MUJIZAT MANNA

"Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan
menurunkan dari langit hujan ROTI bagimu; maka bangsa itu akan keluar
dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya
mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak .....
Umat Israel menyebutkan namanya: Manna; warnanya putih seperti
ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu. Musa berkata: "Beginilah
perintah TUHAN: Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun,
supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang
gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir."
(Keluaran 1:19, 31-32)


Ketika bangsa Israel dibawa keluar dari tanah perbudakan di Mesir oleh
tangan Tuhan yang kuat, mereka melihat banyak mujizat-mujizat besar
yang pernah terjadi, ini adalah mujizat-mujizat terbesar yang pernah
Tuhan kerjakan. Mereka melihat sungai Nil berubah menjadi darah.
Mereka melihat orang-orang Mesir sama sekali dirusak oleh katak-katak.
Mereka melihat semua anak-anak sulung Mesir dibunuh dalam satu malam.
Mereka melewati Laut Merah seperti pada tanah kering dan melihat air
seperti tembok pada kedua sisi mereka, dan mereka melihat semua
pasukan Mesir yang mengejar mereka dimusnahkan. Mereka melihat Musa
memukul "Batu Karang" dengan tongkatnya sehingga air mengalir keluar,
cukup air untuk persediaan kurang lebih dua juta orang dan seluruh
ternak mereka. Dan selama 40 tahun di padang gurun hampir setiap pagi
mereka melihat Manna, yaitu roti yang turun dari Surga ada di tanah.

Semua ini adalah mujizat-mujizat yang sangat menakjubkan,
mujizat-mujizat yang paling besar yang pernah terjadi, dan kita
berpikir pasti pada waktu itu bangsa Israel telah menjadi sangat
percaya kepada Tuhan. Namun, tidak lama setelah itu pada saat Musa
terlalu lama berada di atas gunung Sinai untuk berbicara kepada
Allah, bangsa Israel telah bersundal dengan membuat patung Anak Lembu
emas, yaitu ilah yang disembah oleh bangsa Mesir, dan mereka menari
dan menyembah didepannya.

Dalam kata lain, semua mujizat besar yang terjadi itu tidak
menyebabkan satu orangpun dari bangsa Israel untuk percaya kepada
Tuhan. Pada kenyataannya hampir semua orang yang berumur 20 tahun ke
atas mati di padang gurun karena mereka tidak mendengarkan Firman Tuhan.

Mereka memang "telah" dibawa keluar dari tanah perbudakan di Mesir,
tetapi mereka gagal dalam pencobaan di padang gurun, sehingga mereka
tidak pernah melihat Tanah Perjanjian.

Nah, sekarang kita mau membahas tentang Manna, yaitu roti yang turun
dari surga (turun dari Allah). Saya tidak tahu bagaimana caranya ada
seorang pendeta yang mengatakan bahwa Manna itu berasal dari serangga.
Mungkin pendeta ini sangat percaya kepada mujizat-mujizat yang
mengherankan sehingga berpikir bahwa mungkin saja Tuhan membuatnya
seperti itu. Akan tetapi cukup jelas bahwa ia tidak melakukan
pekerjaan rumahnya untuk membandingkan ayat Kitab Suci dengan ayat
Kitab Suci untuk memeriksa apakah sebenarnya yang Allah maksudkan
tentang suatu hal. Ketika kita memeriksa tentang Manna di dalam
Alkitab tidak diragukan lagi bahwa Allah menggunakan Manna sebagai
gambaran dari Tuhan Yesus Kristus atau Firman Kristus.

Dalam kitab Yohanes 6:48-53 dan ayat 58 Yesus menjelaskan demikian:

"Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan Manna di padang gurun
dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa
makan dari padanya, ia tidak akan mati. AKULAH ROTI HIDUP yang telah
turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup
selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan
Kuberikan untuk hidup dunia." Orang-orang Yahudi bertengkar antara
sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan
daging-Nya kepada kita untuk dimakan." Maka kata Yesus kepada mereka:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging
Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam
dirimu ............ Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan
roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati.
Barangsiapa makan ROTI ini, ia akan hidup selama-lamanya."

Dan kitab Ulangan 8:1-3 menambahkan demikian:

"Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak
TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan
maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa
yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada
perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau
lapar dan memberi engkau makan Manna, yang tidak kaukenal dan yang
juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti,
bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, TETAPI manusia hidup dari
segala yang diucapkan TUHAN."

Ayat ini juga dikutip dalam Perjanjian Baru untuk menegaskan bahwa
roti secara fisik hanya memberikan kehidupan fisik yang hanya
berlangsung sementara waktu, tetapi Roti rohani atau makanan yang
turun dari Surga, yaitu Kristus, dapat memberikan kita hidup yang
kekal. Dalam kitab Mazmur 78:23-25 Tuhan berkata tentang Manna demikian:

"Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu
langit, menurunkan kepada mereka hujan Manna untuk dimakan, dan
memberikan kepada mereka gandum dari langit; setiap orang telah makan
roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah."

Akan tetapi ada saatnya ketika bangsa Israel berdosa terhadap Tuhan
sehingga Tuhan menghukum mereka dengan keras. Dalam kitab Bilangan
21:5-6 kita membaca demikian:

"Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu
memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini?
Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan
hambar ini kami telah muak."

Mereka sedang berbicara mengenai Manna yang turun dari Surga dan
mereka sudah muak, mereka sedang memberontak melawan Tuhan. Lalu Tuhan
menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu sehingga banyak dari
orang Israel yang mati. Ini adalah penghakiman Tuhan terhadap mereka.
Lalu mereka menghadap Musa dan mengakui dosa mereka sehingga Musa
berdoa kepada Tuhan untuk bangsa itu. Kemudian dalam ayat 8-9 kita
membaca demikian:

"Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung [seraph]
dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut,
jika ia melihatnya, akan tetap hidup." Lalu Musa membuat ular tembaga
dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular,
dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup."

Ular-ular ini menggambarkan Allah yang datang sebagai Hakim, datang di
dalam penghakiman karena dosa bangsa Israel. Akan tetapi ketika Musa
meletakkan "ular tembaga" pada sebuah tiang, bangsa Israel yang
"memandang" pada ular tersebut akan tetap hidup. Sekarang
pertanyaannya apakah atau siapakah yang Allah gambarkan melalui "ular
tembaga" itu? Dapatkah anda menebaknya? Ia harus digantung pada sebuah
tiang. Dalam kitab Yohanes 3:14-15 Tuhan Yesus menjelaskan demikian:

"Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga
Anak Manusia [yaitu Kristus] harus ditinggikan, supaya setiap orang
yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal."

Ketika bangsa Israel dipagut oleh ular-ular, mereka sedang sekarat
karena murka Tuhan berada di atas mereka, upah dosa ialah maut. Akan
tetapi apa yang harus mereka lakukan hanyalah memandang kepada tiang
dimana "ular tembaga" itu berada, dan mereka akan selamat. Mereka
langsung sembuh. Nah kepada siapakah kita harus memandang supaya kita
dapat memperoleh keselamatan? Sudah tentu kita bukan memandang kepada
suatu gereja tertentu atau suatu denominasi tertentu atau seorang
pendeta tertentu atau manusia siapapun juga, untuk keselamatan yang
sejati kita harus memandang hanya kepada Kristus. Kepada Firman Kristus.

Adalah iman dan kebenaran Kristus yang dapat menyelamatkan kita,
sedangkan kebenaran kita sendiri hanyalah seperti kain kotor dimata
Allah.

Satu ayat lagi yang sangat menarik tentang Manna ada dalam kitab Wahyu
2:17 yang kita baca demikian:

"Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh
kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan
dari Manna yang TERSEMBUNYI; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu
putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh
siapapun, selain oleh yang menerimanya."

Mengapa disini Tuhan mengatakan bahwa Manna itu tersembunyi? Kita
sudah mengetahui dari Yohanes pasal 6 bahwa Manna itu sesungguhnya
menunjuk kepada Kristus sang "Roti Kehidupan", dan pernyataan bahwa
Manna itu "tersembunyi" sebenarnya menjelaskan bagaimana caranya Allah
telah menulis Alkitab. Kitab Amsal 25:2 mengingatkan kepada kita demikian:

"Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu [dabar], tetapi kemuliaan
raja-raja ialah menyelidiki sesuatu [dabar]."

Ingatkan anda bahwa ungkapan "sesuatu" dalam ayat ini adalah kata
Ibrani "dabar", yang menunjuk kepada "Firman". Jadi sesungguhnya ayat
ini menyatakan:

"Kemuliaan Allah ialah merahasiakan Firman, dan kemuliaan raja-raja
[yaitu orang-orang yang percaya] ialah menyelidiki Firman"

Dalam Perjanjian Baru kitab Matius 13:34-35 juga menyatakan kebenaran
yang sama, disitu kita membaca demikian:

"Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam PERUMPAMAAN,
dan TANPA perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,
supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka
mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang
tersembunyi [yaitu rahasia] sejak dunia dijadikan."

                      Ingat SEMBOYAN ini, Kitab Keluaran 18:21, Keluaran 23:8, 
Ulangan 16:19, Ulangan 27:25, Mazmur 100: 1 - 5 dan 1 Korintus 1:10
      
           











       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke