From: "Kisah" <[EMAIL PROTECTED]>

Edisi 79 -- Wanita Berhati Mulia


PENGANTAR 
 
   Sampai saat ini, terkadang wanita masih dipandang sebelah mata. 
   Wanita pun sering tidak mendapatkan kepercayaan atau dianggap tidak 
   mampu melakukan perkara-perkara yang besar dan luar biasa. Melalui 
   edisi Kisah kali ini, kita akan melihat bagaimana seorang wanita 
   yang berasal dari kalangan yang kurang diperhitungkan, dipakai Tuhan 
   untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang luar biasa dan menghasilkan 
   buah yang melimpah. Selamat menyimak. 
 
   Pimpinan Redaksi KISAH, 
   Pipin Kuntami 
______________________________________________________________________ 
KESAKSIAN 
 
                          WANITA BERHATI MULIA 
 
   Takut akan Tuhan  
   Esther (28) memiliki rasa percaya diri yang besar karena ia tahu 
   bahwa Tuhan mengasihinya, meskipun ia berasal dari sebuah kelompok 
   masyarakat yang paling rendah. Sejak kecil, ia telah menjadi 
   pengikut Kristus. Ketika berusia delapan belas tahun, ia mengikuti 
   pelatihan bagi hamba-hamba Tuhan dan terus bertumbuh dalam iman. 
   Meski ia tidak bisa menyelesaikan sekolah menengah, Tuhan memakainya 
   untuk melayani keluarga, gereja, dan masyarakat. Ia dan suaminya 
   melayani di sebuah gereja rumah. 
 
   Pekerja Keras  
   Orang-orang di sekitarnya mengagumi Esther karena kerja kerasnya. Ia 
   menerima bantuan SED (Social Economic Development) dari Open Doors 
   dalam bentuk Micro Lending Program (pinjaman lunak). Seorang staf 
   Open Doors mengisahkan, "Kami tidak pernah menghadapi masalah dengan 
   Esther karena ia selalu membayar tepat waktu." 
 
   "Saya sangat bersyukur pada Tuhan," ujar Esther. "Bantuan yang 
   diberikan memampukan saya untuk hidup layak." Ia menunjukkan rasa 
   terima kasihnya dengan rasa peduli dan kasih terhadap sesama, 
   khususnya mereka yang membutuhkan pertolongan. Pada saat yang sulit, 
   ia tetap setia memberikan perpuluhan. 
 
   Wanita dengan Hikmat Tuhan  
   Kini, Esther memimpin kelas baca tulis di beberapa komunitas suku S. 
   Ia memiliki komitmen yang patut dikagumi. Suatu ketika, ia diminta 
   mengajar baca tulis di tengah sebuah komunitas M. Setelah berdoa dan 
   memertimbangkan beberapa hal, akhirnya ia bersedia untuk mengajar di sana. 
 
   Hingga hari ini, hidup Esther berada dalam ancaman dan intimidasi. 
   Kelompok fundamentalis pernah mengancam akan membunuhnya dan 
   membiarkan mayatnya di tengah jalan agar semua orang yang lewat 
   melihat apa yang terjadi pada dirinya. Esther berkata, "Apa pun 
   kejahatan yang dirancangkan orang atas diri saya, jiwa saya tetap aman dalam 
Tuhan. 
   Tidak ada satu pun yang dapat menahan saya untuk membagikan kebenaran." 
 
   Diambil dan disunting seperlunya dari: 
   Judul buletin: Open Doors, Edisi Maret-April 2007, Volume 12 No. 2 
   Penulis: Tidak dicantumkan 
   Halaman: 9 
   Dipublikasikan di: e-Misi 
   Alamat URL: http://misi.sabda.org/wanita_berhati_mulia 
______________________________________________________________________  
   "Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan 
menderita aniaya." (2Timotius 3:12)  < 
http://sabdaweb.sabda.org/?p=2Timotius+3:12 > 
______________________________________________________________________ 
POKOK DOA 
 
   1. Tuhan tidak membutuhkan orang yang mampu dalam segala hal. Dia 
      membutuhkan orang yang mau melakukan pelayanan-Nya. Jika kita mau 
      melayani Dia dengan sepenuh hati kita, maka Dia pasti memampukan 
      kita untuk melakukan tugas tersebut. Berdoalah agar Tuhan 
      memberikan kerinduan di dalam hati kita untuk melayani 
      orang-orang dari kalangan maupun golongan apa pun, dan biarlah 
      Dia memberikan kemampuan dan hikmat kepada kita untuk melakukannya. 
 
   2. Mari kita mengucap syukur atas kasih setia dan berkat Tuhan yang 
      senantiasa memenuhi kebutuhan setiap hamba Tuhan yang bekerja di 
ladang-Nya. 
 
   3. Mintalah perlindungan dari Tuhan untuk mereka yang mewartakan 
      Injil. Mohonkanlah juga kekuatan supaya iman mereka tetap teguh, 
      terutama dalam menghadapi ancaman dan aniaya yang datang dari 
      mereka yang tidak ingin Injil diwartakan. 
_____________________________________________________________  
Edisi 80 -- Profesor yang Bergairah

PENGANTAR 
 
   Tidak ada manusia yang luput dari dosa. Namun, tidak berarti kita 
   tidak dapat berbalik dari dosa kita. Penyaliban Yesus telah 
   memberikan penebusan bagi kita dan kuasa untuk lepas dari belenggu 
   dosa. Hidup yang Tuhan berikan merupakan kesempatan bagi kita untuk 
   bertobat dan kembali kepada kebenaran yang sejati. Janganlah 
   menyia-nyiakan anugerah sejati ini. Semoga kisah berikut ini dapat 
   menginspirasi kita agar memiliki hidup yang seturut dengan kehendak 
   Tuhan sehingga buah-buah pertobatan itu dapat terus nampak dalam hidup kita. 
 
   Pimpinan Redaksi KISAH, 
   Pipin Kuntami 
______________________________________________________________________ 
KESAKSIAN 
 
                        PROFESOR YANG BERGAIRAH  
   "Ssst, jangan ribut, nanti ibumu bangun. Aku tidak ingin mendengar 
   khotbahnya." Ayah dan anak berjingkat-jingkat masuk ke dalam rumah 
   romawi mereka. Meskipun berusaha supaya tidak terdengar, si ibu 
   mendengar mereka. Sebelumnya, Monika berkali-kali merasa sakit hati 
   karena tiap malam suaminya menghabiskan waktu untuk pesta. Sekarang, 
   ia merasa lebih sakit hati karena putranya, Aurelius, yang baru saja 
   berumur tujuh belas tahun, telah menemani ayahnya dalam pesta-pestanya itu. 
 
   Dengan sedih, Aurelius memandangi ibunya yang sedang menangis. Ia 
   berkata, "Kami telah bersenang-senang." Ia tidak dapat merasakan 
   usaha ibunya untuk mengajaknya menjadi orang Kristen. 
 
   Setahun kemudian, Aurelius menjadi ayah dari seorang anak yang tidak 
   sah. Hati Monika semakin hancur karena Aurelius hidup bersama ibu 
   anak itu tanpa ikatan pernikahan selama tiga belas tahun. Aurelius menjadi 
semakin 
   asusila sejak kematian ayahnya. Namun, Monika terus  mendoakan putranya itu. 
 
   Aurelius menjadi profesor dan mendirikan sekolahnya sendiri di 
   Kartago, Afrika Utara. Pada masa itu, kebanyakan pengajaran 
   dilakukan di dalam rumah-rumah tangga dan ruangan-ruangan yang 
   disewakan. Uang kuliah para siswanya digunakan untuk membayar gaji 
   guru dan pengeluaran-pengeluaran sekolah lainnya. Sekolahnya yang 
   terletak di jalan Bankir, kota terkenal di Afrika, maju dengan 
   pesat. Siswa-siswanya adalah keturunan bangsawan di kota itu. 
   Aurelius merenung, pada suatu hari mereka akan menjadi 
   pemimpin-pemimpin pemerintah. Mereka akan mengingatnya dengan 
   memberinya satu jabatan yang istimewa. Segalanya tampak berjalan dengan 
baik. 
 
   Kemudian, sekolah Aurelius itu dirusak oleh gerombolan perampok. 
   Pengalaman menakutkan ini membuatnya melarikan diri dari Afrika. 
   Lalu, ia mendirikan sebuah sekolah di Roma, yang baginya tampak lebih aman. 
 
   Sebuah kelompok orang Kristen palsu yang disebut "Manichean", 
   menarik hati profesor muda itu. Aurelius menjadi mahasiswa dan giat 
   dalam kegiatan aliran bidat yang mendasarkan doktrin-doktrinnya pada 
   ajaran campuran yang aneh antara Alkitab dan filsafat Yunani. 
   Tetapi, ia menjadi kecewa setelah ia berbicara dengan Uskup Faustus, 
   seorang guru "Manichean" yang terkenal. Aurelius berpendapat bahwa 
   orang itu hanyalah seorang propagandis murahan. Oleh karena itu, ia 
   meninggalkan keyakinan yang telah dipertahankannya selama sembilan tahun 
itu. 
 
   Setahun setelah ia tiba di Roma, pemerintah Romawi mengangkatnya 
   menjadi profesor ilmu pidato di Milano. Aurelius mengundang ibunya 
   untuk ikut dengannya. Ibunya tidak pernah berhenti mendoakannya supaya 
bertobat. 
 
   Di Milano, Aurelius disambut oleh Uskup Ambrosius, seorang pemimpin 
   Kristen yang penuh pengabdian dan seorang penduduk yang paling 
   berpengaruh di kota itu. "Mari, dengarlah saya berkhotbah," 
   pengkhotbah ternama itu mengundangnya. Dengan acuh tak acuh, 
   Aurelius pergi untuk mendengar khotbah Uskup Ambrosius. Uskup 
   tersebut berbicara dengan halus dan menyenangkan hati Aurelius 
   sehingga ia pergi mendengarnya berulang-ulang. Pada suatu hari, 
   Ambrosius berkhotbah tentang Raja Daud. "Bahwa Daud berdosa itu 
   karena ia manusia, namun pertobatannya itu merupakan sesuatu yang 
   luar biasa," katanya. "Manusia mengikuti dosa Daud; tetapi mereka 
   tidak meneladaninya pada saat ia mengakui dosanya dan bertobat." 
   Kehidupan masa lalu Aurelius yang asusila itu mulai menghantuinya. 
   Ia telah berdosa seperti Daud, tetapi ia tidak bertobat seperti Daud. 
 
   Oleh karena perasaan-perasaan bersalah itu bertambah kuat, 
   keragu-raguannya mengenai agama Kristen menjadi hilang. Akhirnya, ia 
   dapat mengatakan dengan tulus bahwa Kitab Suci itu wahyu Allah dan 
   bahwa Yesus itu Anak Allah. Tetapi, nafsu untuk berbuat dosa masih 
   mendorongnya untuk terus menjalani kehidupan yang asusila. Hatinya 
   yang lapar bergumul dengan dosanya, sampai pada suatu hari ia masuk 
   ke dalam sebuah taman, berlutut di bawah sebuah pohon ara dan 
   memohon, "Oh, Tuhan, akhirilah perbuatan hamba yang jahat ini." 
 
   Pada saat itu juga, ia mendengar suara seorang anak di luar taman 
   itu seperti menyanyi, "Tolle lege! Tolle lege! Ambil dan bacalah! 
   Ambil dan bacalah!" Aurelius melihat ke bawah. Di hadapannya ada 
   suatu kutipan dari Surat Roma, yang telah dibiarkannya sebelumnya. 
   Matanya memandang pada kalimat: "Jangan dalam pesta pora dan 
   kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam 
   perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus 
   sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu 
   untuk memuaskan keinginannya." (Roma 13:13-14) 
 
   Dengan sukacita, Aurelius menunjukkan kutipan tadi kepada teman 
   dekatnya, Alypius. "Saya telah mengenakan Kristus," katanya. "Hati 
   saya dipenuhi dengan damai." Kemudian Aurelius dengan cepat 
   mengatakan kepada ibunya, Monika, bahwa doa yang telah 
   disampaikannya selama bertahun-tahun itu terjawab sudah. Doa yang 
   begitu bersungguh-sungguh dari seorang ibu demi keselamatan anaknya 
   didengar oleh Tuhan. Setelah mengikuti pelajaran istimewa, Aurelius 
   dibaptiskan oleh Uskup Ambrosius. 
 
   Profesor Aurelius Augustinus menghabiskan waktunya yang penuh dengan 
   buah-buah rohani selama 44 tahun melayani Kristus. Selama itu pula 
   ia menulis tujuh puluh buku Kristen. Salah satu di antaranya ialah 
   "The Confessions of St. Augustine", yang telah dinilai oleh 
   ahli-ahli kesusasteraan sebagai salah satu buku dari seratus buku 
   terbaik sepanjang zaman. "The Confessions of St. Augustine" 
   ditujukan kepada Allah dan buku itu berisi ungkapan yang sering 
   dikutip. "Engkau telah menjadikan kami bagi-Mu, dan hati kami tidak 
   tenang sampai kami bersandar pada-Mu." 
 
   Augustinus meninggal dengan damai pada tahun 430, tidak lama setelah 
   Roma jatuh ke tangan bangsa Barbar. Pada waktu itu, ia menjadi Uskup 
   di Hippo, Afrika Utara. Pada saat ia meninggal, kota itu sedang 
   dikepung oleh bangsa Vandal dari sebelah Utara. Namun, pengaruh 
   serta ajaran rohaninya terus hidup sampai abad pertengahan, 
   mengilhami pemimpin-pemimpin Reformasi seperti Luther dan Calvin 
   untuk memberontak melawan hierarki Kristen yang menyeleweng. 
 
   Diambil dan disunting seperlunya dari: 
   Nama situs: Pemuda Kristen 
   Judul asli artikel: Profesor yang Bertobat -- Aurelius Augustinus 
   Penulis: James C. Hefley 
   Alamat URL: http://pemudakristen.com/artikel/profesor_yang_bergairah.php 
 
   Catatan: Artikel di atas dapat ditemukan dalam versi tercetak pada 
   buku "Bagaimana Tokoh-Tokoh Kristen Bertemu dengan Kristus" karya 
   James C. Hefley, terbitan Yayasan Kalam Hidup. 
_______________________________________________________________ 
    "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan 
   Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah 
   dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam 
   nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu." (Yohanes 15:16) 
   < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Yohanes+15:16 > 
______________________________________________________________ 
POKOK DOA 
 
   1. Mari kita berdoa untuk anak-anak Tuhan yang saat ini belum memiliki hidup 
kudus 
       dan masih terlibat dalam kecemaran, seperti seks bebas. Kiranya Tuhan  
       menganugerahkan kasih karunia-Nya agar mereka bertobat. 
 
   2. Bersyukur karena tidak sedikit yang memiliki kerinduan agar 
      hidupnya dapat dipakai Tuhan untuk membawa orang banyak datang 
      kepada-Nya. Kiranya semangat dan iman mereka tetap teguh sehingga 
      banyak jiwa yang diselamatkan melalui pelayanan yang mereka 
      lakukan, baik melalui doa maupun pemberitaan firman Tuhan. 
 
   3. Doakan juga mereka yang sudah mendengar berita keselamatan agar 
      memiliki iman yang semakin bertumbuh sehingga mereka dapat 
      menjadi saksi bagi nama Tuhan. 
______________________________________________________________________ 
DARI REDAKSI 
 
                BERSAAT TEDUH DENGAN PUBLIKASI E-RH  
   Apakah Anda rindu untuk semakin mendalami kebenaran firman Tuhan dan 
   hidup dalam persekutuan yang intim dengan Bapa hari lepas hari? 
   Dapatkan bahan untuk bersaat teduh dan merenungkan firman Tuhan 
   setiap harinya dalam "mailbox" Anda, sehingga di tengah-tengah mobilitas, 
Anda tetap 
    memiliki waktu untuk merenungkan firman Tuhan  setiap harinya. 
 
   Segera daftarkan diri Anda sebagai pelanggan Publikasi e-RH 
   (Renungan Harian). Publikasi ini berisi bahan renungan yang 
   diterbitkan secara rutin oleh Yayasan Gloria dan diterbitkan secara 
   elektronik oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Publikasi e-RH hadir 
   untuk memperlengkapi dan memenuhi kebutuhan bahan bersaat teduh yang 
   baik bagi masyarakat Kristen Indonesia pengguna internet. 
 
   Jangan tunda lagi, segeralah berlangganan dengan mengirimkan e-mail 
   kosong ke < subscribe-i-kan-akar-renungan-harian(at)hub.xc.org > 
   atau dengan menghubungi redaksi di < [EMAIL PROTECTED] >. 
____________________________________________________________ 
 
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA 
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN 
Copyright(c) 2008 YLSA 
YLSA -- http://www.ylsa.org/ 
http://katalog.sabda.org/ 
Rekening: BCA Pasar Legi Solo 
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati 

Kirim email ke