From: "e-JEMMi" <[EMAIL PROTECTED]>

 e-JEMMi - Edisi 11-6#2008 -- Diciptakan untuk Sebuah Misi

              IF YOU ARE NOT BIG ENOUGH TO TAKE CRITICISM
                     YOU ARE TO SMALL TO BE PRAISED
______________________________________________________________________
EDITORIAL

   Shalom,

   Setiap orang yang sudah diselamatkan memiliki sebuah tugas istimewa,
   yaitu menjadi rekan sekerja Allah dalam memenangkan jiwa-jiwa yang
   belum diselamatkan bagi kerajaan-Nya. Namun, sangat disayangkan
   karena banyak yang belum memenuhi tanggung jawab tersebut. Dan ironisnya 
   banyak yang menghindari bahkan melalaikannya dengan berbagai macam alasan.

   Seluruh edisi Publikasi e-JEMMi pada Februari ini mengajak Anda
   untuk lebih mengenal pelayanan misi, meliputi mengapa harus ada
   misi? Apa saja yang harus diketahui jika ingin memulai pelayanan
   misi? Karakter apa sajakah yang harus dimiliki jika hendak menjadi
   seorang utusan Injil? Harapan kami, seluruh sajian tersebut dapat menolong 
Anda 
   untuk lebih mengetahui dan memenuhi panggilan Tuhan dalam kehidupan Anda.

   Selamat melayani, Tuhan Yesus memberkati.

   Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
   Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI 1

                           MASUK DUNIA MISI?
                           =================
   "Jendela 10/40" merupakan istilah penting dalam misi saat ini.
   Wilayah ini terbentang dari Afrika Barat sampai Asia Timur, dihuni
   oleh 2/3 penduduk dunia (4 milyar jiwa), dan di antara mereka
   terdapat 97% yang belum pernah mendengar Injil. Di wilayah ini pula
   terdapat 82% penduduk termiskin di dunia dan 90% suku terabaikan.
   Indonesia, di mana kita tinggal adalah salah satu negara di dalamnya.

   Ironisnya, sebanyak 75% dari jumlah misionaris di seluruh dunia
   tidak pergi ke daerah yang belum dijangkau oleh Injil. Mereka justru
   pergi ke daerah-daerah yang telah ada orang Kristennya. Yang
   menyedihkan pula, jika kita melihat ke mana perginya dana-dana
   gereja di seluruh dunia, hanya 1% dana yang digunakan untuk
   penginjilan yang ditujukan kepada daerah yang belum mendengar Injil.
   Sedangkan dana yang terbesar (87%) digunakan untuk kegiatan
   pelayanan dalam gereja.

   Kita sering mendengar firman Tuhan tentang misi yang sudah tidak
   asing lagi, "Ini aku, utuslah aku" (Yesaya 6:8). Tetapi mengapa
   jumlah misionaris sangat sedikit? Hanya ada 201.260, total
   misionaris seluruh dunia. Mengapa? Karena tidak ada sinergi orang
   yang diutus dan pengutusan. Terlalu sedikit yang diutus karena tidak
   adanya dukungan dari para pengutus. Hanya ada dua pilihan, yaitu
   menjadi utusan atau pengutus. Pihak pengutus harus sepenuhnya
   memberikan dukungan dalam hal moral, logistik, finansial, doa, dan
   komunikasi. Sedangkan jika menjadi utusan, yang bersangkutan harus
   diutus pergi bagi dunia yang belum mendengar kasih Allah, masuk ke
   dunia yang sangat gelap, yaitu ke dunia yang tidak jauh dari kita,
   seperti Indonesia dan bangsa-bangsa di sekitarnya. Seorang utusan
   harus memiliki satu tekad, yaitu "Never Give Up".

   MENGAPA HARUS ADA MISI?
   Mengapa harus ada misi yang dilakukan oleh banyak orang di muka bumi
   ini? Alasannya adalah sebagai berikut.

   Pertama, karena belas kasihan Yesus Kristus kepada umat manusia yang
   telah jatuh ke dalam dosa (Matius 9:35). Kedua, karena Yesus Kristus
   adalah Juru Selamat dunia yang datang untuk menyelamatkan umat
   manusia agar tidak binasa (Yohanes 3:19). Ketiga, Yesus akan menjadi
   terlalu kecil jika hanya disembah oleh bangsa tertentu saja, karena
   seluruh bangsa dan umat manusia di muka bumi harus menyembah-Nya
   (Mazmur 9). Keempat, karena Amanat Agung Tuhan Yesus, saat Dia akan
   naik ke surga setelah kebangkitan-Nya. Ia ingin agar kita mewartakan
   Injil-Nya sampai ke ujung bumi serta membawa jiwa-jiwa yang
   terhilang kepada Tuhan karena banyak orang di dunia yang belum
   mengenal Kristus dan belum menerima keselamatan (Matius 29:16-20).

   Tetapi sebelum kita melakukan misi, ada hal-hal penting yang harus
   kita ketahui, yaitu Siapa saya -- "Who am I?" Kita harus mengenal
   terlebih dahulu siapa diri kita melalui pandangan Allah. Kita harus
   sadar bahwa Tuhan telah membentuk kita sejak dari kandungan (Yesaya
   44:2), bahwa kejadian kita dasyat dan ajaib, Tuhan sangat mengenal
   kita, dan Allah mengenal setiap bagian dari diri kita sehingga kita
   harus mengucap syukur kepada Tuhan yang mengenal kita sejak dalam
   kandungan (Mazmur 139:13-15). Tuhan juga telah memanggil kita sejak
   kita masih dalam kandungan sehingga kita harus sadar bahwa kita
   sudah ada dalam rencana Allah jauh sebelum kita ada (Yesaya 49:1).
   Kita juga harus sadar bahwa kita adalah orang-orang yang telah
   dibebaskan dari kebinasaan akibat dosa karena kita telah dibeli oleh
   Kristus yang harganya telah lunas dibayar (1 Korintus 6:20). Kita
   adalah terang bagi bangsa-bangsa yang masih berada dalam kegelapan
   dan belum mendengar tentang keselamatan yang berasal dari Kristus
   (Yesaya 49:6-9; Matius 5:14). Selain itu kita adalah garam dunia
   (Matius 5:13). Bahwa kehadiran kita di tengah masyarakat walau belum
   melakukan apa-apa -- belum bicara apa pun, kita telah diharapkan Tuhan untuk 
   membawa perubahan bagi masyarakat dan membuat perbedaan yang indah.

   Bagaimana jika kita dipanggil melakukan misi? Pastilah muncul
   pertanyaan, "mengapa harus saya?". Kita dipanggil melakukan misi
   karena melayani Tuhan adalah hak istimewa sebagai anak Tuhan
   (Keluaran 19:5-6), juga karena kita sudah diberkati untuk menjadi
   berkat, maka kita harus memberkati orang lain. Tubuh kita adalah
   Bait Allah (1 Korintus 6:19; 2 Tawarikh 6:33), kita ingin agar
   orang-orang mengenal dan menikmati kasih Kristus melalui diri kita
   sebagai Bait Allah yang kelihatan dan harus ditunjukkan dalam setiap
   hal di kehidupan kita. Dengan begitu orang lain dapat melihat bahwa
   Kristus ada di dalam kita. Kita juga adalah duta-duta Kristus (1
   Korintus 5:18-20) dan merupakan hak istimewa bagi kita jika kita
   dipakai Allah sebagai duta-Nya. Namun, yang paling utama adalah
   bahwa kita ini milik Kristus (1 Korintus 3:23; 6:19; Galatia 3:29)
   dan kita terikat dengan Kristus.

   Diambil dan diedit seperlunya dari:
   Judul jurnal : Jurnal MIM Edisi Agustus 2005
   Judul artikel: Masuk Dunia Misi?
   Penulis      : Tim Jurnal MIM
   Penerbit     : Mahasiswa Indonesia Menuai (MIM), Yogyakarta 2005
   Halaman      : 1 -- 3
______________________________________________________________________
ARTIKEL MISI 2

                        PANGGILAN UNTUK BERMISI
                        =======================
   Membangun kembali semangat misi yang pernah begitu masyhur sekitar
   abad pertama dapat dimulai dari Yerusalem, yang dikenang sebagai
   tempat di mana Yesus Kristus mengawali pengutusan murid-murid-Nya.
   Generasi selanjutnya sampai dengan saat ini masih banyak pula yang
   menaruh perhatian akan pentingnya menyampaikan kehidupan misi pada
   orang/bangsa lain, seperti yang sudah ada dan masih ada, yaitu
   "Mission Urbana" dan "Mission Korea". Sekarang pertanyaannya adalah,
   apakah generasi saat ini juga masih membuka diri untuk mengambil
   bagian dalam kehidupan misi dengan terlibat secara langsung?

   Keberanian untuk membawa Injil dan teladan hidup Kristus ke tengah
   kehidupan orang/bangsa lain yang telah memunyai cara/pedoman hidup
   tersendiri, perlu disertai dengan pemahaman dan pengertian tentang
   bagaimana melakukannya dengan tulus. Pengetahuan yang benar akan
   mengubah hidup, terutama kesiapan dan keputusan untuk terlibat
   menjadi lebih mantap. Seringkali terlalu mudah untuk mengiyakan
   panggilan sehingga kurang berhati-hati. Kemauan saja tidaklah cukup,
   diperlukan juga pengetahuan yang benar. Panggilan adalah mengetahui
   tentang adanya suatu kebutuhan. Saat kita benar-benar tahu kebutuhan
   hidup di dunia, mungkin kitalah yang dipanggil untuk memenuhi
   kebutuhan tersebut dan panggilan itu menjadi tanggung jawab kita.

   Kita menyia-nyiakan hak kita sebagai pembawa Injil karena tidak
   mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan seorang pembawa berita.
   Bahkan kita tidak peduli pada banyaknya orang yang belum percaya dan
   orang-orang yang teraniaya karena menjadi percaya. Semuanya
   kelihatan baik-baik saja termasuk juga di masa depan. Memandang orang/bangsa 
   lain dengan perbedaan menjauhkan keinginan untuk menyampaikan Injil.

   Banyak alasan untuk tidak terlibat dalam pekerjaan misi, seperti
   "saya tidak ada panggilan," ada juga yang berkata, "saya tidak pernah 
dipanggil," 
   padahal yang sebenarnya adalah kita "tidak mendengar panggilan-Nya".

   Memberi bantuan berupa makanan, pakaian, atau uang telah memberi
   kebanggaan karena sudah memberi. Pertolongan kita hanya untuk
   meredakan masalah sesaat, namun masalah yang sebenarnya belum
   teratasi. Pilihan hidup cukup bagi diri sendiri saja, sama dengan
   menolak hak Allah untuk melakukan apa saja pada hak kepunyaan-Nya.
   Keajaiban terjadi jika ada kerelaan untuk menyerahkan milik kita
   sebagai hak-Nya. Allah akan benar-benar sangat menghargai kerelaan itu.

   Jika kita mau dipakai Allah, harus ada keberanian untuk mencari tahu
   tentang kebutuhan-kebutuhan dunia, kebutuhan-kebutuhan sesama,
   kekerasan yang terjadi di dunia saat ini, kebutuhan-kebutuhan
   suku-suku terasing yang belum pernah mendengar Injil, atau
   kebutuhan akan Alkitab dalam bahasa-bahasa yang belum tersedia.
   Mendengar tentang adanya suatu kebutuhan dan keingintahuan yang
   tulus akan membuat kita mendengar panggilan-Nya. Panggilan semakin
   besar setelah mengetahui adanya kebutuhan yang semakin besar pula.

   Diambil dan diedit seperlunya dari:
   Judul jurnal      : Jurnal MIM Edisi Juni 2005
   Judul artikel asli: Panggilan
   Penulis           : Tim Jurnal MIM
   Penerbit          : Mahasiswa Indonesia Menuai (MIM), Yogyakarta   2005
   Halaman           : 3
______________________________________________________________________
SUMBER MISI

CHRISTIAN SOLIDARITY WORLDWIDE -- USA
==>   http://www.cswusa.com/AboutCSW.htm
   CSW dan rekan-rekannya didirikan di Inggris sejak 1981 untuk
   melayani gereja teraniaya melalui perlindungan hukum, bantuan, dan
   doa. Salah satu rekannya adalah CSW-USA yang didirikan pada 1997,
   merupakan organisasi Kristen yang mengupayakan perlindungan hukum
   mengenai kebebasan beragama bagi semua orang. Dengan visi agar
   orang-orang Kristen mendapatkan kebebasan untuk mempraktikkan
   imannya, CSW memiliki beberapa tujuan strategis, salah satunya
   adalah mendorong pemerintah supaya segera membuat kebijakan yang
   efektif untuk meningkatkan kebebasan beragama di seluruh dunia.
   Strategi lain dari organisasi ini adalah berdiri dengan dan untuk
   gereja-gereja teraniaya di seluruh dunia. Kunjungi alamat situs di
   atas untuk lebih mengenal organisasi ini.

______________________________________________________________________
DOA MISI DUNIA

T U R K I
   Menurut sebuah sumber, sekelompok orang tak dikenal telah menculik
   seorang pendeta selama dua hari pada Desember 2007 yang lalu.
   Petinggi gereja tidak dapat mengonfirmasi identitas orang-orang yang
   menculik pendeta atau apakah uang tebusan telah dibayarkan. Meskipun
   peristiwa ini sepertinya dimotivasi oleh uang, tetapi keadaan di
   Turki yang memang bernuansa anti-Kristen mungkin saja telah memengaruhi 
orang-
   orang itu. Doakan untuk orang-orang Kristen yang melayani di Turki.
   Diterjemahkan dari: Mission News, Desember 2007
   Selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10650
   Pokok doa
   ---------
   * Kiranya Tuhan memberikan hikmat kepada orang-orang Kristen yang
     melayani di Turki agar mereka dapat terus melayani Tuhan dengan setia.
   * Doakan juga untuk setiap orang percaya yang berada di Turki. Minta
     agar Tuhan memberi kekuatan sehingga iman mereka tidak goyah di
     tengah tekanan dan aniaya yang menimpa mereka. Doakan pula
     pemerintah setempat agar lebih memerhatikan keberadaan orang
     percaya yang ada di sana dan memberikan perlindungan kepada mereka

G H A N A
   Bulan November 2007 yang lalu, Global Advance menyelenggarakan
   konferensi misi pertama mereka di Ghana. Hampir 1.000 pendeta dan
   200 pemimpin bisnis dari berbagai denominasi menghadiri konferensi
   tersebut. David Shibley dari Global Advance mengatakan bahwa ada
   perbedaan yang nyata antara kerinduan dan sumber daya yang dimiliki
   oleh orang-orang yang ada di sana. "Gereja di Ghana, yang adalah
   gereja terkuat di Afrika, benar-benar memiliki hati misi dan visi
   misi yang besar. Mereka lebih rindu untuk pergi sendiri menjangkau
   orang-orang daripada mengirim misionaris, jadi kami percaya bahwa
   konferensi ini sangat penting." Ratusan pendeta berencana untuk
   mendirikan gereja-gereja baru -- beberapa bahkan di lingkungan
   multibudaya. "Saya percaya Tuhan dengan Roh-Nya, akan memakai dan
   memberikan peran yang sangat strategis untuk gereja di Ghana demi
   kepentingan kegiatan misi di abad ke-21. Saya menjumpai orang-orang
   yang memiliki hati misi yang besar di Ghana."
   Diterjemahkan dari: Mission News, Desember 2007
   Selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10643
   Pokok doa
   ---------
   * Doakan setiap orang percaya atau organisasi yang menghadiri
     konferensi misi di Ghana ini, agar mereka menangkap visi yang
     telah dibagikan dan dapat membagikan visi tersebut ke negara
     mereka masing-masing. Sehingga lebih banyak lagi orang yang
     terbeban untuk terlibat dalam pelayann misi.
   * Biarlah gereja-gereja yang ada di Ghana dapat menjadi teladan bagi
     gereja-gereja yang lain. Mohon agar Tuhan memakai gereja ini
     dengan luar biasa dan memberikan perkara yang lebih besar lagi
     bagi pekerjaan Kristus.

A Z E R B A I J A N
   Seorang pendeta Baptis, Zaur Balave, telah dipindahkan ke penjara
   koloni di Azerbaijan. Menurut sejumlah sumber, setelah kalah dalam
   usaha naik bandingnya atas tuduhan palsu, ia menjalani hukuman
   penjara selama dua tahun dan berencana untuk mengajukan naik banding
   lagi. Joel Griffith dari Slavic Gospel Association berkata bahwa
   laporan terakhir yang mereka terima menyebutkan kondisi penjara
   sangat mengerikan dan sangat keras bagi pendeta lemah itu. "Sipir
   penjara mengenainya biaya -- seperti uang suap -- yang sangat
   tinggi. Mereka menuntut uang suap jika pendeta Balaev ingin
   mendapatkan makanan atau bertemu keluarganya. Doakan agar Tuhan
   menguatkannya selama masa pencobaan yang sulit ini. Doakan juga agar
   Tuhan melindungi gereja yang mengalami aniaya. "Kami mengajak setiap
   orang membawa situasi ini dalam doa, bahwa Tuhan akan ikut campur
   tangan dan tidak hanya membuat ketidakadilan yang ada di penjara
   berhenti, tetapi juga agar permohonan naik bandingnya ke Mahkamah
   Agung Azerbaijan berhasil dan hukuman dua tahun penjaranya akan dihapuskan."
   Diterjemahkan dari: Mission News, Desember 2007
   Selengkapnya: http://www.MNNonline.org/article/10636
   Pokok doa
   ---------
   * Pendeta Zaur Balave telah dipenjara akibat dari tuduhan palsu yang
     ditujukan padanya. Minta campur tangan Tuhan agar perlakukan yang
     tidak baik di penjara berhenti dan permohonan naik banding pendeta
     Zaur Balave ke Mahkamah Agung Azerbaijan dapat berhasil sehingga
     hukuman dua tahun penjara yang dikenakan padanya dapat dihapuskan.
   * Kiranya Tuhan memberi kekuatan dan perlindungan kepada keluarga
     Pendeta Zaur Balave sehingga mereka dapat terus melayani dan
     bersukacita di dalam Tuhan. Doakan juga agar keyakinan mereka
     tidak goyah dan dapat terus memberikan dukungan moril kepada
     Pendeta Zaur Balave agar dapat melewati masa-masa sukar dengan
     penuh sukacita dan dapat menjadi berkat bagi orang-orang lain,
     khususnya mereka yang berada di penjara.
______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

                             PANGGILAN MISI
                             ==============
   Salah satu pesan yang diberikan Yesus kepada para murid-Nya sebelum
   Ia terangkat ke sorga adalah agar setiap murid pergi untuk
   memberitakan Injil kepada orang-orang yang belum percaya. Pesan
   tersebut tidak hanya ditujukan untuk para murid-Nya yang hadir saat
   itu saja. Pesan tersebut juga ditujukan kepada kita yang sudah
   diselamatkan-Nya. Maukah kita menggenapi panggilan tersebut? Masih
   banyak penduduk Indonesia yang hingga saat ini belum mendengar Injil
   dan belum memeroleh keselamatan. Masih banyak suku-suku terabaikan
   yang belum terjangkau. Mereka adalah orang-orang terhilang yang membutuhkan 
   Kabar Baik, yaitu Yesus yang datang ke dunia untuk menyelamatkan 
   mereka. Maukah Anda dipakai Tuhan untuk memberitakan Kabar Baik itu?

   Pokok doa
   ---------
   1. Berdoalah agar orang-orang percaya yang terpanggil untuk menjadi  
misionaris 
      mendapat kesempatan untuk menyerahkan hidup mereka dan dipakai Kristus.

   2. Doakan juga agar mereka yang pernah menolak panggilan Yesus untuk
      menjadi misionaris mendapat kesempatan kedua untuk pergi
      melaksanakan panggilan itu.

   3. Biarlah mereka yang yang telah menyerahkan diri menjadi
      misionaris dapat terpelihara panggilannya dan diberi kekuatan
      oleh Roh Kudus untuk setia menjalankan panggilannya tersebut.

   4. Ladang sudah menguning dan siap untuk dituai, namun pekerja
      sedikit. Berdoalah kepada Tuhan yang empunya tuaian agar Ia
      mengirim lebih banyak pekerja untuk bekerja di ladang-Nya.

   5. Berdoa juga untuk lembaga-lembaga misi Indonesia agar dipakai
      Tuhan untuk mempersiapkan dan membimbing para misionaris agar
      bisa melayani dengan sebaik mungkin.

   6. Doakan agar para pemimpin gereja memiliki kerinduan untuk membawa
      jemaatnya mengenal pelayanan misi dengan benar dan terlibat dalamnya.

   7. Berdoa untuk semua pelayanan misi yang ada di Indonesia. Kiranya
      Tuhan memberkati setiap orang yang terlibat di dalamnya dan
      setiap usaha yang mereka dilakukan.

______________________________________________________________________
SURAT ANDA

   From: Selamat Irianta Munthe <selamat(at)xxxxx>
   >Saya senang membaca informasi bahwa STT PAULUS sekarang membuka
   >program S2 bagi semua latar belakang pendidikan S1. Program ini
   >saya yakini akan sangat stategis dan baik sekali mendukung saudara-
   >saudara seiman untuk menjadi saksi Tuhan di berbagai pekerjaan yang
   >terbuka lebar di tengah masyarakat. Pengalaman saya sebagai seorang
   >sarjana S1 dan telah deperlengkapi mendapatkan pendidikan Theologia
   >Urban Ministry (S2) dari STT Bandung, sungguh sangat berdampak
   >membuka visi dan misi saya ketika bekerja di berbagai bidang
   >ditengah masyarakat baik di Jawa, Aceh, Batam dan saat ini di
   >Medan. Satu hal yang sangat menjadi berkat adalah Firman Allah
   >sangat menolong saya, untuk bekerja dan melayani  baik di Gereja
   >maupun di tengah masyarakat. Karena itu mari kita dukung program
   >STT Paulus, semoga program study S2 yang dibuka ini, semakin
   >membangun iman para siswanya menjadi terang dan garam di tengah-
   >tengah masyarakat dan bangsa-bangsa di seluruh dunia. Amen

   Redaksi:
   Terima kasih atas surat yang Anda kirimkan. Kami sangat bersyukur
   untuk kesaksian yang telah Anda bagikan. Doa kami kiranya Tuhan
   senantiasa memberkati pelayanan Anda dan memampukan Anda selama
   bekerja diladang-Nya. Terima kasih juga untuk informasi yang Anda
   sampaikan kepada kami mengenai STT Paulus Bandung dan kami mengajak
   para pembaca e-JEMMi untuk mendukung dalam doa program studi S2 yang
   di buka STT Paulus sehingga dapat menjadi berkat bagi sesama.

______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
    (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
    untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
     yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
    Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati, dan Dian Pradana
   Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2008 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
   Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak redaksi              :                   < jemmi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan          :   < subscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk berhenti              : < unsubscribe-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan:       < owner-i-kan-misi(at)hub.xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi        :               http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi                   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                      :               http://ylsa.sabda.org/
Situs SABDA Katalog             :            http://katalog.sabda.org/

Kirim email ke