From: "e-JEMMi" <[EMAIL PROTECTED]>
Edisi 11-4#2008 -- Menjangkau Orang Ateis I
WHERE THERE IS NO HOPE, THERE IS NO HAPPINESS
______________________________________________________________________
EDITORIAL
Shalom,
Orang Kristen yang sejati harus menjadi orang Kristen yang "menular"
karena Tuhan memang menghendaki demikian. Kita adalah orang yang
telah merasakan kasih-Nya dan Tuhan menghendaki kita untuk
memberitakan tentang kasih itu kepada orang lain yang belum
mengenal-Nya. Inilah rencana utama Tuhan, bahwa kita diselamatkan
bukan untuk diri sendiri tapi untuk melayani Dia dan menularkan
kasih-Nya kepada dunia yang membutuhkan. Pertanyaan untuk kita
semua, maukah kita menjadi orang Kristen yang "menularkan" kasih
Tuhan kepada orang-orang yang ada di sekeliling kita?
Edisi e-JEMMI minggu ini akan melanjutkan sajian mengenai pelayanan
kepada orang ateis. Sebuah artikel tentang bagaimana kita dapat
menjalin persahabatan dengan orang-orang yang tidak percaya, kiranya
dapat membantu Anda menjangkau mereka, secara khusus yang belum mau
menerima keberadaan Tuhan.
Selamat melayani.
Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI
Pengantar: Artikel di bawah ini memang tidak secara spesifik
ditujukan untuk menjangkau orang ateis. Namun, prinsip-prinsip di
dalamnya dapat diterapkan untuk menjangkau orang-orang yang belum
percaya, termasuk orang ateis. Kiranya Tuhan memberi hikmat dan
membukakan pintu bagi kita untuk menjangkau mereka yang Tuhan
percayakan untuk kita layani. Selamat memenangkan jiwa.
MENJALIN PERSAHABATAN DENGAN ORANG-ORANG
YANG TIDAK BERIMAN: PESTA MATIUS
=========================================
Jika berbicara mengenai pesta, dalam tulisan ini tercatat dua jenis
pesta. Yang pertama adalah kumpulan orang-orang yang beriman, di
mana kita dapat menjumpai kumpulan seperti ini di gereja atau dalam
sebuah persekutuan. Dalam pertemuan itu semua orang telah saling
mengenal, suasananya akrab, bersahabat, dan berbincang-bincang
dengan santai. Jenis pesta yang kedua adalah kumpulan para
pemberontak yang tidak terkontrol, yang seolah dilahirkan untuk
menjadi liar. Mereka suka berpesta sampai mabuk, perbincangan yang
murahan, dan memutar musik-musik keras. Biasanya mereka sekadar
ingin bersenang-senang, coba-coba, atau pun hanya ikut-ikutan.
Dalam Lukas 5:29 diceritakan bahwa situasi yang terjadi pada abad
pertama tidaklah jauh berbeda dengan apa yang terjadi pada masa
kini. Hal ini mendorong Matius mengadakan sebuah jamuan makan secara
diam-diam dengan mengundang teman-temannya yang beriman maupun tidak
beriman. Meskipun pesta ini adalah pesta campuran, pesta ini adalah
pesta dengan suatu tujuan.
Seperti kita ketahui, Matius adalah seorang pemungut cukai, yang
pada masa itu, seorang pemungut cukai dianggap sebagai pekerjaan
yang paling tidak populer. Para pemunngut cukai dianggap sebagai
seorang pencuri dan pemeras. Namun, perjumpaan Matius dengan Kristus
telah mengubah hatinya secara total. Matius menjadi rindu menolong
teman-temannya yang belum percaya kepada Yesus untuk mengalami
pengalaman spiritual seperti apa yang telah ia alami. Hanya saja,
Matius tidak tahu bagaimana caranya. Ia sama sekali belum pernah
mengikuti seminar penginjilan, belum pernah tamat sekolah teologi,
dan dia juga kekurangan bahan bacaan. Satu hal yang Matius miliki
hanyalah kesungguhan, hati yang penuh belas kasihan, dan roh yang penuh tekad.
Salah satu strategi yang ia pikirkan adalah mengajak sesama pemungut
cukai pergi ke Bait Tuhan untuk mendengarkan penjelasan seseorang
yang lebih fasih dalam menyampaikan kebenaran rohani. Namun, yang ia
jumpai hanyalah seseorang yang sedang membaca Kitab Perjanjian Lama.
Keadaan ini membuat Matius sadar pendekatan tersebut tidak sesuai
untuk penyembah berhala, orang-orang yang suka mengambil risiko, dan
kumpulan orang-orang yang sangat fanatik.
Hal ini sebenarnya dapat membuat Matius menyerah, merasa gagal,
bahkan sedikit stres. Sebenarnya dia rindu teman-temannya
mendengarkan khotbah Yesus, tetapi jadwal khotbah Yesus selalu
spontan dan tidak terjadwal. Mungkin saja teman-temannya tidak akan
bersedia sewaktu-waktu meninggalkan pekerjaannya ketika Yesus
datang. Matius juga mungkin merasa tidak layak membawa
teman-temannya mengenal kebenaran yang sejati itu.
Mungkin banyak orang Kristen mengalami perasaan yang sama dengan
Matius. Sebagian besar dari mereka malah menutup hatinya bagi
teman-teman atau keluarga mereka yang terhilang. Tetapi Matius tidak
menyerah, bahkan mendapatkan sebuah ide. Dia akan mengadakan sebuah
pesta karena dia tahu teman-temannya suka berpesta. Matius pun
memikirkan bagaimana caranya memasukkan tujuan utamanya ke dalam
pesta ini. Dia lalu bertanya kepada Yesus dan para murid-Nya,
apakah mereka bersedia hadir untuk menanam beberapa benih rohani
dengan harapan akan berakar dalam hati teman-temannya.
Pada malam itu, hanya Tuhan yang tahu strategi percakapan macam apa
yang dapat dipakai sebagai pendekatan. Kita tidak banyak mengetahui
rinciannya, kecuali orang-orang Farisi yang kemudian mendengar hal
ini dan tidak menyukainya. Mereka berpikir bahwa Yesus dan para
murid-Nya melakukan penginjilan dengan cara yang keliru. Jadi mereka
menentang Yesus dan murid-murid-Nya karena bergaul dengan
orang-orang yang memunyai karakter buruk.
Melihat kejadian tersebut, Matius yang baru saja lahir baru mungkin
mulai ragu dan bertanya kepada dirinya sendiri, apakah ia telah
melakukan suatu tindakan yang benar? Akan tetapi, tiba-tiba ia
mendengar Yesus membela tindakannya dan memberinya pujian serta
berkata kepada orang-orang Farisi bahwa orang sakitlah yang
memerlukan dokter. Strategi penginjilan modern yang melibatkan orang
yang kaya dan yang miskin secara rohani sangat penting dalam usaha
penyelamatan yang dilakukan oleh Tuhan.
Meskipun Alkitab tidak menceritakan apa yang terjadi kemudian, namun
dari kisah tersebut kita dapat melihat bahwa Yesus mendukung apa
yang dilakukan oleh Matius. Di sini kita melihat bahwa Matius
berusaha memahami apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan
teman-temannya. Oleh sebab itulah ia melakukan sebuah tindakan di
luar kebiasan umum, yaitu menjangkau mereka yang terhilang melalui sebuah
pesta.
BELAJAR DARI CONTOH MATIUS
Ada beberapa prinsip yang dapat dipelajari dari Matius. Tuhan
menginginkan kita menghargai mereka yang belum percaya dan waspada
dengan cara-cara yang biasa kita gunakan dalam penginjilan, ketika
kita tahu bahwa hal tersebut bukanlah cara terbaik untuk menjangkau mereka.
Dia tidak ingin kita tertekan karena pilihan yang sulit ini dan akhirnya
menyerah.
Mungkin Tuhan akan menantang kita melakukan hal yang sama seperti
Matius, yaitu bersedia melakukan perubahan dan berpikir secara
kreatif. Dengan tolak ukur prinsip-prinsip yang alkitabiah, buatlah
strategi yang tepat dengan kondisi kita dan kondisi teman-teman
kita. Berdoalah dengan tekun dan bersiaplah mengambil risiko.
Belajarlah dari kesalahan dan ubahlah cara pendekatan dari kesalahan tersebut.
Selama hal itu berlangsung, janganlah kita hanya berfokus pada
acara-acara saja, melainkan kita harus lebih berfokus kepada
orang-orangnya. Pertempuran dimulai saat Anda berhubungan dengan
orang lain. Garam harus menyentuh sesuatu agar memberikan
pengaruhnya; begitu pula dokter harus menemukan jalan untuk
menghabiskan waktu dengan orang-orang yang membutuhkan pelayanannya.
Jika Anda ingin menjangkau mereka yang terhilang bagi Tuhan, Anda
harus memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang ada untuk bersahabat
dengan mereka yang tidak beriman.
Kekristenan yang menular terjadi di antara teman dengan teman, orang
dengan orang, tetangga dengan tetangga. Rencana ini alkitabiah,
masuk akal, strategis, dan telah dibuktikan oleh Yesus, Paulus,
Matius, dan masih banyak lagi. Pertanyaannya sekarang adalah
bagaimana caranya mengambil langkah pertama untuk melakukan hal
tersebut? Apakah yang dapat kita lakukan agar kita lebih akrab dengan mereka
yang
tidak percaya dengan harapan suatu saat membawa mereka kepada Kristus?
Jawabannya adalah dengan mengacu pada cara-cara yang praktis, di
mana kita dapat menjangkau tiga kelompok orang di dalam dunia kita,
yaitu orang-orang yang kita kenal, orang-orang yang pernah kita
kenal, dan orang-orang yang ingin kita kenal.
A. ORANG YANG KITA KENAL
Pandangan umum yang sering kita dengar mengenai pendekatan
penginjilan adalah bahwa penginjilan yang efektif merupakan
penginjilan yang dilakukan kepada orang-orang yang kita kenal. Ini
merupakan sebuah konsep yang keliru. Karena penginjilan yang
sesungguhnya adalah penginjilan yang dilakukan kepada orang-orang
yang belum kita kenal. Dan untuk mencapai tingkat di mana kita
membangun suatu karakter yang menular, diperlukan kelengkapan-kelengkapan
seperti kejujuran, belas kasih, dan sikap rela berkorban.
Yang perlu diperhatikan, dalam hubungan semacam ini, banyak hal
terpenting yang harus dikorbankan. Contohnya, waktu santai bersama
di luar pekerjan rutin, tugas-tugas rutin rumah tangga, atau
kesibukan yang terjadi setiap hari dalam kehidupan kita. Sejujurnya
kita membutuhkan lebih banyak waktu santai daripada melakukan
percakapan yang mendalam tentang hal-hal pribadi. Bagaimana kita
mengambil tindakan untuk memastikan hal itu terjadi? Ada dua
pendekatan yang mungkin dapat kita dilakukan. Pertama, melalui
peristiwa yang direncanakan, dan kedua melalui lebih banyak cara yang tidak
resmi.
1. Adakanlah "pesta Matius".
Pesta Matius dapat dilakukan dalam berbagai cara, misalnya acara
syukuran baptisan, menempati rumah baru, kelahiran anak, atau
hari ulang tahun pernikahan. Pesta ini dilakukan dengan
mengundang mereka yang sudah percaya dan mereka yang belum
percaya. Pesta ini dirancang untuk sebuah tujuan, yaitu
menyediakan sebuah tempat yang netral di mana orang Kristen dapat
menjalin persahabatan dan memulai percakapan mengenai masalah
iman dengan mereka yang belum percaya.
2. Melibatkan orang lain dalam aktivitas sehari-hari.
Mungkin Anda berpikir bahwa untuk menjalin persahabatan dengan
mereka yang belum percaya, Anda harus menambahkan kegiatan baru
di antara jadwal Anda yang sudah terlalu padat. Konsep ini
keliru. Salah satu cara yang efektif agar Anda dapat bersahabat
dengan mereka adalah dengan memanfaatkan waktu yang ada dengan
kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya. Misalnya, mengajak
mereka berolahraga bersama atau menonton pertandingan olahraga.
Di samping itu Anda bisa melakukannya di tempat kerja Anda. Dalam
bidang bisnis, kita menjumpai banyak orang yang kekurangan secara
rohani. Anda dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk
menanamkan benih-benih rohani kepada rekan kerja Anda.
B. ORANG-ORANG YANG PERNAH KITA KENAL
Orang-orang ini adalah kelompok yang berpeluang besar untuk
dilewatkan. Mengaculah pada orang-orang yang berasal dari masa lalu
Anda dan yang sudah lama kehilangan kontak dengan mereka.
Hanya sedikit orang yang tetap berusaha menjalin hubungan dengan
teman-teman setelah mereka meninggalkan sekolah, keluar dari
pekerjaan, atau pindah tempat tinggal. Bahkan persahabatan yang
cukup akrab pun umumnya berakhir dalam satu atau dua tahun setelah
salah seorang berpindah tempat. Umumnya, semakin tua seseorang,
semakin kurang serius orang itu dalam mengucapkan komentar semacam
ini, "Oh, jangan kuatir, kita akan tetap menjalin hubungan."
Jadi, ketika Anda berusaha untuk menghubungi mereka dengan cara
menulis surat atau menelepon teman sekerja atau teman sekelas Anda
dulu, dia pasti sangat terkejut, lalu mungkin menyetujui ide untuk
bertemu dan bercakap-cakap. Yang membuat peluang ini sangat menarik
adalah banyak faktor keingintahuan yang timbul secara otomatis dari
kedua belah pihak untuk mengetahui bagaimana perkembangan atau
perubahan orang ini. Karena faktor rasa ingin tahu inilah, maka
orang-orang itu tidak perlu menjadi teman akrab terlebih dulu.
C. ORANG YANG INGIN KITA KENAL
Sekarang kita sampai pada kategori yang banyak membuat orang
Kristen gugup. Berbicara kepada orang yang kita kenal atau bahkan
membangun kembali hubungan lama, kedengarannya tidak terlalu jelek.
Tetapi, bagaimana mencoba berbicara dengan orang yang asing tentang Tuhan?
Salah satu cara yang dapat Anda gunakan yaitu dengan menjalin
hubungan baik dengan mereka dan jika kondisi memungkinkan, mulailah
mendiskusikan topik-topik rohani. Namun, satu hal yang perlu Anda
ingat adalah perlakukan mereka bukan sebagai objek, melainkan
sebagai orang yang sangat berarti di hadapan Tuhan, yang layak
mendapatkan kasih dan perhatian dari kita.
Apakah uraian di atas memberi cara pandang yang baru pada kegiatan
rutin harian Anda? Apa pun arenanya, Kolose 4:5 kembali mengingatkan
kita untuk "hidup dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar dan
menggunakan setiap kesempatan yang ada". Betapa isitmewanya dipakai
Tuhan untuk menjalin hubungan dengan orang lain agar hidup kita
memberi dampak rohani bagi mereka.
Diringkas dari:
Judul buku : Menjadi Orang Kristen yang Menular
Judul artikel: Menjalin Persahabatan dengan Orang-Orang yang Tidak Beriman
Penulis : Bill Hybels dan Mark Mittleberg
Penerbit : Yayasan ANDI, Yogyakarta 2000
Halaman : 197 -- 218
______________________________________________________________________
SUMBER MISI
EX-ATHEIST.COM ==> http://www.ex-atheist.com/index.html
Anda ingin tahu bagaimana kehidupan orang-orang ateis dan skeptis
sebelum mengenal Yesus? Situs Ex-Atheis.com adalah tempat yang tepat
untuk mempelajari hal tersebut. Situs ini berisi banyak tulisan,
yang lebih tepat disebut kesaksian oleh orang-orang yang dahulunya
hidup dalam dunia ateisme dan skeptisisme. Sebagian besar tulisan
yang ada di situs ini adalah kesaksian dari A.S.A. Jones, seorang
yang akhirnya menemukan Yesus setelah terhilang hampir lebih dari
dua puluh tahun. Tidak hanya kesaksian mengenai kekristenan dan
ateisme, situs ini juga berisi apologetika Kristen dan logika dalam
debat religius. Situs ini jelas diadakan untuk meneguhkan bahwa
Tuhan itu benar-benar ada dan hanya Dialah yang patut disembah.
Dengan demikian, seorang Kristen seharusnya memiliki keyakinan yang
kuat untuk memenangkan mereka yang tidak percaya kepada-Nya.
______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA
I N D I A
Pudaite dari Bibles for the World menjadi saksi pembaptisan dua
puluh lima orang non-Kristen Ortodoks pada perjalanan ke India
baru-baru ini. Mereka adalah bagian kecil dari 1,5 juta orang Meitei
yang bertobat di daerah Manipur.
Beberapa tahun yang lalu, ketika Alkitab telah diterjemahkan ke
dalam bahasa Meitei, Bibles for the World menyediakan lima ratus
ribu cetakan Perjanjian Baru untuk orang Meitei. Pudaite mengatakan,
"Benih yang baik telah disebar dan kami mulai melihat tuaian. Ini
sangat mendatangkan sukacita." Ia juga berkata bahwa biasanya orang
percaya akan dibuang dari keluarganya, kecuali jika orang percaya
baru itu adalah kepala rumah tangga. "Ketika kami pertama kali
memulainya, setiap orang yang bertobat akan dibuang oleh
keluarganya. Jadi, salah satu pendeta kami membeli tanah yang luas
dan membiarkan mereka yang dibuang keluarganya, tinggal di sana."
Orang-orang Meitei yang baru bertobat itu pun mengolah tanah
tersebut dan terbiasa dengan keadaan maupun komunitas barunya.
Kiranya orang Meitei yang percaya mau dan terbeban membagikan
pengharapan baru mereka di dalam Yesus kepada sesama mereka.
Diterjemahkan dari: Mission News, Desember 2007
Selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10560
Pokok Doa
---------
* Biarlah para petobat baru di India semakin memiliki pengenalan
akan Tuhan yang semakin bertumbuh dan setia hidup dalam ajaran Kristus.
* Kiranya penyebaran kitab Perjanjian Baru yang disebarkan di antara
orang-orang Meitei dapat membawa semakin banyak orang mengenal
Kristus dan banyak jiwa yang dimenangkan.
* Doakan para petobat baru yang dibuang oleh keluarga mereka
supaya mereka tetap kuat di dalam Tuhan dan tetap mengasihi keluarga mereka.
I N T E R N A S I O N A L
Bagi anak yatim piatu, hal yang memprihatinkan adalah adopsi yang
tidak akan pernah menjadi kenyataan. Itulah alasan mengapa
Children's Hope International mengumpulkan sponsor bagi anak yatim
piatu. Organisasi pelayanan ini memiliki program di tujuh negara di
mana setiap sponsor dapat berkomunikasi dan mengunjungi anak-anak
yang mereka bantu. Mary House dari CHI mengatakan bahwa satu
kunjungan saja akan membuat anak-anak itu memiliki orang yang pantas
dihormati, dan sering kali mereka ingin membantu masyarakat karena
meneladani para donatur yang telah menolong mereka tersebut.
"Anak-anak tidak akan bisa mewujudkan keinginan mereka jika perut
kosong, tidak bersekolah, atau karena tidak memunyai perlengkapan
untuk pergi ke sekolah. Tetapi ketika mereka mendapatkan semua itu,
mereka bersemangat." House berkata bahwa penginjilan mendasari
pekerjaan mereka. "Yesus berkata, 'Pergi dan kabarkanlah'. Tetapi
Dia juga berkata, 'Kasihilah seorang terhadap yang lain'. Kami
mencoba membagikan pesan ini dengan mengasihi semua anak-anak dan
keluarga mereka dan dengan merealisasikan cinta kasih itu melalui
bantuan jasmani dan keuangan." Jadilah sponsor anak-anak bersama
Children's Hope International.
Diterjemahkan dari: Mission News, Desember 2007
Selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10557
Pokok doa
---------
* Kiranya Tuhan memberikan hikmat bijaksana kepada mereka yang
melayani di Children's Hope International agar dapat menemukan
sponsor bagi anak-anak yatim piatu yang mereka layani.
* Anak-anak yatim piatu tersebut sangat membutuhkan orang tua angkat
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kiranya mereka mendapatkan
orang tua angkat yang takut akan Tuhan, sehingga mereka pun dapat
semakin mengenal Tuhan melalui orang tua angkat mereka.
* Biarlah mereka yang terlibat dalam penginjilan anak dapat
membagikan kasih Kristus dengan mengasihi semua anak-anak maupun
keluarganya. Doakan pula agar Tuhan memberkati para pelayan ini
sehingga mereka dapat merealisasikan kasih itu, salah satunya
melalui bantuan jasmani dan keuangan.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA
BERDOA UNTUK KEGIATAN PENGINJILAN DI INDONESIA
==============================================
Disadari atau tidak, ternyata banyak orang di sekitar kita yang
belum menerima kabar keselamatan. Ironisnya, sebagian besar orang
yang telah menerima Kristus seakan-akan tidak peduli akan hal itu.
Bukankah Kristus sendiri yang memerintahkan agar setiap orang yang
telah diselamatkan "pergi" mengabarkan kabar baik tersebut kepada
semua orang, khususnya orang yang belum percaya? Sekarang sudah
bukan saatnya untuk berdiam diri, mari kita terlibat dalam pelayan
misi dan memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus.
Pokok Doa
---------
* Kiranya Tuhan menggerakkan hati setiap jemaat dengan kasih untuk
menjangkau orang-orang yang belum percaya di sekitar lingkungan
mereka dan menggerakkan kegiatan penginjilan di dalam gereja.
* Berdoalah agar di mana pun orang percaya berada, di sana tumbuh
lebih banyak lagi jemaat Tuhan. Kiranya mereka pun memiliki
kerinduan untuk berbagian dalam penginjilan dan biarlah Roh Kudus
terus mengobarkan api penginjilan dalam hati mereka untuk
memenangkan jiwa yang saat ini menuju kepada kebinasaan.
* Hanya ada sedikit pekerja purnawaktu yang terjun di ladang
penginjilan. Berdoalah kiranya Tuhan yang empunya ladang
mengirimkan lebih banyak pekerja untuk menggarap ladang yang luas ini.
* Hikmat Tuhan senantiasa ada dalam diri para penginjil yang
bernaung dalam lembaga/yayasan-yayasan penginjilan. Dengan hikmat
Tuhan, biarlah mereka dapat semakin efektif dalam menjangkau dan
memelihara para petobat baru.
* Kiranya Tuhan melembutkan hati orang yang belum percaya agar
terbuka untuk menerima kasih Kristus melalui anak-anak Tuhan yang
Ia pakai menjadi alat kasih-Nya.
* Doakan masyarakat yang berada di daerah-daerah dan bagian-bagian
yang masih tertutup untuk Injil, termasuk para ateis yang menolak
percaya kepada Tuhan. Kiranya Tuhan membuka pintu-pintu yang
tertutup itu dan kuasa Injil dinyatakan.
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2008 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi : < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan : < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan: < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi : http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA : http://ylsa.sabda.org/
Situs SABDA Katalog : http://katalog.sabda.org/