From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>
Edisi 75 -- Kekuatan Doa yang Menyembuhkan
PENGANTAR
Terkadang kita tidak mengerti dan tidak mengetahui apa sebenarnya
yang sedang Tuhan rencanakan dalam kehidupan kita. Mengapa Ia
mengizinkan hal-hal yang tidak menyenangkan terjadi dalam kehidupan
kita? Bahkan pada saat kita menerima janji Tuhan atas kehidupan kita
pun, terkadang hidup yang kita jalani bukannya bertambah baik,
melainkan sebaliknya. Namun, yang harus terus kita lakukan adalah
tetap percaya, beriman, dan berpengharapan hanya di dalam Dia, serta
tekun berdoa mencari apa yang menjadi kehendak-Nya atas kehidupan kita.
Tuhan kita bukanlah Tuhan yang hanya berjanji saja. Ia menggenapi
janji-Nya atas hidup kita, menurut waktu yang Ia pandang baik. Ia
juga bukan Tuhan yang jauh dari kehidupan kita, melainkan Ia berada
sangat dekat sekali dengan kita asalkan kita tetap mengandalkan Dia
dan bertekun di dalam doa. Tangan-Nya akan selalu siap menopang kita
pada saat kita lemah, mengangkat kita pada saat kita jatuh, dan
menggendong kita pada saat kita lelah. Seperti kesaksian anak Tuhan
di bawah ini yang dikuatkan melalui doa. Selamat menyimak.
Staf Redaksi KISAH,
Novita Yuniarti
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
KEKUATAN DOA YANG MENYEMBUHKAN
Tiga tahun terakhir ini adalah masa-masa yang penuh dengan kerikil,
sekaligus menyimpan banyak pelajaran berharga di dalam hidupku. Aku
sadar bahwa aku bukanlah apa-apa di hadapan Tuhan. Hanya Tuhanlah
yang dapat memberi jawaban-jawaban yang selalu kutanyakan sepanjang
hidupku: "Apa tujuan hidupku?"
Pada 2004, aku memulai kehidupan baru sebagai mahasiswi di sebuah
perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Aku melewati tiga setengah
tahun pertama dengan lancar, aku selalu memeroleh nilai yang
memuaskan dan dapat menyelesaikan kuliah teori tepat waktu. Aku
merencanakan untuk menyelesaikan kuliahku di pertengahan 2004. Awal
2004, aku mulai mengerjakan skripsiku. Awalnya semua berjalan dengan
baik, namun kemudian aku mengalami depresi. Aku merasa hidupku hampa
dan tidak tahu apa yang harus kulakukan dengan hidupku. Aku
kehilangan kemampuan intelektualku. Walaupun depresi itu tidak
mengganggu secara keseluruhan, namun skripsiku menjadi terhambat.
Aku tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi padaku karena selama ini
aku selalu menjadi anak yang pandai dan baik di mata banyak orang, terutama
keluargaku. Saat itu aku bingung dan tidak tahu harus mencari bantuan ke
mana.
Aku seperti orang yang kehilangan arah dan tujuan hidup.
Aku bersyukur bahwa di saat-saat sulit aku masih memiliki teman yang
bisa kuajak berbagi dan juga seorang kekasih yang selalu
mendampingiku. Namun, yang terlebih penting adalah aku tahu bahwa
Tuhan tidak pernah meninggalkanku, bahkan Dia menggendongku pada
saat terberat dalam hidupku. Tuhan ingin supaya aku hanya
mengandalkan diri-Nya dan bukan kekuatanku sendiri.
Selama tiga tahun terakhir, aku berjuang untuk dapat menyelesaikan
skripsiku. Sering kali, aku kembali terjatuh dalam kehampaan, namun
tangan Tuhan terus menarikku dari jurang keterpurukan. Selama itu
pula selalu ada rintangan yang harus kuatasi. Aku yakin bahwa semua
itu terjadi untuk mendewasakan imanku.
Alasan utamaku menulis kesaksian ini adalah untuk membagikan
kekuatan doa terutama di masa-masa yang paling sulit. Selama aku
terpuruk, sulit bagiku untuk bisa memahami apa yang sedang terjadi,
namun aku tidak pernah lelah untuk berdoa. Di dalam doa, kucurahkan
semua yang kualami dan kurasakan di hadapan-Nya. Aku bisa menangis
sepuasku tanpa ada yang menghakimiku. Hanya lewat doalah aku
merasakan kasih Tuhan yang menghiburku dan menyembuhkan. Terkadang
pada saat aku berdoa, aku mendapat jawaban akan masalahku, namun ada
kalanya pula aku berat dan jenuh untuk berdoa. Aku tidak bisa
memusatkan hatiku kepada Tuhan. Di saat-saat seperti itu, aku terus
memaksakan diriku untuk berdoa dan membaca Kitab Suci. Aku juga
berusaha untuk mengikuti retret. Doa mungkin tidak selalu menjawab
apa yang kubutuhkan, tapi doa senantiasa menyembuhkan hatiku yang
terluka. Lewat doa, aku dapat merasakan kehadiran Tuhan dan itulah yang
terpenting. Doa membuatku percaya bahwa tiada yang mustahil bagi Tuhan.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: Pondok Renungan
Judul asli: Kekuatan Doa yang Menyembuhkan
Penulis: Bernadetha
Alamat URL:
http://pondokrenungan.com/isi.php?tipe=Kesaksian&table=isi&id=1117&next=0
______________________________________________________________________
"Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan
menerimanya." (Matius 21:22) < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Matius+21:22 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Mari kita dukung dalam doa, khususnya bagi anak-anak Tuhan yang
saat ini sedang menempuh pendidikan, kiranya hikmat Tuhan
menyertai dan memampukan mereka dalam mengikuti setiap proses
belajar sehingga dapat menyelesaikannya dengan baik sebagai bekal
untuk menjalani kehidupan mereka.
2. Biarlah seiring pertambahan pengetahuan yang mereka dapatkan,
bertambah pula kedewasaan imannya dan diwujudnyatakan dengan
semakin memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan di tengah
kesibukan belajar yang bisa saja membuat mereka mengesampingkan
Dia. Mari kita doakan mereka.
3. Berdoalah juga supaya mereka memiliki pengertian yang benar akan
doa dan mendirikan mezbah doa dalam hidup mereka sebagai bukti
nyata keintiman relasi dengan Tuhan.
______________________________________________________________________
DARI REDAKSI
KESEGARAN DOBEL PORSI DALAM E-HUMOR
Pastinya Anda adalah orang yang tidak ingin lemah, letih, dan lesu
dalam menghadapi tekanan dan tuntutan globalisasi yang semakin
meningkat. Anda juga pasti tidak ingin terjebak dalam hiburan dunia
yang dapat menjerumuskan. Anda harus mendapatkan kesegaran, baik itu
secara jasmani maupun rohani Anda.
Publikasi e-Humor adalah jawabannya! Dengan berlangganan e-Humor,
setiap hari Selasa, Anda akan mendapatkan humor-humor segar yang
jauh dari unsur SARA dan pornografi dalam "mailbox" Anda. Tidak
hanya itu saja, setiap humor yang disajikan dilengkapi pula dengan
ayat-ayat Alkitab. Jadi, Anda akan mendapatkan kesegaran yang dobel
porsi. Kesegaran jasmani karena selalu tertawa dan kesegaran
rohani melalui ayat-ayat firman Tuhan!
Cara mendapatkannya sangatlah mudah, dan GRATIS pula! Hanya dengan
mengirim e-mail ke <subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org>, maka Anda
telah terdaftar menjadi pelanggan e-Humor. Anda juga bisa menengok
ribuan koleksi e-Humor di situs i-Humor <http://humor.sabda.org>.
Nah, tunggu apa lagi? Langsung saja berlangganan dan kunjungi
situsnya, maka saat itu juga Anda pasti mendapatkan kesegaran yang dobel
porsi.
==> <subscribe-i-kan-humor(at)hub.xc.org> [berlangganan]
==> <humor(at)sabda.org> [kontak Redaksi]
==> http://www.sabda.org/publikasi/humor/ [arsip Humor]
==> http://humor.sabda.org/ [situs i-Humor]
=====================================================
From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>
Edisi 78 -- Seperti di Film
PENGANTAR
Dalam Kitab Maleakhi 2:16, kita dapat melihat bahwa Tuhan membenci
perceraian. Sama seperti dosa, jika kita melakukan perbuatan yang
tidak diperkenankan oleh Tuhan, maka kita harus menanggung konsekuensi dari
pelanggaran tersebut, termasuk pula konsekuensi dari sebuah perceraian.
Saat ini, perceraian bukan hal yang aneh lagi. Bahkan, banyak
pasangan yang menikah dan memutuskan akan bercerai jika pernikahan
mereka tidak mendatangkan kebahagiaan satu sama lain. Bukan hanya
masyarakat luas, anak-anak Tuhan pun tidak sedikit yang mengambil
keputusan ini jika pernikahan mereka sudah tidak menyenangkan lagi.
Tetapi, banyak pula yang merasakan hampanya hidup dalam sebuah
perceraian. Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk bersatu lagi.
Ya, seperti kisah berikut ini. Mari kita melihat bagaimana tangan
Tuhan turut bekerja melalui anak-anak keluarga yang bercerai untuk
menyatukan kembali dua insan yang sangat Dia kasihi dalam sebuah pernikahan.
Pimpinan Redaksi KISAH,
Pipin Kuntami
______________________________________________________________________
KESAKSIAN
SEPERTI DI FILM
Aku baru berumur enam tahun ketika orang tuaku bercerai. Ayahku
pindah ke kota, sementara ibuku, kedua adik perempuanku, dan aku
tetap tinggal di rumah kami di Hilton, New York. Dua minggu sekali,
pada akhir pekan, kami mengemasi beberapa pakaian dan pergi ke apartemen
ayah.
Di sekolah, aku mengikuti kelas khusus bagi anak-anak yang orang
tuanya telah bercerai. Aku belajar banyak di sana, terutama kita
harus memercayai bahwa Tuhan membuat segala sesuatunya baik. Dulu
aku sering berkhayal orang tua kami akan saling memaafkan dan rujuk
kembali seperti dalam film-film. Namun setelah beberapa lama, aku menyadari
bahwa hal
itu mungkin tidak akan pernah terjadi dan aku pun berhenti berkhayal.
Selama dua tahun, aku dan adik-adikku pulang pergi antara rumah ibu
dan rumah ayah. Kemudian ayahku pindah ke sebuah apartemen yang
lebih dekat dengan rumah ibuku. Tidak ada anak-anak di sekitar
tempat itu, jadi kami hanya sendirian. Aku mulai takut pergi ke
tempat tinggal ayahku. Aku tahu ia menyayangiku, tetapi di sana tidak
menyenangkan.
Satu setengah tahun kemudian, ayahku pindah ke apartemen lain yang
jarak tempuhnya hanya lima menit dari rumah ibuku. Aku menyukai
apartemen itu dan sangat berharap bisa pergi ke sana dengan ayahku.
Semuanya berjalan dengan baik, kecuali satu hal -- orang tuaku pergi
ke gereja yang berbeda. Karena kami lebih dekat jika pergi ke gereja
ibu, kami mulai memohon pada ayah agar mengantar kami ke sana.
Kadang-kadang ayah memang melakukannya, tetapi ia lebih memilih pergi ke
gerejanya.
Suatu hari, aku dan adik-adikku sedang berada di apartemen ayahku,
dan kami menyewa film "The Parent Trap". Film itu bercerita tentang
saudara perempuan kembar yang orang tuanya bercerai, dan si kembar
berusaha membujuk orang tua mereka kembali bersama lagi. Di akhir
cerita, orang tua mereka bersatu kembali dan semuanya bahagia.
Filmnya selesai dan ayahku mulai menangis. Saat aku bertanya mengapa
ia menangis, ayahku berkata, "Karena ceritanya berakhir bahagia."
Tidak lama setelah kejadian itu, ayahku mulai pergi ke gereja ibuku
dan sering mengundangnya untuk makan malam di tempatnya. Bulan demi
bulan berganti dan yang kami ketahui setelah itu orang tuaku
bertunangan. Pernikahannya diadakan pada Oktober, dan adik-adikku
serta aku menjadi gadis pembawa bunganya. Pada hari pernikahan,
rambut kami ditata dan kami difoto. Kemudian upacaranya dimulai.
Setelah acaranya selesai, kedua orang tua kami menangis bahagia.
Pernikahan itu bukanlah acara yang paling mewah atau pun yang paling
mahal dari yang pernah kuhadiri. Akan tetapi, peristiwa itu akan
menjadi peristiwa yang paling kukenang seumur hidupku. Sekarang
sudah satu tahun lebih sejak hari bahagia itu. Orang tua yang telah
bercerai selama lima tahun biasanya tidak rujuk kembali, tetapi
dalam hal ini mereka rujuk kembali. Seperti di film.
Diambil dari:
Judul buku: It's Your Time to Shine
Judul artikel: Seperti di Film
Penulis: Amanda Bowers
Penerjemah: Anita Widjaja dan Agustinus Budhi S
Penerbit: Gloria Graffa, Yogyakarta 2007
Halaman: 193 -- 194
______________________________________________________________________
"karena Tuhanlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun
pekerjaan menurut kerelaan-Nya." (Filipi 2:13)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=Filipi+2:13 >
______________________________________________________________________
POKOK DOA
1. Saat ini banyak keluarga Kristen yang harus tercerai-berai akibat
perceraian. Dukunglah mereka dalam doa agar Tuhan memberikan
kekuatan untuk tetap menjalani kehidupan ini dengan bertanggung
jawab. Kiranya setiap anggota keluarga dapat menemukan kasih dan
penghiburan sejati di dalam Kristus.
2. Mohonkan juga kesembuhan dari-Nya untuk setiap luka batin yang
dialami oleh setiap anggota keluarga korban perceraian.
3. Sungguh bukanlah hal yang mustahil di mana kuasa Tuhan dinyatakan
dengan disatukannya kembali keluarga yang bercerai tersebut.
Kiranya setiap orang yang sedang mengalami masalah perceraian ini
terus-menerus mencari kehendak Tuhan dan hidup pun semakin dipulihkan.
_________________________________________________
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) 2008 YLSA
YLSA -- http://www.ylsa.org/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________
Pimpinan Redaksi: Pipin Kuntami
Kontak: < kisah(at)sabda.org >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-kisah(at)hub.xc.org >
Arsip KISAH: http://www.sabda.org/publikasi/Kisah/
Situs KEKAL: http://kekal.sabda.org/