Manusia: Peta Teladan Allah-11: 
  Allah yang Mahakuasa
   
   
  “Kebajikan, Kesucian, dan Keadilan Tuhan”
   
   
  Dulu saya sehat sekali, sekarang tidak lagi. Itu berarti waktu menggeser 
kita. Sepertinya kita didorong dan kita pasif; ataukah kita yang sedang 
menggeser waktu ke belakang? Pikirkan relasi keberadaan Anda dengan keberadaan 
waktu! Apa yang bisa kita kerjakan sekarang mungkin tidak lagi bisa kita 
kerjakan 10 tahun yang akan datang. Saat itu Anda menyesal mengapa tidak 
mengerjakannya waktu itu. Tidak ada siapapun yang bisa menolong kita ketika 
kita kehilangan kesempatan. Itu sebabnya dalam Alkitab ada 3 hal yang 
senantiasa terkait menjadi satu, yaitu waktu, moral, dan bijaksana. Relasi 
seperti ini tidak ada dalam filsafat Gerika. Di dalam filsafat klasik Gerika 
ada 3 hal yang dijadikan satu, yaitu: bijaksana, moral, dan bahagia. Jadi 
bijaksana yang sungguh mengakibatkan moral yang baik, dan moral yang baik 
mengakibatkan bahagia yang sejati. Alkitab mengajarkan bahwa orang bijak adalah 
orang yang pandai mempergunakan waktu dan melakukan moral yang sejati. Ini 
semua adalah
 perbedaan antara Alkitab dan pemikiran manusia yang sudah jatuh di dalam dosa. 
Kitab Suci memberikan pengajaran yang tertinggi. Kita tidak boleh mengandalkan 
kebenaran yang berasal dari rasio manusia setelah jatuh dalam dosa, tetapi 
berdasarkan pencerahan dari Sumber Kebenaran dan Kebenaran itu sendiri. 
   
  Di dalam Roma 7 dikatakan bahwa Taurat diberikan supaya manusia mengetahui 
kesucian, keadilan, dan kebajikan Tuhan Allah. Allah itu Mahasuci, Mahaadil dan 
Mahabaik. Ketiga hal ini menjadi inti Taurat. Dan ketiga hal dari Taurat ini 
menjadi pengertian manusia tentang Tuhan Allah. Taurat mencerminkan 
ketidaksanggupan kita melakukan kehendak Allah dan mencerminkan kejatuhan kita 
dari status yang ditetapkan oleh Allah, ketidakmungkinan kita untuk mencapai 
target yang ditetapkan oleh Allah, sehingga akhirnya kita mengetahui yang Allah 
kehendaki agar kita menjadi orang yang suci, adil, dan baik. Kesucian, 
keadilan, dan kebaikan adalah diri Tuhan Allah sendiri. Ini adalah target yang 
sekaligus sumber, bukan sekedar sebuah ide, bukan suatu ideologi ciptaan 
manusia. Kita dicipta oleh Allah yang suci, adil, dan baik. Semua agama 
mempunyai ide yang tertinggi, dan ide yang tertinggi menjadi standar moral. 
Semua agama mempunyai target ultimat bagi kebajikan manusia, tetapi mereka
 tidak tahu yang disebut target itu sebenarnya sekaligus adalah Sumber. Kalau 
“target” adalah titik terakhir, “sumber” adalah titik paling mula. Maka di sini 
kita melihat suatu garis yang mewakili proses. Maka kita sadar bahwa hanya 
Allah yang berhak mengatakan, “Akulah Alfa dan Omega.” 
   
  Ketika Tuhan mengatakan, “Akulah Alfa, Akulah yang Awal,” itu berarti Dia 
sumber, sehingga tidak ada sesuatu pun yang berasal dari diri Anda sendiri. 
Kepintaran maupun kesehatan kita berasal dari Sumber, bukan dari diri kita 
sendiri. Kemuliaan harus kita kembalikan hanya kepada Tuhan yang menjadi Sumber 
Pemberi Anugerah. Kita juga tidak boleh lupa bahwa Tuhan, Pemberi Anugerah, mau 
kita hidup bertarget, bersasaran, dengan standar yang harus kita capai. Yang 
disebut “mimpi itu tiba, berarti engkau membayangkan, engkau berjuang 
mencapainya, dan ingin mendapatkan sesuatu di akhir perjuanganmu.” Di dalam 
kita berharap untuk bisa mencapai sesuatu, harapan itu menjadi sumber dan 
sekaligus merupakan potensi yang merangsang seseorang untuk mengaktualisasikan 
diri mencapai hasil akhir. Dan Allah mengatakan, “Aku bukan hanya yang Awal, 
tetapi juga yang Akhir. Akulah Alfa dan Omega.” 
   
   
  Asal-Usul Kebajikan 
  Dari mana konsep kebajikan yang bisa manusia miliki? Ketika manusia ingin 
mencapai kebajikan ultimat (summum bonum), kebajikan itu siapa? Kebajikan yang 
ultimat (tertinggi) itu sebenarnya adalah diri Tuhan Allah, yang menjadi Sumber 
dan sekaligus menjadi Sasaran terakhir bagi hidup kita. Sasaran terakhir itu 
menjadi tujuan, menjadi sesuatu yang kita ingin dapatkan, seperti melepaskan 
panah menuju target. Tidak tercapainya target dalam bahasa Gerika adalah 
hamartia (artinya: dosa). Jangan hanya mengerti dosa sebagai perbuatan salah 
yang kita lakukan, itu terlalu dangkal. Banyak ahli hukum di dunia mulai dari 
mengerti hukum, membuat hukum, lalu menghukum orang lain. Ketika mengerti 
seluk-beluk hukum, lalu menjadi ahli melanggar hukum sambil tidak mau dihukum. 
Banyak orang belajar hukum belum tentu motivasinya mau menegakkan keadilan, 
mungkin karena ingin mendapatkan gaji besar. Manusia menuntut kebenaran, tapi 
akhirnya memperalat kebenaran hanya untuk mencari profit dalam
 pelayanan egosentris (berpusat pada kepentingan diri). Itu sebabnya setiap 
orang yang melibatkan diri dalam satu wilayah yang tinggi sekali nilainya 
dengan motivasi yang mempunyai egosenter (pusat pada kepentingan diri) sebagai 
titik tolak atau dorongan, orang itu sudah tidak memiliki kebajikan. Seorang 
hakim yang tidak melakukan keadilan, dia adalah penginjak, perobek, perusak 
keadilan. God-centered people (orang-orang yang berpusat pada Allah) menyadari 
bahwa Sumbernya adalah Tuhan dan targetnya juga Tuhan. Seorang dokter Kristen 
berbeda bukan karena ia pergi ke gereja tiap minggu, tetapi karena ia mempunyai 
Weltanschauung (wawasan dunia) Kristen, apa yang diwahyukan oleh Tuhan, untuk 
menjadi suatu motivasi seorang berprofesi dokter. Inilah pengertian Theologi 
Reformed. Di dalam kehidupan kita tidak ada satu inci di mana Tuhan tidak 
bertakhta (Abraham Kuyper), sehingga kita menaklukkan seluruh hidup kita kepada 
Tuhan, dan berkata, “Engkaulah Allahku, Engkaulah Tuhanku,
 tuanku. Aturlah hidupku, milikilah hidupku dan pimpinlah hidupku.” Itulah 
orang Kristen. 
   
  Sumber kita adalah Kebajikan dan kita dicipta menurut peta teladan Allah, 
sehingga kita diberi benih kebajikan dalam hati kita. Kita senang melihat orang 
yang bersih hatinya dan kita tidak senang melihat orang berliku-liku, tidak 
pernah sungguh-sungguh jujur. Seorang ayah minta anaknya menemui tamu yang 
datang ke rumah untuk mengatakan dia tidak ada di rumah. Anak itu dengan 
polosnya berkata, “Baru saja papa berkata bahwa dia tidak ada.” Anak ini 
menurut, ia menyampaikan perkataan papanya, tetapi papanya marah sekali. Marah, 
karena tujuan papanya bukan supaya dia menyampaikan secara jujur, tetapi supaya 
tamunya yang menagih hutang pulang. Anak kecil ini tidak mengerti, terlalu 
polos. Polos dianggap bodoh. Maka, anak kecil itu mulai berpikir bahwa “Polos 
itu sama dengan bodoh.” Akhirnya pendidikan tidak berjalan, karena pendidikan 
berlawanan antara di dalam kata dengan di dalam fakta. 
   
  Lebih dari 200 tahun yang lalu terjadi revolusi besar di Perancis. Dalam 
Revolusi Perancis, ada pemikir-pemikir penting, termasuk d’Alembert, Diderot, 
La Mettrie, Voltaire, dan Jean-Jacques Rousseau. Para filsuf Encyclopedic 
school (Arus pikir Encyclopedic) itu sangat menghina gereja. Mereka mengatakan, 
gereja adalah suatu sistem yang diperalat oleh kelompok pemimpin agama untuk 
mencari keuntungan bagi diri mereka sendiri. Maka mereka berusaha membongkar 
semua dosa-dosa uskup, pendeta, dan para pimpinan gereja. Lalu mereka 
meluncurkan suatu kalimat, kalimat itu menggunakan istilah summum bonum (the 
highest good). Summum akhirnya menjadi istilah summit. Bonum berarti kebajikan 
atau kebahagiaan yang paling tinggi. Hal ini menjadi salah satu hal yang paling 
dituntut oleh manusia dari zaman ke zaman. Dalam setiap zaman, manusia akan 
memikirkan apa itu yang terbaik, bagaimana menjadi orang terbaik, bagaimana 
mencapai kebaikan yang terbaik, bagaimana menjadi orang yang lebih
 baik daripada yang lain, dan menjadi yang sungguh-sungguh baik. Summum bonum 
itu menjadi sasaran semua agama; menjadi sasaran semua etika, moral, 
kebudayaan, dan pikiran para filsuf. Di dalam teori Revolusi Perancis, mereka 
mengatakan: “Yang disebut summum bonum itu selalu diperalat, karena  sebenarnya 
mereka tidak mencapai, hanya memperalat istilah summum bonum untuk mencapai 
profit pribadi, profit egoisme.” Maka summum bonum harus didefinisikan kembali, 
yaitu sesuatu kebajikan yang tidak boleh dipakai menjadi suatu alat untuk 
menuju tujuan yang lain. Orang yang datang ke gereja bukan untuk mencari Tuhan 
tetapi untuk mencari untung, maka keagamaan menjadi hal yang paling rendah, dan 
profit menjadi ilah mereka. Mereka memakai nama Allah, berdoa kepada Allah 
untuk mencapai sesuatu yang rendah sekali. Hal seperti ini telah dibongkar oleh 
orang Perancis lebih dari 200 tahun yang lalu. Mereka mengatakan, semua agama 
yang mempunyai motivasi yang tidak baik harus keluar dari
 panggung kebudayaan manusia. Dunia tidak mungkin damai kecuali memakai usus 
dari uskup yang terakhir untuk mencekik mati Paus terakhir, baru ada damai di 
dalam dunia. Pada saat itu orang dunia, orang berbudaya, orang cendekiawan 
menghina agama sampai serendah-rendahnya, karena banyak orang memperalat agama 
untuk mencari profit untuk diri sendiri. Mereka melihat orang dunia jauh lebih 
baik dari orang yang masuk gereja dan para pemimpin gereja. Muncullah kalimat, 
“Jangan lupa, di belakang toga pendeta tersimpan dosa lebih banyak daripada 
orang biasa.” 
   
  Summum bonum tidak boleh menjadi alat. Summum bonum harus selalu menjadi 
titik terakhir yang dituntut. Jadi summum bonum bukan media, bukan alat, juga 
bukan penghubung. Summum bonum di dalam dirinya sendiri adalah tujuan akhir. 
Maka, jika Anda mencari kebajikan tertinggi, Anda mau bertemu dengan sommum 
bonum itu sendiri. Summum bonum adalah sifat ilahi. Summum bonum adalah sumber 
di mana kita dicipta menurut peta teladan itu, sekaligus adalah target yang 
dituju. Menuju berarti belum mencapai. Suatu kali Tuhan berkata kepada seorang 
pemuda, “Engkau sudah tidak jauh dari Kerajaan Sorga.” Tidak jauh berarti belum 
sampai. Banyak kecelakaan pesawat terjadi justru ketika sudah begitu dekat 
dengan landasan. Sudah begitu dekat tidak berarti sudah sampai. Ketika Anda 
mengatakan, “Saya mau percaya Tuhan,” mau percaya berarti belum percaya. Mau 
percaya hanyalah sebuah keinginan, tetapi belum menyatakan realita 
sesungguhnya. 
   
  Kalau summum bonum itu sumber, dan Allah adalah Alfa sekaligus Omega, berarti 
summum bonum itu juga target. Itu berarti seumur hidup saya harus menuntutnya, 
mengejarnya, supaya bisa mencapai, atau mendekatinya. Tetapi itu bukan berarti 
saya sudah menjadi orang yang paling baik. Itu sebabnya kita harus 
terus-menerus mengejar menuju kesempurnaan. Itulah theologi Reformed. 
   
  Theologi Reformed tidak mengatakan kita mungkin mencapai kesempurnaan 
sepanjang dalam dunia ini, tetapi theologi Reformed juga mengajar kita bisa 
menjadi orang sempurna di dalam dunia ini, karena orang sempurna justru adalah 
orang yang tidak sadar dan tidak merasa diri sudah sempurna. Ini paradoks. 
Orang yang makin sempurna makin merasa diri kurang sempurna; orang yang makin 
rohani makin merasa diri kurang rohani; orang yang makin pintar merasa diri 
kurang pintar; orang yang makin baik selalu merasa diri kurang baik. 
Barangsiapa menganggap diri sudah cukup baik, pasti dia kurang baik. Orang yang 
menganggap diri tidak sempurna mungkin dia lebih sempurna dari orang lain. Ini 
teori dan ajaran kebenaran yang disebut sebagai paradoxical truth. 
   
   
  Bagaimana Mengerti Arti Kebajikan? 
  Pertama, orang yang baik adalah orang yang tidak egois. Jika seseorang 
senantiasa mementingkan diri dan tidak menghiraukan orang lain, ia akan 
memonopoli semua keuntungan dan merampas hak orang lain. Wang Mingdao, 26 tahun 
dikurung dalam suatu penjara dan diberikan sinar berpuluh-puluh ribu watt, 
sehingga sarafnya tegang dan kacau, lalu dipaksa minta pengampunan dari 
pemerintah Komunis. Setelah berpuluh-puluh ribu watt lampu disorot kepadanya 
berhari-hari, akhirnya dalam keadaan tidak sadar dia tanda tangan. Setelah 
tanda tangan, dia tidak lagi disorot, dia boleh tidur, dan dibebaskan. Setelah 
keluar, dia baru tahu bahwa yang dia tanda tangani adalah surat permintaan 
pengampunan kepada Komunis dan surat itu sudah masuk ke seluruh surat kabar di 
Beijing. Dia mengatakan, “Saya mau kembali masuk penjara. Saya tidak mau 
kebebasan. Ini penipuan, saya diperalat untuk menjadi propaganda Komunisme.” 
Selama 26 tahun lagi dia masuk penjara, ketika bebas, usianya sudah 78 atau
 79 tahun. Di penjara tidak boleh ada Kitab Suci sehingga dia terus menghafal 
ayat-ayat yang pernah dia baca. Dia menulis satu makalah pendek, tidak lebih 
dari 800 huruf. Di dalamnya terdapat kalimat: “Seorang Kristen yang baik, waktu 
lihat ada keuntungan, jangan lari ke depan. Mundur sedikit, biar orang lain 
dapat. Orang Kristen yang baik, waktu lihat ada bahaya, lari ke depan, jangan 
sampai orang lain kena bahaya.” Berapa banyak orang Kristen tidak pernah 
mengerti kedua kalimat ini? Selalu di depan ketika ada keuntungan dan lari 
paling dulu ketika ada bahaya. Yang lebih ironis, orang-orang seperti ini 
menjadi majelis, bahkan pendeta. Hai orang beriman, nyatakanlah itu dalam 
kelakuan! Bagi Confucius, gentleman berarti orang yang mengerti kebenaran, 
sementara orang kerdil mencari profit. Gentleman membicarakan keadilan, orang 
kerdil membicarakan kesenangan diri. Mengapa sudah menjadi majelis atau penatua 
masih sibuk dengan keuntungan diri dan kalau ada bahaya lari
 paling cepat. Kebajikan adalah ketika seorang tidak egois dan mau mengutamakan 
kepentingan orang lain. 
   
  Kedua, orang baik mau mengerti orang lain. Orang yang baik suka damai. Ada 
orang-orang yang suka ribut, suka berdebat, suka meruncingkan segala perbedaan 
pendapat agar menjadi suatu pertikaian, suka mendendam yang tidak habis-habis. 
Orang seperti ini di mana saja tidak cocok. Tenang dan berdamai dengan orang 
lain, memang bukanlah hal yang mudah, tetapi itulah yang Tuhan inginkan. Kita 
harus belajar menjadi orang baik. Ketika ada orang membenci kita, kita perlu 
mendoakan dia, karena itu adalah kelemahannya. Dengan demikian kita tidak 
membenci dia, karena dengan demikian kita merendahkan derajat kita dan jatuh ke 
dalam kelemahan yang sama. Tuhan Yesus mengajar kita untuk mengasihi musuh 
kita. Itulah kebajikan. 
   
  Ketiga, orang yang baik selalu menaruh pengharapan dan selalu sabar menunggu 
saat penuaian. Paulus berkata, “Jikalau engkau melakukan suatu hal yang baik, 
jangan kecewa. Bersabarlah, tunggu sampai hari itu tiba. Engkau akan menuai 
buah yang baik.” Inilah bagaimana kebajikan yang diintegrasikan dengan proses 
waktu. Waktu itu begitu serius dan menyiksa. Menunggu adalah siksaan yang luar 
biasa. Tetapi Paulus berkata, “Tunggulah, ketika engkau sudah menanamkan benih 
yang baik, sudah melakukan sesuatu yang baik, seperti benih ditanam, tunggu, 
dia tumbuh perlahan. Engkau terasa seperti disiksa, tetapi makin pelan, makin 
akan menghasilkan buah yang baik sekali.” Orang yang sabar seperti  menerima 
siksaan waktu, tetapi akhirnya melihat buah itu betul-betul dihasilkan, ini 
namanya orang baik. Kebaikan, keadilan, dan kesucian Tuhan tidak bisa 
difragmentasikan. Tuhan yang baik adalah baik di dalam kesucian-Nya, Tuhan yang 
baik adalah Tuhan yang baik di dalam keadilan-Nya.
 Tuhan yang adil adalah adil di dalam kebaikan-Nya. Tuhan yang adil adalah adil 
dalam kesucian-Nya. Tuhan yang suci adalah suci dalam kebaikan-Nya, suci dalam 
keadilan-Nya. Jika Anda melaksanakan hidup yang baik, maka kebajikan itu 
menjadi sumber dan sekaligus target. Dengan demikian, kita tidak akan menjadi 
orang yang egois. 
   
  Terakhir, orang baik mau selalu menanam sesuatu dan dengan tidak mengharapkan 
imbalan. Memberi, melayani, berbagian, mengorbankan diri, dan menyangkal diri, 
adalah jiwa pelayanan. Ini disebut baik. Bisa memberi lebih berbahagia daripada 
bisa menerima. Agar lilin terus bercahaya, dia harus melelehkan diri sedikit 
demi sedikit. Tidak mungkin orang mau melakukan kebaikan tetapi tidak mau 
menyangkal diri, tidak mau merugikan diri, dan tidak mau berkorban diri. 
Kiranya kita melakukan segala kebajikan di hadapan orang, agar Bapa di sorga 
dipermuliakan. Dengan demikian kita menyatakan peta teladan Tuhan melalui hidup 
kita masing-masing. Amin. 


"God is most glorified in us when we are most satisfied in Him" 
(Rev. John Stephen Piper, D.Theol.)




       
---------------------------------
  Dapatkan alamat Email baru Anda!  
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

Kirim email ke