From: ivana indahwati 

 H O P E... H o p E ...
I Petrus 1: 3b

Tiba-tiba pintu ruang bersalin terbuka. Seorang dokter dengan pakaian khusus 
keluar. "Istri Anda dalam keadaan baik. Namun sayang keadaan bayinya 
membahayakan jiwa istri Anda. Ada satu hal yang harus Anda putuskan, 
keselamatan istri Anda atau bayinya. Saya tahu hal ini sulit, namun kami telah 
berusaha sekuat mungkin. Akhirnya kami harus menemui Anda, sebab keputusan Anda 
amat menentukan. Jika Anda sudah siap, silahkan kami dihubungi dan 
menandatangani formulir ini", setelah berkata demikian dokter tersebut memeluk 
bahu pria yang diajak bicara.

Sorot matanya di balik kaca mata yang tebal memberi semangat pada pria yang 
tubuhnya gemetar.
Rata Penuh Pria yang sedari tadi gelisah, sekarang bertambah gemetar setelah
menerima berita yang meluncur dari mulut dokter yang memeluknya.

Wajahnya jadi pucat seperti mayat. Butiran keringat dingin sebesar kacang 
kedelai bermunculan di dahinya. Mulutnya menganga, lidahnya kelu.
Matanya nanar. Setelah berusaha menelan ludahnya, ia berusaha mengeluarkan 
kata-kata.

"Dokkkkter, .....mmm. bbberi kesempatan saaaya untuk berdoa".
Kepala dokter tersebut menggangguk, tanda setuju.
Ruangan tunggu kelahiran bayi malam itu sepi menggigit, sinar lampunya nampak 
pudar.

Suasana saat itu bisu dingin menutupi tembok sekeliling ruangan itu.
Pria itu kemudian tertunduk. Wajahnya ditenggelamkan atas kedua telapak 
tangannya yang menopangnya. Suara tangis tertahan bercampur kepedihan dan rasa 
takut menimbulkan suara yang keluar dari mulutnya seperti suara berguman, tidak 
jelas. Suasa kembali sunyi . Kemudian ia perlahan bangkit, berjalan menuju 
perawat yang berdiri menunggunya.

"Suster, katakan kepada dokter, istri saya perlu diselamatkan, sedapat-dapatnya 
selamatkan juga anak saya. Saya telah melihat harapan."

Suster itu hanya menggangguk, kemudian menyodorkan sehelai lembaran formulir. 
Setelah ditandatangani. Ia kembali menunggu.

Persalinan berlangsung sulit. Dokter berupaya mengeluarkan bayi dari dalam 
rahim wanita yang sudah mulai kehabisan tenaga. Dengan alat khusus, dokter 
tersebut mengupayakan kepala sang bayi dapat keluar terlebih dahulu. Namun 
tiba-tiba, crot.., darah segar muncrat disertai bola mata yang masih terikat 
ototnya keluar menggelantung, baru kemudian kepala bayi. Merasa berpacu dengan 
waktu, dokter makin berusaha keras untuk mengeluarkan seluruh tubuh bayi itu. 
Bunyi gemeretak tulang rawan bayi yang patah karena proses tersebut.
Akhirnya, tubuh bayi yang mirip seonggok daging tersebut utuh keluar dari dalam 
rahim. Persalinanpun berjalan sampai tuntas.

Dokter segera memerintahkan seorang perawat agar membersihkan tubuh bayi 
tersebut dan segera dimasukkan kantong mayat. Namun Tuhan yang mendengar doa 
bertindak lain. Tubuh bayi yang masih berlumuran darah dibersihkan terlebih 
dahulu oleh perawat. Saat tangan sang perawat membersihkan tubuh bayi di bagian 
dada sebelah kiri, nampak denyut jantung yang lemah. Tanda kehidupan. Rupanya 
denyut yang lemah terlihat oleh sang perawat tersebut. Segera bayi tersebut di 
kirim ke ruang khusus.

Empat tahun kemudian, bayi itu tumbuh menjadi seorang anak mirip monster hidup. 
Ia di beri nama William Cutts. Jika bayi normal, diusia sebelas tahun telah 
belajar berjalan, tidak demikian dengan William Cutts. Ia baru belajar 
merangkak seperti anjing. Kepala bagian kanan agak besar, matanya yang kanan 
rusak berat, tidak mungkin bisa melihat.

Bahunya miring. Menjelang remaja, jalannya miring seperti tiang hampir roboh. 
Dan kata dokter, otaknya tak akan sanggup berkembang alias tidak mungkin bisa 
belajar seperti manusia normal.

Sudut pandang dokter rupanya beda dengan kedua orang tuanya, mereka melihat 
harapan. Orangtuanya terus membesarkannya dengan penuh kasih sayang. "Kelak 
anakku akan dipakai Tuhan secara luar biasa, sebab aku yakin harapan itu ada", 
demikian doa kedua orangtuanya, setiap kali melihat William Cutts yang selalu 
kesulitan dengan menyelaraskan jalannya dengan bahunya. Tuhanpun mewujudkan 
harapan anak-anakNya.

Tepat pada waktuNya, William Cutts bersimpuh di kaki- Nya, satu ayat yang 
dipegangnya yang menjadi dasar panggilannya, "Justru di dalam kelemahan 
kuasa-Ku menjadi sempurna", II Korintus 12: 9. Inilah sumber pengharapan 
baginya.

Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan orang yang berharap kepada-Nya.

Tuhan pun membuktikan janjiNya. Apa yang tidak dipandang oleh dunia, dipakai 
Tuhan secara luar biasa. Dengan segala keterbatasannya, William Cutts maju 
untuk taat. Harapan demi harapan terkuak setelah ia taat melangkah.

Setelah menyelesaikan sarjananya di sekolah theologia, ia menjadi utusan misi 
ke Irian Jaya, Indonesia. Tuhan meneguhkan janjiNya, dalam kelemahan 
kuasa-Nyata nyata. Tiap langkah pelayanan William Cutts, Tuhan meneguhkan 
dengan mujizat-Nya. Semua ini diawali dengan orang yang melihat harapan dan 
mempercayai harapan di dalam Yesus itu pasti ada dan tidak pernah sia-sia.

William Cutts telah menyaksikan apa makna hidup di dalam pengharapan yang 
berlimpah di dalam Kristus!

Sesungguhnya harapan di dalam Kristus itu, adalah;

Harapan selalu memperlihatkan pada orang percaya bahwa di ujung jalan yang 
gelap ada terang.

Harapan selalu dapat menopang kehidupan orang percaya yang telah patah semangat 
dan tak berdaya.

Harapan selalu memberikan peluang, kemungkinan dan kepastian ada pemulihan 
kembali saat kehidupan dirasa seperti buluh yang patah atau sumbu hanya tinggal 
asap.

Jadi harapan itu selalu memberikan kehidupan, semangat, gairah dan kesegaran 
baru. Dan ..

Orang yang berharap kepada Tuhan tak pernah dibiarkan malu tersipu-sipu!

Harapan yang Tuhan Yesus berikan bukan harapan seperti yang Anda dipikirkan 
atau dunia tawarkan. Harapan di dalam Kristus bukan harapan yang terbatas, 
tidak pasti dan bersifat temporer. Harapan di dalam Kristus adalah harapan yang 
melimpah, pasti, dan berlimpah bak sungai.

Harapan yang demikian selalu ada di dalam diri orang percaya.

Dan harapan itu amat nyata secara khusus bagi orang-orang percaya yang 
mengalami berbagai-bagai dukacita karena pencobaan (ay. 6).

Jika demikian mengapa Anda berkata , "tidak ada harapan bagiku?"
Ambillah selangkah lagi, lihat tangan-Nya terbuka siap memeluk Anda.
============================================
From: Samuel Akhihary

ANTARA TUHAN, MENCINTAI DAN DICINTAI
oleh Samuel Akhihary, S.Si. – TeoL 
 
Tuhan Yesus memerintahkan, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang 
perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.”  (Matius 7:12)
  
Ketika Aku mengirimkan padamu seorang teman, Aku tidak memberikan seseorang 
yang sempurna karena engkau pun tak sempurna. Aku mempertemukan mu dengan 
teman-teman yang sama denganmu, sehingga kalian dapat saling mengisi, berbagi 
dan bertumbuh bersama.
 
Jika kamu memancing ikan, ketika ikan itu terikat di mata kail, hendaklah 
angkat dan jagalah ia dengan baik. Janganlah sesekali kamu lepaskan ia begitu 
saja ... karena ia akan sakit oleh karena ketajaman mata kailmu. Begitulah juga 
dalam kehidupan.
Janganlah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang, bila memang rasa 
itu tak pernah ada.
 
Ketika kamu menyukai seseorang dan ia mulai menyayangimu, hendaklah kamu bisa 
menjaga hatinya. Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja. Karena ia 
akan terluka oleh keangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan 
segalahnya selagi dia mengingat.
 
Jika kamu mendadah air, biarlah berpada. Jangan mengharap pada takungannya dan 
janganlah menganggap ia begitu teguh, tetapi cukupkan sebatas apa yang kamu 
perlukan.
Karena bila sekali ia retak, akan sukar bagimu untuk menjadikannya kembali 
seperti semula. Akhirnya kamu akan kecewa dan ia akan dibuang. Begitu juga jika 
kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya. Janganlah kamu terlalu terlalu 
mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa. Anggaplah ia 
manusia biasa. Sehinga apabila sekali ia melakukan kseilapan maka akan lebih 
mudah bagi kamu untuk menerima ketidak sempurnaannya dan memaafkannya.
Berbagilah kasih, berusahalah saling menerima dan peliharalah sifat mudah
memaafkan, dengan demikian persahabatan menjadi lebih indah.
 
Jika kamu memiliki sepinggan nasi yang pasti baik, putih dan sehat untuk 
dirimu; mengapa kamu harus berlengah dan mecoba mencari makanan yang lain? 
Begitu juga ketika kamu bertemu dengan seseorang yang membawa kebaikan kepada 
dirimu, menyayangimu, mengasihimu dengan tulus dan sepenuh hati, mengapa kamu 
harus berlengah dan mencoba membandingkannya dengan yang lain? Ingatlah, jangan 
pernah mengejar kesempurnaan, karena kelak, kamu akan kehilangan yang terbaik 
yang sudah kamu raih dan kamu akan menyesal.
 
Ya Tuhan, terima kasih atas bisikan indahMu. Aku mohon ya Tuhan, ketika aku 
menyukai seorang teman, tolong ingatkan aku bahwa di dunia ini tak akan pernah 
ada sesuatu yang abadi. Pada masanya, segala sesuatu itu pasti akan berakhir. 
Sehingga ketika seseorang meninggalkanku, aku akan tetap kuat dan tegar karena 
aku bersama Yang Tak Pernah Berakhir, yaitu cintaMu, ya Tuhan ...
 
Orang bijak berucap: 
Mencintai seseorang adalah keharusan 
Dicintai seseorang adalah kebahagiaan
Tapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya.
=====================================
From: Dedy Susanto 

MIMPI
 
Kisah Para Rasul 2:17
2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir -- demikianlah firman Tuhan --
bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu 
laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat 
penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.

Kemampuan kita untuk bermimpi adalah karunia dari Tuhan. Kemampuan untuk
berimajinasi dan untuk menjadi kreatif diberikan Tuhan bagi kita baik tua 
maupun muda. Segala hal terjadi di dunia ini berawal dari imajinasi / mimpi.
Orang yang tidak pernah memiliki impian dalam hidupnya tidak akan pernah
mendapat hal - hal hebat dalam hidupnya. Impian adalah awal dari pencapaian
hebat dalam hidup kita di masa mendatang.

Hal - hal yang besar berawal dari hal - hal yang kecil. Jika ingin menjadi 
orang yang berhasil di marketplace, kita harus menjadi seorang pemimpi yang 
memiliki imajinasi akan hal - hal besar dalam hidup kita. Menjadi pemimpi 
adalah DNA dari Roh Kudus.

Tanpa iman, kita tidak akan dapat menyenangkan hati Tuhan. Iman dimulai ketika 
kita mengembangkan imajinasi dan impian kita. Kita menjadi sekarat jika kita 
berhenti untuk bermimpi akan hal - hal yang besar yang dijanjikan Tuhan bagi 
kita.

Hidup kita dikembangkan oleh mimpi kita sendiri. Mimpi yang menetapkan hidup
kita dan bukan sebaliknya. Tidak ada orang besar dalam hiudp ini. Kita adalah 
orang - orang biasa yang memiliki mimpi - mimpi besar. Ketika mimpi itu menjadi 
kenyataan, kita akan menjadi orang besar. Kita dilahirkan untuk menjadi 
kreatif. Kreativitas adalah sifat Tuhan karena kita dilahirkan dan dibuat 
sesuai rupa dan gambar Tuhan.

Ada 5 jenis orang :
1. Orang yang tidak memiliki mimpi. Mereka hidup dalam kefrustasian dan hidup 
yang membosankan.
2. Orang yang memimpikan hal - hal yang kecil
3. Orang yang memiliki impian yang salah.
4. Orang yang memiliki impian yang kosong dan tidak jelas. Mereka tidak 
memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya.
5. Orang yang memiliki impian dari Tuhan.

Ibrani 11:32-34
11:32 Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu,
apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud
dan Samuel dan para nabi,11:33 yang karena iman telah menaklukkan 
kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, 
menutup mulut singa-singa,11:34 memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput 
dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat 
dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.

Pahlawan dalam Alkitab bukanlah orang yang kuat. Mereka bukan lagi orang -
orang yang sangat berbakat. Tetapi, mereka mengorbankan hidup mereka kepada
Tuhan dan menyerahkan impian hidup mereka kepada Tuhan. Mereka menjalankan
hidup yang maksimal dalam hidup mereka. Ketika impian Tuhan hidup dalam
hidup kita, hidup kita akan menjadi hidup yang paling bermakna. Jangan takut
untuk bermimpi hal - hal yang besar dalam hidup kita. Kita serahkan semuanya
kepada Tuhan dengan mendatangi Roh Kudus.

Mazmur 37:4-5
37:4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa
yang diinginkan hatimu.37:5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah
kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;

Sampaikan mimpi kita kepada Tuhan dan Tuhan akan melakukan hal yang besar
dalam hidup kita.

Ada 5 hal yang bisa menghancurkan mimpi;

1. Keluarga terkadang bisa menjadi penghancur mimpi. 
Keluarga seharusnya mendorong untuk dapat mewujudkan mimpi yang besar.
Markus 6:4
6:4 Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana
kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.

2. Teman bisa menghancurkan mimpi kita.
Markus 5: 35
5:35 Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah 
ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau 
menyusah-nyusahkan Guru?"
5:36 Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada
kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!.
Terkadang kita harus mengabaikan mereka yang dapat menjadi penghancur mimpi
kita. Jika kita bergaul dengan orang - orang tidak benar, maka kita pun juga 
akan menjadi orang yang tidak benar. Alkitab mengatakan bahwa kita harus 
memilih pergaulan (teman) dengan baik.

3. Kelelahan bisa menjadi penghancur mimpi
Kalau kita lelah, kita tidak bisa lagi menjadi kreatif. kita terlalu disibukkan 
dengan hal- hal sekarang dan kehilangan focus masa depan. Pada akhirnya, kita 
menjadi puas dengan hal - hal yang biasa saja. Elia menjadi begitu lelah 
sehingga ia kehilangan mimpi - mimpinya(I Raja- Raja). Tuhan mengirimkan 
malaikat-Nya untuk memberi Elia kue, dan meminta Elia untuk beristirahat.

4. Kegagalan dapat menjadi penghancur mimpi.
Kegagalan bukanlah akhir segalanya. Pemenang bukanlah seorang yang tidak pernah 
gagal. Pemenang adalah orang yang selalu bangkit kembali ketika mengalami 
kegagalan. Kita harus mencoba cara yang lain, strategi yang lain, dan 
memperbaiki kesalahan yang dilakukan sebelumnya. Bangun mimpi kita di atas 
harapan bukan pada luka dan kegagalan kita. Tuhan ada untuk kita di masa depan.

5. Rasa takut dapat menjadi penghancur mimpi.
Jangan takut untuk menjadi kreatif. Rasa takut membuat kita menjauh untuk 
mengambil resiko. Jangan Takut untuk mengambil langkah iman dan berkembang
di marketplace. Jangan takut untuk menjadi kreatif dan berpikir besar. Tuhan 
tidak memberi kita roh ketakutan tetapi kasih. Kita harus berani untuk 
bermimpi. Memimpikan hal - hal yang besar bagi Tuhan. Bermimpi adalah gratis 
bagi kita. Setiap hal kecil dimulai dari mimpi.

Kirim email ke