From: <[EMAIL PROTECTED]> Di Pulihkan lewat PROSES sebuah PENGAMPUNAN
Matius 6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; Kira-kira empat tahun yang lalu, lewat suatu peristiwa Tuhan Yesus membentuk dan mengasahku melalui sebuah proses PENGAMPUNAN atas seseorang yang begitu tega melukaiku. Aku bukan penganut paham "hukum rimba", dilukai bukan berarti membalas melukai !Sekalipun aku dilukai sedemikian dalam tapi aku berusaha untuk diam dan kalau perlu menghindar dan berbuat seolah-olah aku baik-baik saja, jujur dibelakang layar aku menangis. Biasanya aku hanya cerita kegalauan hatiku kepada orang yang dekat denganku, dengan harapan aku lebih tenang karena sudah ada yang menampung isi hatiku. Untan begitu manis jika berada di hadapanku, tapi kenyataannya dibelakangku kelakukannya lebih jahat dari Ibu Tirinya si Bawang Putih yang biasa kita tonton di televisi :). Sebenarnya aku "bisa" membalas apa yang dia lakukan padaku tapi "aku tidak mau" ! Prinsip yang aku pegang sepertinya Alkibiah dan berhati mulia ^_^, bahwa penghakiman bukan hakku tapi milik Tuhan, tapi kenyataannya ada "bara yang siap meledak dihatiku dan menghancurkan orang-orang disekitarku". Aku mengambil cuti dan pulang kampung selama tiga minggu ! Anda bisa bayangkan bagaimana sakitnya hatiku ketika itu, sehingga aku pulang cuti dengan tujuan utama ini memulihkan hatiku. Aku berharap tiga minggu mampu mengobati lukaku, tapi ternyata "aku tak mampu". Satu hari sebelum aku kembali ke kota dimana aku bekerja, aku gelisah ! bahkan aku menangis karena membayangkan akan bertemu kembali dengan orang itu. Sahabat, Tuhan memulihkan hatiku BUKAN ketika aku melarikan diri dari padang gurun ! tapi Dia pulihkan aku melalui proses yang tidakaku mengerti. Satu hal yang aku pelajari, MENGAMPUNI bukan soal LAMANYA WAKTU yang terlewati, tapi seberapa besar PENUNDUKAN DIRI yang aku miliki, itu lah TERAPHY paling SAKTI yang akan memulihkanku. Tuhan Yesus mengajari kita berdoa,"ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami ", doa ini sering kita ucapkan tapi ternyata TERLALU SULIT untuk di sosialisasikan. Disaat aku ada pelayanan di geraja, dengan suara pelan Roh Kudus bertanya,"apa sudah bisa mengampuni orang orang yang telah melukai hatimu anak-Ku". Dan yang membuat aku lebih tidak mengerti, justru ketika aku dalam proses pengampunan, beberapa teman datang untuk share/ konseling seputaran PENGAMPULAN [ingat artikle : aku diperkosa oleh kekasihku]. Sekali lagi, pengampunan tidak bisa dipulihkan oleh WAKTU dan kalau pun bisa hasilnya tidak akan maksimal. Renungan ini kita tutup dengan ungkapan dari Nabi Mikha Mikha 7:18 Siapakah Tuhan seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? Siapakah kita [anda dan saya], sehingga kita terlalu sombong/ angkuh untuk tidak mengampuni orang yang bersalah kepada kita ? Sementara Tuhan yang tidak berdosa dan menciptakan kita, TIDAK BERTAHAN dalam murkaNya. Selamat belajar mengampuni . . . dan RAIH ANUGRAH dari Bapa kita di Surga ============================================= From: <[EMAIL PROTECTED]> RAKUS MATA Bilangan 11:4 Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israelpun menangislah pula serta berkata: "Siapakah yang akan memberi kita makan daging? Jika harus memilih berlama-lama di Toko Buku atau di Toko yang isinya pernak-pernik wanita, mulai dari baju, sepatu, tas dan peralatan kosmetika, maka aku akan memilih berjam-jam di Toko Buku. Kegemaranku mengoleksi buku seputaran psikologi [red: psikologi seputaran ke Kristenan] cukup menggoncang isi dompet :). Aku hanya rajin membeli buku, tapi jarang sekali buku yang aku beli di baca sampai tuntas ! Kegemaranku membaca tergantung kondisi hati dan pikiran, artinya kondisi hatikulah yang menentukan buku yang mana yang akan aku baca. Tidak hanya buku, lagu yang berupa CD atau VCD pun menjadi salah satu koleksiku, setiap kali melihat CD/ VCD yang dinyanyikan oleh orang yang aku idolakan, sudah pasti aku beli, akibatnya banyak CD yang tidak sempat di dengar, dan ini terbukti saat mendengar sebuah lagu yang di nyanyikan di gereja, sering kali aku merasa pernah dengar lagu ini tapi kira-kira dimana ya ? :) Aku membeli buku karena aku hobby mengkoleksi buku, maniak dengan yang menulis buku ! Saat membeli CD/VCD pun sepeti itu, aku maniak dengan sang penyanyi. Aku RAKUS pada apa yang aku "lihat" dan "pikirkan", akibatnya jadi numpuk dan tidak jelas kegunaannya.Tapi Puji Tuhan, sudah satu tahun ini aku mulai bisa mengendalikan diri dan mulai terlepas dari VIRUS RAKUS MATA. Sahabat, RAKUS mata pun dialami oleh bangsa Israel, saat diperjalanan dari tanah Mesir menuju Kanaan mereka merengek-rengek kepada Musa, bahkan sampai menangis di pintu kemah karena "kepengen" makan daging [Bilangan 11:4], teringat akan kenangan-kenangan manis selama diMesir. Dalam pikiran mereka, sekalipun diperbudak di Mesir tapi mereka masih bisa makan daging, akan semangka, mentimun dan GRATIS [Bilangan11:5] Tuhan murka melihat bangsa Israel merengek-rengek hanya karena "daging". Kata Tuhan, " Bukan hanya satu hari kamu akan memakannya, bukan dua hari, bukan lima hari, bukan sepuluh hari, bukan dua puluh hari, tetapi genap sebulan lamanya, sampai keluar dari dalam hidungmu dan sampai kamu muak? karena kamu telah menolak TUHAN yang ada di tengah-tengah kamu dan menangis di hadapan-Nya dengan berkata: Untuk apakah kita keluar dari Mesir?" [ayat 19 & 20] Saat Tuhan menurunkan burung puyuh, sepanjang hari dan sepanjang malam dan sepanjang hari esoknya, bangkitlah bangsa itu mengumpulkan burung-burung puyuh itu? setiap orang sedikit-dikitnya mengumpulkan sepuluh homer?, kemudian mereka menyebarkannya lebar-lebar sekeliling tempat perkemahan. Bangsa Israel RAKUS MATA; takut kehabisan; takut kalau besok-besok Tuhan tidak lagi menurunkan burung puyuh bagi mereka, padahal Tuhan sudah berjanji bahwa burung puyuh tidak hanya satu atau dua hari tapi satu bulan di sediakan bagi mereka. Dan apa yang terjadi ? Selagi daging itu ada di mulut mereka, sebelum dikunyah, maka bangkitlah murka TUHAN terhadap bangsa itu dan TUHAN memukul bangsa itu dengan suatu tulah yang sangat besar. Saya jadi teringat saat kita merayakan Natal, setiap kali berkunjung kerumah-rumah, yang disajikan pasti daging-dagingan, mulai dari daging ayam, daging sapi dan daging babi, baru satu atau dua hari saja saya sudah eneg makan daging, apalagi kalau sampai satu bulan ? Sahabat, Dalam kehidupan ini pun kita sering RAKUS MATA, apa yang kita jalani dipengaruhi oleh apa yang kita lihat dan kita rasakan, sehingga kehilangan kepekaan akan rancangan Tuhan bagi anda dan saya. Kita berpikir dan bertindak sesuai dengan apa yang kita lihat dan rasakan ! Mari RAKUS untuk mencari wajah dan hadirat Tuhan . . . . Bilangan 11:4-35 ============================================ From: "Somba Oloan" <[EMAIL PROTECTED]> Apa yg Tuhan Yesus Inginkan dr manusia ? Ketika kita baca di Mat 5:17 disitu dikatakan "Janganlah kamu menyangka bahwa AKU datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. AKU datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya" sehingga IApun berkata pada ayat ke 20 "...Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga" dan diayat ke 48 "Karena itu hendaklah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang disorga adalah sempurna" Memang kelihatannya berat sekali ya untuk hidup benar 100% dihadapan TUHAN. tetapi di 1 Yoh 5:3 dikatakan "Sebab inilah kasih kepada TUHAN, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-NYA. Perintah-perintah-NYA itu tidak berat" menuruti perintah2-NYA ya berarti seluruh isi ALKITAB, memang dalam implementasinya kita sering jatuh bangun tapi DIA sabar kok untuk kita belajar dan berlatih untuk menjadi semakin sempurna. Nah kalo memang kita mengasihi DIA dengan segenap... segenap.... dan segenap hati kita di 1 Yoh 3:18 disitu dikatakan "Anank-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Tuhan YESUS memberkati ! ========================================== From: <[EMAIL PROTECTED]> AJAR aku untuk "TERTAWA" Siapa yang tidak mengenal Pak Brata Prasetyo, pengusaha export import yang berhasil, tahun ini dinobatkan menjadi menjadi salah satu pengusaha yang sukses. Usaha yang dia jalankan, merupakan perusahaan keluarga yang sudah dirintis oleh orang tuanya sejak dulu. Sebagai anak tunggal, sudah menjadi tanggung jawabnya untuk meneruskan perusahaan keluarga ini. Sejak minggu lalu, Pak Brata tampak sedih dan wajahnya murung, jika istrinya bertanya akan perubahan tersebut, maka jawaban yang didapat hanya helaan nafas panjang belaka. Semakin hari, sikap Pak Brata semakin aneh, selain murung dia juga mulai tidak mau makan, tidak punya semangat pergi ke kekantor yang dilakukannya hanya mengurung diri dikamar. Perubahan ini membuat Ibu Brata gusar, semakin hari Pak Brata semakin kurus karena sudah beberapa hari tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Pertanyaan besar bagi orang-orang yang ada disekitarnya, apa yang terjadi dengan Pak Brata, beliau dikenal sangat ramah, bersahabat dengan semua orang, baik dengan keluarga maupun dengan karyawan, relasi kerjanya bahkan tak jarang dia berbuat amal dengan orang-orang yang kurang mampu. Keluarga sudah memanggil Dr. Anwar, dokter keluarga sejak Pak Brata masih kecil, tapi tetap tidak membuahkan hasil. Beberapa psikolog juga sudah di panggil kerumah tapi hasilnya sama, Pak Brata tetap diam tak bergeming. Segala usaha sudah dilakukan, mulai dari dokter yang paling terkenal bahkan para normal yang terpopulerpun sudah dihubungi tapi tetap tidak ada perubahan, justru sebaliknya beliau semakin lemah. Melihat phisik Pak Brata semakin lemah, keluarga memutuskan untuk membawanya ke Rumah sakit untuk dirawat. Berapa hari dirawat di Rumah Sakit, mulai terlihat ada perkembangan dengan kesehatannya, mulai mau makan bubur dan mulai ada secercah senyum di bibirnya, walau wajahnya masih kelihatan pucat. Untuk mempercepat pemulihan, Pak Brata di sarankan berjemur dipagi hari, sinar matahari sangat membantu dalam proses penyembuhan. Saat berjalan-jalan di halaman rumah sakit, terlihat seorang anak muda, usianya sekitar tiga puluh tahun sedang berbicang-bincang dengan seorang wanita tua yang duduk dikursi roda. Dari raut wajah dan sesekali terdengar tawa kecil dari si wanita tua, merekakelihatan sangat bahagia, si anak muda itu menyanyikan sebuah lagu bagi Ibu tua tersebut, sementara si anak muda menyanyi, si Ibu tua itu memandang di penuh cinta. Ada gejolak dihati Pak Brata, ada kecemburuan melihat kemesraan yang terjadi didepan matanya, kemesraan seperti itu belum pernah dia rasakan dalam keluarganya, bukan berarti selama ini dia kehilangan kasih sayang dari orang tua, justru sebaliknya dia selalu mendapatkan apapun yang dia butuhkannya bahkan apa yang dia tidak inginkan pun sudah disediakan oleh orangtuanya, tapi ada hal yang tidak dia peroleh selama ini, "ketulusan cinta" seperti yang baru saja dia lihat pagi ini, antara sianak muda dan ibunya yang sudah tua. Hatinya tergelitik untuk mendekat, ada rasa ingin tahu kira-kira apa yang mereka bicarakan, sehingga si Ibu tua itu kelihatan sangat bersuka cita. Dia mendekati, anak muda itu dan memperkenalkan dirinya, entah mengapa begitu saja Pak Brata mengungkapkan perasaannya dan kegundahannya pada si anak muda, dan mengapa dia sampai di rawat di rumah sakit tersebut. Singkat cerita, mereka saling berbagi pengalaman hidup, si anak muda itu angkat pembicaraan, "Pak, saya terlahir di keluarga yang sangat miskin, ayah dan ibu saya bekerja sebagai pemulung. Setiap pagi hingga sore orang tua saya pergi mencari tempat pembuangan sampah dimana mereka bisa mengais-ngais dan berharap bisa mendapatkan sesuatu yang berharga yang bisa dijual untuk membeli makanan. Orang tua saya bekerja banting tulang hanya untuk mendapatkan uang untuk membeli makanan, kadang orang tuaku hanya mampu membeli sebungkus nasi, untuk kami makan bertiga. Bahkan beberapa kali, sekalipun orang tua saya sudah bekerja mulai pagi tapi tidak menemukan sesuatu yang berharga untuk dijual, sehingga kami bisa membeli makanan, dan beberapa kali kami tidak memakan sesuap nasipun selama dua hari. Suatu hari, ketika ayah dan ibu sedang mengais-ngais di tempat sampah dimana biasanya mereka mencari barang bekas, tiba-tiba saja Ayahku jatuh pingsan, hal ini bukan saja karena beliau kecapean tapi sudah seharian ayah belum memakan apapun juga, itu karena tadi malam nasi yang menjadi bagiannya diberikan kepada saya karena menurut ayah, saya lebih membutuhkannya dibanding dia. Karena kami tidak punya uang, kami tidak membawa Ayah kedokter dan dua hari setelah jatuh pingsan, Ayahku meninggal dunia. Kami hanya pengemis, sampah masyarakat maka tak seorangpun perduli akan kesedihan yang kami rasakan saat itu, semua orang sibuk dengan urusan masing-masing dan kami, saya dan Ibu hanya bisa meratap dalam duka dan hanya kami yang tau betapa dalamnya luka yang kami rasakan. Dengan meninggalnya Ayah, kami kehilangan pegangan hidup, dan tidak lama berselang karena kesedihan yang mendalam dan kemiskinan yang semakin hari semakin mengikat maka beberapa bulan kemudian Ibu pun menyusul Ayah. Saya yang baru berusia enam tahun, tidak tau harus berbuat apa, hanya mampu menangis karena harus berjuang sendiri, ada rasa ketakutan yang luar biasa, sering kali perutku perih karena beberapa hari menahan lapar, kehujanan dan terkadang kami dikejar-kejar oleh petugas kebersihan yang sedang beroperasi kebersihan di lokasi kami. Untuk mengisi perut tak jarang saya harus berebut makanan dengan kucing kampung, padahal makanan tersebut sudah basi tapi tidak masalah yang penting saya tidak kelaparan. Tak seorangpun yang perduli padaku, yang aku atau hanya aku harus menjalani hidupku sendiri. Kata Ayah, kalau orang sudah meninggal akan masuk surga, disana banyak makanan yang enak, ada ice cream, coklate seperti yang biasa aku lihat di lemari tukang roti kalau aku jalan ke pasar, rumah yang bagus dan kamar yang besar, jadi tidak perlu kerja keras mencari barang-barang bekas ditempat sampah, dan tidak akan kelaparan lagi. Kalau sudah begitu, aku menangis mengingat kedua orang tuaku yang telah tiada, dan membayangkan Ayah dan Ibu yang saat ini sudah berada disurga dan mereka pasti sedang makan enak, tidur di rumah yang besar. Aku berharap semoga aku bisa menyusul mereka disurga. Suatu hari, ketika sedang berjalan mencari sisa-sisa makanan di tempat sampah di kompleks perumahan Elite, kepala saya pusing, pandangan saya gelap dan setelah itu saya tidak tau lagi apa yang terjadi. Saat saya tersadar, ternyata saya berada diatas tempat tidur yang sangat bagus dan kamar yang sangat besar, baju yang aku kenakan juga sangat bagus dan wangi .. . . . .pikirku apakah saya sudah meninggal ? dan apakah ini surga, kalau begitu dimana Ayah dan Ibu ? Masih dalam kebingungan, aku melihat sepasang suami istri berdiri didepan pintu dan tersenyum padaku. Mereka menghampiriku dan membawakan makanan yang selama ini hanya bisa aku lihat dari luar restoran ketika aku sedang mengemis didepan pintu restoran itu. Dari uraian bapak dan ibu itu aku tau bahwa mereka menemukan saya didepan rumah mereka dalam keadaan pingsan dan nyaris meninggal karena kekurangan cairan dan kurang gizi. Mereka membawa saya kerumah dan memanggil dokter keluarga, jadi saya tidak perlu dibawa ke Rumah sakit, cukup dirawat dirumah saja. Singkat cerita, mereka mengadopsi saya karena setelah sepuluh tahun menikah mereka belum juga dikarunia anak, bahkan setelah mereka mendapatkan anak, sikap dan perlakukan mereka tidak pernah berubah, tetap memperlakukan saya seperti anak sendiri. Saya yang dulunya hanya anak gelandangan, yang tidak punya waktu untuk bermain dengan teman-teman, tidak ada waktu untuk bercanda dan tertawa dengan teman-teman seperti layaknya anak-anak yang seusia dengan saya, merasa asing dengan perubahan ini. Sekalipun orang tua angkat saya sangat mengasihi saya, membelikan banyak mainan yang bagus-bagus tapi saya masih belum bisa melupakan apa yang terjadi dimasa lalu. Bayang-bayang masa lalu masih jelas dibenak saya, kematian ayah dan Ibu masih sering melintas dibenak saya. Kesabaran dan kasih mereka padaku yang tak pernah berubah, lambat laun mengubahku dan mengembalikan kepercayaan diriku. Takada alasan bagi saya untuk tetap bersedih dan menyesali apa yang sudah terjadi dalam hidupku, saya bertekat untuk membahagiakan orang tua yang sudah begitu baik dan tulus padaku. Mereka tidak hanya memberikan saya makanan dan pakaian tapi juga pendidikan yang bagus bahkan disekolahkan sampai ke luar negri dan saat ini saya dipercaya untuk menjalankan perusahaan mereka. Jadi tidak ada alasan bagi bapak untuk berduka, orang sukses seperti bapak seharusnya mengucap syukur, semua sudah bapak miliki dan sangat disayangkan jika suka cita itu tidak terpancar didalam hidup bapak. Sukacita dan kebahagiaan tidak dapat di peroleh dengan materi, bapak bisa beli apapun yang bapak inginkan, tapi kita tidak bisa membeli KEBAHAGIAAN. Kejadian 4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." Sebenarnya apa yang membuat Pak Brata bermuram hati, kehilangan semangat hidup ? Beberapa minggu yang lalu, sepulang dari kunjungan dari cabang yang baru yang akandi buka, dia melihat seorang anak kecil di tempat pembuangan sampah sedang mengais-ngais sisa-sisa makanan, sementara di disebelahnya ada anjing kampung yang juga melakukan hal yang sama, mencari sisa-sisa makanan. Begitu asyiknya mengais-ngais sampah, membuat dia tidak perduli dengan tikus-tikus sampah yang berlari-lari disekitarnya. Apa yang dia lihat siang itu, menghantui pikirannya betapa dia buta selama ini, betapa egoisnya dia yang tidak pernah mengucap syukur atas apa yang sudah dia peroleh. Sejak kecil, Pak Brata tidakpernah mengerti arti kekurangan makanan, tidak tau apa artinya kelaparan, tidak pernah mengerti arti sebuah keinginan yang tak terwujud, apapunyang dia inginkan dengan mudahnya didapat, bahkan terkadang suatu yang tidak pernah dia pikirkan sudah diberikan oleh kedua orang tuanya. Tidak pernah mengalami kesusahan, semua serba ada membuatnya sulit untuk mengerti rasa syukur atas apa yang sudah diperoleh, sulit baginya untuk menghargai berkat yang sudah diterima. Dia menganggap segala sesuatu berjalan bergitu saja, dan hidup ini dijalani dengan aturan-aturan yang sangat kaku. Tapi setelah bertemu dengan anak gelandang di tepat sampah dan akhirnya hari ini dia bertemu dengan anak muda yang dulunya juga gelandangan membuatnya malu padadiri sendiri. Tak pernah sekalipun dia bersyukur atas apa yang sudah diterima selama ini, hidup penuh kelimpahan tanpa pernah merasakan kelaparan, kehauasan dan penderitaan. Kebahagiaan tidak hanya diperoleh ketika kita DIBERI tapi juga ketika kita MEMBERI kepada orang yang lebih membutuhkan dari kita. Kebahagiaan akan menjadi sempurna ketika kita dengan tulus mengulurkan tangan kita kepada sesama yang membutuhkan kita. Amsal 15 15:13 Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. Jika anda bertanya, apa hubungan antara jeruk purut dengan Pak Brata ? Jeruk purut bukanlah buah yang nikmat untuk dimakan atau dibuat juice, bagaimana dengan anda, apakah Jeruk purut salah satu buah-buahan yang menjadi kesukaan anda ? (saya minta maaf jika menyinggung perasaan anda ). Kalau dilihat dari bentuknya, jeruk purut jauh dari Indah .. . . kulitnya tidak mulus seperti jeruk sunkis atau jeruk jenis lainnya, rasanya juga kecut atau asam jadi mustahil jika buah ini menjadi buah kesukaan anda. Tidak berarti jeruk jenis ini tidak berguna, karena Tuhan menciptakan segala sesuatunya sesuai dengan fungsi masing-masing. Kita masih bisa memanfaatkan daunnya untuk masakan dan buahnya juga masih bisa digunakan untuk obat untuk membuat rambut segar dan ampuh menghilangkan ketombe (red : ibu saya bebarapa bulan sekali membuatkan ramuan ini untuk kami sekeluarga). Bagaimana dengan Pak Brata, sekalipun diberkati luar biasa, dicintai oleh istri dan anak-anak tapi tetap merasa kurang bahagia dalam hdiupnya. Beliau merasa tidak mempunyai arti, hidup berjalan apa adanya dan tidak menyadari bahwa diluar sana banyak orang yang membutuhkannya dan menanti uluran tangannya. Apakah masih ada keraguan dalam hati dan pikiran anda, bahwa anda diciptakan sempurna oleh Tuhan ? . . . . . atau selama ini anda merasa gagal dalam hidup, dan membuat anda putus harapan, tapi satu hal yang ingin saya sampaikan bahwa anda dan saya diciptakan untuk sesuatu yang berharga, kita mulia dihadapanNya . . . Minta Tuhan, mengajari anda untuk selalu bersukacita, hidup anda dipenuhi tawa dan canda dan yang paling penting, bersyukur dalam segala hal ! Sekali lagi saya katakan, anda dan saya berharga dimataNya .. . .. Lukas 12 12:7 bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Written by, Sari Tarigan

