From: rm_maryo "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat" (1Sam 17:32-33.37.40-51; Mrk 3:1-6)
"Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!" Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia" (Mrk 3:1-6), demikian kutipan Warta Gembira hari ini. . Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut: . Dalam suatu lokarkarya pastoral (antar beberapa komisi di tingkat keuskupan) untuk merefleksi dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan pastoral yang telah dilaksanakan serta membuat program kegiatan yang akan datang, ada dua kelompok setelah mempresentasikan program kegiatan yang bagus serta konkret mengakhiri presentasinya dengan berkata: "Untuk melaksanakan program kegiatan ini, kami harus terlebih dahulu minta rekomendasi dari Bapak Uskup". Ketika saya, yang pada waktu itu hadir mewakili komisi di KWI, dimintai tanggapan atas rencana program kegiatan tersebut antara lain saya berkata: "Lho mau berbuat baik kok harus minta rekomendasi uskup, atasan. Saya duga yang dimaksudkan adalah minta bantuan dana atau uang untuk kegiatan tersebut". Hemat saya untuk berbuat baik tidak perlu minta izin atau rekomendasi dari siapapun, demikian juga untuk bekerja atau berbuat baik di hari libur atau waktu istirahat. Hari Sabat atau hari yang dikhususkan bagi Tuhan adalah hari untuk memuji, menghormati, mengabdi dan memuliakan Tuhan alias hari untuk berbuat baik bagi sesama. Pada hari dimana orang dibebaskan dari ikatan aturan bekerja tersebut kiranya justru memiliki kebebasan secara leluasa untuk berbuat baik sesuai dengan kerinduannya yang digerakkan oleh Tuhan. Memang, sekali lagi, orang yang bersikap legalistis pada umumnya jarang berbuat baik kepada sesama yang sungguh membutuhkan. Kita sebagai orang beriman dipanggil, tanpa pandang hari, waktu, SARA, usia dst.., untuk senantiasa berbuat baik dimana ada kesempatan atau bisikan/sentuhan untuk berbuat baik. Kesempatan, sentuhan/bisikan untuk berbuat baik hemat saya terjadi setiap waktu, dimana saja dan kapan saja, maka marilah kita tanggapi secara positif kesempatan, bisikan atau sentuhan tersebut, sebagai perwujudan iman kita kepada Tuhan. Biarkanlah, anggap angin berlalu, aneka macam kritik atau komentar atas perbuatan baik kita, yang muncul dari keirihatian atau kemalasan atau kesombongan. . "Segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran dan Ia pun menyerah kan kamu ke dalam tangan kami."(1Sam 17:47), demikian kata Daud kepada orang Filistin, prajurit yang kuat dan gagah perkasa serta berpengalaman dalam pertempuran. Apa yang dikatakan oleh Daud ini mengingatkan kami akan peristiwa revolusi rakyat Filipina untuk menggulingkan presiden Marcos maupun demo mahasiswa di gedung DPR-Senayan, Jakarta, yang didukung oleh rakyat untuk menggulingkan presiden Suharta. Senjata, tank serta kekuatan tentara dilawan dengan doa rosario para ibu/wanita (di Manila-Filipina) atau gerakan anti kekerasan para mahasiswa (di Jakarta-Indonesia). Tuhan menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing, bukan dengan senjata yang mematikan atau keperkasaan tank dengan tentaranya. Tuhan hidup dan berkarya di dalam diri umat beriman, hamba-hambaNya yang sungguh mengandalkan diri atau mempersembahkan diri kepada Tuhan, dengan kata lain orang-orang yang masih terbuka hati, jiwa, akal budi dan tubuhnya terhadap perubahan dan pembaharuan. Maka marilah kita meneladan Daud dalam hidup sehari-hari kita. Ketika kita harus menghadapi aneka macam bentuk kekerasan, marilah kita hadapi dengan rendah hati dan lemah lembut sambil berdoa. Percayalah sekeras-keras penampilan orang kami yakin mereka juga memiliki hati, jiwa, akal budi yang baik, marilah kita bangkitkan dan berdayakan apa yang mereka miliki tersebut. Biarkanlah mereka akhrinya melucuti diri dari aneka macam senjata yang mematikan tersebut dan kemudian juga mempersembahkan diri kepada Tuhan, kepada Penyelenggaraan Ilahi. Kasih pengampunan pasti akan dapat mengalahkan aneka macam kekerasan, cintakasih pasti akan mengalahkan aneka macam balas dendam dan kebencian. "Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu" (Mat 5:44), demikian sabda Yesus. . "Ya Tuhan, aku hendak menyanyikan nyanyian baru bagi-Mu, dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur bagi-Mu, Engkau yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu"(Mzm 144:9-10) Jakarta, 23 Januari 2008 ========================================== From: trueworshippersindonesia Chris Tomlin The Man Behind `How Great Is Our God' Christopher Dwayne Tomlin atau lebih dikenal dengan nama Chris Tomlin lahir pada tanggal 4 Mei 1972. Sebagai bocah yang dilahirkan dan dibesarkan di Texas Timur, ia terbiasa mendengarkan musik country. Chris tumbuh dengan kecintaan pada music, keahliannya bermain gitar didapatkannya dari Sang Ayah sehingga di usia muda 14 tahun ia sudah mulai menulis lagu. Dibesarkan dalam keluarga yang cinta akan Tuhan membuat Chris menyadari bahwa Tuhan memiliki rencana yang spesifik bagi hidupnya sejak usia dini. Chris mengambil bidang Psikologi saat kuliah di A&M Texas University dan tetap meneruskan kegiatan menulis dan bermain music. Di saat yang bersamaan Chris bertemu dengan Louie Giglio yang menawarkan dia untuk bergabung dalam Passion Conference, yaitu sebuah konferensi bagi para mahasiswa-mahasiswa Kristen di Amerika dengan jumlah mencapai 20,000 setiap tahunnya Album solo pertama Chris Tomlin yang dirilis di seluruh Amerika adalah "The Noise We Make" pada tahun 2001. Namun yang membuat nama Chris Tomlin menjadi begitu terkenal di dunia industri musik rohani adalah album "Arriving" yang dirilis pada tahun 2004. Di album inilah Chris merilis lagunya "How Great is Our God" yang kemudian menjadi lagu paling disukai hampir di setiap gereja termasuk di Indonesia. Albumnya yang terbaru yaitu "See the Morning" telah dinominasikan dua Grammy Awards dan memenangkan 6 Dove Awards pada tahun 2007, termasuk di antaranya "Artist of the Year" dan "Praise & Worship Album of The Year." Berdasar survey yang dibuat oleh Christian Copyright Licensing International pada bulan February 2007, 5 lagu Chris Tomlin berada di chart 25 lagu worship terbaik di Amerika Serikat. Kelima lagu tersebut adalah "How Great Is Our God (#1)" "Forever" (#9), "Holy is the Lord" (#10), "We Fall Down" (#13) dan "The Wonderful Cross" (#24). Album `See The Morning: Special Edition' terinspirasi dari `fajar pagi' di Alkitab membawakan pesan bahwa Tuhan mencintai pagi hari dan bersamaan dengannya selalu ada kasih karunia dan harapan yang baru. Dengan lirik lagu yang sederhana namun kuat dan melodi gitar yang khas Chris Tomlin, album ini berhasil memenangkan 6 Dove Awards. Saat ini karya-karya Chris telah menjadi standar dari banyak pemusik Kristen kontemporer Album ini berisikan 15 lagu baru yang di antaranya adalah 3 lagu dengan versi akustik dan 1 lagu original demo. Album dengan enhanced CD ini juga memberikan bonus yaitu 1 video feature of the making of the special album dari Chris Tomlin dan Sang Produser Ed Cash. Album ini akan mulai tersedia di toko buku dan kaset rohani di Indonesia pada Januari 2008. Chris melaksanakan tour pertamanya besama dengan grup Delirious?, kemudian ia juga pernah mendampingi Steven Curtis Chapman di tour "All Things New." Tour skala besar Chris seperti `Indescribable' tour dan `How Great is Our God' Tour ia bekerjasama dengan Matt Redman dan Louie Giglio. Tournya yang paling baru adalah `See The Morning' Tour dari album terbarunya "See The Morning" =============================================== From: S. Sujud Kepingin cepat sembuh??? Ikutilah prilaku NAAMAN!!! Naaman disembuhkan (Ditulis di 2 Raja Raja 5 : 1 - 27) Dibawakan oleh Ir. H.L. Njoo, Ketua DPK PDS KOREA, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Untuk mengikuti kisah ini, saya sengaja tidak menuliskan ayatnya satu persatu seperti yang ditulis di dalam BIBLE (BASIC INFORMATION BEFORE LEAVING EARTH) yang artinya Informasi dasar sebelum meninggalkan bumi, yang mana diterjemahkan sebagai ALKITAB dalam bahasa Indonesia, karena saya ingin agar semua pembaca ikut membuka ALKITABnya masing masing atau bagi yang belum memiliki ALKITAB, mereka bisa membeli ALKITAB dalam bahasa yang mereka ketahui, karena makna dari isi ALKITAB dari pelbagai bahasa itu adalah sama, agar para pembaca lebih mengerti arahan dari isi kisah ini. Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Sampai sekarangpun, kita memilih Seorang Pemimpin, baik itu Presiden, Gubernur, Bupati, Camat, Lurah, Ketua RW maupun ketua RT bahkan ketua kelompok pun, pada umumnya kita ambil dari orang orang yang terpandang, yaitu karena TUHAN telah memberikan kemenangan untuk kelompok itu. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta, Nah dalam hal ini tentunya sulit untuk kita prediksikan, apakah orang itu Sakit dalam artian yang amat luas, yaitu maksudnya apakah orang itu pernah berbuat yang kurang baik, atau korupsi, atau anda berstatus ILLEGAL atau hal hal yang lain. Karena hal tersebut adalah hal hal yang menyangkut kepribadian dari orang itu, dan masalah kepribadian dari orang itu, biasanya tidak pernah ditonjolkan dalam segala Media, sehingga banyak orang yang tidak memahami masalah kepribadian dari orang yang kita pilih itu. Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman. Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya. Soal tawan menawan itu sudah sering terjadi di dunia ini, bahkan beberapa bulan yang lalu, banyak sekali perempuan Korea yang ditawan oleh kelompok Taliban di Afganistan, namun Gadis yang ditawan dan menjadi pelayan pada isteri Naaman ini memiliki hati yang penuh dengan kasih sayang kepada tuannya, walaupun dia tidak diperbolehkan berbicara secara langsung kepada tuannya, karena dia adalah gadis tawanan, dia adalah pelayan yang bekerja sebagai pelayan pada isteri Naaman. Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya: Begini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeri Israel itu. Maka jawab raja Aram: Baik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel Naaman ini juga amat tertib, dia tidak mau pergi ke Israel secara pribadi, karena posisinya adalah Pahlawan tentara, jadi dia tidak mau menyelonong sendiri tanpa minta restu dari atasannya, hal semacam inilah yang sering dilakukan oleh orang orang dari Indonesia, yang suka mengambil tindakan sendiri yaitu kabur dari tempat kerjanya dll, kalau hal itu dianggapnya memang sudah cocok dan sesuai dengan apa yang dia ingini apalagi sesuai dengan HAM (HAK ASASI MANUSIA). Dan sebaliknya raja Aram itu juga amat tertib, beliau tetap menghormati raja Israel, karena Israel bukan wilayah kekuasaannya, oleh karena itu beliau mengirim sepucuk surat kepada raja Israel, agar raja Israel tidak berprasangka yang bukan bukan. Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian. Ia menyampaikan surat itu kepada raja Israel, yang berbunyi: Sesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman, pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya¡° Naaman ini adalah orang yang amat mengerti untuk membalas budi kepada orang orang yang menolongnya, dia bukan mau main sogok menyogok, tetapi dia melakukan itu semua sebagai ucapan terima kasihnya kepada siapapun yang telah menolongnya.Hal ini sungguh berbeda dengan beberapa TKI/TKW di Korea yang telah dibantu, tetapi bahkan sama sekali tidak mau membalas budi orang yang menolongnya, bahkan kadang kadang suka mengolok olok. Segera sesudah raja Israel membaca surat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya serta berkata: Tuhankah aku ini yang dapat mematikan dan menghidupkan, sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku, supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya? Tetapi sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah, ia mencari gara gara terhadap aku Raja Israel yang memang selalu memiliki prasangka yang jelek terhadap raja Aram, dia berpendapat yang amat berbeda, Beliau tahu, bahwa Beliau memang bukan Nabi atau Dokter atau seorang akhli perdukunan yang bisa menyembuhkan penyakit kusta, jadi beliau dengan cepat sekali mengambil suatu sikap yang salah, karena beliau tidak menyampaikan masalahnya kepada rakyatnya, yang mungkin bisa mengatasi permasalahan itu dengan lebih baik lagi. Segera sesudah didengar Elisa, abdi Tuhan itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya: Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel Elisa yang memang menjadi abdi Tuhan, beliau juga tidak serampangan memanggil Naaman, namun beliau menegur rajanya sendiri, karena rajanya telah mengambil keputusan yang salah, hal itu amat membahayakan kedamaian dan kesejahteraan dari bangsanya sendiri. Hal semacam inilah yang sebenarnya kita perbuat kepada teman teman kita yang belum pernah membaca dan memahami isi ALKITAB, bukan kita bahkan mencaci maki dan menjelek jelekkan teman itu karena mereka membaca kitab yang oleh mereka dianggap suci. Begitu pula tentang masalah TKI/TKW pada tanggal 13 Januari 2008 ini, kalau kita tidak mau membantu teman teman kita yang bukan seagama dengan kita, maka negara kita Republik Indonesia akan juga terkena getahnya, dan kita semua yang menjadi bangsa Indonesia juga akan merasakan kesengsaraannya. Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa. Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan:¡°Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir¡° Elisa yang memang Abdi Tuhan, beliau tidak mau dilecehkan oleh Naaman atau mungkin Elisa itu sibuknya bukan main, beliau mewakilkan pesan itu kepada pembantunya. Hal semacam ini harus diketahui oleh seluruh bangsa Indonesia, bahwa Abdi Tuhan itu harus benar benar perlu kita hormati, dan bagi mereka yang benar benar menjadi Abdi Tuhan, yaitu orang yang benar benar mengikuti arahan dari Tuhan sendiri melalui BIBLE (BASIC INFORMATION BEFORE LEAVING EARTH). Dalam kehidupan kita sehari hari, kita sering melihat sesuatu kepalsuan, karena seseorang mengatakan bahwa dia adalah Abdi Tuhan yang sejati, bahkan orang itu memakai kekuasaannya untuk memaksakan orang lain melalui pedangnya, agar dia itu dianggap atau disebut sebagai Abdi Tuhan yang sesungguhnya, bahkan mereka merusak Rumah Rumah Ibadah atau bahkan membunuh lawannya, yang sudah benar benar menjadi Abdi Tuhan yaitu yang sudah mengetahui bahkan menguasai BIBLE (BASIC INFORMATION BEFORE LEAVING EARTH) Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: Aku sangka bahwa setidak tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Tuhannya, lalu menggerak gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku! Bukankah Abana dan Parpar, sungai sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukanlah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir? Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati. Dalam hal ini, Naaman yang memiliki kedudukan yang cukup bagus di kerajaan Aram itu sungguh merasa terhina dan terpukul, dia langsung berpaling dan pergi dengan panas hati, karena prediksi dan harapannya itu dianggapnya tidak terlayani sama sekali. Hal semacam ini juga sering terjadi pada TKI/TKW yang berada di Korea, mereka tidak mau bergabung di WISMA INDONESIA, karena WISMA INDONESIA tidak mengadakan upacara sembahyangan sesuai dengan agama yang mereka anut. Mereka berpendapat bahwa urusannya pasti bisa diatasinya sendiri, tanpa minta bantuan dari Dewan Pimpinan Komisariat PARTAI DAMAI SEJAHTERA di Korea, karena mereka berpendapat bahwa PDS itu adalah partai yang amat kecil, partai yang baru saja lahir dan mengira bahwa orang orang PDS itu adalah orang orang yang BODOH dalam hal perpolitikan, namun mereka tidak mengetahui bahwa di dalam PDS itu banyak NABI NABInya¡°, karena mereka banyak yang sudah memahami BIBLE (BASIC INFORMATION BEFORE LEAVING EARTH), hal inilah yang belum mereka pahami, karena mereka sendiri menolak, bahkan tidak mau membaca BIBLE itu. Tetapi pegawai pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu Mandilah dan engkau akan menjadi tahir. Dalam hal ini memang sering terjadi di Indonesia, orang orang itu rela nyepi, berpuasa, bahkan melakukan tapa ngalong, yaitu kakinya diikat diatas beberapa hari dan kepalanya berada di bawah seperti kelelawar atau dalam bahasa Jawanya adalah Kalong, karena mereka berpendapat bahwa kalau mereka telah melakukan hal hal semacam itu, mereka pasti akan sakti dan memiliki ilmu ilmu tertentu yang dianggapnya amat berguna untuk dirinya sendiri, namun mereka tidak tahu, bahwa perbuatan itu adalah perbuatan yang tidak direstui oleh Tuhan Bapa di Surga. Namun pegawai dari Naaman ini dengan penuh kasih sayang telah mendekat kepada Naaman dan menjelaskan, bahwa seandainya Nabi Elisa itu menyuruh melakukan perkara yang sukar, tentulah akan dilakukan oleh Naaman, tetapi Nabi Elisa kan menyuruh melakukan hal yang amat sederhana saja, yaitu Mandi tujuh kali di sungai Yordan yang airnya tidak sejernih Sungai Parpar dan sungai Abana di Damsyik. Hal hal semacam inilah yang sering dianggap remeh oleh orang orang tertentu yang sudah tercekokin kebiasaan kebiasaan yang tidak sesuai dengan yang ditulis di dalam BIBLE (BASIC INFORMATION BEFORE LEAVING EARTH). Banyak orang yang bahkan menyangkali adanya TUHAN melalui kesaksian kesaksiannya dan bahkan setiap hari berseru TIADA TUHAN SELAIN Tuhan, karena mereka tidak tahu bahwa TUHAN telah mengutus PUTRANYA YANG TUNGGAL untuk datang ke bumi ini, agar kita bisa diselamatkan dan memperoleh hidup yang kekal, hal semacam ini kan sudah tertulis dengan amat jelas di Injil Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Tuhan akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNYA yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNYA tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal¡°, kalau kita tidak pernah membaca BIBLE atau ALKITAB, dari mana kita bisa tahu akan Injil Yohanes 3:16 itu? Kecuali kalau ada orang orang yang memberitahukan akan hal itu kepadanya, atau kalau anda membeli buku Konkordansi, carilah di situ kata IMAN, bacalah seluruh pesan pesannya yang ditulis tentang IMAN agar anda tidak mudah terombang ambingkan kepada perkataan perkataan yang menyesatkan. Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Tuhan itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir. Hal yang demikian adalah hal yang memang harus kita lakukan, yaitu melakukan sesuai dengan petunjuk yang tertulis dalam prosedur, jadi kita tidak menyelonong melakukan hal hal yang diluar prosedur, sebagai contoh misalnya kita membeli alat alat listrik dari Amerika Serikat yang harus dihubungkan ke tegangan listrik hanya 110 Volt saja, tapi karena kita tidak mengikuti prosedur, kita beranggapan bahwa semua alat alat listrik biasanya bisa berfungsi pada listrik yang bertegangan 220 Volt seperti yang ada di Indonesia, lalu kita cucukan begitu saja ke aliran listrik, bertegangan 220 Volt,maka rusaklah alat alat listrik yang telah kita beli dengan harga yang mahal dari Amerika Serikat. Kisah selanjutnya yang tertulis di dalam 2 Raja Raja 5:15 & 27 itu silahkan dibaca sendiri, karena biasanya kita juga berpendapat seperti GEHAZI, dan dengan cara membohongi Naaman, dia bisa mendapatkan imbalan yang sebenarnya sama sekali tidak diinginkan oleh Abdi Tuhan itu, dan apa yang terjadi terhadap GEHAZI ini? Silahkan membacanya di dalam BIBLE (BASIC INFORMATION BEFORE LEAVING EARTH), agar anda tidak suka nyelonong seperti GEHAZI, terima kasih. ---------------------------------------------------------- Pertemuan diadakan setiap hari Minggu dari jam 15:00 & 18:00, ada pelajaran bahasa Korea, ada pemeriksaan kesehatan dan lain lain di WISMA INDONESIA Tel. (031) 8722363 Uijeong Bu Si, Gedung ELIM lantai 5, Uijeongbu 3 Dong 133 &11; 3, Tel. (031) 8722363 Naik Subway line 1 Gerbong yang paling depan ke Jurusan Uijeongbu, kemudian naik tangga ke Exit 1 yaitu searah dengan jurusan ke WC, lalu turun dan menyeberang jalan melalui pertokoan di bawah tanah sampai ke HANA BANK, kemudian diseberang GEDUNG NIKE itu kita ke kanan melewati HALTE BUS, dan didepan HALTE BUS itu ada APOTIK, lalu ke kanan lagi, lihat kanan atas sudah ada PAPAN NAMA WISMA INDONESIA berwarna MERAH PUTIH di lantai 5 Mohon maaf, nama saya Sembah Sujud, karena saya memang suka menyembah dan bersujud. Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Tuhan akan mengampuni dosamu" Markus 1:4

