From: hesti biaktika TUHAN BERTEPUK SEBELAH TANGAN
Banyak dari kita, membuat Tuhan bertepuk sebelah tangan. Lho, bagaimana kita membuat Tuhan bertepuk sebelah tangan ? Ya, dengan terus menerus berkata begini : “Tuhan, Engkau harus mengerti aku, dong!” Tetapi kita tidak pernah berusaha untuk belajar mengerti Dia. Memang tidak mungkin kita dapat sungguh-sungguh mengerti Dia, tetapi setidaknya belajarlah sedikit demi sedikit. Atau kita berkata begini : “Tuhan, mauku begini-begitu lho, Tuhan!” Tetapi kita tidak pernah belajar untuk mengerti apa yang Tuhan mau. Memang mungkin kita tidak dapat langsung menangkap apa kehendak Tuhan seluruhnya kepada kita, tetapi setidaknya kita dapat belajar sedikit demi sedikit. Kalau kita terus bicara 'mauku-mauku-mauku'....'kepentinganku-kepentinganku-kepentinganku'.....'tujuanku-tujuanku-tujuanku'.....bukankah kita membuat Tuhan bertepuk sebelah tangan ? Bagaimana rasanya, jika anda hidup dalam sebuah pernikahan, jika pasangan anda terus berkata begini : “Aku ini orangnya begini-begitu lho, jadi kamu harus mengerti aku ! Tetapi kamu orangnya bagaimana, aku tidak peduli, pokoknya kamu harus mengerti aku!” Lho ? Atau pasangan anda berkata begini : “Pokoknya mauku adalah begini-begitu, lho! Tapi apa maumu, aku tak peduli!” Lho ? Saya tidak tahu bagaimana rasanya hidup dalam pernikahan yang seperti itu, tetapi saya mau berkata : Sadarkah kita bahwa kita sering memperlakukan Tuhan seperti itu ? Bahkan ketika Tuhan hanya meminta hari Minggu saja untuk Dia, kita sudah sulit memberikannya, apalagi hari-hari biasa. Saya ragu, apakah kita akan pernah dapat menjadi mempelaiNya, kalau kita terus memperlakukan Pasangan kita seperti itu. Akankah kita tega membuat Seseorang yang sangat mencintai kita itu bertepuk sebelah tangan ? Apakah kita pernah berpikir, bahwa sudah 2000 tahun Tuhan banyak bertepuk sebelah tangan ? Dia sudah capek-capek turun ke bumi, menjadi manusia, mati disalib untuk menebus dosa manusia, karena cintaNya pada manusia, tetapi mayoritas manusia menolakNya ! Ada yang memang tidak pernah mendengar tentang Dia, tetapi ada juga yang telah mendengar tentang Dia tetapi menolakNya. Ada yang berkata : “Ah, Jesus itu cuma manusia yang baik.” Ada yang berkata “Ah, Jesus itu cuma nabi.”, bahkan ada juga yang berkata : “Bukan Jesus yang disalib, tetapi Judas!”. Banyak orang tidak mengerti arti penebusan dosa, dan arti pengorbananNya. Dan yang lebih menyedihkan lagi, banyak orang 'beragama' Kristen sendiri mengabaikan Nya. Tuhan berkata, setidaknya pada dua hamba Tuhan, bahwa hanya 20% orang Kristen yang sungguh-sungguh. Jadi kemana yang 80% lagi ? Menurut saya, mereka terlalu sibuk dengan dirinya sendiri. “Aku-aku-aku.', 'kesibukanku-kesibukanku-kesibukanku', 'mauku-mauku-mauku', 'kepentinganku-kepentinganku-kepentinganku', 'tujuanku-tujuanku-tujuanku', dan seterusnya. Dalam perjalanan Kekristenan saya yang baru 15 tahun ini, saya banyak dibuat bingung oleh banyak orang 'beragama' Kristen sendiri! Saya bingung, mengapa orang Kristen tidak jatuh cinta pada Tuhannya sendiri ? Kalau yang namanya Jesus itu adalah sebuah pribadi yang kejam, tidak peduli, acuh tak acuh, bodoh, tidak berdaya, maka mari kita beramai-ramai lupakan Jesus untuk selamanya! Tetapi lihatlah, Dia adalah sebuah Pribadi yang memiliki 'steady love' (mungkin terjemahannya adalah 'cinta yang teguh dan tidak tergoyahkan'), pintar, hikmatNya tidak terselami, 'Penasehat, 'problem solver', Maha Kuasa dan lain lain, dan yang terlebih penting, Dia adalah “Bumi Surga Satu”. Apa maksud saya dengan istilah ini ? Kita sebut presiden kita “Indonesia Satu”, tidak salah kan, kalau kita sebut Tuhan kita “Bumi Surga Satu”?. Karena Jesus berkata : 'KepadaKu sudah diberikan kuasa di bumi dan di sorga'. Jadi apa kurang-kurangnya sih Tuhannya orang-orang Kristen ini ? Tetapi mengapa banyak orang Kristen sendiri mengabaikanNya? Lalu apa yang harus dilakukan untuk belajar mengerti Dia ? Ada banyak hal yang dapat dilakukan. Mulai dengan berdoa dan membaca Alkitab, mendengarkan kaset kotbah, membaca buku-buku rohani, tetapi itu semua tidak cukup dan percuma, jika kita sehari-hari tidak belajar hidup dalam ketaatan. Saya tahu tidak ada orang yang tidak pernah jatuh dalam pelanggaran, tetapi setidaknya kita dapat belajar sedikit demi sedikit, dan terus belajar. Juga dalam kesempatan ini saya ingin bicara pada orang-orang 'beragama' Kristen. Bahwa Alkitab itu bukan sekedar 'kitab suci sebuah agama'. Tetapi Alkitab adalah 'buku ajaib yang dapat 'bicara'. Tidak percaya ? Coba saja baca sendiri, dan jangan letakkan Alkitabmu di atas lemari, atau di dalam lemari buku sehingga sulit dijangkau! Jadi apa kurang-kurangnya Alkitabnya orang-orang Kristen itu ? Tetapi mengapa banyak orang 'beragama' Kristen tidak membacanya? Jadi saya mau berkata, please, jangan buat Seseorang yang mencintai anda itu, bertepuk sebelah tangan!' Sambutlah Dia! ============================================== From: hesti biaktika Dibawah ini adalah lagu dunia yang perlu juga kita pelajari dalam konteks 'pergunjingan' yang ada juga di gereja-gereja bahkan dibalik banyak pelayanan. RUMORS by Timex Social Club How do rumors get started, they're started by the jealous people and They get mad seein' somethin' they had and sombody else is holdin' They tell me that temptation is very hard to resist These wicked women, ooh, they just persist Maybe you think it's cute, but girl, I'm not impressed I tell you one time only with my business please don't mess Look at all these rumors surroundin' me every day I just need some time, some time to get away from >From all these rumors, I can't take it no more My best friend said there's one out now about me and the girl next door Hear the one about Tina, some say she's much too loose That came straight from a guy who claims he's tastin' her juice Hear the one about Michael, some say he must be gay I try to argue, but they said if he was straight he wouldn't move that way Hear the one about Susan, some say she's just a tease In a camisole she's six feet tall, she'll knock you to your knees Look at all these rumors surroundin' me every day I just need some time, some time to get away from >From all these rumors, I can't take it no more My best friend said there's one out now about me and the girl next door I can't go no place without somebody pointin' a finger I can't show my face ‘cause when it comes to rumors I'm a dead ringer It seems from rumors I just can't get away I bet there'll even be rumors floatin' around on Judgment Day I'll think I'll write my congressman and tell him to pass a bill For the next time they catch somebody startin' rumors, shoot to kill Look at all these rumors surroundin' me every day I just need some time, some time to get away from >From all these rumors, I can't take it no more My best friend said there's one out now about me and the girl next door What's mine is mine, I ain't got time for rumors in my life I'm a man who thinks, not a man who drinks, so please let me live my life What's mine is mine, I ain't got time for rumors in my life I'm a man who thinks, not a man who drinks, so please let me live my life What's mine is mine, I ain't got time for rumors in my life I'm a man who thinks, not a man who drinks, so please let me live my life Look at all these rumors surroundin' me every day I just need some time, some time to get away from >From all these rumors, I can't take it no more My best friend said there's one out now about me and the girl next door Look at all these rumors surroundin' me every day I just need some time, some time to get away from >From all these rumors, I can't take it no more My best friend said there's one out now about me and the girl next door Stop (Stop) spreadin' those rumors around Stop (Stop) spreadin' the lies Stop (Stop) spreadin' those rumors around Stop (Stop) spreadin' the lies Stop (Stop) spreadin' those rumors around Stop (Stop) spreadin' the lies Stop (Stop) spreadin' those rumors around Stop (Stop) spreadin' the lies Stop (Stop) spreadin' those rumors around Stop (Stop) spreadin' the lies ============================================ From: hesti biaktika MARAH Firman Tuhan berkata : “Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan irihati kepada orang yang berbuat curang, sebab mereka segera lisut seperti rumput, dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau” (Maz 37;1-2) Membaca ayat ini, kita dapat saja berkata : “Enak saja Tuhan bicara! Bukankah marah itu manusiawi ? Siapa orangnya yang tidak pernah marah ?” Atau begini : “Sebagai korban kejahatan, aku berhak marah, dong! Ini kan mengusik rasa keadilanku! Aku kan mengasihi orang yang berbuat jahat kepadaku, aku berhak marah dong!” Dan seterusnya. Saya mau berkata, Tuhan mengerti. Tuhan sungguh-sungguh mengerti, bahwa kemarahan kita itu manusiawi, tapi itu juga tanda, bahwa sifat kedagingan masih tebal dalam diri kita. Itupun Tuhan mengerti, karena Tuhan tidak pernah berkata bahwa kedagingan kita akan mati seketika, 100%, ketika kita dicemplungkan ke dalam air dalam baptisan air. Tetapi kedagingan kita, dimatikan oleh Tuhan, setahap demi setahap, sedikit demi sedikit dalam proses yang panjang. Jadi dari pihak kita, mengertilah bahwa segala peristiwa yang tidak beres di sekeliling kita yang membuat kita ingin marah, dipakai Tuhan untuk melatih kita dalam hal PENGUASAAN DIRI terhadap kemarahan. Dari pihak kita, seharusnya kita mengerti bahwa Tuhan terus menerus memproses kita menuju kematian daging, artinya kita harus gunakan itu semua sebagai LATIHAN PENGUASAAN DIRI, sampai daging kita benar-benar mati, dan kita mencapai Galatia 2/20; 'hidupku bukan aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” Atau setidaknya, dengarkan nasehat Tuhan selanjutnya : “Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa, Berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam.” (Maz 4;5) Kita masih ingin membantah, bukan ? “Tidak bisa, Tuhan! Ini harus dilampiaskan, setidaknya biarkan aku bicara!” Atau lebih parah lagi : “Biarkan aku bertindak!”. Dengarlah nasehat Tuhan selanjutnya : “Apabila kamu marah, janganlah kamu berbuat dosa. Janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu, dan janganlah beri kesempatan kepada iblis.” (Ef 4; 26-27) Apa yang dimaksud Tuhan, apabila kita marah, janganlah kita berbuat dosa? “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, bertekunlah dalam doa.” (Rm. 12;12) Artinya, walaupun rasa sesak di dada, tetaplah bersukacita dan bertekun dalam doa. Bagaimana caranya ? Mungkin anda bisa curhat ke teman-teman sampai amarah itu reda dan bisa bersukacita kembali, atau mungkin 'tabrak' saja perasaan marah itu, terus pasang kaset pujian, menyanyi memuji Tuhan, sampai amarah anda hilang dan berganti dengan sukacita. Lalu, “Berkatilah orang yang menganiaya kamu, berkatilah, dan jangan mengutuk!” (Rm 12;14) Tahan, supaya jangan ada kutuk keluar dari mulut kita. Karena kalau sampai keluar, maka kutuk itu jadi, karena ada kuasa dalam perkataan kita. Tetapi Tuhan akan menuntut pertanggung-jawaban kita, karena 'setiap kata-kata yang sia-sia harus dipertanggung-jawabkan pada akhir jaman'. Perhatikanlah nasehat Tuhan selanjutnya : “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, lakukanlah apa yang baik bagi semua orang. Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung kepadamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat pada murka Tuhan, sebab ada tertulis : Pembalasan itu adalah hakKu, Akulah yang akan menuntut pembalasan, Firman Tuhan. Tetapi jika seterumu lapar, berilah ia makan, jika ia haus, berilah ia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” (Rm 12;17-21) Sesudah mengerti ini, dengarlah nasehat Tuhan selanjutnya : “Berdiam dirilah dihadapan Tuhan, dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya karena orang yang melakukan tipu daya”. “Berhentilah marah dan tinggalkan panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mewarisi negeri. Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik, jikalau engkau memperhatikan tempatnya, maka ia sudah tidak ada lagi.” (Maz 37; 7-10) Tetapi jika setelah semua uraian ini anda masih ingin membantah juga, perhatikanlah Firman Tuhan ini : “Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, AMARAH MENETAP DALAM DADA ORANG BODOH” (Pengkotbah 7;9) “ORANG BEBAL MELAMPIASKAN SELURUH AMARAHNYA, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya”.. (Ams 29;11) (Pesan khusus : Hitung, berapa banyak anjing saya yang sudah anda bunuh, dari tahun 2000 s/d 2008 baru-baru ini, untuk melampiaskan amarah anda ? Saya bertanya, mengapa waktu yang 8 tahun itu tidak anda gunakan untuk belajar PENGUASAAN DIRI, demi PERTUMBUHAN KARAKTER anda ? Seperti yang selalu saya katakan : 'sudah dendam itu dosa, salah alamat lagi!'. Atau anda terus kekeuh, berkeras, untuk terus berkawan dengan iblis ? Setengah iblis, setengah Tuhan ? Kaki kiri iblis, kaki kanan Tuhan, sehingga kalau tidak ada iblis maka anda menjadi pincang ? Tuhan memang memberi kehendak bebas pada manusia, tetapi setiap pilihan, ada konsekwensinya!)

