Apakah maumu Tuhan?

From: yogas <[EMAIL PROTECTED]>

Sinar matahari di siang yang terik menyengat kulit tubuhku. Bersama dua teman 
aku berjalan melintasi rel-rel kereta api di stasiun Wonokromo. Bau khas 
stasiun menyengat hidungku. Suatu bau yang sudah agak lama tidak pernah tercium 
hidungku. Ya sudah lama aku tidak bermain ke tempat ini. Sejak perhatianku 
terpusat ke pengungsi di pasar baru Porong akibat kurban luapan lumpur Lapindo, 
aku tidak pernah lagi bermain ke stasiun. 
Deretan rumah kumuh terbentang di depanku. Kami memasuki sebuah rumah kecil 
dekat sebuah sumur. Sebuah bangunan yang menempel di tembok pembatas stasiun. 
Dalam ruang yang berukuran 1X2m dihuni oleh 5 orang. Sepasang suami istri yang 
sudah cukup tua, bersama anak perempuannya yang sedang hamil dan seorang 
cucunya yang berusia 2 tahun. Bagaimana mungkin mereka dapat tidur berlima 
dalam ruang yang sempit dan lembab seperti ini? Kami hanya berdiri di luar, 
sebab tidak 
mungkin masuk rumah. 
 
Seorang gadis muda berusia sekitar 23 
tahun keluar menyambut kami. Tubuhnya sangat kurus hanya perutnya yang besar, 
sebab hamil 8 bulan. Melihat wajahnya aku merasa pernah melihat dia tapi aku 
lupa dimana. Perempuan muda itu menceritakan bahwa dulu aku pernah menampungnya 
sebentar di rumah singgah ketika dia sedang hamil anak yang pertama. Aku juga 
beberapa kali membantu biaya rumah sakit ketika anaknya yang pertama sakit. 
Perlahan aku menjadi ingat perempuan ini. Dulu anaknya yang pertama sering 
sakit 
sebab ketika perempuan ini mengandungnya dia terkena penyakit kelamin akibat 
pekerjaannya sebagai PSK di stasiun.  
 
Di sebuah warung kumuh kami duduk berbicara. Pemilik warung menyediakan segelas 
besar es sirup. Segerombolan lalat besar dan kecil berebut mencari tempat di 
bibir gelas. Sambil mendengarkan perempuan itu bercerita aku berusaha menutup 
bibir gelas dengan telapak tanganku agar lalat hijau yang besar tidak masuk dan 
mencicipi es sirup. Perempuan itu bercerita bahwa suaminya sudah beberapa bulan 
ini masuk penjara karena tertangkap polisi membawa sabu-sabu. Dia sudah 
mengeluarkan uang 1,2 juta rupiah dan ternyata tidak mengurangi hukuman 
suaminya. Dia tetap terkena dua tahun penjara. Perempuan ini sedih memikirkan 
nasib anaknya bila lahir nanti. Dia 
takut anaknya yang kedua ini lahir lebih parah daripada anaknya yang pertama.  
 
Sebuah kereta melintasi rel dengan suara gemuruh. Pikiranku pun bergemuruh. Apa 
yang dapat kulakukan? Sebuah tanya yang berputar tanpa jawab. Bila perempuan 
ini hanya mengadung bagiku bukan masalah berat, tapi ternyata perempuan ini 
mengindap HIV positif. Siapa yang mau menampung anak yang lahir dari seorang 
ibu yang mengindah HIV positif? Perempuan ini dulu bekerja sebagai PSK dengan 
tarif sekitar Rp 25.000. Aku menyarankan agar dia berhenti bekerja, sebab akan 
menularkan virus AIDS. Tapi bagaimana kehidupan keluarganya selanjutnya, sebab 
dia menjadi tulang punggung keluarganya. Siapa yang akan memberi makan anak dan 
kedua orang tuanya?  
 
Kami terus berusaha mencari jalan keluar masalah hidupnya. Perempuan ini mau 
meninggalkan pekerjaannya sebagai PSK tapi setelah itu dia akan bekerja apa? 
Aku tawari dia modal untuk usaha. Secara singkat aku jelaskan bagaimana 
sebaiknya dia membuka usaha. Perempuan itu sangat senang sebab dapat keluar 
dari pekerjaannya dan akan membuat usaha sendiri. Kami terus berbicara beberapa 
saat lagi di tepi rel kereta api agar apa yang kami bicarakan tidak didengar 
oleh orang-orang. Setelah beberapa saat kami berbicara dan membuat rencana, 
maka aku dengan dua temanku pamit pulang. 
 
Pikiranku terus berkecamuk. Beberapa waktu lalu adikku menyarankan agar aku mau 
membuat rumah singgah untuk penderita HIV, sebab dia saat ini juga sedang 
merawat seorang pemuda yang mengindap HIV. 
Dia kebingungan mau ditempatkan dimana orang sakit itu. Aku waktu itu menjawab 
bahwa aku sedang berkonsentrasi di pendampingan pengungsi dan paroki maka aku 
tidak ingin membuka rumah singgah lagi. Tapi sekarang Tuhan mengirim satu orang 
lagi. Apakah ini sebuah kebetulan? Bila melihat peristiwa hidup dalam terang 
iman, maka di dunia ini tidak ada yang kebetulan. Segala yang terjadi semua 
dalam rencana Tuhan. Apakah rencana Tuhan bagiku? 
 
Dua belas tahun lalu aku juga tidak pernah berpikir akan memiliki rumah singgah 
untuk anak jalanan, sebab aku memusatkan diri pada pendampingan buruh dan karya 
sosial lain. Namun Tuhan mempertemukan aku dengan anak jalanan sehingga 
akhirnya aku berteman dengan mereka dan mendirikan rumah singgah. Apakah hal 
ini akan terulang kembali? 
Apakah Tuhan menghendaki aku mempunyai rumah singgah untuk penderita AIDS? Di 
Surabaya memang masih belum ada rumah singgah untuk penderita AIDS kecuali yang 
di RSU Dr. Soetomo. Pemuda yang didampingi adikku mungkin usianya sudah tidak 
akan lama lagi, sedangkan perempuan muda ini tampaknya masih kuat dan sehat. 
Dia hanya mengeluh dadanya sering terasa sesak. Apa yang harus aku lakukan?  
 
Sebetulnya aku tidak tahu mengenai perempuan itu, sebab aku sudah lama tidak ke 
stasiun Wonokromo. Aku sudah putus hubungan dengan kaum miskin yang ada di 
jalan dan stasiun. Dua hari lalu seorang teman lama menelponku dan menceritakan 
bahwa dia membutuhkan bantuanku untuk merawat perempuan yang terkena HIV. 
Sebetulnya aku sudah menyarankan padanya agar menghubungi RSU agar dirawat 
disana, sebab obat untuk HIV menurut adikku diberikan secara gratis bagi kepada 
penderita. Tapi perempuan ini tidak mau, sebab bila dia di RSU lalu siapa yang 
akan memberi makan kedua orang tua dan anaknya? Dia ingin tetap bekerja. Tapi 
bekerja apa? Bila dia berjualan apakah ada yang mau membeli bila orang tahu dia 
mengindap HIV? Aku yakin berita ini pasti akan cepat menyebar di stasiun. Bila 
mereka tahu apakah mereka tetap dapat menerima perempuan ini berserta anaknya? 
 
Tuhan betapa berat permintaanMu, keluhku dalam hati. Bila ini perintah Tuhan 
maka percuma aku berusaha menghindarinya. Dalam Kitab Suci beberapa orang 
berusaha menghindari perintah Tuhan tapi Tuhan tetap memaksanya. Ketika Tuhan 
meminta Musa untuk menjadi pemimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, maka Musa 
menolak sebab dia tidak pandai bicara. Namun Tuhan tetap memaksanya. Ketika 
Yunus berusaha melarikan diri dari tugas perutusannya, maka Tuhan menimbulkan 
badai sehingga Yunus dimakan ikan dan dilemparkan ke Niniwe. Yeremia pun 
menolak 
namun Tuhan tetap memaksa. Apakah aku berkuasa menolak perintahNya? Ketika 
adikku memberikan pemuda itu aku berusaha menolaknya, tapi kini aku dihadapkan 
pada orang yang membutuhkan. Apakah aku harus menolaknya sekali lagi? Bila aku 
kali ini menolak apakah besok Tuhan tidak mengirim orang lainnya? Sampai kapan 
aku harus menolaknya? Bukankah aku hanya seorang hamba yang hanya menjalankan 
perintah tuannya? Tuhan adalah tuan dari segala seuatu yang ada di bumi. 
 
Aku mengheyakkan tubuhku di jok mobil. 
Tuhan masih belum cukupkah apa yang kulakukan selama ini? Keluhku penuh 
kesombongan. Terlintas dalam benakku apa yang dikatakan Yesaya, "Inilah aku, 
utuslah aku." Mengapa aku tidak berani menyatakan itu? Bagiku AIDS adalah 
penyakit yang mematikan. Aku masih buta mengenai penyakit ini. Apa yang harus 
aku lakukan bila mempunyai rumah singgah untuk para kurban? Aku hanya tahu 
bahwa 
orang yang menderita penyakit ini sangat menderita selain menanggung 
penyakitnya 
juga penerimaan masyarakat. Dimana aku akan membuat rumah singgah? Bila rumah 
singgah untuk anak jalanan saja sudah diusir dari kampung, sebab dianggap 
mengotori kampung atau memberikan penilaian yang jelek tentang kampung, 
bagaimana bila orang tahu rumah singgah itu untuk para penderita AIDS?  
 
Tanpa terasa aku sudah sampai rumah. 
Aku duduk di depan meja komputer. Sebuah SMS masuk di telponku dari seorang 
yang hampir setiap hari mengirimkan SMS berisi ayat-ayat Kitab Suci. Kubaca 
pesan 
SMSnya, "Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa 
sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?" (Luk 24:38) Kupejamkan mata 
penuh pergulatan.  

salam
gani yang nggak bisa tidur
=============================================
From: DPK PDS KOREA 

Koq masih ada sih model seperti ini

Syallom teman teman,

Mungkin saat ini seperti saatnya ketika orang orang Filistin itu menantang 
DAUD, bacalah isi ALKITAB di Kitab Samuel 17 : 1 - 58. 

Dalam kondisi yang "MASUK AKAL MANUSIA" tidaklah mungkin DAUD yang masih imut 
imut itu bisa mengalahkan Goliat, karena secara kekuatan, Daud itu kecil dan 
kalau dibanting saja oleh Goliat, pastilah sekali banting saja bisa langsung 
pingsan atau mati, bukan itu saja, kalau dicekek oleh Goliat pakai tangan 
kosong saja, pastilah DAUD itu akan mati seperti orang yang digantung ditiang 
gantungan, lalu bagaimana rahasianya DAUD bisa mengalahkan Goliat? Nah imanilah 
Firman Tuhan ini yang ditulis di kitab 1 Samuel 17 : 45 - 48 yang demikian 
bunyinya "engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi 
aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Tuhan segala barisan 
Israel yang kau tantang itu. hari ini juga Tuhan akan menyerahkan engkau ke 
dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari 
tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat mayat tentara 
orang Filistin kepada burung burung di udara dan kepada! binatang binatang 
liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Tuhan, dan supaya 
segenap jemaah ini tahu, bahwa Tuhan menyelamatkan bukan dengan pedang dan 
bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertemuran dan IApun menyerahkan 
kamu ke dalam tangan kami"

Mengapa kita bisa kalah??? Karena orang Kristen di Indonesia itu berprilaku 
mirip dengan orang yang bukan Kristen, bahkan mereka membuat hal hal yang 
diluar Alkitab, yang mana sudah diperingatkan di kitab Wahyu 11 : 18 -21. Saya 
sengaja tidak menuliskan ayat itu, agar anda sekalian membacanya sendiri 
langsung dari Alkitab anda sendiri, kalau anda belum memiliki Alkitab dan sudah 
mengaku bahwa anda itu Pengikut Kristus, belilah Alkitab, bacalah secara teliti 
makna dari Alkitab itu. Alkitab bukan buku Sejarah, bukan buku ilmu 
pengetahuan, tapi Alkitab itu disebut BIBLE dalam bahasa Inggris, yaitu BASIC 
INFORMATION BEFORE LEAVING EARTH. Yaitu dalam bahasa Indonesianya adalah 
Informasi Dasar Sebelum Minggalkan BUMI ini.

Tentara Sorga jauh lebih banyak daripada orang orang yang masih berani berani 
memporak porandakan GEREJA, hal ini bukan sombong sombongan, tapi memang 
kenyataannya seperti itu.

Salam dalam kasihNYA
Ir. H.L. Njoo
Ketua Dewan Pimpinan Komisariat
PARTAI DAMAI SEJAHTERA
di REPUBLIK KOREA
+821086973897


Dear all,

gangguan atas gereja kini datang bertubi-tubi . Mungkin akan selalu meningkat 
dengan puncak disaat Natal nanti seperti peristiwa berdarah dimalam Natal tahun 
2000 lalu . Dimalam Natal 2000 telah terjadi serangan bom secara beruntun atas 
gereja-gereja dari Medan,melintas ke Selatan pulau Sumatera lalu ke Jakarta 
terus ke Timur hingga sampai pulau Lombok di NTB .Ada yang mengatakan bahwa 
kini telah terpadu kaum garis keras yang menganut paham "perjuangan kelas" dari 
ekstrim kiri dengan kaum ekstremis kanan . Maka kita harus pertingkat 
kewaspadaan . Kalau melihat hal-hal yang mencurigakan disekitar Anda segeralah 
menghubungi polisi atau pihak aparat keamanan lainnya .

Hari Minggu tanggal 18 Nopember 2007 pagi jam 8.00 Gereja Kristen Pasundan 
(GKP) di Bale Endah Kabupaten Bandung (Dayeuh Kolot Bandung ?) diserang massa . 
Massa telah merusak seluruh perabot gereja .Dan anehnya ialah bahwa pihak 
Muspika (Musyawarah Pimpinan Kabupaten) bukannya melindungi gereja tapi malah 
ikut menekan sang Pendeta yang malang itu untuk menutup gerejanya . Sungguh 
tragis nasib kaum minoritas dinegeri Pancasila ini .

Bapak dan kawan kita Pendeta Simon Timorason, Ketua Forum Komunikasi Kristiani 
Jawa Barat tak bisa lagi menahan ini semua dan beliau jatuh sakit dan kini 
dirawat disebuah rumah sakit di Bandung sejak hari Kamis tgl. 15 November lalu 
.Mari kita doakan Pak Simon supaya lekas sembuh .

Hari Jumat atau Kamis kemarin seorang wartawan menanyakan pada saya tentang 
pengrusakan gereja di Bandung karena kawan wartawan ini melihat kejadian itu 
ditayangkan disebuah televisi (mungkin Trans TV ?). Saya belum tahu tentang 
kejadian di Bandung sehingga kawan wartawan tadi meminta nomor HP Bpk Simon 
Timorason di Bandung untuk menanyakan hal tersebut .

Saya sendiri juga bertanya-tanya tentang kejadian di Bandung dan ingin 
menanyakan lagi pada kawan wartawan tadi tentang hasil interpiu dia dengan Pak 
Simon di Bandung TAPI tiba-tiba ada lagi seorang kawan dari Surabaya tanya pada 
saya tentang serangan terhadap rumah seorang Pendeta di Tangerang yang dia 
lihat dalam tayangan televisi Trans TV . Jadi belum sempat saya selidiki 
peristiwa GKP di Bandung kini saya harus mencari tahu tentang kejadian yang 
menimpah rumah Pendeta di Tangerang . Sampai jauh malam yakni jam 10 malam baru 
saya berhasil mendapat nomor telpon Bpk Pendeta Bedali Hulu (29 th) dari Gereja 
Kristen Baptis Jakarta (GKBJ) di Tangerang . Karena sudah larut malam yaitu jam 
10 malam maka saya hanya singkat saja bicara dengan Pdt. Bedali Hulu asal Nias 
tersebut .Pendeta muda ini telah kuliah teologi di STT "Petra" di Blitar dan 
disana juga beliau bertemu dengan istrinya . Kini pasangan muda tersebut belum 
mempunyai anak .
Sepanjang malam saya kirim laporan tentang serangan atas rumah Pdt.Bedali Hulu 
di Tangerang per email kepada kawan-kawan . Besok pagi saya buka email untuk 
mengetahui apa ada kawan yang mengomentari laporan saya . Tapi begitu kaget 
saya membaca diemail yang masuk bahwa di Jakarta ada sebuah gereja Katolik 
diserang massa . Itulah Gereja Katolik Paroki Kristus Damai di Kepa Duri, 
Kecamatan Tambora, Jakarta Barat . Dalam lampiran Anda dapat baca kronologi 
peristiwa yang penyerangan gereja Katolik tersebut yang disusun oleh Romo 
Pastor Kepala Paroki tersebut .Gereja ini telah berada ditempat itu lebih dari 
30 tahun dan mempunyai jemaat lebih dari 3000 (tiga ribu0 jiwa ..Apa bila ingin 
mendapat info lebih lanjut tentang gangguan atas Gereja Kristus Damai silahkan 
menghubungi Bpk. Rudi Pratikno dari forum "Solidaritas Damai" via HP 0818 912 
803 Beliau juga anggota FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama yang disponsori 
resmi oleh pihak pemerintah kita) Beliau juga hadir sa! at ada
demo massa atas gereja pada hari Jumat tanggal 23 Nopember 2007 yang 
diberitakan oleh koran Warta Kota, Sabtu tanggal 24 Nopember dihalaman 4 dengan 
judul "Gereja Damai Kristus Didemo Warga".Silahkan cari koran itu .

Dalam lampiran Anda juga dapat membaca laporan saya tentang kejadian di 
Tangerang dan Anda boleh menghubungi Pdt. Bedali Hulu dengan nomor HP yang 
tertera dalam lampiran .

Kita semua harus berdoa supaya gangguan terhadap gereja segera berakhir dan 
bangsa kita bisa hidup rukun satu sama lain dan menatap masa depan yang penuh 
tantangan ini secara bahu membahu supaya bangsa kita bisa keluar dari segala 
krisis multi dimensi ini .

Apa bila gereja orang-orang Nasrani selalu diganggu dan diusik akhirnya kita 
semua juga yang rugi . Melihat kekacauan demikian tak ada orang yang mau tanam 
modalnya dinegeri yang kaya ini karena takut akan kekacauan yang dia sering 
lihat ditelevisi dengan adegan-adegan bringas saat gereja-gereja diganggu atau 
diserang dan bahkan dibakar . Kalau tidak ada modal yang ditanam maka tak akan 
timbul lapangan kerja untuk memberi hidup kepada banyak orang-orang muda kita 
yang menganggur sekarang 

Camkan baik-baik hal ini 

Salam hormat
Theophilus Bela
FKKJ dan IComRP
HP 0816 180 6644

Ingat SEMBOYAN ini, Kitab Keluaran 18:21, Keluaran 23:8, Ulangan 16:19, Ulangan 
27:25, Mazmur 100: 1 - 5 dan 1 Korintus 1:10 

Kirim email ke