From: [EMAIL PROTECTED] Bukan WANITA BIASA
Ester 4:16 "Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati." Sepulang dari gereja seorang wanita muda menarik lenganku menuju pintu keluar gereja.Dan betapa kagetnya aku, saat melihat wajahnya, si ibu itu menangis ! Antara bingung dan kaget aku memegang tangannya dan bertanya,"ada apa ? kenapa menangis". Air mata tambah deras mengalir di pipi wanita itu. Dengan terbata-bata,dia berkata,"seorang wanita telah merusak hubunganku dengan suamiku". Di lain peristiwa,di pusat pertokoan tampak para kaum Adam bergerombol ; mulai dari usia remaja, dewasa, bapak-bapak dan kakek-kakek :-). Kira-kira ada apa ya ? ternyata dibalik para pria ada seorang wanita putih, langsing, rambut panjang dan lurus tengah menjajakan parfum. Saya sangat meyakini, kalau si penjual bukan wanita sudah pasti peminatnya tidak sampai berjejer. h e.h.eh.e Kakek kita Adam pernah berkata,"perempuan yang Kau tempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari pohon itu kepadamu, maka kumakan (Kejadian 3:12). Pembelaan diatas keluar dari bibir Adam, saat Tuhan bertanya,apakah Adam telah memakan buah dari pohon yang telah YHWH larang. . .lagi-lagi wanita .. lagi-lagi wanita :-) Wanita identik dengan "ke indahan" tapi wanita juga identik dengan sesuatu "kehancuran". Banyak wanita menangis karena suaminya di rebut oleh kaumnya sendiri. Para suami korupsi, karena istrinya banyak tuntutan, ingin punya TV seperti punya tentangga, ingin punya mobil seperti punya Ibu RT. (ini tidak berarti bahwa kaum Adam tidak ada yang berprilaku seperti ini ^_^) Hai wanita . . . pilihan ada ditangan anda :-), mau jadi seperti apa ? Sahabat, Ratu Ester bukanlah wanita biasa, ia salah satu contoh wanita luar biasa ! Haman bin Hamedeta yang kedudukanyna ditetapkan lebih tinggi dari pembesar lainnya berkata kepada Raja Ahasyweros,"Ada suatu bangsa yang hidup tercerai-berai dan terasing di antara bangsa-bangsa di dalam seluruh daerah kerajaan tuanku, dan hukum mereka berlainan dengan hukum segala bangsa, dan hukum raja tidak dilakukan mereka, sehingga tidak patut bagi raja membiarkan mereka leluasa.jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan surat titah untuk membinasakan mereka; maka hamba akan menimbang perak sepuluh ribu talenta dan menyerahkannya kepada tangan para pejabat yang bersangkutan, supaya mereka memasukkannya ke dalam perbendaharaan raja." (Ester 3:8-10) Maka raja mencabut cincin meterainya dari jarinya, lalu diserahkannya kepada Haman bin Hamedata, orang Agag, yang begitu membenci orang Yahudi. Ester yang statusnya sebagai Ratu tidak tinggal diam saat mendengar bangsanya ditindas ; ia tidak terbuai dengan statusnya sebagai Ratu ; Ester tidak lupa akan asal-usulnya. Ester memutuskan menghadap Raja, tapi sebelumnya terlebih dulu Ester mencari suara TUHAN, ia tidak mengandalkan kekuatannya sendiri.Dan dikatakan, jika perlu Ester rela mati demi bangsanya.( Ester 4:16 "Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.") Saat Ester mencari wajah TUHAN, tidak mengandalkan kekuatannya sendiri, terjadi MUJIZAT ; semua berbalik 100%, si Haman yang berambisi menghancurkan orang Yahudi,memohon-mohon "nyawanya" kepada Ester. Ester elok perawakannya dan cantik parasnya tapi dia tidak pernah memanfaatkan kecantikannya untuk mendapatkan apa yang dia mau ; menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau. Mari menjadi wanita yang berbeda ! ! ==================================================== From: [EMAIL PROTECTED] Apakah kebiasaan saya sudah bermanfaat ? Daniel 6:10 (6-11) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Tuhannya, seperti yang biasa dilakukannya. Setiap kali Ambar kesal dan marah-marah begitu melihat dapur tampak "dekil", sambil manyun-manyun dan banting-banting apa yang bisa di banting :-), ia mulai menyikat-nyikat dapur, bersih sana-bersih sini ; dan kami yang tinggal satu kos dengannya hanya tersenyum geli dan berterimakasih begitu melihat dapur tampak "kinclong". Kebiasaan yang menguntungkan banyak orang, bentar lagi marahnya juga reda :-) Kalau Ambar punya kebiasaan yang menguntungkan, maka Lukman punya kebiasaan yang menurutku bisa didaftarkan di acara "Fear Factor". Setiap sore Lukman menyemprot kamarnya dengan obat nyamuk, dan anehnya dia tetap berada didalam kamar. Aku saja yang berdiri diluar kamarnya, pasti menutup hidung karena baunya membuatku sesak nafas, gimana kalau didalam kamar ya ???? Jika Lukman bisa didaftarkan ke acara Fear Factor, di waktu kecil aku punya kebiasaan yang super menjengkelkan ; setiap kali Ibu mengomel, marah-marah, yang aku lakukan bukannya diam atau minta maaf, tapi aku "menyanyi" dan bersikap seakan-akan tidak ada orang disekitarku dan lagu yang aku nyanyikan liriknya ciptaan sendiri :-). Sahabat, Daniel punya kebiasaan yang patut diancungkan jempol ! patut untuk di tiru, Daniel berdoa 3 kali dalam satu hari. Disaat para pejabat tinggi yang iri dan dengki padanya dan sepakat untuk menjebaknya. Selama ini Daniel tidak pernah melakukan kesalahan dan satu-satunya celah yang bisa dijadikan alasan hanya cara Daniel menyembah Tuhannya. Wakil Raja dan pejabat tinggi mengeluarkan aturan "tidak boleh menyembah dewa/ Tuhan lain", selain dari pada menyembah Raja Darius. Daniel tidak perduli dengan aturan itu, ia tetap datang kepada YHWH yang hidup ; Daniel tetap berdoa 3 kali dalam satu hari. Memang saat itu Tuhan ijinkan Daniel masuk kedalam gua singa ; dan di situlah nyata kuasa YHWH, mulut-mulut singa di katupkan oleh YHWH, dan tidak ditemukan sedikitpun luka-luka pada Daniel. Anda dan saya tentu memiliki kebiasaan-kebiasaan ; yang menjadi pertanyaan apakah kebiasaan kita berdampak negatip / membahayakan orang lain atau menguntungkan/menjadi berkat bagi orang lain. Mari kita renungkan apa kebiasaan-kebiasaan kita akhir-akhir ini ? Kebiasaan apa yang harus kita buang jauh-jauh dan kebiasaan apa yang harus kita kembangkan. KEBIASAAN YANG BAIK JAUH MEMBERI PENGARUH BESAR TERHADAP ORANG LAIN, DARI PADA 1001 TIPS PARA MOTIVATOR TERSOHOR ==================================================== From: [EMAIL PROTECTED] Di persimpangan jalan 2 Semuel 24:14 Lalu berkatalah Daud kepada Gad: "Sangat susah hatiku, biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia." Begitu lulus dari kuliah, aku diperhadapkan pada tiga pilihan, pertama : tetap tinggal di Medan, mencari kerja di Medan, kedua : mencari kerja di Jakarta dan ketiga :cari pekerjaan di Kalimantan . Dengan berbagai pertimbangan, aku memilih pilihan pertama ; alasan dekat dengan orang tua dan sekaligus menjaga orang tua, karena ke dua kakakku sudah pindah kekota lain dan adikku pun suatu saat pasti meninggalkan Medan. Dua bulan setelah itu, ternyata pilihan pertama bukan yang Tuhan tetapkan untukku ; setelah melewati banyak hal aku akhirnya digiring melangkah kepilihan yang ke TIGA ! !, mengadu nasib di Kalimantan, tempat yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya.Dan aku sangat yakin, pilihan ke tiga bukan kebetulan, tapi bagian rencana YHWH atas masa depanku. Sahabat, Suatu pagi, TUHAN berbicara kepada Daud melalui nabi Gad ; TUHAN menawarkan tiga pilihan : 1. "Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? 2. Atau maukah engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari hadapan lawanmu, sedang mereka itu mengejar engkau? 3. Atau, akan adakah tiga hari penyakit sampar di negerimu? Daud diberi kesempatan berpikir untuk menentukan pilihan ; dan keputusan yang diambil oleh Raja Daud sangat tepat dan penuh dengan hikmat dari Tuhan. Lalu berkatalah Daud kepada Gad: "Sangat susah hatiku, biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia." Keputusan yang sangat sulit, namun Daud membuat keputusan yang tepat, lebih baik jatuh di "berada ditangan TUHAN" sekalipun di hajar sedemikian rupa, dari pada jatuh di tangan manusia. Mungkin saat ini, anda sedang dalam posisi bimbang, diperhadapkan kepada kondisi memilih. Untuk mendapatkan "proyek" anda harus mengikuti kebiasaan relasi ; ikut-ikutan mabuk, melakukan hubungan sex bebas. Untuk mendapatkan semangkok cinta, anda diperhadapkan pada pilihan, harus meninggalkan Yesus. Untuk mendapatkan jabatan yang anda idam-idamkan / mempertahankan jabatan, anda di perhadapkan pada situasi untuk menjadi munafik, menyikut rekan kerja. Atau jabatan anda termasuk tempat "basah", ada kesempatan besar untuk "tidak jujur" ; pada awalnya anda tidak mau ingin berlaku tidak jujur, tapi karena tuntutan istri /lingkungan membuat anda gelap mata. Banyak lagi persoalan-persoalan yang menempatkan anda dan saya di persimpangan jalan, tapi Siap atau tidak siap kita harus membuat pilihan ! Mungkin saat ini anda sedang bingung dengan tawaran yang diperhadapkan oleh dunia, berada di persimpangan jalan, namun dalam YESUS anda dan saya akan "dituntun" untuk mengapai pilihan yang tepat. Ayat bacaan : 2 Semuel 24:1-15

