From: <[EMAIL PROTECTED]>

Di Pulihkan lewat PROSES  sebuah PENGAMPUNAN

Matius 6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga 
mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

Kira-kira empat tahun yang lalu, lewat suatu peristiwa Tuhan Yesus membentuk 
dan mengasahku melalui sebuah proses PENGAMPUNAN atas seseorang yang begitu 
tega melukaiku.

Aku bukan penganut paham "hukum rimba", dilukai bukan berarti membalas melukai 
!Sekalipun aku dilukai sedemikian dalam tapi aku berusaha untuk diam dan kalau 
perlu menghindar dan berbuat seolah-olah aku baik-baik saja, jujur dibelakang 
layar aku menangis. Biasanya aku hanya cerita kegalauan hatiku kepada orang 
yang dekat denganku, dengan harapan aku lebih tenang karena sudah ada yang 
menampung isi hatiku.

Untan begitu manis jika berada di hadapanku, tapi  kenyataannya dibelakangku  
kelakukannya lebih jahat dari Ibu Tirinya si Bawang Putih yang biasa kita 
tonton di televisi :).

Sebenarnya aku "bisa" membalas apa yang dia lakukan padaku tapi "aku tidak mau" 
! Prinsip yang aku pegang sepertinya Alkibiah dan berhati mulia ^_^, bahwa 
penghakiman bukan hakku tapi milik Tuhan, tapi kenyataannya  ada "bara yang 
siap meledak dihatiku dan menghancurkan orang-orang disekitarku".

Aku mengambil cuti dan pulang kampung selama tiga minggu ! Anda bisa bayangkan 
bagaimana sakitnya hatiku ketika itu, sehingga aku pulang cuti dengan tujuan 
utama ini memulihkan hatiku. Aku berharap tiga minggu mampu mengobati lukaku, 
tapi ternyata "aku tak mampu". Satu hari sebelum aku kembali ke kota dimana aku 
bekerja, aku gelisah ! bahkan aku menangis karena membayangkan akan bertemu 
kembali dengan orang itu.

Sahabat,
Tuhan memulihkan hatiku BUKAN ketika aku melarikan diri dari padang gurun !
tapi Dia pulihkan aku melalui proses yang tidakaku mengerti.

Satu hal yang aku pelajari, MENGAMPUNI bukan soal LAMANYA WAKTU yang
terlewati, tapi seberapa besar PENUNDUKAN DIRI yang aku miliki, itu lah
TERAPHY  paling SAKTI yang akan memulihkanku.

Tuhan Yesus mengajari kita berdoa,"ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti 
kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami ", doa ini sering kita 
ucapkan tapi ternyata  TERLALU SULIT untuk di sosialisasikan.

Disaat aku ada pelayanan di geraja, dengan suara pelan  Roh Kudus bertanya,"apa 
sudah bisa mengampuni orang orang yang telah melukai hatimu anak-Ku". Dan  yang 
membuat aku lebih tidak mengerti, justru ketika aku dalam proses pengampunan, 
beberapa teman datang untuk share/ konseling seputaran PENGAMPULAN [ingat 
artikle : aku diperkosa oleh kekasihku].

Sekali lagi, pengampunan tidak bisa dipulihkan oleh WAKTU dan kalau pun bisa 
hasilnya tidak akan maksimal.

Renungan ini kita tutup dengan ungkapan dari Nabi Mikha Mikha 7:18  Siapakah 
Tuhan seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari 
sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk 
seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia?

Siapakah kita [anda dan saya], sehingga kita terlalu sombong/ angkuh untuk 
tidak mengampuni orang yang bersalah kepada kita ? Sementara Tuhan yang tidak 
berdosa dan menciptakan kita, TIDAK BERTAHAN dalam murkaNya.

Selamat belajar mengampuni . . . dan RAIH ANUGRAH dari Bapa kita di Surga
=============================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>

RAKUS  MATA

Bilangan 11:4 Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu 
rakus; dan orang Israelpun menangislah pula serta berkata: "Siapakah yang akan 
memberi kita makan daging?

Jika harus memilih berlama-lama di Toko Buku atau di Toko yang isinya 
pernak-pernik wanita, mulai dari baju, sepatu, tas dan peralatan kosmetika, 
maka aku akan memilih berjam-jam di Toko Buku.

Kegemaranku mengoleksi buku seputaran psikologi [red: psikologi seputaran ke 
Kristenan] cukup menggoncang isi dompet :). Aku hanya rajin membeli buku, tapi  
jarang sekali buku yang aku beli di baca sampai tuntas ! Kegemaranku membaca  
tergantung kondisi hati  dan pikiran, artinya kondisi hatikulah yang menentukan 
buku yang mana yang akan aku baca.

Tidak hanya buku, lagu yang berupa CD atau VCD pun menjadi salah satu 
koleksiku, setiap kali melihat CD/ VCD yang dinyanyikan oleh orang yang aku 
idolakan, sudah pasti aku beli, akibatnya banyak CD yang tidak sempat di 
dengar, dan ini terbukti saat mendengar sebuah lagu yang di nyanyikan di 
gereja, sering kali aku merasa pernah dengar lagu ini tapi kira-kira dimana ya 
? :)

Aku membeli buku karena aku hobby mengkoleksi buku, maniak dengan yang menulis 
buku ! Saat  membeli CD/VCD pun sepeti itu, aku maniak dengan sang penyanyi. 
Aku RAKUS pada apa yang aku "lihat" dan "pikirkan", akibatnya jadi numpuk dan 
tidak  jelas kegunaannya.Tapi Puji Tuhan, sudah satu tahun ini aku mulai bisa 
mengendalikan diri dan mulai terlepas dari VIRUS RAKUS MATA.

Sahabat,
RAKUS mata pun dialami oleh bangsa Israel, saat diperjalanan dari tanah Mesir  
menuju Kanaan  mereka merengek-rengek kepada  Musa, bahkan sampai menangis di 
pintu kemah karena "kepengen" makan daging [Bilangan 11:4], teringat akan 
kenangan-kenangan manis selama diMesir. Dalam  pikiran mereka, sekalipun 
diperbudak di Mesir tapi mereka masih bisa makan daging, akan semangka, 
mentimun dan GRATIS [Bilangan11:5]

Tuhan murka melihat bangsa Israel merengek-rengek hanya karena "daging".
Kata Tuhan, " Bukan hanya satu hari kamu akan memakannya, bukan dua hari, bukan 
 lima hari, bukan sepuluh hari, bukan dua puluh hari, tetapi genap sebulan 
lamanya,  sampai keluar dari dalam hidungmu dan sampai kamu muak? karena kamu 
telah  menolak TUHAN yang ada di tengah-tengah kamu dan menangis di hadapan-Nya 
 dengan berkata: Untuk apakah kita keluar dari Mesir?" [ayat 19 & 20]

Saat Tuhan menurunkan burung puyuh, sepanjang hari dan sepanjang malam dan
sepanjang hari esoknya, bangkitlah bangsa itu mengumpulkan burung-burung puyuh 
itu? setiap orang sedikit-dikitnya mengumpulkan sepuluh homer?, kemudian mereka 
menyebarkannya lebar-lebar sekeliling tempat perkemahan. Bangsa Israel  RAKUS 
MATA; takut kehabisan; takut kalau besok-besok Tuhan tidak lagi menurunkan 
burung puyuh bagi mereka, padahal Tuhan sudah berjanji bahwa burung puyuh tidak 
hanya satu atau dua hari tapi satu bulan di sediakan bagi mereka.

Dan apa yang terjadi ? Selagi daging itu ada di mulut mereka, sebelum dikunyah, 
maka bangkitlah murka TUHAN terhadap bangsa itu dan TUHAN memukul bangsa itu 
dengan suatu tulah yang sangat besar.

Saya jadi teringat saat kita merayakan Natal, setiap kali  berkunjung 
kerumah-rumah,  yang disajikan pasti daging-dagingan, mulai dari daging ayam, 
daging sapi dan daging babi, baru satu atau dua hari saja saya sudah eneg makan 
daging, apalagi kalau sampai satu bulan ?

Sahabat,
Dalam kehidupan ini pun kita sering RAKUS MATA, apa yang kita jalani 
dipengaruhi oleh apa yang kita lihat dan kita rasakan, sehingga kehilangan 
kepekaan akan rancangan Tuhan bagi anda dan saya.

Kita berpikir dan bertindak sesuai dengan apa yang kita lihat dan rasakan !
Mari RAKUS untuk mencari  wajah dan hadirat Tuhan . . . .
Bilangan 11:4-35
============================================
From: "Somba Oloan" <[EMAIL PROTECTED]>

Apa yg Tuhan Yesus Inginkan dr manusia ? 

Ketika kita baca di Mat 5:17 disitu dikatakan "Janganlah kamu menyangka bahwa 
AKU datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi.  AKU datang 
bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya" sehingga IApun 
berkata pada ayat ke 20 "...Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada 
hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu 
tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga" dan diayat ke 48 "Karena itu 
hendaklah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang disorga adalah sempurna"

Memang kelihatannya berat sekali ya untuk hidup benar 100% dihadapan TUHAN.
tetapi di 1 Yoh 5:3 dikatakan "Sebab inilah kasih kepada TUHAN, yaitu, bahwa 
kita menuruti perintah-perintah-NYA. Perintah-perintah-NYA itu tidak berat" 
menuruti perintah2-NYA ya berarti seluruh isi ALKITAB, memang dalam 
implementasinya kita sering jatuh bangun tapi DIA sabar kok untuk kita belajar 
dan berlatih untuk menjadi semakin sempurna.

Nah kalo memang kita mengasihi DIA dengan segenap... segenap.... dan segenap
hati kita di 1 Yoh 3:18 disitu dikatakan "Anank-anakku, marilah kita mengasihi 
bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam 
kebenaran.

Tuhan YESUS memberkati ! 

==========================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>

AJAR aku untuk "TERTAWA"

Siapa yang tidak mengenal Pak Brata Prasetyo, pengusaha export import yang   
berhasil, tahun ini dinobatkan menjadi menjadi salah satu pengusaha yang 
sukses.  Usaha yang dia jalankan, merupakan perusahaan keluarga yang sudah 
dirintis oleh orang tuanya sejak dulu. Sebagai anak tunggal, sudah menjadi 
tanggung jawabnya  untuk meneruskan perusahaan keluarga ini.

Sejak minggu lalu, Pak Brata tampak sedih dan wajahnya murung, jika istrinya  
bertanya akan perubahan tersebut, maka jawaban yang didapat hanya helaan  nafas 
panjang belaka.

Semakin hari, sikap Pak Brata semakin aneh, selain murung dia juga mulai tidak 
mau makan, tidak punya semangat pergi ke kekantor yang dilakukannya hanya 
mengurung diri dikamar.
Perubahan ini membuat Ibu Brata gusar, semakin hari Pak Brata semakin kurus   
karena sudah beberapa hari tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuhnya.

Pertanyaan besar bagi orang-orang yang ada disekitarnya, apa yang terjadi 
dengan  Pak Brata, beliau dikenal sangat ramah, bersahabat dengan semua orang, 
baik dengan keluarga maupun dengan karyawan, relasi kerjanya bahkan tak jarang 
dia berbuat  amal dengan orang-orang yang kurang mampu.

Keluarga sudah memanggil Dr. Anwar,  dokter keluarga sejak Pak Brata masih 
kecil, tapi tetap tidak membuahkan hasil. Beberapa psikolog juga sudah di 
panggil kerumah tapi hasilnya sama, Pak Brata  tetap diam tak bergeming.

Segala usaha sudah dilakukan, mulai dari dokter yang  paling terkenal bahkan  
para normal yang  terpopulerpun sudah dihubungi tapi  tetap tidak ada 
perubahan, justru sebaliknya beliau semakin lemah.
Melihat phisik Pak Brata semakin lemah, keluarga memutuskan untuk membawanya ke 
Rumah sakit untuk dirawat.

Berapa hari dirawat di Rumah Sakit, mulai terlihat ada perkembangan dengan  
kesehatannya, mulai mau makan  bubur dan mulai ada secercah senyum di  
bibirnya, walau wajahnya masih kelihatan pucat.

Untuk mempercepat pemulihan, Pak Brata di sarankan berjemur dipagi hari, sinar 
matahari sangat membantu dalam proses penyembuhan.

Saat berjalan-jalan di halaman rumah sakit, terlihat seorang anak muda, usianya 
sekitar tiga puluh tahun sedang  berbicang-bincang dengan seorang wanita tua 
yang duduk dikursi roda. Dari raut wajah dan sesekali terdengar tawa kecil dari 
si wanita   tua, merekakelihatan sangat bahagia, si anak muda itu menyanyikan 
sebuah lagu   bagi Ibu tua tersebut, sementara si anak muda menyanyi, si Ibu 
tua itu memandang di penuh cinta.

Ada gejolak dihati Pak Brata, ada kecemburuan melihat kemesraan yang terjadi   
didepan matanya, kemesraan seperti itu belum pernah dia rasakan dalam 
keluarganya, bukan berarti selama ini dia kehilangan kasih sayang dari orang 
tua, justru sebaliknya dia selalu mendapatkan apapun yang dia butuhkannya 
bahkan apa yang dia tidak inginkan pun sudah disediakan oleh  orangtuanya, tapi 
ada hal yang tidak dia peroleh  selama ini, "ketulusan cinta" seperti yang baru 
saja dia lihat pagi ini, antara sianak muda dan ibunya  yang sudah tua.

Hatinya tergelitik untuk mendekat, ada rasa ingin  tahu kira-kira apa yang 
mereka  bicarakan, sehingga si Ibu tua itu kelihatan sangat bersuka cita. Dia 
mendekati, anak muda itu dan memperkenalkan dirinya, entah mengapa begitu saja 
Pak Brata   mengungkapkan perasaannya dan kegundahannya pada si anak muda, dan 
mengapa dia sampai di rawat di rumah sakit  tersebut.

Singkat cerita, mereka saling berbagi pengalaman hidup, si anak muda itu angkat 
 pembicaraan, "Pak, saya terlahir di keluarga yang sangat miskin, ayah dan ibu 
saya  bekerja sebagai pemulung. Setiap pagi hingga sore orang tua saya pergi 
mencari  tempat pembuangan sampah dimana mereka bisa mengais-ngais dan berharap 
bisa mendapatkan sesuatu yang berharga yang bisa dijual untuk membeli makanan.

Orang tua saya bekerja banting tulang hanya untuk mendapatkan uang untuk 
membeli makanan, kadang orang tuaku hanya mampu membeli sebungkus nasi, untuk 
kami makan bertiga. Bahkan beberapa kali, sekalipun orang tua saya sudah 
bekerja 
mulai pagi tapi tidak menemukan sesuatu yang berharga untuk dijual, sehingga 
kami bisa membeli makanan, dan beberapa kali kami tidak memakan sesuap nasipun  
selama dua hari.

Suatu hari, ketika ayah dan ibu sedang mengais-ngais di tempat sampah dimana   
biasanya mereka mencari barang bekas, tiba-tiba saja Ayahku jatuh pingsan, hal  
ini bukan saja karena beliau kecapean tapi sudah seharian ayah belum memakan 
apapun juga, itu karena tadi malam nasi yang menjadi bagiannya diberikan kepada 
 saya karena menurut ayah, saya lebih membutuhkannya dibanding dia.

Karena kami tidak punya uang, kami tidak membawa  Ayah kedokter dan dua hari 
setelah jatuh pingsan, Ayahku meninggal dunia. Kami hanya pengemis, sampah  
masyarakat maka tak seorangpun perduli akan kesedihan yang kami rasakan saat 
itu, semua orang sibuk dengan urusan masing-masing dan kami, saya dan Ibu hanya 
bisa meratap dalam duka dan hanya kami yang  tau betapa dalamnya luka yang kami 
rasakan.

Dengan meninggalnya Ayah, kami kehilangan pegangan hidup, dan tidak lama 
berselang karena kesedihan yang mendalam dan kemiskinan yang semakin hari 
semakin mengikat maka beberapa bulan kemudian Ibu pun menyusul Ayah.

Saya yang baru berusia enam tahun, tidak tau harus berbuat apa, hanya mampu  
menangis karena harus berjuang sendiri, ada rasa ketakutan yang luar biasa, 
sering kali perutku perih karena beberapa hari menahan lapar, kehujanan dan 
terkadang kami dikejar-kejar oleh petugas kebersihan yang sedang beroperasi 
kebersihan di lokasi  kami.

Untuk mengisi perut tak jarang saya harus berebut makanan dengan kucing 
kampung,  padahal makanan tersebut sudah basi tapi tidak masalah yang penting 
saya tidak kelaparan. Tak seorangpun yang perduli padaku, yang aku atau hanya 
aku harus  menjalani hidupku sendiri.

Kata Ayah, kalau orang sudah meninggal akan masuk surga, disana banyak makanan  
yang enak, ada ice cream, coklate seperti yang biasa aku lihat di lemari tukang 
roti kalau aku jalan ke pasar, rumah yang bagus dan kamar yang besar, jadi  
tidak perlu  kerja keras mencari barang-barang bekas ditempat sampah, dan tidak 
akan kelaparan  lagi.

Kalau sudah begitu, aku menangis  mengingat kedua orang tuaku yang telah tiada, 
dan membayangkan Ayah dan Ibu yang saat ini sudah berada disurga dan mereka 
pasti sedang makan enak, tidur di rumah yang besar.
Aku berharap semoga aku bisa menyusul mereka disurga.

Suatu hari, ketika sedang berjalan mencari sisa-sisa makanan di  tempat sampah 
di kompleks perumahan Elite, kepala saya pusing, pandangan saya gelap dan 
setelah itu saya tidak tau lagi apa yang terjadi.

Saat saya tersadar, ternyata saya berada diatas tempat tidur yang sangat bagus 
dan kamar yang sangat besar, baju yang aku kenakan juga sangat bagus dan wangi 
.. . . . .pikirku apakah saya sudah meninggal ? dan apakah ini surga, kalau 
begitu dimana  Ayah dan  Ibu ?

Masih dalam kebingungan, aku melihat sepasang suami istri  berdiri didepan 
pintu    dan tersenyum padaku. Mereka menghampiriku dan membawakan makanan yang 
  selama ini hanya bisa aku lihat dari luar restoran ketika aku sedang mengemis 
didepan pintu restoran itu.

Dari uraian bapak dan ibu itu  aku tau bahwa mereka menemukan saya didepan 
rumah mereka dalam keadaan pingsan dan nyaris meninggal karena kekurangan 
cairan dan kurang gizi. Mereka membawa saya kerumah dan memanggil dokter 
keluarga, jadi saya tidak perlu dibawa ke Rumah sakit, cukup dirawat dirumah 
saja.

Singkat cerita, mereka mengadopsi saya karena  setelah sepuluh tahun menikah   
mereka belum juga dikarunia anak, bahkan setelah mereka mendapatkan anak, sikap 
dan perlakukan mereka tidak pernah berubah, tetap memperlakukan saya seperti 
anak  sendiri.

Saya yang dulunya hanya anak gelandangan, yang tidak punya waktu untuk bermain 
dengan teman-teman, tidak ada waktu untuk bercanda dan tertawa dengan 
teman-teman seperti layaknya anak-anak yang seusia dengan saya, merasa asing 
dengan perubahan ini.

Sekalipun orang tua angkat saya sangat mengasihi saya, membelikan banyak mainan 
  yang bagus-bagus tapi saya masih belum bisa melupakan apa yang terjadi dimasa 
lalu. Bayang-bayang masa lalu masih jelas dibenak saya, kematian ayah dan Ibu 
masih sering melintas dibenak saya.

Kesabaran dan kasih mereka padaku yang tak pernah berubah, lambat laun 
mengubahku dan mengembalikan kepercayaan  diriku. Takada alasan bagi saya   
untuk tetap bersedih dan menyesali apa yang sudah terjadi dalam hidupku, saya 
bertekat untuk membahagiakan orang tua yang sudah begitu baik dan tulus padaku.

Mereka tidak hanya memberikan saya makanan dan pakaian tapi juga pendidikan   
yang bagus bahkan disekolahkan sampai ke luar negri dan saat ini saya dipercaya 
untuk menjalankan perusahaan mereka.

Jadi tidak ada alasan bagi bapak untuk berduka, orang sukses seperti bapak   
seharusnya mengucap syukur, semua sudah bapak miliki dan sangat disayangkan  
jika suka cita itu tidak terpancar didalam hidup bapak.

Sukacita dan kebahagiaan tidak dapat di peroleh dengan materi, bapak bisa beli  
 apapun yang bapak inginkan, tapi kita tidak bisa membeli KEBAHAGIAAN.

Kejadian  4:7
  Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika  
engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat 
menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."

Sebenarnya apa yang membuat Pak Brata bermuram hati, kehilangan semangat hidup ?

Beberapa minggu yang lalu, sepulang dari  kunjungan dari cabang yang baru yang 
akandi buka, dia melihat seorang anak kecil di tempat pembuangan sampah sedang  
mengais-ngais sisa-sisa makanan, sementara di disebelahnya ada anjing kampung   
yang juga melakukan hal yang sama, mencari sisa-sisa makanan. Begitu asyiknya 
mengais-ngais sampah, membuat dia tidak perduli dengan tikus-tikus sampah yang  
berlari-lari disekitarnya.

Apa yang dia lihat siang itu, menghantui pikirannya betapa  dia buta selama 
ini, betapa egoisnya dia yang  tidak pernah mengucap syukur atas apa yang sudah 
dia peroleh.

Sejak kecil, Pak Brata tidakpernah mengerti arti kekurangan makanan, tidak tau 
apa  artinya kelaparan, tidak pernah mengerti arti sebuah keinginan yang tak 
terwujud, apapunyang dia inginkan dengan mudahnya didapat, bahkan terkadang 
suatu yang  tidak pernah dia pikirkan sudah diberikan oleh kedua orang tuanya.

Tidak pernah mengalami kesusahan, semua serba ada membuatnya sulit untuk  
mengerti rasa syukur  atas apa yang sudah diperoleh, sulit baginya untuk 
menghargai  berkat yang sudah diterima. Dia menganggap segala sesuatu berjalan 
bergitu saja, dan hidup ini dijalani dengan aturan-aturan yang sangat kaku.

Tapi setelah bertemu dengan anak gelandang di tepat sampah dan akhirnya hari  
ini  dia bertemu dengan anak muda yang dulunya juga gelandangan membuatnya malu 
 padadiri sendiri. Tak pernah sekalipun dia  bersyukur atas apa yang sudah 
diterima selama ini, hidup penuh kelimpahan tanpa pernah merasakan kelaparan, 
kehauasan dan penderitaan.

Kebahagiaan tidak hanya diperoleh ketika kita DIBERI tapi juga ketika kita 
MEMBERI kepada orang yang lebih membutuhkan dari kita. Kebahagiaan akan menjadi 
sempurna ketika kita dengan tulus mengulurkan tangan kita kepada sesama yang 
membutuhkan  kita.

Amsal  15
 15:13 Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati       
 mematahkan semangat.

Jika anda bertanya, apa hubungan antara jeruk purut dengan Pak Brata  ?
Jeruk purut bukanlah buah yang nikmat untuk dimakan atau dibuat juice, 
bagaimana  dengan anda, apakah Jeruk purut salah satu buah-buahan yang menjadi 
kesukaan   anda ? (saya minta maaf  jika menyinggung perasaan anda  ).

Kalau dilihat dari bentuknya, jeruk purut jauh dari Indah .. . . kulitnya tidak 
mulus  seperti jeruk sunkis atau jeruk jenis lainnya, rasanya juga kecut atau 
asam jadi  mustahil jika buah ini menjadi buah kesukaan anda. Tidak berarti  
jeruk jenis ini tidak berguna, karena Tuhan menciptakan segala sesuatunya 
sesuai dengan fungsi masing-masing. Kita masih bisa memanfaatkan daunnya untuk 
masakan dan buahnya juga masih bisa digunakan untuk obat untuk membuat rambut 
segar dan ampuh menghilangkan ketombe (red : ibu saya  bebarapa bulan sekali 
membuatkan ramuan ini untuk kami sekeluarga).

Bagaimana dengan Pak Brata, sekalipun diberkati luar biasa, dicintai oleh istri 
dan anak-anak tapi tetap merasa kurang bahagia dalam hdiupnya.

Beliau merasa tidak mempunyai arti, hidup berjalan apa adanya dan tidak 
menyadari  bahwa diluar sana banyak orang yang membutuhkannya dan menanti 
uluran tangannya.

Apakah masih ada keraguan dalam hati dan pikiran anda, bahwa anda diciptakan
 sempurna oleh Tuhan ?
.  . . . .   atau selama ini anda merasa gagal dalam hidup, dan membuat anda 
putus harapan, tapi satu hal yang ingin saya sampaikan bahwa anda dan saya 
diciptakan
 untuk sesuatu yang berharga, kita mulia dihadapanNya   . . .

Minta Tuhan, mengajari anda untuk selalu bersukacita, hidup anda dipenuhi tawa 
dan canda dan yang paling penting, bersyukur dalam segala hal !

Sekali lagi saya katakan, anda dan saya berharga dimataNya  .. . ..

Lukas  12
   12:7 bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, 
karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Written by, Sari Tarigan

Kirim email ke