From: Farida <[EMAIL PROTECTED]> Renungan : ORANG YANG ANGKUH Baca: Amsal 13:1-25 "Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat." Amsal 13:10 Seringkali banyak orang tidak sadar bahwa di dalam dirinya ada keangkuhan; keangkuhan itu tidak jauh berbeda dengan 'kesombongan', sifat inilah yang sering digunakan oleh iblis untuk menjatuhkan anak-anak Tuhan. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa dosa keangkuhan telah menjatuhkan orang-orang yang dipakai dan diberkati oleh Tuhan, sehingga pada akhirnya Tuhan tidak mempercayakan lagi tanggung jawab kepada orang tersebut karena telah mencuri kemuliaanNya; salah satu contohnya adalah Saul. Sesungguhnya perbedaan antara Saul dan Daud, bukan terletak pada dosa yang telah diperbuat, tetapi kepada sikap hati mereka, Saul memiliki hati yang angkuh, sedangkan Daud memiliki kerendahan hati, remuk dan hancur di hadapan Tuhan, dan Tuhan sangat berkenan dengan hati yang demikian. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan tentang ciri-ciri dan 'keangkuhan' tersebut, supaya kita dapat mengoreksi diri kita sehingga kita tidak jatuh di dalam dosa tersebut, yang pertama adalah orang yang angkuh selalu suka menasihati orang lain, tetapi dia sendiri tidak mau menerima nasehat dari orang lain. Tidak mau mendengarkan nasehat dari orang lain adalah salah satu ciri dan keangkuhan, jadi komunikasi hanya terjadi satu arah saja (sepihak). Berkenaan dengan hal ini firman Tuhan mengajar kita satu prinsip yaitu; "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;" (Yakobus 1:19). Ayat ini menyatakan bahwa hendaknya kita memperhatikan hal mendengar, bukan berkata kata, hikmat dari Tuhan pentama-tama berkaitan dengan pendengaran, bukan perkataan; seseorang dapat dikatakan bijak, akan terlihat dari bagaimana ia mendengar; seorang pendengar yang baik adalah seorang yang dapat menjaga ucapannya, mampu mengendali kan emosi atau tidak mudah terpancing emosi atau perbantahan, tidak gampang memotong pembicaraan orang, dan setiap ucapan yang keluar dari bibirnya selalu menyejukkan hati lawan bicaranya, oleh karena itu belajarlah untuk menjadi pendengar yang baik terlebih dahulu. Tidak mau menerima nasehat orang lain adalah awal keangkuhan! =================================================== From: rm_maryo
"Engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Tuhan" (Yer 31:31-34; Mat 16:13-23) "Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Tuhan yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun bahwa Ia Mesias. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Tuhan menjauh kan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Tuhan, melainkan apa yang dipikirkan manusia." (Mat 16:13-23), demikian kutipan Warta Gembira hari ini. Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut: . Seseorang yang diangkat atau dilantik menjadi pemimpin, pada saat pengangkatan atau pelantikan pada umumnya begitu indah cita-cita, program kerja atau rencananya, misalnya siap sedia dan bercita-cita untuk mensejahterakan yang dipimpin, rakyat atau anggota-anggotanya serta senantiasa berpihak dan bersama dengan mereka. Namun di dalam perjalanan penghayatan kemimpinannya ketika menghadapi banyak masalah, tantangan dan hambatan, pada umumnya cita-cita, program kerja atau rencana tersebut bergeser atau berubah. Sebagaimana dijelaskan oleh Romo B.Hery Priyono SJ perihal `habitus baru', bahwa di dalam hidup bersama ada tiga poros yang berpengaruh, yaitu : badan publik, bisnis dan komunitas/rakyat, maka yang hidup dalam hidup bersama pada masa kini lebih didominasi atau dipengaruhi oleh `badan publik dan bisnis' serta melupakan atau mengesampingkan komunitas/rakyat. Para pemimpin `bukan memikirkan apa yang dipikirkan Tuhan, melainkan apa yang dipikirkan manusia sesuai dengan selera pribadi'. Buah dari cara atau penghayatan kepemimpinan macam itu adalah rakyat/komunitas terabaikan, menderita, tersingkirkan. Maka dengan ini kami berharap pada mereka yang berpengaruh dalam kehidupan bersama, yaitu `badan publik dan bisnis' untuk berpihak dan bersama dengan komunitas atau rakyat. Ingatlah dan hayatilah bahwa anda yang duduk di badan publik, menjadi pemimpin karena dipilih atau jasa dari komuntias/rakyat, demikian pula kekayaan para pelaku bisnis tak lepas dari sumbangan atau peran rakyat/komunitas. "Memikirkan apa yang dipikirkan Tuhan" berarti senantiasa berpihak pada dan hidup bersama dengan rakyat/komunitas. . "Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Tuhan mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku."(Yer 31:33), demikian firman Tuhan kepada kita semua melalui nabi Yeremia. Taurat Tuhan bagi kita pada masa kini antara lain berupa janji-janji yang pernah kita ikrarkan seperti janji baptis, imamat, perkawinan, kaul, janji pelajat/mahasiswa dan janji pegawai. Janji-janji tersebut telah ditaruh oleh Tuhan dalam batin kita dan dituliskan dalam hati kita, maka kami percaya dengan demikian kita akan memikirkan apa yang dipikirkan Tuhan, mencita-citakan apa yang dikehendaki Tuhan, sehingga kita layak disebut sebagai umat Tuhan. Apa yang ada dalam batin atau hati orang pada umumnya mempengaruhi dan menjiwai cara hidup atau cara bertindak nya, maka marilah kita mawas diri apa yang ada dalam hati dan batin kita. Yang tahu isi hati maupun batin kita adalah kita sendiri, sebagaimana dikatakan oleh sebuah pepatah "Dalamnya laut dapat diduga, dalamnya hati siapa tahu". Baiklah kita buka dan sharingkan kepada saudara-saudari kita isi hati dan batin kita masing-masing dan kemudian saling mengoreksi dan membantu untuk lebih menyesuaikan isi hati dan batin sesuai dengan kehendak Tuhan. Dengan kata lain marilah kita tingkatkan kualitas komunikasi antar kita, karena komunikasi merupakan salah satu cara yang penting untuk membangun dan memperdalam hidup dan kerja bersama. Orang yang jarang atau enggan berkomunikasi dengan yang lain, rekan kerja atau hidup bersama, pasti akan hanya memikirkan kepentingan sendiri, hidup dan bertindak menurut selera pribadi, kemauan dan keinginan sendiri, tidak demi kepentingan atau kesejahteraan umum/bersama. "Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Jadikanlah hatiku tahir, ya Tuhan, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela" (Mzm 51:11-14) Jakarta, 7 Agustus 2008 =================================================== From: "Sahabat Buku" <[EMAIL PROTECTED]> FREE TICKET PINTU SORGA! --- Kesempatan Terbatas!! TAHUKAH ANDA JALAN KE SORGA?? Setiap yang hidup, PASTI suatu saat akan mati. Namun mati bukanlah akhir dari segalanya, karena setelah itu akan ADA PENGHAKIMAN: HIDUP KEKAL di Sorga atau MATI KEKAL di dalam Neraka. Sorga atau Neraka --- ditentukan oleh pilihan kita selama kita hidup di dunia! Harta kekayaan duniawi TIDAK BISA MEMBAYAR HARGA TIKET itu! Kebaikan, amal perbuatan, sikap ramah, ketaatan beribadah .. juga TIDAK CUKUP membayar harganya! Dosa kita terlalu banyak dibandingkan perbuatan baik kita - padahal Sorga TIDAK PERNAH KOMPROMI DENGAN SETITIK NODA PUN! TIKET itu TERLALU SANGAT AMAT MAHAL! Namun ADA KABAR BAIK BAGI KITA SEMUA. Sudah tahukah Anda ada TIKET GRATIS untuk MASUK KE DALAM SORGA?? Silahkan KLIK di sini!! Silahkan download di sini: www.abiyah-pratama.com/jalan_ke_sorga.zip BAGIKAN KABAR BAIK INI KEPADA SEBANYAK MUNGKIN ORANG-ORANG YANG ANDA KASIHI .. TUHAN MEMBERKATI!!

