From: Irwan Haryanto <[EMAIL PROTECTED]>

        Iman & Biji Sesawi 

        Bulan April 2007 lalu orang tua tmn saya pergi ke Israel, lalu pulang 
dari sana membawa biji khusus yang sering disebutkan di firman Tuhan, yaitu 
biji Sesawi. 

        Saya coba lihat di wiki dan ini penjelasannya: 
        Mustard seeds are the proverbially small seeds of the various mustard 
plants. The seeds are about 1 mm in diameter, and may be colored from yellowish 
white to black. They are important spices in many regional cuisines. The seeds 
can come from three different plants: black mustard (B. nigra), brown Indian 
mustard (B. juncea), and white or yellow mustard (B. hirta/Sinapis alba). 

        In the Indian subcontinent they are often used whole, and are quickly 
fried in oil until they pop to impart a flavor to the oil.

        Kandungan nutrisinya per 100 g ( 3.5 oz) 
        Energy 470 kcal 1960 kJ 
        Carbohydrates 34.94 g 
        - Sugars 6.79 g 
        - Dietary fiber 14.7 g 
        - Fat 28.76 g 
        - saturated 1.46 g 
        - monounsaturated 19.83 g 
        - polyunsaturated 5.39 g 
        Protein 24.94 g 
        Water 6.86 g 
        Vitamin A equiv. 3 ìg 0% 
        Thiamin (Vit. B1) 0.543 mg 42% 
        Riboflavin (Vit. B2) 0.381 mg 25% 
        Niacin (Vit. B3) 7.890 mg 53% 
        Vitamin B6 0.43 mg 33% 
        Folate (Vit. B9) 76 ìg 19% 
        Vitamin B12 0 ìg 0% 
        Vitamin C 3 mg 5% 
        Vitamin E 2.89 mg 19% 
        Vitamin K 5.4 ìg 5% 
        Calcium 521 mg 52% 
        Iron 9.98 mg 80% 
        Magnesium 298 mg 81% 
        Phosphorus 841 mg 120% 
        Potassium 682 mg 15% 
        Sodium 5 mg 0% 
        Zinc 5.7 mg 57% 

        Banyak juga kandungannya dan dari biji ini bisa tumbuh menjadi pohon 
besar. Satu bagian firman Tuhan yang menggunakan perumpaan biji sesawi:

        Matius 13:31 
        31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, 
kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan 
ditaburkan orang di ladangnya. 

        Saya memperhatikan dengan seksama, panjang biji sesawi ini kurang dari 
0,5 cm dan satu biji yang saya ukur sekitar 4,5 mm. Foto di atas menunjukkan 
perbandingan antara tutup lensa kamera nikon D50 saya (warna hitam, hanya 
ujungnya saja yang kelihatan) dan biji sesawi serta perbandingannya dengan 
ukuran panjang 1 cm. 

        Biji ini memang sangat kecil. Sampai sekarang saya belum pernah 
menemukan biji yang sekecil ini dan dari banyak biji yang lain. 

        Matius 17:20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. 
Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar 
biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini 
ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. 

        Sebesar apa iman kita? Kita masing-masing yang tahu, yang pasti cukup 
iman sebesar biji ini saja, kita dapat melakukan hal yang mustahil.

        Pohon Sesawi
        Matius 13:32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, 
tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang 
lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang 
pada cabang-cabang.  
==============================================
Kisah tanggung jawab seorang anak

Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah 
terpancar kehidupan

From: rich_amara [EMAIL PROTECTED]

Sebuah kisah teladan dari negeri China
Gambar Sri Libe Suryapusoro
By Sri Libe Suryapusoro - Posted on November 30th, 2006

Saya dapat dari email, saya posting karena sangat memberkati saya.
Sayang sekali saya tidak bisa melacak penulis aslinya. Semoga memberkati setiap 
pembaca yang lain.

Untuk siapapun yang mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari ortu kuncinya 
satu memaafkan , sehingga kedamaian ada pada hidup kita , jaman dulu sudah 
biasa ortu bertindak seperti itu , banyak faktor, salah satunya kemiskinan dan 
pendidikan yg rendah. Moga-moga tulisan dibawah ini membawa kita semua , 
terutama yg mengalami hal-hal buruk, setelah membaca e-mail ini ada damai dalam 
hidup kita, Amin.

Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa, sebut 
saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang 
pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang 
menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika 
memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa. Saking jarangnya 
seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar 
dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk 
menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya. Zhang Da adalah salah 
satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar 
biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 
Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara 
Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) 
orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.

Mengikuti kisahnya di televisi, membuat saya ingin menuliskan cerita ini untuk 
melihat semangatnya yang luar biasa. Bagi saya Zhang Da sangat istimewa dan 
luar biasa karena ia termasuk 10 orang yang paling luar biasa di antara 1,4 
milyar manusia. Atau lebih tepatnya ia adalah yang terbaik diantara 140 juta 
manusia. Tetapi jika kita melihat apa yang dilakukannya dimulai ketika ia 
berumur 10 tahun dan terus dia lakukan sampai sekarang (ia berumur 15 tahun), 
dan satu-satunya anak diantara 10 orang yang luarbiasa tersebut maka saya bisa 
katakan bahwa Zhang Da yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar penduduk 
China.

Pada waktu tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak 
tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan 
sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, 
tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah 
ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang 
sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga 
dirinya sendiri, ia juga harus
memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang 
seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk 
menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini.
Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan 
hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah 
bahwa ia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan 
memikul tanggung jawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian 
ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang 
dikerjakannya. Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. 
Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam 
perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan 
buah-buahan yang ia temui.
Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. 
Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh 
lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang 
hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk 
membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja 
sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk 
papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap 
sehat, segar dan kuat.

ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit.
Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia 
menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia 
membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua diakerjakan 
dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi 
tanggungjawabnya sehari-hari.

Zhang Da menyuntik sendiri papanya.
Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk 
menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia 
mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang 
membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan 
injeksi/suntikan kepada pasiennya.
Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya 
sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah 
biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau 
dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang 
bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat 
demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan 
bahwa Zhang Da adalah anak
cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada 
dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah 
dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan 
ahli menyuntik.

Aku Mau Mama Kembali.
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam 
acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, 
Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, "Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, 
sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa 
uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di 
mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada 
banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan 
juta orang yang 
sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!" Zhang Da 
pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut 
saja, mereka bisa membantumu" Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan 
suara bergetar iapun menjawab, "Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, 
aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!" demikian 
Zhang Da bicara dengan suara  yang keras dan penuh harap.

Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun 
tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta 
kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup 
untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia 
tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta 
sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat kata 
belece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, 
tapi
yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku 
Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat 
melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan 
hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg 
istimewa untuk menjalani ujian di dunia. 
Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya...ditiap-tiap 
kesulitan ada kemudahan dan Tuhan tidak akan menimpakan kesulitan diluar 
kemampuan umat-Nya. Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang 
sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan.... bangkitlah! Karena 
sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha 
sekuat kemampuannya.
============================================
From: trueworshippersindonesia 

Steven Curtis Chapman "This Moment" 10 Februari 08

Di bulan Juli 2007 kemarin, Steven Curtis Chapman telah merilis album 
terbarunya yang berjudul `This Moment' yang merupakan albumnya yang ke enam 
belas. Pemenang 5 Grammy Award dan 51 Dove Awards ini menawarkan tema yang 
berbeda dari yang sebelumnya yaitu `miracle of the moment'. Diproseduri oleh 
Steven Curtis Chapman sendiri dan Matt Bronleewe (produser dari artis-artis 
Kriten kontemporer ternama seperti TobyMac, Chris Tomlin, Leeland, Michael W. 
Smith, Jars of Clay), album `This Moment ini juga dibantu beberapa artis 
sekuler seperti Sting, Paul McCartney dan Sheryl Crow. 
Mengenai album `This Moment' ini, Steven menyatakan, "Saya ingin mengingatkan 
setiap orang bahwa Tuhan kita memperhatikan kehidupan kita hari demi hari. 
Tuhan tidak selalu berada pada tempat yang tinggi dan tidak terjangkau, tetapi 
Ia selalu berada disamping kita dan memperhatikan kita setiap waktu. Saya 
berharap kita semua dapat mengalami hadiratNya dan mengerti akan apa yang 
sedang Ia lakukan 
saat ini."

Steven Curtis Chapman bersama keluarganya menghabiskan beberapa bulan di tahun 
2006 dan 2007 untuk bekerja di sebuah panti asuhan di Cina dan mereka terbeban 
untuk membantu anak yatim piatu dan membawa dampak positif kepada dunia melalui 
kasih Kristus. Berangkat dari pengalaman yang tak terlupakan tersebut, Steven 
kemudian terinspirasi untuk membuat sebuah album dengan sebuah pesan yang 
kuat mengenai hal-hal yang terjadi di dunia pada waktu ini. 

"Saya percaya kita harus melakukan sesuatu bagi orang-orang yang tidak 
beruntung, terluka, yang terhilang di saat ini. Kita harus berani memberitakan 
Injil agar setiap orang dapat merasakan kasih Yesus di hati mereka secara 
pribadi."

Salah satu firman Tuhan yang juga mengilhaminya dalam pembuatan album This 
Moment ini diambil dari Wahyu 1:19 'write therefore the things that are 
seen'-kept coming back to me,". Steven sendiri juga menyatakan bahwa ia 
terlebih dahulu berdoa dan bertanya pada Tuhan tentang apa yang ingin Tuhan 
sampaikan melalui karya-karyanya.
Sejauh ini, Chapman telah merilis 20 album sepanjang karirnya, termasuk tiga 
album Christmas, beberapa koleksi album terbaik dan sebuah live album. Ia telah 
menjual lebih dari sembilan juta kopi album. Dua album mendapatkan sertifikat 
platinum dan tujuh album mendapatkan sertifikat emas. Empat puluh lagunya telah 
menjadi lagu 
nomor satu untuk tangga lagu di radio Kristen. 

Dapatkan album STeven Curtis Chapman "This Moment" tgl 10 Februari di toko buku 
dan kaset rohani..

"And it's all about what God is doing in every heart, in every corner of the 
world, in this moment."

Kirim email ke