From: Ramya Rachel <[EMAIL PROTECTED]>
Hiding My Face

READ: Habakkuk 1:1-5 

You are of purer eyes than to behold evil. —Habakkuk 1:13

I’m a news junkie. I like knowing what’s going on in the world. But sometimes 
the atrocities of life make me feel as if I’m a kid watching a scary movie. I 
don’t want to see what happens. I want to turn away to avoid watching.

God reacts to evil in a similar way. Years ago, He warned the Israelites that 
He would turn away from them if they turned toward evil (Deut. 31:18). They 
did, and He did (Ezek. 39:24).

The prophet Habakkuk had not forsaken God, but he suffered along with those who 
had. “Why do You show me iniquity,” he asked the Lord, “and cause me to see 
trouble?” (Hab. 1:3).

God’s response to His confused prophet indicates that even when evil obscures 
the face of God, our inability to see Him does not mean He is uninvolved. God 
said, “Look among the nations and watch—be utterly astounded! For I will work a 
work in your days which you would not believe, though it were told you” (v.5). 
God would judge Judah , but He would also judge the invading Babylonians for 
their evil (see Hab. 2). And through it all, “The just shall live by his faith” 
(2:4).

When world events cause you to despair, turn off the news and turn to 
Scripture. The end of the story has been written by our holy God. Evil will not 
prevail.
 —Julie Ackerman Link

Lord, we praise You for Your displays of power in the
past and Your promises of victory in the future,
for they replace our fear of the world
with confidence in You. Amen.

Don’t despair because of evil; God will have the last word.
. ============================================ 
From: yulia gunawan [EMAIL PROTECTED]

JADILAH GENERASI YANG BERINTEGRITAS!
 
2 Timotius 3:1-5 
“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia 
akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan 
menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak 
terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, 
tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat 
mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir 
panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. 
Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka 
memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!” 

2 Petrus 3:3 
“Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan 
tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup 
menuruti hawa nafsunya.” 

Yulia , Firman Tuhan diatas menunjukkan kondisi manusia pada akhir jaman ini. 
Sekarang adalah akhir jaman dan apa yang digambarkan oleh Firman Tuhan di atas 
adalah hal-hal sedang terjadi sekarang. 

Di 2 Timotius 3 berbicara tentang generasi yang tidak mengenal dan memberontak 
terhadap Tuhan. Kita sebagai gereja harus menghadapi dunia yang nyata dalam 
kehidupan sehari-hari. Kemanapun kita pergi kita berhadapan dengan kondisi 
dunia yang sebenarnya. 

Apa yang Anda akan lakukan sebagai generasi yang dibangkitkan oleh Tuhan untuk 
masa-masa seperti ini? Apakah kita akan menjadi berbeda atau sama seperti 
mereka? Jika berbeda, apa perbedaannya? Apa yang akan menjadi tanda dalam diri 
Anda yang membuat Anda berbeda dari orang-orang, saat Anda berada di 
masyarakat? Tanda yang membuat Anda berbeda dengan dunia adalah “Karakter” 
Anda. 

Karakter adalah siapa Anda pada saat tidak ada orang yang melihat dan apa yang 
Anda akan pegang teguh pada saat Anda dilihat orang. Karakter adalah 
issue-issue yang diperhadapkan pada kita dalam kehidupan kita sehari-hari. 

3 hal yang penting mengenai karakter : 
1. Integritas adalah karakter seseorang yang hidupnya tanpa kompromi, yang 
hidup tanpa agenda ketidakjujuran dalam kesehariannya. 
Setiap hari Anda akan selalu dihadapkan pada peluang-peluang dimana Anda 
memiliki kesempatan untuk menjadi tidak jujur. Contohnya dalam 2 Samuel 11:1-25 
Daud ada pada tempat dimana dia tidak jujur dengan dirinya sendiri. Pada waktu 
itu ketika raja-raja sedang maju berperang, Daud tinggal di istananya. 
2Samuel 11:2-25 

Dari kursi ketidak jujuran dengan dirinya sendiri, Daud bergerak pindah ke 
kursi kompromi. Dan sejak hari itu, Daud berkompromi dengan banyak hal dalam 
hidupnya, yang mengakibatkan Daud berdosa, bukan saja Daud berzinah dengan 
Batsyeba tetapi Daud juga membunuh suami dari wanita itu. 
Berbeda dengan Daud, Yusuf memiliki segala macam peluang untuk kompromi. Setiap 
hari istri Potifar menggodanya tetapi Yusuf memilih hidup berintegritas dan 
tidak berkompromi. 

Ada kursi-kursi yang kita duduki setiap hari, tetapi kursi integritas adalah 
kursi yang paling sulit : 
• Integritas dalam kekuasaan dan kepopuleran. Jika Anda berada pada titik 
dimana Anda mempunyai kuasa dan popular, Anda bisa tergoda untuk menjadi tidak 
jujur. 

• Integritas dalam hal kekayaan. 
Bahaya dari kekayaan adalah ketidak jujuran dan kompromi. Pada waktu Mesir 
sedang mengalami kelaparan, Yusuf bisa saja curang dari orang-orang yang 
kelaparan dan curang dengan Firaun yang memberikan kepercayaan kepadanya. Daud 
bisa memakai kedua belah pihak untuk mendapatkan kekayaan, tetapi Yusuf tidak 
melakukannya. 
Lukas 16:10-11 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga 
dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara 
kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu 
tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan 
kepadamu harta yang sesungguhnya?” 
Jika Anda tidak bisa dipercaya dengan hal-hal kecil bagaimana Anda bisa 
menerima hal-hal yang lebih besar? 

2. Kerendahan Hati. 
Amsal 11:2 “Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada 
orang yang rendah hati.” 

Amsal 15:33 “Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan 
kerendahan hati mendahului kehormatan.” 

Kursi kesombongan dan keangkuhan adalah tidak mengakui keberadaan Tuhan. Ada 
kursi lain antara kesombongan dan kerendahan hati yaitu kursi kerendahan hati 
yang palsu. Alkitab tidak pernah berbicara kerendahan hati, yang berhubungan 
dengan kekurangan materi. Kerendahan hati bukan berarti tidak bisa pakai 
barang-barang mewah. Orang-orang semacam ini disebut : Rendah hati palsu. 
Memiliki barang-barang mewah tidak ada hubungannya dengan kerendahan hati. 
Orang yang memiliki kerendahan hati palsu akan memulai hidupnya dengan tidak 
jujur. 

3 hal mengenai kerendahan hati : 
• Kerendahan hati akibat bergantung pada Tuhan 
• Kerendahan hati dengan menerima keberadaan orang lain (Yusuf menerima 
saudara-saudaranya yang membuang dia) 
• Kerendahan hati melalui mengenali ada potensi kesombongan dalam diri setiap 
manusia. Kita harus mengenali potensi ini dan berhati-hati. Hal ini terjadi 
pada Yusuf. Pada saat dia membagikan mimpi-mimpinya pada saudara-saudaranya dan 
orang tuanya. Yusuf bangga mendapatkan mimpi, bahwa semua orang akan tunduk 
pada dia. 
3. Harus bisa diandalkan (Reliable). Ini berbicara mengenai kesetiaan. 
Orang-orang yang tidak memiliki kursi agenda-agendanya sendiri atau tidak 
memiliki motivasi-motivasi yang terselubung. Orang seperti ini akan lakukan 
tugasnya dengan motivasi yang tulus dan benar. 

Jadi yang membedakan Anda dari dunia adalah jika Anda mempunyai karakter yang 
berbicara mengenai integritas, kerendahan hati, kesanggupan untuk bisa 
diandalkan. Jika Anda memiliki ketiga hal seperti yang telah disebutkan di 
atas, dunia akan melihat Anda adalah orang yang berbeda. 

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, 
supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus 
dan yang berkenan kepada Allah; itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu 
menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, 
sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang 
berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Roma 12:1-2 

Dalam kasih-Nya 
Maria Magdalena Ministries 
www.mmmindo.org 
Copyright 2007 
======================================================
From: yulia gunawan [EMAIL PROTECTED]

Jangan gampang menyerah di depan pencobaan.
By : Ps. Indri Gautama

Mazmur 3:2-9: Banyak orang yang berkata tentang aku: "Baginya tidak ada 
pertolongan dari pada Allah." Sela. Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang 
melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku. Dengan 
nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang 
kudus. Sela. Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN 
menopang aku! Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung 
aku. Bangkitlah, TUHAN, tolonglah aku, ya Allahku! Ya, Engkau telah memukul 
rahang semua musuhku, dan mematahkan gigi orang-orang fasik. Dari TUHAN datang 
pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu! Sela. 

Hubungan yang intim dengan Tuhan bisa menyelesaikan masalah-masalah Anda. Salah 
satu kelebihan orang yang mempunyai pergaulan akrab dengan Tuhan adalah mereka 
bisa tetap tenang di tengah pencobaan yang dashyat, seperti raja Daud di atas. 
Mereka mengerti bahwa Tuhan pasti akan menggenapi janji-Nya untuk membuat 
mereka menang atas setiap pencobaan yang mereka hadapi.

Para pencetak sejarah (history maker) adalah orang-orang yang akrab dengan 
Tuhan. Di dalam Alkitab banyak terdapat contoh orang-orang yang mempunyai 
pergaulan dengan Tuhan dan menjadi sukses: Nuh yang luput dari murka Tuhan, 
Daud yang berkemenangan terus menerus melawan musuhnya dan Samuel yang menjadi 
”revivalist” (tokoh kebangkitan) dari Israel . 

Kenapa pergaulan Anda dengan Tuhan akan membuat Anda tahan uji dan mencapai 
kemenangan? Karena dengan pergaulan Anda dengan Tuhan Anda akan mempunyai 
pikiran yang sejalan dengan pikiran Tuhan dan melihat pencobaan seperti Tuhan 
melihat pencobaan. Anda akan lebih mengenal Tuhan. Tuhan selalu melihat 
pencobaan yang Anda sedang alami sebagai proses pembentukan karakter Anda untuk 
menjadi lebih seperti Kristus.

Dalam pencobaan, setan turut bekerja. Apabila Anda merasa takut dalam 
menghadapi cobaan itu, Anda sedang membuka celah bagi setan untuk turut 
bekerja. Dia akan melontarkan pikiran bingung, putus asa dan perasaan mau 
menyerah.

Tidak ada substitusi untuk Anda bertahan dalam pencobaan selain pergaulan 
dengan Tuhan. Jabatan atau agama-pun tidak akan bisa menyelamatkan Anda dari 
serangan setan. Orang Kristen – termasuk yang menjabat di posisi ”leadership” 
dalam gereja pun tidak luput dari kuasa setan, seperti di 2 Samuel 15:1-6 di 
mana Absalom menipu pemimpin-pemimpin dalam gereja.

Yesaya 41:10 (amplified) ”Fear not (there’s nothing to fear) For I am with you; 
do not look around you in terror and be dismayed; for I am your God.  I will 
strengthen and harden you to difficulties, Yes, I will help you; Yes, I will 
hold you up and retain you with my (victorious) right hand of rightness and 
justice).”

Jadi, pada saat kesusahan terjadi, Anda mesti ingat bahwa Tuhan mau menguatkan 
Anda. Kuncinya untuk berkemenangan atas pencobaan adalah Anda mesti tetap fokus 
ke janji-janjinya Tuhan dan mempunyai determinasi luar biasa untuk menang. 
Miliki roh seperti bulldog yang berlari terus sampai ke garis akhir dan fokus 
ke Tuhan di tengah-tengah oposisi Anda, supaya Anda menerima yang terbaik yang 
Tuhan sudah sediakan bagi Anda.

Dalam Kasih-Nya

Maria Magdalena Ministries
www.mmmindo.org
Copyright 2007





PAGE  1

 

PAGE  2

 

 

 

Kirim email ke