From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>
Edisi 57 -- Cina: Anak Perempuan Muda
PENGANTAR
Ketika mengutus murid-murid-Nya, Yesus memperingatkan bahwa selama
mengikut Dia, mereka akan dibenci semua orang karena nama-Nya
(Matius 10:22-24). Peringatan itu tidak berlaku bagi para murid pada
saat itu saja, akan tetapi berlaku juga bagi kita yang melayani Dia
saat ini. Tidak jarang kita mendengar berita mengenai tekanan-tekanan maupun
penganiyaan yang dialami para hamba Tuhan dalam ladang pelayanan mereka.
Akan tetapi, Puji Tuhan! Karena di tengah penderitaan sekalipun,
mereka tetap setia menjadi pengikut Yesus. Mengapa? Ya, semua itu
karena kasih karunia Allah yang memberikan kekuatan dan kemampuan
kepada mereka untuk melewati semua penderitaan itu. Kitab suci
mengatakan, "Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada
kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita
bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Dan bukan
hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita,
karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
tahan uji, dan pengharapan." (Roma 5:1-6) Tentu saja, orang yang
bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat (Matius 10:22).
Kisah berikut ini kiranya semakin menguatkan kita untuk tetap bertahan dalam
situasi
apa pun yang kita hadapi dalam pelayanan, karena melaluinya kita dapat
melihat
kesetiaan dan karunia Allah yang luar biasa bagi kita.
Pimpinan Redaksi KISAH,
Pipin Kuntami
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
CINA: ANAK PEREMPUAN MUDA
=========================
"Aku ingin menceritakan tentang karunia yang luar biasa," kata
seorang ayah dari Cina kepada anak perempuannya yang cantik dan
berambut hitam itu. Anak itu tersenyum penuh rasa ingin tahu. Dia senang
sekali
ketika ayahnya mengajarkannya tentang Allah. Pria ini mengasihi Kristus, dan
semua
orang yang mengenalnya tersentuh oleh kebaikan dan belas kasihnya.
Dia membuka Alkitab yang sudah tua dan memulai ceritanya, "Karunia
ini terdapat di Filipi 1:29. Dikatakan, 'Sebab, kepada kamu
dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga
untuk menderita untuk Dia.' Kedua karunia dalam ayat ini adalah
percaya dan penderitaan. Penderitaan karena iman kita kepada Allah
adalah karunia yang berharga, yang nilainya akan didapat sepenuhnya di surga."
Anak perempuannya tersenyum, "Terima kasih, Papa," dia berkata saat
dia mengulurkan tangannya untuk memeluknya. "Saya mengerti."
Anak perempuan itu tumbuh besar dan menjadi istri Pendeta Li Dexian,
yang pernah ditangkap lebih dari sepuluh kali dan hampir mati
dipukuli karena imannya. Wanita ini meneruskan pekerjaan ini bersama
suaminya, tetap bertahan karena dia pernah belajar ketika masih
kecil bahwa penderitaan karena Allah adalah suatu karunia. Pendeta
Li dan istrinya telah memenangkan tak terhitung banyaknya jiwa bagi
Kristus di Cina, dan mereka terus bekerja di bawah ancaman untuk ditangkap.
*****
Karunia percaya dan penderitaan adalah satu paket. Keduanya tidak
dapat dipisahkan, dan satu karunia menguatkan karunia yang lain.
Kalau kita telah menerima karunia untuk percaya kepada Kristus, kita
akan mengikuti Kristus. Mengikuti Kristus berarti mengambil risiko
melakukan hal yang bertentangan dengan hal-hal yang populer, disalah
mengerti, dan bahkan mengalami penderitaan secara fisik dan emosi.
Percaya sering kali membawa pada penderitaan. Saat kita mengalami
penderitaan yang sama ketika Yesus hidup, kita akan dapat mengenal
Dia dengan lebih dalam dan lebih kaya. Siklusnya berlangsung lagi
karena penderitaan menguatkan iman kita, jangan berharap kita dapat
menghindari penderitaan tanpa mengurangi kepercayaan kita pada Kristus.
*****
Diambil dan diedit seperlunya dari:
Judul buku : Devosi Total
Judul asli : Extreme Devotion
Judul artikel: China: Anak Perempuan Muda
Penulis : The Voice of The Martyrs
Penerbit : KDP, Surabaya 2005
Halaman : 184
______________________________________________________________________
"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila
kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan." (Yakobus 1:2)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=Yakobus+1:2 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Saat ini banyak orang Kristen yang sedang mengalami tekanan dan
aniaya karena iman mereka kepada Kristus. Mari kita berdoa untuk
iman mereka supaya tidak goyah dan tetap mengasihi orang-orang
yang telah menganiaya mereka.
2. Doakan juga supaya orang-orang yang telah diselamatkan
memiliki hati dan terbeban untuk memenangkan jiwa-jiwa baru bagi Kristus.
3. Mari berdoa bagi kegerakan hati setiap orang percaya sehingga
memiliki kerinduan untuk berdoa bagi mereka yang melayani Tuhan,
baik bagi penginjil, pendeta, pekerja gereja, maupun mereka yang
melayani Tuhan di berbagai jenis pelayanan yang telah Tuhan percayakan.
______________________________________________________________________
DARI REDAKSI
PEMBUKAAN KURSUS BARU PESTA
===========================
KURSUS PERNIKAHAN KRISTEN SEJATI (PKS)
< http://www.pesta.org/pks_sil >
Anda ingin memerkaya hidup pernikahan Anda? Kabar gembira! Sebuah
kursus tentang pernikahan telah dibuka oleh Pendidikan Elektronik
Studi Teologia Awam (PESTA). Kursus yang bernama Pernikahan Kristen
Sejati (PKS) ini berisi pelajaran-pelajaran dasar tentang hidup
pernikahan Kristen dan bagaimana membangun rumah tangga Kristen yang
memuliakan Tuhan. Selain mempelajari bahan-bahan yang diberikan,
Anda juga dapat mendiskusikan bahan-bahan tersebut dengan
pasangan-pasangan lain dalam sebuah kelas diskusi. Kursus ini akan
dibuka pada periode Maret/April 2008.
Bagaimana cara mengikuti kursus yang diadakan secara GRATIS oleh
PESTA < http://www.pesta.org > dan terbuka untuk umum ini? Beberapa
ketentuan di bawah ini yang harus Anda perhatikan.
1. Peserta adalah seorang Kristen yang sudah percaya pada Tuhan Yesus Kristus.
2. Diutamakan untuk Anda yang sudah menikah, karena pasangan Anda
juga diharapkan dapat ikut terlibat dalam kelas diskusi.
3. Peserta harus mendaftarkan diri dengan mengisi Formulir
Pendaftaran Kursus yang ada di bawah ini atau mengisinya lewat
http://www.pesta.org/formulir_pendaftaran_pks.
4. Setelah mendaftar Anda akan mendapatkan modul PKS yang harus Anda
pelajari dan tugas-tugas tertulis yang harus Anda kerjakan. Tugas
tertulis tersebut harus sudah selesai dikerjakan sebelum kelas
diskusi dimulai (tgl. 1 April 2008). Anda juga bisa mengunduh
sendiri modul PKS ini di alamat: http://www.pesta.org/pks_sil
dengan berbagai pilihan format unduh, yaitu TEXT, HTML, dan PDF.
5. Peserta harus bersedia mematuhi semua peraturan yang berlaku
dalam kelas PESTA. Dapat dilihat di http://pesta.org/petunjuk.
Untuk kelas PKS ini, peserta tidak harus mengikuti kelas DIK terlebih
dahulu.
Tunggu apa lagi? Segeralah mendaftarkan diri karena kelas hanya
akan menampung dua puluh pasangan saja. Isi dan kirimkan formulir di
bawah ini ke: < kusuma(at)in-christ.net >
======> Potong di sini <==============================================
FORMULIR PENDAFTARAN KURSUS PERKAWINAN KRISTEN SEJATI
[Catatan: Diperbolehkan mengisi formulir oleh salah satu pasangan saja.]
Nama Kelas: Pernikahan Kristen Sejati (PKS)
Nama lengkap:
Nama [istri/suami]:
Alamat e-mail:
Alamat pos:
Kota tinggal:
Provinsi:
Negara:
Kode pos:
Telepon/HP:
Tempat lahir:
Tanggal lahir:
Pendidikan terakhir:
Pekerjaan:
Talenta/keterampilan:
Gereja:
Jabatan pelayanan:
Komputer yang dipakai: [rumah/kantor/warnet]*
Pernah mengikuti kursus PESTA sebelumnya: [ya/tidak]*
(* pilih salah satu)
Jawablah pertanyaan berikut ini:
--------------------------------
1. Apakah Anda sudah menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dan
Tuhan secara pribadi?
- Ya
- Tidak
2. Apakah Anda percaya bahwa Alkitab seluruhnya adalah Firman Tuhan?
- Ya
- Tidak
3. Apakah pasangan Anda juga seorang yang percaya Tuhan Yesus?
- Ya
- Tidak
4. Berapa lama Anda sudah menikah? ............ tahun
5. Berapa anak yang Anda miliki dari hasil perkawinan Anda?
........... anak.
Sebagai persetujuan Anda untuk mengikuti Kursus PESTA, mohon
memberikan pernyataan di bawah ini:
"Dengan mengisi Formulir Pendaftaran PESTA ini berarti saya,
_______________________________ (nama lengkap) dengan keinginan
sendiri telah memutuskan akan mengikuti Kursus PESTA hingga
selesai dan mau menaati peraturan yang ada dan bersedia untuk saling
membangun iman sesama peserta dalam kasih."
======> Potong di sini <======================
Isi dan kirimkan formulir ini ke: < kusuma(at)in-christ.net >
Jika ada pertanyaan lain, silakan menghubungi Staf Admin PESTA di:
< kusuma(at)in-christ.net >
==================================================
Edisi 58 -- Kesembuhan Rohani
PENGANTAR
Tentunya Anda pernah mendengar perumpamaan tentang anak yang hilang,
yang terdapat di dalam Lukas 15:11-32. Dikisahkan mengenai seorang
anak yang ingin hidup jauh dari ayahnya. Setelah beberapa saat, sang
anak merasa bahwa ia tidak dapat hidup tanpa ayahnya. Kemudian dia
memutuskan untuk kembali. Seperti yang kita ketahui, sang ayah tidak
memarahi atau pun mengusir anak yang telah melukai hatinya. Ia bahkan dengan
penuh sukacita menerima sang anak yang telah kembali itu. Tidak hanya itu
saja,
sebuah pesta besar malah disiapkan untuk menyambut sang anak hilang.
Perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus ini menggambarkan pribadi
Allah Bapa kita yang memiliki kasih sejati. Apa pun kesalahan dan
dosa kita, Ia mau mengampuni asal kita bertobat dan kembali
kepada-Nya. Kisah edisi kali ini menyajikan kisah hidup seseorang
yang mirip dengan perumpamaan anak yang hilang di atas. Silakan
simak, dan kiranya bisa menjadi berkat.
Redaksi Tamu KISAH,
Dian Pradana
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
KESEMBUHAN ROHANI
=================
Teringat tujuh tahun lalu ada orang menganjurkan aku untuk percaya
pada Yesus. Waktu itu aku menjawab, "Percaya Yesus? Amit-amit deh!"
Cara yang sama sering kupergunakan untuk menyatakan
ketidaksenanganku terhadap agama Kristen. Dan heran, setiap kali
melihat mimik kecewa dari orang yang mengajak atas jawaban yang
getas dan mengecewakan itu, mendatangkan kenikmatan dan kepuasan
bagi jiwaku. Seolah-olah aku telah memperoleh kemenangan atas penolakan itu.
Pada waktu berumur satu setengah tahun, aku menderita polio yang
pada waktu itu merupakan penyakit baru. Meskipun orang tuaku
menyatakan kasih sayang dan simpatinya atas penderitaanku, tapi
kenyataannya kehidupanku berbeda dengan anak-anak lainnya.
Sejak aku menderita penyakit itu, tetangga dengan nada mengejek
memanggilku dengan sebutan "Si Timpang". Sebutan itu sungguh
menyakitkan, tapi apa yang dapat kuperbuat? Air mata kualirkan saja
ke dalam. Orang lain memunyai masa kanak-kanak yang menyenangkan,
tapi tidak demikian dengan aku. Tidak ada seorang anak pun yang mau
bergaul dengan aku yang timpang ini. Bahkan ada orang tua
menakut-nakuti anaknya untuk tidak bermain air got dengan
mengatakan bahwa aku timpang karena bermain air got yang kotor itu.
Boleh bayangkan, betapa sakitnya hatiku ini. Lubuk hatiku dipenuhi
oleh perasaan benci dan dendam.
Pada masa kecil, aku pernah hadir di sekolah minggu anak-anak. Aku
hadir karena tertarik dengan gambar-gambar yang dibagi-bagikan
kepada anak-anak yang hadir. Tapi kemudian aku tidak mau hadir lagi,
karena waktu aku berusia lima tahun, ada seorang ibu berkata padaku,
"Nak, hendaklah kamu bertobat! Oleh karena kamu tidak mau percaya,
maka Tuhan menghukum kamu sehingga menjadi timpang." Sejak peristiwa
itu, dalam hatiku timbul antipati terhadap Yesus, bahkan membenci-
Nya, tapi Tuhan tidak membenci atau membuangku.
Setelah menyelesaikan studi di Sekolah Menengah Pertama, aku tidak
melanjutkan lagi. Orang tuaku kuatir terjadi apa-apa dalam
perjalanan menuju sekolah karena pada waktu itu jalanan sudah mulai
ramai dengan kendaraan. Untuk khusus menyewa mobil mengantar ke
sekolah, kami menghadapi kesulitan keuangan, akhirnya orang tuaku
memutuskan untuk mengundang guru privat mengajar bahasa Inggris di
rumah. Sungguh kebetulan atau memang sudah diatur Tuhan, guru bahasa
Inggrisku itu orang Kristen yang sungguh mengasihi Tuhan. Tutur kata
dan sikapnya penuh kasih sayang dan perhatian, sehingga memupus
habis kesan yang buruk pada masa lalu tentang kekristenan.
Pada satu hari Sabtu, guruku mau mengajakku sebentar untuk
mengunjungi satu persekutuan. Aku mengira persekutuan
antarmahasiswa, sebab itu aku menyanggupinya. Malamnya guruku
menepati janjinya menjemputku untuk mengikuti persekutuan tersebut.
Hatiku sungguh gembira sekali, tapi setelah sampai di tujuan, baru
kutahu bahwa persekutuan yang dimaksud adalah persekutuan gereja.
Hatiku sangat jengkel sekali, tapi sopan santun menyebabkan aku
menahan diri. Tapi siapa sangka, aku merasakan satu suasana yang
sangat lain dalam persekutuan itu. Suasana yang penuh kehangatan,
kasih sayang bagaikan air yang menyejukkan pada hati yang gersang.
Hatiku yang penuh dengan kebencian dan kekakuan, mulai mencair. Aku
mulai menyenangi tempat persekutuan ini, dalam hatiku berjanji untuk
hadir dalam persekutuan minggu depan. Satu tahun kemudian aku
percaya dan dibaptiskan, aku juga telah memiliki Alkitab sendiri.
Tiga tahun sudah berlalu, aku merenungkan kasih Tuhan yang
melepaskan aku dari dunia kebencian dan dendam. Ia tidak membuangku
karena sikapku, melainkan dengan kasih-Nya ia mengubah dan memberi
hidup baru padaku. Meskipun secara luar, aku tetap orang yang cacat
tubuh, tapi sekarang aku mengetahui secara jelas, karena bilur-Nya aku
mendapat
kesembuhan; sehingga aku mengalami "orang yang tertawan mendapat kelepasan,
yang buta dicelikkan, yang tertindas mendapat kelepasan" (Lukas 4:18).
Apakah Anda merindukan pengalaman yang demikian indahnya? Percayalah
pada Yesus Kristus.
Diambil dari:
Judul buku : Jalan Tuhan Terindah
Judul artikel : Kesembuhan Rohani
Penulis : Pdt. Paulus Daun, M.Div., Th.M.
Penerbit : Yayasan Daun Family, Manado 1996
Halaman : 39 -- 43
______________________________________________________________________
"Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu
salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk
kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh." (1Petrus 2:24)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=1Petrus+2:24 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Minta Tuhan menjamah hati orang-orang yang belum percaya
kepada-Nya. Biarlah setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup
mereka merupakan kesempatan untuk beroleh keselamatan di dalam Kristus.
2. Mereka yang sudah percaya kiranya dapat memancarkan kasih Kristus
dan menjadi berkat bagi sesama dalam kehidupan mereka, baik dalam
perkataan maupun perbuatan.
3. Biarlah mereka yang masih terikat dalam rasa dendam dan kebencian
dapat merasakan kesejukan kasih-Nya sehingga terlepas dari
perasaan tersebut. Sebagai gantinya, kiranya hati mereka penuh
dengan limpahan kasih Bapa.
______________________________________________________________________
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) 2008 YLSA
YLSA -- http://www.ylsa.org/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati