From: <[EMAIL PROTECTED]>

Khasiat Firman Tuhan lebih dari Leukosit dan Trombosit

Mazmur 119:105  Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Saat bercanda dengan kakakku Wina dan Angie ponakanku, kakiku tergores mainan 
yang bentuknya seekor tikus yang bahannya terbuat dari tanah liat, lukanya  
lumayan lebar dan dalam. Jika di lihat dari bentuk lukanya, pastilah goresan 
akan meninggalkan bekas permanent.Untuk pertolo Aku hanya membaluri dengan 
minyak tradisional dan sore harinya luka itu sudah merapat dan satu bulan 
kemudian luka itu hilang tanpa bekas. Aku mengambil kesimpulan, sel darah putih 
(Leukosit)  dan keping darah (Trombosit) yang ada di dalam tubuhku cukup baik, 
sehingga luka cepat kering dan sama sekali tidak meninggalkan bekas.

Sahabat,
Jika didalam tubuh kita mengetahui  beberapa istilah dalam darah dan fungsinya, 
diantaranya :
Sel darah putih (Leukosit) dibuat di sumsum merah dan kelenjar limpa.
   Fungsinya untuk memberantas kuman-kuman penyakit

Keping darah (Trombosit)
   Diproduksi pada sumsum merah,
   Berperan penting pada proses pembekuan darah.

Yang menjadi perenungan adalah bagaimana pengenalan kita akan FIRMAN TUHAN ?  
yang jelas fungsinya tidak diragukan lagi jauh lebih dasyat dibanding Leukosit 
dan Keping Darah.

   Mampu memberikan ketenangan dan kelegaan/ Matius 14:27  Tetapi segera
   Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
   Tidak diragukan lagi kemampuannya untuk  memulihkan hidup kita, mengobati 
luka-luka yang tertoreh didalam kehidupan anda dan saya/ Yeremia 30:1 Sebab Aku 
akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, 
demikianlah firman TUHAN, sebab mereka telah menyebutkan engkau: orang buangan, 
yakni sisa yang tiada seorangpun menanyakannya.
   Dapat  memperbaharui hidup kita dan punya 24 jam untuk anda dan saya/ 
Yeremia 33 :3  Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan 
memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni 
hal-hal yang tidak kauketahui.
   Berisi janji-janji Tuhan / Lukas 12:22  Yesus berkata kepada 
murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan 
hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan 
tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.

Sahabatku,
Mungkin selama ini anda dan saya terlalu disibukkan atau tepatnya terikat 
dengan keduniawian, berlari dengan kecang sesuai dengan apa yang kita pikikan 
atau bahkan  ada yang berlari tanpa tujuan ? Mengandalkan kekuatan kita 
sendiri. Didalam hidup ini tidak ada yang abadi, semua bisa sirna dalam satu 
kali kerdipan mata, tidak ada provider solution yang lebih terpercaya dari pada 
Firman Tuhan.

Detik ini juga mari kita belajar untuk menempatkan Firman Tuhan sebagai tolak 
ukur dan landasan dalam hidup kita.Saat anda dan saya dalam kesesakan, duduk 
diam di KAKI TUHAN, cari wajahNya dan dengar suaraNya.

Bukanlah berupa kiasan atau sebatas puisi  indah belaka, saat Raja Daud 
berkata, "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan  terang bagi jalanku".
==========================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>

    Apakah anda sudah memiliki sikap Empati  ?

Yohanes 11:35   Maka menangislah Yesus.
Yohanes 11:38a Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu.

Sejak aku kecil hingga duduk dibangku universitas, aku  punya motto tidak boleh 
 menangis, apalagi sampai menangis  didepan orang,  sekalipun didepan teman 
dekat atau keluarga. Aku berprinsip bahwa orang yang menangis identik dengan 
orang yang lemah dan cengeng. Sekalipun terasa sangat menyakitkan aku 
membiasakan diri untuk diam dan tetap tenang.

Setiap kali aku  di omelin, dimarahi atau bahkan di hukum dengan cubitan atau 
pukulan di kaki oleh ke dua orang tuaku, reaksi yang aku berikan sangat 
memancing emosi mereka dan tentu juga orang yang saat itu melihat sikapku . 
Kebanyakan  anak-anak  ketakutan atau menangis ketika di marahi, tapi reaksi 
yang aku lakukan justru sebaliknya ! Begitu dimarahi atau dipukul, aku  
menyanyi atau bersikap seolah-olah tidak ada orang  berada disekitarku, 
seakan-akan aku tuli  dengan omelan dan kebal dengan pukulan:).

Sekali tidak menangis ! TETAP tidak menangis !

Sahabat,
Akhirnya aku tau, ternyata menangis tidak selalu berarti  lemah atau cengeng. 
Justru sebaliknya, menangis merupakan salah satu  wujud dari rasa empaty kita 
terhadap apa yang  orang lain alami saat itu.

Sikap empaty terhadap sesama artinya mampu memahami dan merasakan perasaan
orang lain, seolah-olah memahami perahsaan kita sendiri. [tapi jangan sampai 
larut dengan pergumulan orang lain].

Saat  melihat Maria dan Marta menangisi  kematian saudara mereka  Lazarus yang 
telah meninggal, reaksi yang  Tuhan Yesus tunjukkan adalah  rasa empaty. Yesus 
menangis begitu  melihat bagaimana sedihnya Maria dan Marta dengan kematian 
Lazarus, terlebih-lebih ketika Yesus melihat tidak hanya Maria atau Marta yang 
berduka tapi orang-orang  Yahudi yang bersama merekapun menangis maka 
masygullah hati-Nya.

Yesus empaty atas apa yang dirasakan oleh Maria dan  Marta. Perlu kita sadari 
bahwa perasaan empaty  tidak hanya sebatas di bibir saja tapi lewat sikap, 
perbuatan dan tindakan kita. Ketika  Yesus merasakan apa yang  Maria dan Marta 
rasakan dengan kematian saudaranya, timbul rasa empati dan hal ini  mampu 
membuat Yesus menangis dan sangat terharu.

Bagaimana kehidupan pribadi anda dan saya saat ini ? Seberapa sering kita 
memiliki rasa empaty terhadap orang lain ? Atau kita  harnya menuntut dan 
berharap orang lain  saja yang memiliki rasa empaty terhadap kita.

Jika saat ini kita  hanya memiliki rasa simpaty, hal ini tidak cukup untuk 
memenuhi PERSYARATAN  dari perwujudan KASIH yang Yesus perintahkan dan teladani 
 bagi  anda dan saya.

                        Mari belajar untuk empaty !
===============================================
From: <[EMAIL PROTECTED]>

EPISODE TERAKHIR

Yohanes 14:2  Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, 
tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan 
tempat
bagimu.

Begitu selesai menjalani penataran P4, jujuran yang aku pilih dibagi menjadi 4  
kelas dan masing-masing kelas terdiri dari  40 orang. Setelah kelas berjalan 
satu semester, satu persatu teman-teman mulai  menghilang dari peredaran. Dan 
begitu mata kuliah selesai, ternyata dari 40 orang yang satu kelas denganku 
hanya 10 orang yang dinyatakan lulus dan layak untuk mengikuti wisuda.

Sahabat,
Tuhan Yesus memanggil  12 orang murid diawal pelayanannya, tapi setelah 
beberapa tahun mulai terlihat karakter masing-masing. Kecintaan, kesetiaan pada 
Yesus  mulai teruji oleh waktu.

Petrus yang kita kenal begitu setia mengikuti kemanapun Yesus pergi, tak 
seorangpun meragukan  betapa  besar cinta Petrus terhadap Gurunya.
Kenyataan membuktikan dalam situasi yang terpojok, Petrus   MENYANGKAL
Tuhan Yesus sebanyak 3 kali. Tetapi  di EPISODE AKHIR, setelah Yesus naik
ke Sorga,  Petrus yang pengecut  di penuhi Kuasa Roh Kudus,saat Petrus 
berkotbah di catat kira-kira  tiga ribu orang bertobat dan memberi diri untuk 
di babtis.[Kisah 2:41  Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri 
dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.]

Bagaimana dengan Yudas ? di episode awal dia sama seperti Petrus, mengikuti
kemanapun Gurunya pergi, tapi yang membedakan antara Yudas dan Petrus adalah 
EPISODE AKHIR, Yudas bunuh diri karena penyesalan yang amat dalam [Kisah 1:18   
Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh 
tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke 
luar.]

Sahabat,
Langkah awal kita menjalani kehidupan, memang akan mempengaruhi  hasil akhir, 
tetapi kesuksesan awal tidak memberi jaminan bahwa di   EPISODE AKHIR kita akan 
berakhir dengan baik.

Seorang pelacur tidak harus selamanya  menjadi sampah masyarakat, seorang
pemimpin besar tidak selamanya menjadi pemimpin yang dihormati orang banyak. Di 
Alkitab banyak contoh  yang bisa kita pelajari, salah satunya Raja Saul. Di 
episode awal dia menjadi Raja bangsa Israel, tapi diakhir episode Saul mati 
dengan cara menggenaskan, Saul bunuh diri.1 Tawarikh 10:4 Lalu berkatalah Saul 
kepada pembawa senjatanya: "Hunuslah pedangmu dan tikamlah aku, supaya jangan 
datang orang-orang yang tidak bersunat ini memperlakukan aku sebagai 
permainan." Tetapi pembawa senjatanya tidak mau, karena ia sangat 
segan.Kemudian Saul mengambil pedang itu dan menjatuhkan dirinya ke atasnya.
1 Tawarikh 10:13  Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia 
terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman TUHAN, dan juga 
karena ia telah meminta petunjuk dari arwah, Yesus lahir  kedunia dengan  
maksud  memberikan  KESELAMATAN bagi orang yang percaya pada Nya. Kelahiran 
Tuhan Yesus lahir, mati dan  kemudian Naik ke Sorga bukanlah  AKHIR  dari 
sebuah EPISODE. Yesus berjanji akan menyertai kita, akan memberikan penolong 
bagi kita, akan senantiasa menjadi Tuhan dan Juru Selamat bagi kita. Di babak 
terakhir Yesus berjanji, Dia kembali ke Sorga bukan karena DIA tidak  lagi 
mengasihi kita, tapi  DIA
pergi untuk menyediakan tempat bagi anda dan saya.

 Mari berlomba, untuk  untuk menjadi bagian dari EPISODE TERAKHIR bersama
Tuhan Yesus ?

Kirim email ke