan
mereka. CRWRC dan rekan-rekan kerjanya telah membantu memberikan
training dan dukungan supaya komunitas-komunitas di seluruh dunia ditolong.
Diterjemahkan dari: Mission News, November 2007
Kisah selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10385
Pokok Doa
---------
* Saat ini CRWRC sedang melayani di Malawi, kiranya Tuhan memberi
kekuatan dan kesabaran dalam mendidik dan membantu orang-orang
Chamoto untuk memiliki kehidupan yang maju dan berkembang.
* Doakan komunitas orang percaya yang saat ini sedang mempelajari
prinsip-prinsip Alkitab, kiranya Roh Kudus menolong mereka untuk
dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
BENCANA ALAM YANG MELANDA INDONESIA
===================================
Bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda Indonesia di
penghujung tahun 2007, khususnya wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur,
masih menimbulkan trauma, khususnya bagi mereka yang mengalaminya.
Rasa duka akibat kehilangan harta benda maupun orang-orang yang
dikasihi tidak dapat dilupakan dan dihapuskan dalam waktu sesaat.
Namun, di balik semua hal yang mungkin secara manusia kita pandang
sebagai sesuatu hal yang menyakitkan, kita harus tetap percaya bahwa
Tuhan peduli dengan bangsa Indonesia. Segala sesuatu yang terjadi
atas bangsa ini tidak ada yang kebetulan dan tanpa seizin-Nya. Mari
satukan hati dan berdoa untuk Indonesia tercinta.
Pokok Doa
---------
1. Kiranya Tuhan memberikan kekuatan dan kesabaran kepada para
korban dalam menghadapi musibah bencana alam yang menimpa mereka.
Doakan agar mereka tetap dapat melihat kasih Tuhan serta mengucap
syukur atas segala sesuatu yang terjadi.
2. Doakan pula Pemerintah Indonesia agar dapat menyikapi terjadinya
bencana dengan cepat dan tepat guna menolong para korban,
khususnya yang masih ada di pengungsian. Doakan supaya dana yang
diterima maupun disediakan untuk para korban ini dapat sampai
kepada pihak yang betul-betul membutuhkan.
3. Berdoalah agar gereja-gereja maupun pribadi-pribadi tergerak
untuk ikut terlibat dalam menolong para korban, baik lewat dana
maupun daya/tenaga. Kiranya ini dapat dipakai Tuhan menjadi jalan
agar mereka mengenal kasih Tuhan Yesus.
4. Mari berdoa agar pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia
belajar untuk lebih menjaga kelestarian alam sehingga keteledoran
dan ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, yang mengakibatkan
bencana-bencana ini dapat dihindari di masa mendatang.
______________________________________________________________________
STOP PRESS
Berikut ini adalah surat yang dikirim oleh salah seorang pelanggan
e-JEMMi, berupa terjemahan surat edaran umum yang diteruskan
(forward) dari milis Indosafe, yang isinya mengingatkan orang-orang
Kristen tentang adanya usaha dari para penganut ateisme untuk menyebarkan
ajaran
ateisme melalui film "The Golden Compass". Silakan disimak.
WASPADAI FILM "THE GOLDEN COMPASS"
==================================
Dear All,
Untuk yang suka nonton film ... please read ....
Akan ada film anak-anak yang diedarkan pada bulan Desember ini,
berjudul "Golden Compass". Film ini telah disebut sebagai "ateisme
bagi anak-anak" dan dibuat berdasarkan buku pertama dari tiga
serangkai buku yang berjudul "His Dark Materials" yang ditulis oleh
Phillip Pullman. Pullman dikenal sebagai seorang ateis yang militan
dan seorang humanis sekuler yang menentang C.S. Lewis dan karyanya,
"Chronicles of Narnia". Motivasinya untuk menulis tiga serangkai
buku ini terutama untuk menandingi perlambangan Kristus yang
digambarkan Lewis dalam serial Narnia.
Dengan jelas, tujuan utama Pullman adalah untuk menghancurkan
kekristenan dan mempromosikan ateisme. Tanpa ragu, Pullman mengakui
dalam sebuah wawancara di tahun 2003 bahwa "buku-bukunya adalah
mengenai pembunuhan Tuhan". Ia bahkan telah dikutip bahwa ia ingin
"membunuh Tuhan dalam pikiran anak-anak". Juga dikatakan Pullman bahwa ia
adalah
"penulis yang paling didoakan oleh para ateis, jika orang ateis berdoa."
Walaupun film "The Golden Compass" itu sendiri nampaknya halus dan
tanpa dosa, buku-buku Pullman sangat berbeda. Dalam tiga serangkai
buku itu, seorang gadis jalanan terjerumus masuk ke dalam perjuangan
bersejarah yang akhirnya berhasil mengalahkan kekuatan Tuhan yang
pikun. Tokoh lain adalah seorang mantan biarawati, yang mengatakan
kekristenan sebagai "kekeliruan yang paling dahsyat dan meyakinkan".
Dalam buku terakhir, ada tokoh-tokoh yang melambangkan Adam dan Hawa
yang akhirnya membinasakan Tuhan, yang kadang-kadang disebut YAHWE.
Setiap buku dari tiga serangkai buku-buku itu semakin menunjukkan
kebencian Pullman akan Tuhan Yesus Kristus.
Film "The Golden Compass" yang dibintangi Nicole Kidman ini diatur
untuk tayangan perdana pada 7 Desember 2007, selama musim Natal,
dan mungkin akan diiklankan besar-besaran. Para pendukung film ini
berharap agar para orang tua yang tidak curiga terhadap motif di
balik film ini akan membawa anak-anak mereka untuk menonton film
ini, sehingga kalau mereka menyukai film ini, anak-anak itu
diharapkan akan menyukai buku-buku Pullman.
Tolong sebar luaskan pesan ini kepada sesama orang percaya agar
pikiran anak-anak tidak diracuni oleh paham ateisme yang mau
ditanamkan sejak kecil. Biarlah para orang tua waspada pada agenda
di balik film dan buku-buku Pullman yang sarat dengan hujatan
terhadap Tuhan. Banyak hal-hal yang berasal dari dunia kegelapan akan dikemas
dalam bentuk yang tanpa noda. Jangan biarkan anak-anak Anda menonton film ini.
C.S. Lewis: "You never know how much you really believe anything
until its truth or falsehood becomes a matter of life and death to you."
Kiriman dari : Hari Susanto < daythebest(at)xxxx >
Diteruskan dari: Milis Indosafe
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersiil dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2008 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi : < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan : < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi : http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA : http://ylsa.sabda.org/
Situs SABDA Katalog : http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________