From: [EMAIL PROTECTED] 

NAMA TUHAN YANG BARU

"Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah 
Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama 
Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang 
telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada 
seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan 
untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci." (Yohanes 
17:11-12)

Ada banyak orang yang bingung tentang siapakah nama Tuhan yang sebenarnya. 
Ketika kita menyelidiki Alkitab dengan seksama kita menemukan bahwa Tuhan 
memiliki banyak sekali nama untuk menunjukkan "karakter-karakter-Nya", -- 
nama-nama Tuhan ini bukan seperti nama manusia yang diberikan untuk membedakan 
orang yang satu dengan orang yang lain -- akan tetapi nama-nama Tuhan ini 
menunjuk kepada sifat-sifat atau karakter-karakter dari Tuhan. 

Seperti misalnya dalam kitab Yesaya 43:11 Tuhan berkata demikian:
"Akulah TUHAN [yaitu Yehovah] dan tidak ada JURUSELAMAT selain dari pada-Ku." 

Dan kitab Yesaya 45:21-25 menambahkan demikian:
"Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding 
bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan 
memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, 
tidak ada Tuhan selain dari pada-Ku! Tuhan yang adil dan JURUSELAMAT, tidak ada 
yang lain kecuali Aku! Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu 
diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain. 
Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, 
suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk 
lutut di hadapan-Ku [lihat Filipi 2:10-11], dan akan bersumpah setia dalam 
segala bahasa, sambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam TUHAN. 
Semua orang yang telah bangkit amarahnya terhadap Dia akan datang kepada-Nya 
dan mendapat malu, tetapi seluruh keturunan Israel [rohani] akan nyata benar 
dan akan bermegah di dalam TUHAN." 

Ketika kita membaca ayat-ayat dalam Perjanjian Lama tentang nama Tuhan kita 
bertanya-tanya nama siapakah yang dimaksud dalam ayat-ayat ini? Seperti 
misalnya dalam kitab Mazmur 91:14 Tuhan berkata demikian: 
"Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan 
membentenginya, sebab ia mengenal NAMA-KU."

Ada banyak orang yang bersikeras bahwa itu akan menunjuk kepada "Yahweh" atau 
"Yehovah" atau "Jehovah". Akan tetapi darimana mereka dapat mengetahui mana 
sebutan yang benar karena kata aslinya dalam bahasa Ibrani tidak memiliki huruf 
hidup? 

Nama Tuhan dalam Perjanjian Lama terdiri dari empat huruf Ibrani yaitu "YHVH", 
dan kadang huruf "V" ditulis sebagai huruf "W". Nama ini dan beberapa 
variasinya digunakan lebih dari 6,800 kali di dalam kitab-kitab Perjanjian 
Lama. Tetapi karena bahasa asli Ibrani tidak memiliki huruf hidup, pengucapan 
yang sebenarnya dari kata-kata ini harus diturunkan secara verbal dari satu 
generasi kepada generasi yang lain. 

Dan bangsa Israel kuno memiliki kepercayaan yang berhubungan dengan "Perintah 
Ke-tiga" dalam kitab Keluaran 20:7 yang berkata demikian: 
"Jangan menyebut nama TUHAN [yaitu Yehovah], Tuhanmu, dengan sembarangan, sebab 
TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan." 

Jadi supaya betul-betul yakin bahwa mereka tidak "menyebut nama Yehovah dengan 
sembarangan", bangsa Israel secara sederhana menolak untuk mengucapkan nama 
tersebut. Ketika membaca Kitab Suci para pemimpin agama mereka menggantinya 
dengan kata "Adonay" (yang berarti "Tuan" atau "Master") dimana saja nama 
"Yehovah" ("YHVH" atau yang diperpendek sebagai "YH") ditemukan. Dengan 
demikian pengucapan yang benar dari nama ini telah hilang pada generasi yang 
lalu.

Dan untuk meneruskan tradisi ini, para penterjemah dari Alkitab King James dan 
kitab-kitab berbahasa Inggris lainnya, termasuk Alkitab yang berbahasa 
Indonesia, mereka menggunakan nama "TUHAN" (yang semuanya ditulis dalam huruf 
besar) untuk kata "YHVH" dan "YH". Dalam kitab Keluaran 6:3 kita membaca 
demikian: 
"Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Tuhan Yang 
Mahakuasa [yaitu El Shadday], tetapi dengan nama-Ku TUHAN [yaitu Yehovah] Aku 
belum menyatakan diri." 

Dan kitab Mazmur 68:4 berkata demikian: 
"Bernyanyilah bagi Tuhan [yaitu Elohiym], mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan 
bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah TUHAN [yaitu 
JAH]; beria-rialah di hadapan-Nya!" 

Dan kitab Mazmur 83:18 mengajarkan demikian: 
"supaya mereka tahu bahwa Engkau sajalah yang bernama TUHAN [yaitu Yehovah], 
Yang Mahatinggi atas seluruh bumi." 

Dan kitab Yesaya 12:2 menjelaskan demikian: 
"Sungguh, Tuhan [yaitu El] itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak 
gementar, sebab TUHAN Tuhan [yaitu YAH YEHOVAH] itu kekuatanku dan mazmurku, Ia 
telah menjadi keselamatanku." 

Jadi pada hari sekarang ini tidak ada seorangpun yang mengetahui dengan pasti 
bagaimana Tuhan menyebut nama-Nya kepada Musa. Sekarang tergantung dari 
bagaimana kita menterjemahkan nama tersebut, dan pengucapan yang paling umum 
dalam beberapa bahasa adalah "Yehovah", "Jehovah", "Yahwe" dan "Jahwe". 

Akan tetapi Alkitab mengajarkan lebih banyak daripada itu, dalam Perjanjian 
Baru Tuhan memperkenalkan diri-Nya dengan "nama yang baru". Dalam kitab Wahyu 
3:12 Tuhan berfirman demikian:
"Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Tuhan-Ku, 
dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama 
Tuhan-Ku, nama kota Tuhan-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari 
Tuhan-Ku, dan NAMA-KU YANG BARU"

Dan ketika berbicara tentang Surga kitab Wahyu 22:3-4 berkata demikian:
"Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Tuhan dan takhta Anak Domba akan ada 
di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya, dan mereka akan 
melihat wajah-Nya, dan NAMA-NYA akan tertulis di dahi mereka." 

Nama inilah yang Tuhan ingin untuk kita gunakan ketika kita membaca tentang 
nama Tuhan. Nah nama yang manakah yang dimaksud? Nama itu menunjuk kepada nama 
dari Tuhan Yesus. Dalam ayat yang sangat penting di kitab Matius 1:21 kita 
membaca demikian:
"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia YESUS, karena 
Dialah yang akan MENYELAMATKAN umat-Nya dari dosa mereka. Hal itu terjadi 
supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu 
[yaitu seorang perawan] akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, 
dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Tuhan menyertai kita."

Dan kitab Kisah Para Rasul 4:11-12 menyatakan demikian:
"Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan --yaitu kamu 
sendiri--, namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan KESELAMATAN tidak ada di 
dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak 
ada NAMA lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat 
diselamatkan." 

Sekarang jelaslah siapakah nama yang Tuhan gunakan untuk menyatakan diri-Nya 
sebagai sang Juruselamat atau nama yang terakhir. Itulah sebabnya kitab Filipi 
2:5-11 menekankan demikian:
"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang 
terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Tuhan, tidak 
menganggap kesetaraan dengan Tuhan itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang 
hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia 
telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu 
salib. Itulah sebabnya Tuhan sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan 
kepada-Nya NAMA DI ATAS SEGALA NAMA, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut 
segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 
dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Tuhan, 
Bapa!"

Dan kitab Wahyu 19:14-16 menambahkan demikian:
"Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih 
dan memakai lenan halus yang putih bersih. Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah 
pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka 
dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu 
kegeraman murka Tuhan, Yang Mahakuasa. Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis 
suatu NAMA, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan." 

Ada banyak orang yang mengajarkan bahwa Yesus bukanlah sebuah "nama" tetapi itu 
lebih merupakan sebuah jabatan, tetapi mereka telah salah besar mengenai hal 
ini. Mereka sedang mengikuti Injil buatan mereka sendiri yang ingin mengacaukan 
Injil Kristus dan tidak tunduk kepada Alkitab secara keseluruhan. 

Mungkin mereka dapat memilih-memilih dan memenggal serta membengkokkan beberapa 
ayat yang sangat mendukung pendapat mereka, tetapi semua itu hanyalah permainan 
kata-kata dan pada akhirnya mereka menolak untuk melihat kepada Alkitab secara 
keseluruhan.

Ketika Tuhan menyatakan kebenaran itu akan ada di dalam seluruh Alkitab bukan 
hanya di satu atau dua ayat. Dan ada kalanya ayat-ayat tertentu akan membuat 
kita terjebak karena kita menolak untuk membandingkannya dengan ayat-ayat 
lainnya yang ada di dalam seluruh Alkitab yang berbicara tentang hal yang sama.

Dan dalam kitab 1 Yohanes 5:12-13 kita membaca demikian: 
"Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, 
ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu [yaitu Firman 
Tuhan], supaya kamu yang percaya kepada NAMA Anak Tuhan, TAHU, bahwa kamu 
memiliki hidup yang kekal." 

"All scripture is given by inspiration of God, and is profitable for doctrine, 
for reproof, for correction, for instruction in righteousness"  (2 Timothy 3:16)

Group Email Addresses:
Post message: [EMAIL PROTECTED]
==============================================
From: [EMAIL PROTECTED] 

PERANTAU

"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat 
merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah 
bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan 
pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di 
situ juga hatimu berada."  (Matius 6:19-21)

Dalam ayat ini ungkapan "harta di surga" tidak ada hubungannya dengan uang, 
mobil, rumah atau tanah, tetapi ini menunjuk kepada sesuatu harta rohani. Kita 
harus sangat berhati-hati karena Tuhan juga memperingatkan dalam kitab Lukas 
16:13 bahwa kita tidak bisa mengabdi kepada dua tuan. Bila kita mengasihi dunia 
ini maka kita tidak dapat mengasihi Tuhan. Di dalam dunia sekeliling kita, 
kebanyakan orang-orang menginginkan lebih banyak harta duniawi, mereka ingin 
rumah yang lebih bagus, mobil yang lebih bagus dan pendapatan yang lebih 
banyak. Mereka ingin mempunyai lebih banyak uang di bank, mereka menginginkan 
keamanan finansial yang terjamin. Dan ini adalah sifat dasar manusia tanpa 
memandang dimanapun mereka hidup.

Akan tetapi untuk orang-orang yang percaya Tuhan berkata dalam kitab Matius 
6:25-26 demiian: 
"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang 
hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa 
yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan 
tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, 
yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, 
namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi
burung-burung itu?"

Ini adalah perkataan Tuhan, kalimat ini bukanlah pikiran-pikiran kosong ataupun 
gagasan filosofis belaka. Tuhan memerintahkan kita untuk berpikir mengenai 
hal-hal yang rohani, sehingga hidup kita bisa menjadi berkat dan Tuhan akan 
memelihara kita. Dia akan memelihara kita sesuai dengan kasih karunia-Nya. Kita 
harus memperhatikan
kehidupan rohani kita dengan lebih dan lebih lagi supaya kita selalu berjalan 
sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita mau untuk menjadi pekerja yang baik, dan 
melakukan segala sesuatu sesuai dengan cara Tuhan, tetapi kita jangan terbujuk 
oleh hal-hal materi yang tidak penting, karena harta kita yang sejati berada di 
dalam Surga. 

Dan dalam kitab Ibrani 13:5 Tuhan berjanji demikian:
"Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada 
padamu. Karena Tuhan telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan 
engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." 

Dan kitab Kolose 2:2-3 menjelaskan tentang harta orang-orang yang percaya 
demikian: "supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga 
mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal 
RAHASIA Tuhan, yaitu Kristus, sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta 
hikmat dan pengetahuan." 

Dalam Perjanjian Lama ada orang-orang seperti Abraham, Salomo, Ayub, dll. yang 
diberkati dengan kekayaan yang melimpah, dan mereka adalah orang-orang yang 
benar. Akan tetapi semua berkat materi yang Tuhan berikan kepada mereka adalah 
gambaran dari berkat-berkat rohani. Itulah sebabnya kitab Kolose 3:1-2 
menasihatkan kepada kita demikian:

"Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara 
yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Tuhan. Pikirkanlah 
perkara yang di atas [yaitu kekal], bukan yang di bumi [yaitu sementara]." 

Sebagai contohnya, Abraham adalah seseorang yang sangat kaya-raya tetapi 
Alkitab mencatat bahwa Abraham tinggal di dalam kemah, dan anak-anaknya Ishak 
dan Yakub juga tinggal di dalam kemah (Kejadian 13:18, Kejadian 26:17, Kejadian 
33:18). Mereka memiliki banyak uang untuk membangun kota-kota, benteng-benteng, 
rumah-rumah yang bagus, tetapi mereka tinggal di dalam kemah dan tidak memiliki 
sepetak tanahpun di Israel (kecuali tanah untuk kuburan di Makhphela) karena 
mereka mengetahui bahwa mereka ada di dunia ini hanya sebagai "pendatang" atau 
"perantau" atau "orang asing". Jadi semua harta mereka tidak berarti apa-apa. 

Berada dibawah inspirasi ilahi Daud berkata dalam kitab Mazmur 119:19 dan 54 
demikian:
"Aku ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu 
terhadap aku ....... Ketetapan-ketetapan-Mu adalah nyanyian mazmur bagiku di 
rumah yang kudiami sebagai orang asing." 

Dan dalam Perjanjian Baru kitab 1 Petrus 2:11 berkata demikian:
"Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang 
dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang 
berjuang melawan jiwa."

Tuhan juga memberikan kita perumpamaan tentang Lazarus dan seorang yang kaya 
dimana orang kaya itu mengambarkan dunia ini dan dia bisa memiliki segala 
sesuatu yang bisa dia beli dengan uangnya. Memang orang-orang yang tidak 
percaya dapat menjadi kaya karena diberikan berkat materi oleh Tuhan. Sedangkan 
Lazarus, orang miskin itu memakan sisa-sisa makanan dari orang kaya itu, dan 
anjing-anjing menjilati
luka-lukanya.

Kemudian Tuhan menunjukkan kepada kita kehidupan mereka di dalam kekekalan, nah 
siapakah sebetulnya yang disebut sebagai orang yang kaya? Orang yang kaya 
secara materi itu berakhir di dalam Neraka, dihukum untuk selama-lamanya. Dan 
pengemis yang miskin itu, yang tidak memiliki sesuatu apapun di dunia, berakhir 
di dalam Surga, dan dia memiliki segala-galanya. Lazarus berada di pangkuan 
Abraham, yang berarti dia akan mengalami segala hal yang indah dan baik di 
dalam kekekalan, dia akan selama-lamanya menjadi anak Tuhan (Lukas 16:23). 

Nah, berkat manakah yang mau kita pilih? Berkat materi yang sementara atau 
berkat rohani yang kekal? -- Pada akhirnya seluruh dunia yang sekarang ini akan 
dihancurkan dengan api dan diganti dengan "langit yang baru dan bumi yang baru" 
(Yesaya 65:17, 2 Petrus 3:13, Wahyu 21:1). 

Itulah sebabnya kitab 2 Korintus 4:18 mengajarkan kepada kita demikian:
"Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, 
karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah 
kekal." 

Dan dalam kitab 1 Petrus 2:9-10 Tuhan berkata demikian: 
"Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang 
pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi HARTA kesayangan-Ku sendiri dari 
antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi 
bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus 
kaukatakan kepada orang Israel."

"Go ye into all the world, and preach the gospel to every creature" (Mark 16:15)

Group Email Addresses:
Post message: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke