From: "Romo maryo" <[EMAIL PROTECTED]> "Orang yang mendengarkan dan menyambut firman itu lalu berbuah" (2Sam 7:4-17; Mrk 4:1-20) "Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Tuhan, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun." Lalu Ia berkata kepada mereka: "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain? Penabur itu menaburkan firman. Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka. Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."(Mrk 4:11-20), demikian kutipan Warta Gembira hari ini. Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut: · "Mendengarkan" merupakan salah satu keutamaan yang indah dan mungkin sulit dihayati oleh banyak orang. Mendengarkan dengan baik membutuhkan penyerahan diri total: hati, jiwa, akal budi dan tubuh/tenaga terhadap apa yang harus dan sedang didengarkan. Rasanya yang menjadi kesulitan atau tantangan untuk dapat mendengarkan dengan baik adalah keengganan atau ketidak-mampuan atau ketidak-mauan 'menyerahkan diri secara total'. Penyerahan diri secara total ini kurang lebih meneladan Yesus yang menyerahkan diri untuk menderita dan wafat di kayu salib, dengan kata lain penyerahan diri memang disertai oleh penderitaan, namun penderitaan yang menyelamatkan dan membahagiakan bukan penderitaan yang mencelakakan. Indera pendengaran juga merupakan salah satu dari pancaindera yang paling awal dan mungkin juga paling lama berfungsi: bayi di dalam kandungan atau rahim ibu sudah dapat mendengarkan, orangtua atau sakit parah sulit berjalan atau berbicara masih dapat mendengarkan. Maka marilah kita tingkatkan dan perdalam keutamaan 'mendengarkan' ini di dalam kehidupan kita bersama. Dapat menjadi pendengar yang baik bagi mereka yang mengeluh, mengesah, menggerutu atau marah-marah dapat menyembuhkan: dari pengalaman saya sendiri, ada orang datang untuk berkonsultasi dan berceritera panjang lebar tentang suka-duka hidupnya dan hanya saya dengarkan dengan baik orang tersebut merasa terhibur dan terbebaskan dari tekanan atau stress yang dialaminya. Entah belajar, bekerja atau berdoa hemat saya keutamaan mendengarkan ini harus menjadi pegangan atau acuan utama dalam bertindak. Sebagaimana disabdakan oleh Yesus "yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firmanitu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat", demikian pula jika kita dapat mendengarkan dengan baik pasti akan menghasilkan buah keutamaan yang melimpah ruah. Ingat: orang yang memiliki hati, jiwa, akal budi dan tubuh/tenaga yang baik setelah mendengarkan sesuatu pasti akan bertindak melakukan sesuatu yang baik dan menyelamatkan.
· "Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi."(2Sam 7:9), demikian penglihatan nabi Natan tentang apa yang akan terjadi dalam di raja Daud, yang akan menjadi besar serta menghasilkan buah melimpah ruah: keselamatan dan kesejahteraan bagi rakyatnya. Apa yang diramalkan tentang Daud ini kiranya juga akan terjadi dalam diri para pemimpin atau atasan, jika mereka menjadi pendengar-pendengar yang baik bagi rakyat atau yang dipimpinnya. Pemimpin atau atasan yang baik hemat saya lebih banyak mendengarkan daripada berkata-kata atau memberi nasehat panjang lebar. Setelah mendengarkan suara atau apa yang hidup dalam mereka yang dipimpinnya kemudian mengambil tindakan sebagai tanggapan atas apa yang hidup dan disuarakan tersebut, begitulah kiranya yang harus terjadi. Memang sikap mendengarkan dari pemimpin atau atasan perlu diimbangi dengan masukan atau informasi dari anggota atau bawahan secara aktif maupun pro-aktif, sehingga terjadilah kehidupan bersama yang dialogis, kebersamaan hidup yang sungguh komunikatif dan dinamis.Dalam kebersamaan hidup terjadi 'gotong-royong' dimana semua bagian atau masing-masing anggota dalam hidup bersama tersebut sungguh aktif, proaktif, refleksif maupun reaktif: terjadilah dinamika kehidupan bersama yang menggairahkan dan menyelamatkan. "Dia pun akan berseru kepada-Ku: 'Bapaku Engkau, Tuhanku dan gunung batu keselamatanku.' Aku pun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi. Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia untuk selama-lamanya, dan perjanjian-Ku teguh bagi dia. Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit" (Mzm 89:27-30) Jakarta, 30 Januari 2008 ========================================== From: Wiempy MENELUSURI MAKNA DOA YG HAKIKI Membahas ttg doa, membuat saya teringat akan kejadian beberapa tahun yg lampau, ketika itu kuasa doa yg telah dipanjatkan oleh Ibu telah membuat saya lulus kuliah dgn tepat waktu dan puji Tuhan tdk ada satupun mata kuliah yg harus saya ulang kembali. Saya patut berterima kasih atas dukungan doa yg telah Ibu panjatkan tak henti2nya sepanjang hari. Saya juga berusaha membalas dgn berjuang keras belajar dan belajar terus, serta tdk lupa berdoa kepada Yang Maha Kuasa atas karunia yg telah Dia berikan dlm kehidupan ini. Saya patut bersyukur segala sesuatunya berjalan lancar, akan pengorbanan Ibu dlm membesarkan saya sejak kecil, lalu menyekolahkan sampai ke bangku kuliah, sehingga bisa lulus tepat waktu. Kuasa doa begitu besar, bahkan sanggup melintasi batas samudera, batas benua, batas negara, batas hahasa, dll. Dlm berdoa tdk ada istilah doa yg isinya bagus2 dan indah dlm kata2 akan lebih didengar oleh Yesus dibandingkan dgn doa yg isinya biasa2 saja, bahkan diucapkan dari rasa penyesalan yg mendalam atas kesalahan yg kita perbuat. Kata2 yg kita ucapkan di mulut terkadang beda dgn apa yg kita pikirkan dlm hati. Kita patut bersyukur atas segala sesuatu yg telah Tuhan berikan dlm kehidupan ini. Hidup ini hanyalah sebuah serpihan, jikalau kita tdk mengandalkan Yesus. Mintalah kepada Yesus dlm doa apa yg kita ingin Yesus perbuat dlm hidup ini. Yohanes 14 ayat 14 menulis demikian: "Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya" Tuhan Yesus sendiri menekankan ttg pentingnya seseorg utk berdoa. Hal ini terdapat dlm Lukas 18 ayat 1 yg menulis demikian: "Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu" Injil versi NIV menulis hal yg sama: "Then Jesus told his disciples a parable to show them that they should always pray and not give up" Karena di dlm doa yg hakiki seseorg tdk akan mudah menyerah sama kondisi atau keadaan. Dlm menjalani kehidupan sbg anak2 Tuhan yg penuh dgn godaan dan percobaan, Yesus ingin agar kita selalu siap sedia utk berdoa, agar kita semua tdk jatuh dlm percobaan. Mari kita buka Matius 26 ayat 41 yg menulis demikian: "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah" Dlm ayat ini Yesus ingin agar kita sbg anak2 Tuhan jgn sekali2 berani memasuki cobaan dan godaan. Yesus begitu peduli sama kehidupan yg kita jalani ini. Karena sekali kita jatuh ke dlm cobaan dan godaan akan hal2 yg duniawi, maka kita akan sulit utk keluar dari godaan tsb. Doa yg berkenan kepada Tuhan, tentu saja akan dijawab Yesus. Janji Yesus tsb dapat kita lihat di Mazmur 91 ayat 15 s/d 16 yg menulis demikian: "Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku" Yesus pasti akan menjawab doa org percaya dan akan mendengar seruan umat-Nya yg mengharapkan pertolongan dari Yesus melalui doa yg dipanjatkan. Yg jadi pertanyaan, hal2 apa saja yg patut kita perhatikan dlm berdoa, sehingga doa tsb mempunyai makna yg hakiki ? Pertama, kita harus berdoa dgn penuh percaya diri. Ketika kita berdoa di dlm nama Yesus Kristus, sebenarnya kita berdoa kepada Bapa di sorga dgn otoritas Yesus Kristus. Dlm kitab Mazmur 66 ayat 18 yg ditulis oleh Raja Daud, Daud mengetahui bahwa jika dia mempunyai kejahatan dlm hatinya, tentu Tuhan tdk akan mendengar dia. Kita harus berdoa dgn penuh rasa percaya diri dan membuat permintaan2 kepada Tuhan, lalu kita dapat mempunyai harapan bahwa Tuhan akan menjawab doa2 yg telah kita panjatkan tsb. Kitab Markus 11 ayat 24 menulis demikian: "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu" Rasa percaya diri yg kita miliki ketika berdoa, akan memandu kita utk lebih yakin bahwa apa yg kita minta dlm doa tsb akan dikabulkan oleh Yesus. Kedua, kita harus berdoa dgn yakin, tdk bimbang atau ragu2. Ketika berdoa jgn sekali2 hati kita ragu, sambil menimbang2 apakah Yesus pasti akan mendengar dan menjawab doa yg kita panjatkan. Biarkanlah doa tsb kita panjatkan apa adanya, mengalir keluar dari mulut mengikuti alunan hati nurani. Org yg berdoa dgn bimbang ibarat suatu kapas yg mudah dibawa oleh angin kemana saja. Yesus tdk suka dgn sikap ragu2 ketika kita berdoa memohon sesuatu kepada-Nya. Kita tdk semestinya meragukan kuasa dan kasih Tuhan dlm kehidupan ini. Mari kita buka Yakobus 1 ayat 6 s/d 8 yg menulis demikian: "Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yg bimbang sama dengan gelombang laut, yg diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yg demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya" Ketiga, dlm berdoa kita harus mengucap syukur atas segala hal yg telah Yesus berikan dlm kehidupan ini. Kita tdk boleh lupa bahwa rejeki dan pemeliharaan yg telah Yesus berikan, sejak kita kecil dan dewasa. Sempatkan menjalin hubungan yg akrab dgn Yesus setiap saat, bersyukurlah atas apapun yg telah kita raih dlm kehidupan ini. Oleh sebab itu Yesus mengajarkan kita semua Doa Bapa Kami (Lihat Matius 6 ayat 9 s/d 13). Jangan pernah memaksakan diri utk bekerja terlalu keras dan akhirnya sampai melupakan kesehatan, istri, anak. Memang benar bahwa semua yg kita lakukan utk mengejar uang, berhubung semakin meningkatnya biaya hidup. Akan tetapi, mengutamakan kepentingan rohani (dhi doa) lebih merupakan prioritas utama dibandingkan kepentingan duniawi yg hanya sesaat. Harta yg kita miliki tdk akan bisa kita bawa sampai ke rumah Bapa. Semuanya akan hilang ketika diri kita suatu saat nanti meninggal dunia. Rahasia hidup sejati tdk hanya mengandalkan harta duniawi saja, akan tetapi lebih mengutamakan Yesus dan doa dlm hidup ini. Harta boleh kita miliki, asal jangan kita jadikan Tuan yg kita agungkan dan banggakan. Klo harta sudah kita jadikan Tuan, maka kita akan menjadi hamba harta. Harta menjadi nomor satu, sementara Yesus nomor dua. Kita tdk bisa mengabdi kepada dua tuan sekaligus. Karena pasti ada salah satu yg kalah. Oleh sebab itu, mulai sekarang kita harus mengutamakan Yesus, dgn jalan menjalin hubungan yg akrab dengan-Nya lewat doa ucapan syukur. Sediakan waktu setiap hari utk berdoa kepada-Nya. Mari kita buka 1 Tesalonika 5 ayat 16 s/d 18 yg menulis demikian: "Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yg dikehendaki Tuhan di dalam Kristus Yesus bagi kamu" Keempat, kita harus mentaati segala perintah Yesus dan melakukan hal2 yg menyenangkan hati Tuhan. Dgn demikian, ketika kita berdoa meminta sesuatu kepada Tuhan, doa kita akan didengar dan dijawab oleh Yesus. Sudahkah kita melakukan hubungan timbal balik tsb, atau kita hanya mau menerima saja, tanpa adanya usaha utk memberi yg terbaik kepada Tuhan. Saya tekankan disini, jangan pernah kita memberi sesuatu kepada Tuhan dgn mengharapkan Tuhan membalas setimpal dgn apa yg sudah kita berikan. Karena dgn demikian kita berarti menyogok Tuhan agar mau menjawab doa yg kita panjatkan. Masih ingatkah saudara dgn kisah seorg janda yg memberi persembahan dari segala kekurangan yg dia miliki ? Yesus tdk melihat jumlahnya seberapa besar persembahan yg kita berikan, akan tetapi Yesus melihat ketulusan dan kerelaan hati kita dlm memberi persembahan kepada diri-Nya. Dlm arti, tdk ada motivasi terselubung dlm hati kita, ketika kita memberi persembahan. Semuanya dilandasi dgn sikap taat dan sesuai dgn firman Tuhan di dlm Injil. Mari kita buka 1 Yohanes 3 ayat 22 yg menulis demikian: "Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yg berkenan kepada-Nya" JBU, Wiempy Wijaya Buitenzorg, 14-Oct-07

