From: Christina Natalia [EMAIL PROTECTED] GOD LOVE U
Pernahkah saat kau duduk santai dan menikmati hari, dalam seketika kau ingin berbuat sesuatu untuk orang yang kau sayangi? Itu adalah TUHAN yang sedang berbicara denganmu melalui roh kudus-Nya. Pernahkah saat kau sedang sedih, kecewa tetapi tidak ada org yang disekitarmu yang dapat kau curhati? Itu lah saat dimana TUHAN menginginkanmu untuk berbicara pada-Nya! . Pernahkah saat kau memikirkan seseorang yang sudah lama tak kau temui, dan seketika itu juga kau bertemu dengannya atau menerima telp darinya? Itu adalah kuasa TUhan. Tidak ada namanya kebetulan. Pernahkah kau menerima sesuatu yang tak kau harapkan, yang tak sanggup kau dapatkan, yang kau ingin kan? Itu adalah Tuhan yang mengetahui keinginan/suara hatimu. Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, tidak tahu cara memperbaikinya, bagaimana luka itu hilang atau sembuh, kau harus sadari bahwa itu adalah saat dimana Tuhan ingin memberikan cobaan untukmu, sehingga kau memperoleh hari yang lebih cerah. Apakah kau pikir e-mail ini tak sengaja terkirim padamu ? TIDAK! Akulah yang sedang memikirkanmu !!! Marilah berdoa... Dear God... Aku tahu bahwa kau memperhatikan ku. Dan aku sangat bersyukur atas berkat-Mu. Apapun yang telah aku doakan, Kau-lah yang mengetahui yang terbaik untukku. Bersukacitalah sahabat.. He Knows the best for you. =============================================== From: Lauw Eng Tjun Fokus Utama Perjanjian Berkat: Kota dan Bangsa-bangsa Bab 4 Fokus Utama Perjanjian Berkat: Kota dan Bangsa-bangsa Mengetahui apa arti sebuah perjanjian sangatlah penting, tetapi mengetahui apa fokus utama perjanjian juga tidak kalah pentingnya. Tuhan membuat perjanjian dengan sebuah fokus yang sangat jelas. Marilah kita melihat untuk apa Tuhan memberkati manusia? "Kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang dilangit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota MUSUHNYA. Oleh keturunanmulah SEMUA BANGSA di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." Kejadian 22:16-18 Ternyata Tuhan memberkati Abraham supaya keturunannya MENDUDUKI KOTA-KOTA musuhnya dan supaya SEMUA BANGSA di bumi mendapatkan berkat. Jadi, apabila seseorang belum memiliki fokus untuk menjangkau KOTA dan BANGSA-BANGSA, maka ia belum berjalan di dalam perjanjian berkat tersebut. Tuhan tidak memberkati kita untuk tujuan-tujuan yang lain. Hati Tuhan adalah hati misi. Tuhan tidak memberkati kita supaya hidup kita lebih nyaman, aman, tenang, dan terkenal. Tuhan rindu supaya kota-kota dan bangsa-bangsa dapat diberkati oleh umat perjanjian-Nya. Betapa banyaknya orang Kristen yang tidak mengalami berkat-berkat seutuhnya, karena fokus hidup mereka yang tidak benar. MENDUDUKI KOTA-KOTA Pernahkah orang Kristen bermimpi untuk kotanya? Rindukah orang Kristen agar kota tempat kediamannya dijangkau bagi Kristus? Umat perjanjian Tuhan dinubuatkan oleh Tuhan akan MENDUDUKI KOTA-KOTA MUSUHNYA. Bukankah fokus Tuhan adalah memenangkan pribadi-pribadi? Ya, Tuhan memperdulikan pribadi-pribadi, tetapi fokus utama Tuhan adalah memenangkan sebuah kota. "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku diYerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Kisah Para Rasul 1:8 Roh Kudus dicurahkan adalah agar setiap orang Kristen dapat menjadi saksi minimal bagi kotanya. Mengapa gereja mula-mula begitu dahsyat dan diberkati seutuhnya? Mereka menjadi saksi untuk kotanya. Dimensi Roh Kudus yang bekerja akan lebih dahsyat, ketika kuasa tersebut dialirkan bukan hanya kepada pribadi-pribadi, melainkan juga kepada seluruh kota. Mengapakah kita harus menjangkau kota? Kota adalah tempat konsentrasi manusia yang terbanyak. Dengan menjangkau kota, kita menjangkau lebih banyak orang. Kota terdiri dari kumpulan berbagai suku, budaya, dan bahasa. Dan, Tuhan rindu agar suku-suku bangsa mengenal Dia. Selain itu, kota adalah pusat pemerintahan jasmani dan rohani. Kota adalah tempat dimana manusia maupun iblis membangun kubu-kubunya. Pada waktu Tuhan menciptakan Adam, Ia tidak menyuruh manusia pertama untuk membangun kora, tetapi sebuah taman. Taman adalah terbuka, sedangkan kota tertutup. Taman Eden dibangun sebelum manusia jatuh ke dalam dosa. Sedangkan kota dibangun sesudah manusia jatuh kedalam dosa. Siapakah pembangun kota yang pertama? Kain. Kain yang dikejar-kejar oleh rasa bersalah dan rasa tidak aman yang tinggi, akhirnya mendirikan sebuah kota (Kejadian 4:13-17). Kota dibangun untuk tujuan: Melindungi diri, dan mengekspresikan prestasi dan identitas diri. Taman Eden dibangun untuk menyebarkan gambar dan rupa Tuhan. Sedangkan kota dibangun untuk menyebarkan gambar dan rupa manusia. Taman adalah tempat Tuhan berdiam dan kota adalah tempat iblis berdiam. Dan, iblis selalu bekerja berdasarkan "apa yang dipikirkan oleh manusia". Iblis selalu berdiam di antara manusia-manusia yang tidak memiliki pikiran Kristus. "Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Tuhan, melainkan apa yang DIPIKIRKAN MANUSIA." Matius 16:23 Tuhan ingin kita mengubah kota kita menjadi kota Tuhan, yaitu seperti Yerusalem Baru. Yerusalem, walaupun disebut sebuah kota, tetapi sebenarnya adalah sebuah "taman". Kota Yerusalem mempunyai 12 pintu gerbang yang tidak pernah tertutup (Wahyu 21:23-22:2). Sebuah kota terdiri dari aspek geografis serta aspek social, budaya, ekonomi. Tuhan memerintahkan kepada kita sebagai keturunan-keturunan Abraham untuk menduduki kota-kota MUSUH. Jadi, umat perjanjian Tuhan haruslah MENDUDUKI kotanya, baik secara geografis maupun dalam aspek-aspek lainnya. Di dalam kota ada berbagai jenis suku, latar belakang, budaya, tingkat sosial dan ekonomi, serta kelompok-kelompok yang unik. Bagaimanakah cara menduduki kota kita? Yaitu dengan membangun komunitas ilahi. Komunitas adalah tempat kediaman Tuhan (Efesus 2:19-22). Tuhan yang adalah Komunitas yang sempurna, senang berdiam di antara manusia yang hidup sebagai komunitas. Tuhan rindu disetiap area atau lokasi, ada komunitas kesaksian yang dibangun untuk menjadi terang dan garam. Tuhan juga rindu di setiap area kehidupan kota, ada komunitas ilahi yang dibangun. Ada komunitas yang seutuhnya yang dibangun di dunia bisnis, profesional, pelajar, mahasiswa, anak-anak, orang tua, pria, wanita, dan segala lapisan masyarakat. MENJADI BERKAT BAGI BANGSA-BANGSA Hati Tuhan adalah hati yang mengasihi bangsa-bangsa. Sebelum semua bangsa terjangkau, Tuhan tidak akan tinggal diam. Di manakah hati kita? Apakah hati kita sama dengan hati Tuhan? Yesus hanya akan kembali apabila bangsa-bangsa telah dijangkau. "Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi SEMUA bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." Matius 24:14 Alasan mengapa Yesus belum kembali adalah karena belum tergenapinya isi ayat di atas. Pertama, Yesus hanya akan kembali kalau Injil (KERAJAAN) sudah diberitakan MENJADI KESAKSIAN kepada SEGALA BANGSA. Menjadi kesaksian bukanlah berarti Injil tersebut diberitakan melalui traktat, program radio, dan televisi, walaupun hal tersebut baik. Menjadi kesaksian artinya Injil yang diberitakan tersebut dihidupi oleh sekelompok manusia yang disebut gereja. Gereja adalah suatu kesaksian untuk memberitakan perbuatan-perbuatan Tuhan yang dahsyat (1 Petrus 2:9). Suatu bangsa disebut terjangkau adalah kalau bangsa tersebut telah ada gereja kesaksian yang terdiri dari bangsa setempat yang siap untuk menjadi saksi buat bangsanya sendiri. Kedua, Yesus hanya akan kembali kalau semua suku bangsa (etnis) telah terjangkau. Pertanyaannya adalah apakah definisi segala bangsa? Bangsa dapat berarti luas. Apakah artinya: a. Semua pribadi-pribadi di segala bangsa? b. Semua negara? c. Semua ladang pelayanan? d. Semua ... Apabila kita meneliti lebih dalam dari kata "bangsa" yaitu "ethnos" (bahasa Yunani) adalah merujuk kepada suatu kelompok orang atau yang di dalam bahasa Indonesianya disebut "suku etnis". Apakah definisi dari sebuah suku etnis? Apakah syarat-syarat dari sebuah suku etnis? Ketika Tuhan mendefinisikan suku (kaum) di dalam Kitab Kejadian, Tuhan menyatakan demikian, "Itulah keturunan Ham menurut kaum mereka, menurut bahasa mereka, menurut tanah mereka, menurut bangsa mereka (Kejadian 10:20) Ada 3 syarat bagi sebuah suku etnis. Mereka harus memiliki budaya (kaum), bahasa, dan tanah (tempat kediaman) tersendiri. Jadi, masih banyak suku-suku etnis yang perlu dijangkau. Di dalam konteks ini, Tuhan tidak meminta kita untuk menjangkau pribadi sebanyak mungkin atau sebuah negara. Tuhan meminta kita untuk menjangkau suku-suku etnis. Kalau yang dimaksud dengan segala bangsa adalah segala negara, maka Injil telah selesai diberitakan. Tetapi, kita sering tidak sadar bahwa ada begitu banyak suku-suku etnis di dalam sebuah negara. Menurut para ahli dunia begitu banyak suku bangsa yang ada di bumi ini yang belum memiliki gereja kesaksian. Raph Winter menyebutkan bahwa terdapat kira-kira 24.000 kelompok etnis di dunia ini. Kapankah tugas kita selesai? Yaitu apabila di semua suku etnis tersebut telah lahir gereja-gereja kesaksian yang dapat memultiplikasikan dirinya. Saat tulisan ini dibuat, sangat sedikit bahkan dapat dihitung dengan jari jumlah gereja-gereja yang telah menjangkau suku-suku tersebut. Gereja telah dibutakan oleh iblis untuk sibuk berkonsentrasi untuk memenangkan sebanyak mungkin jiwa, sementara mereka telah melupakan tugas Amanat Agung untuk memenangkan segala suku etnis. "Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah SEMUA BANGSA murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Matius 28:18-20 Jadi, kita barulah menjadi umat perjanjian Sejati, apabila kita mengarahkan segala hal di dalam hidup kita kepada fokus yang sangat penting tersebut. Paulus menulis di dalam Kitab Roma, bahwa ia telah selesai memberitakan Injil di setiap bangsa-bangsa dari Yerusalem sampai ke Ilirikum. "Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang TELAH DIKERJAKAN KRISTUS OLEHKU, yaitu untuk memimpin BANGSA-BANGSA lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan, oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke Ilirikum aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus. Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah diletakkan orang lain." Roma 15:18-20 Paulus menganggap bahwa tugasnya telah selesai ketika ia telah membangun gereja kesaksian di daerah yang tidak pernah dikunjungi oelh orang lain (rasul) lain. TUJUAN KEKAYAAN DI DALAM PERJANJIAN BERKAT Sekarang jelaslah bahwa Tuhan telah memberkati kita, agar kita menjadi berkat bagi KOTA-KOTA dan BANGSA-BANGSA. Tuhan memberikan kepada kita harta untuk membiayai misi. "Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan MENJADI BERKAT. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Kejadian 12:2-3 Untuk apakah tujuan akhir dari harta kita? Apakah gereja tidak boleh membangun gedung ? Apakah orang Kristen tidak boleh memiliki rumah, menyekolahkan anak-anak, dan memiliki fasilitas-fasilitas yang baik? Kalau tujuan akhir dari segala sesuatu yang disebut diatas adalah tujuan kenyamanan, kepuasan diri, penampilan, dan bukan untuk tujuan misi, maka Tuhan tidak berkenan. Karena hal itu tidak termasuk dalam fokus perjanjian berkat. Tetapi, jika fokus kita adalah demi tujuan akhir yaitu misi, maka jelas hal itu adalah termasuk dalam perjanjian berkat. Kita boleh saja membangun gedung asal tujuan pembangunan tersebut adalah demi melatih orang-orang kudus untuk menyelesaikan Amanat Agung, yaitu untuk menjangkau kota-kota dan bangsa-bangsa, sehingga Tuhan pasti memberkati kita. Untuk apakah Anda menyekolahkan anak? Jika untuk menjadikan mereka dokter-dokter, insinyur-insinyur, dan pakar-pakar yang MISIONER, maka Tuhan pasti berkenan dan memberkati Anda. Ingatlah betapa mengerikannya, akibat dari harta yang tidak dipakai untuk tujuan misi, tetapi hanya untuk pemuasan diri. "Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir." Yakobus 5:1-3 Harta orang-orang kaya ini akan menjadi busuk, dimakan ngengat dan karat. Bahkan, mereka mengumpulkan harta bagi hari-hari yang sedang berakhir. Karena Tuhan akan mengguncang segala sesuatu yang dapat diguncang. Segala harta yang tidak dipakai untuk tujuan yang benar akan diguncang habis. Betapa mengerikannya akibat dari TSUNAMI, gempa bumi yang terjadi tahun 2004 dan 2005 di Sumatera. Dari peristiwa itu, kita dapat melihat bahwa harta dapat lenyap hanya dalam waktu hitungan menit. Apakah Tuhan anti terhadap kekayaan? Tidak! Tuhan anti terhadap kekayaan yang disalahgunakan. Mengapa Tuhan menghancurkan kekayaan orang tersebut? "Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu. Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah MEMUASKAN HATIMU sama seperti pada hari penyembelihan. Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu." Yakobus 5:4-6 Ia dihukum karena telah memakai harta untuk tujuan pemuasan hawa nafsu (ayat 5), dan ia menjadi serakah dan memeras buruh-buruhnya (ayat 4) dan menggunakan harta untuk menjatuhkan orang yang benar di pengadilan (ayat 6). Anda ingin diberkati Tuhan? Janganlah gunakan harta Anda untuk pemuasan diri sendiri. Jika demikian bagaimanakah kita harus menggunakan harta kita ? "Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun HUJAN MUSIM GUGUR dan HUJAN MUSIM SEMI. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena KEDATANGAN TUHAN sudah dekat !" Yakobus 5:7-8 Pergunakanlah harta Anda untuk menantikan kedatangan Tuhan. Jelaslah bahwa orang yang mempercepat kedatangan Tuhan adalah orang yang menyelesaikan Amanat Agung. Pergunakanlah harta Anda untuk menantikan hujan awal dan hujan akhir yang akan mengakibatkan tuaian besar pada akhir zaman. Yaitu tuaian di kota-kota dan bangsa-bangsa. Perhatikanlah bahwa apabila kita mempergunakan segala harta kita demi tujuan penuaian pada akhir zaman, maka Tuhan memberikan sebuah janji: "Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang KETEKUNAN AYUB dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya DISEDIAKAN Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan." Yakobus 5:11 Haleluya. Tuhan mempersamakan kita dengan Ayub. Kita akan memperoleh seperti apa yang disediakan Tuhan kepada Ayub, setelah ia setia sampai akhir. Apa yang Tuhan sediakan bagi Ayub? "TUHAN MEMBERKATI AYUB dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina. Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan; dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh. Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki. Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat. Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur." Ayub 42:12-17 Ayub menerima berkat yang lebih daripada sebelumnya. Dan, Ayub menerima berkat-berkat yang seutuhnya. Marilah kita berfokus kepada tujuan utama dari perjanjian berkat. Tuhan ingin agar setiap umat perjanjian-Nya menjadi penjangkau kota-kota dan bangsa-bangsa. RENUNGAN: Poin untuk direnungkan: Tujuan Tuhan memberkati umat perjanjian-Nya bukanlah sekedar supaya mereka menikmati berkat-berkat-Nya, melainkan supaya melalui mereka kota-kota dan bangsa-bangsa diberkati. Oleh sebab itu, semua harta yang tidak digunakan untuk tujuan utama tersebut akan menjadi sia-sia dan akan dimusnahkan. Firman Tuhan yang perlu diingat: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir ditepi laut, dan keturunanmu itu akan MENDUDUKI KOTA-KOTA MUSUHNYA. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." Kejadian 22:16-18 Kontras: - PRINSIP DUNIA: Kumpulkanlah dan nikmati harta kekayaan sebanyak-banyaknya untuk diri sendiri dan keturunan sendiri. - PRINSIP ALKITABIAH: Apapun yang saya lakukan adalah untuk misi, yaitu membangun kerajaan Tuhan di kota-kota dan bangsa-bangsa sehingga orang-orang yang ada di sana diberkati. Oleh karena itu, semua harta kekayaan haruslah dipakai untuk tujuan utama tersebut.

