From: Royanto Bonsajang Mengucap Syukur................... / Song " Annie Song "
Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya
itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang
kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan
menghibur nya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat
dunia.
Suatu Hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya
sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya,
"Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?"
Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia
menolak untuk menikah dengannya.
Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk
surat singkat kepada gadis itu, "Sayangku, tolong jaga baik-baik mata 'Ku"
Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat
status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan
hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus
berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling
menyakitkan.
Hidup adalah anugerah
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar -
Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu - Ingatlah akan
seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu - Ingatlah akan
seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.
Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu - Ingatlah akan
seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.
Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu - Ingatlah akan seseorang
yang begitu mengaharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang
membersihkan atau menyapu lantai - Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal
di jalanan.
Sebelum merengek karena harus menyetir terlalu jauh - Ingatlah akan
seseorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.
Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu - Ingatlah akan
para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain - Ingatlah bahwa
tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan Kita harus menghadap pengadilan
Tuhan.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu - Pasanglah senyuman
di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada
di dunia sampai saat ini.
Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah dan bersukacitalah karena
engkau masih diberikan kehidupan.
NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN
TERULANG LAGI
.
====================================================
From: [EMAIL PROTECTED]
Doa Totus Tuus
Sesibuk-sibuknya Anda, saya percaya Anda tidak berani mengakui diri lebih sibuk
daripada seorang Yohanes Paulus II . Dan betapa mengaggumkan dan mencengangkan
ketika kita mengetahui berapa waktu dan terutama bagaimana ia berdoa.
Mrg.Stanislaus Dziwisz memberi kesaksia bagaimana ia berdoa : meditasi pagi
sebelum doa pagi dan perayaan ekaristi. Sebelum misa dimulai ia membaca dengan
seksama ujud intensi misa ( ujud doa atau siapa yang akan didoakan), kemudian
mulai merayakan ekaristi. Sesudah komuni ia selalu mengambil waktu tenang dan
teduh
Di setiap perjalanan, di dalam ruangan, di luar ruangan, di tempat alam
terbuka, maupun di tempat duduk di dalam pesawat ia tak melupakan waktu berdoa,
membaca buku rohani atau menuliskan pengalaman rohaninya.
Pernah terjadi sebuah peristiwa yang menggemparkan di Istana Vatican. Mgr John
Magee, seorang Sekretaris Puas yang pernah bekerja sebagai sekretaris bagi Paus
Paulus VI dan Paus Yohanes Paulus I, pernah mengeluh sambil mengatakan " Kemana
arahnya Paus Paulus VI dan Paus Yohanes Paulus I cukup jelas, saya sudah tahuh.
Tetapi, kemana arahnya Paus Yohanes Paulus II, bagi saya belum jelas ." Sungguh
sebuah pernyataan yang kritis dan cukupjelas maknanya.
Pada suatu hari Mgr. John kaget dan terkejut sebab ia tidak menemukan JP II di
manapun di Vatican. Ia bingung " Di mana Paus? Ke mana Paus?"
Ia mencari di perpustakaan, di kamar tamu, di kamar tidur, melihat sejenak di
kapel, tetapi tidak menemukan. Ia bergegas mencari Mgr.Stanislaus sekretaris
pribadi Paus. Mgr.Stanislaus juga tidak mengetahui dan mengatakan bahwa tidak
ada agenda khusus buat Paus saat itu, tidak ada tamu. Mgr Stanislaus
menganjurkan Mgr. John mencari di dalam kapel ( mungkin terinspirasi kisah
Yosef dan Maria mecari Yesus di Bait Allah).
Mgr John merasa sudah mencari di kapel tetapi memang tidak ada. Namun, ia
kembali ke kapel dan mencari Sri Paus. Jelas tidak ada. Di altar tidak ada, di
tempat duduk dan dimana ia biasa duduk atau berlutut untuk berdoa juga tidak
ada. Namun Mgr. John kali ini merasa tertarik untuk semakin mendekat ke altar.
Dan apa yang terjadi?
Sri Paus tengah berada dalam posisi tiarap di atas lantai, tepat di depan
altar. Mgr. John kaget dan mundur perlahan penuh haru . Akhirnya ia tidak perlu
mengeluh bahwa ia tidak tahu ' kemana arahnya Paus Yohanes Paulus II".
Ya, di tengah kesibukannya, Sri Paus berani memberikan prioritas pada doa
pribadi, bahkan lewat sebuah sikap doa yang mengharukan : bagaikan Yesus di
Gethsemani, ia tersungkur, ia tiarap dalam doa yang amat mendalam, dalam doa
penuh iman dan penyerahan, ya saya menyebutnya "doa totus tuus' : doa
penyerahan!
Jika, Yesus sendiri membutuhkan doa sedemikian hebat dan sedemikian taat, jika
Sri Paus Yohanes Paulus II, pengganti-Nya, memutuskan memberikan prioritas dan
mempraktikkan hidup doa yang ketat dan setia, bagaimana mungkin kita tidak
memiliki saat dan waktu doa?
Jakarta 10 Juli 2005
Pada Peringatan 100 hari wafatnya Sri Paus Yohanes Paulus II
Dikutip dari Buku Adakah Spritulitas orang sibuk?
Penulis Terry Th.Ponomban, Pr
Salam hangat dari ruang atas!
SENAKEL.com
INSPIRING YOUR SPIRITUAL GROWTH
SENAKEL berasal dari kata Latin Cenaculum. atau dalam bahasa Inggrisnya
disebut The Upper Room, yang berarti ruang atas tempat Yesus mengadakan
Perjamuan Terakhir bersama para murid-Nya. Ruangan atas ini adalah juga tempat
yang dipakai oleh para murid dan Bunda Maria untuk berkumpul dan berdoa memohon
dicurahkannya Roh Kudus kepada mereka (peristiwa Pentakosta).
ANNIES~11.MID
Description: audio/mid

