Seminar yang memfokuskan membantu orang- orang yang bergumul dengan masalah Homoseksualitas, relasi, dan ketergantungan emosional. Untuk lebih jelas silahkan mengunjugi website Pancaran Anugerah & Living Waters International http://www.pancarananugerah.org/
Tolong Bantuannya, untuk menyebarkan informasi trainning ini baik kepada teman anda yang memiliki pergumulan, maupun kepada Hamba- Hanmba Tuhan dan pelayan di gereja yang terbeban untuk membantu orang orang yang bergumul dengan masalah Homoseksualitas, relasi, dan ketergantungan emosi. Syalom, salam kenal, saya ingin minta tolong bantuan Anda sebarkan informsi mengenai seminar . Saya salah satu yang sudah terbantu oleh pancaran anugerah Indonesia. Saya saat ini masih bergumul dengan masalah homoseksualitas, tapi saya percaya Tuhan Yesus pulihkan saya setiap hari agar serupa dengan Nya, dan saya rindu berbagi untuk teman2 yang sedang bergumul juga, bahwa ada jalan keluar untuk masalah ini dalam Yesus Kristus, salah satu lembaga yang khusus membantu orang orang yang terlibat dengan masalah homoseksualitas, ketergantungan emosi , dan relasi adalah Pancaran Anugerah Indonesia. Karena itu tolong bantuannya untuk menyebarkan info ini, karena mungkin banyak rekan2 seiman di gereja saudara yang bergumul dengan masalah ini juga. dan kebingungan untuk mencari pertolongan. Atau ada hamba2 Tuhan yang terbeban untuk membantu mereka, dapat juga di perlengkapi lebih lagi melalui training ini. Jadi tolong bantuannya untuk mempost lewat bulentin di friedster agar teman2 anda mendapatkan informasi, atau tolong forward kan melalui email.Maaf kalau saya menggangu. Apa yang anda lakukan mungkin sederhana, tapi sangat berarti untuk orang2 yang sedang bergumul dengan masalah seksualitas, untuk mendapatkan informasi kemana mereka harus mencari bantuan. Terima kasih sudah menjadi saluran berkat. Jesus Bless YOu Kisah hidup ku melawan dan bergumul dalam masalah homoseksualitas ku tulis dalam sebuah blog : http://jawaban80.wordpress.com/ Pancaran Anugerah & Living Waters International Leadership Training Conference 49 September 2008 (hari Kamis sampai Selasa) Rumah Retret Khalwat Tegaljaya Denpasar, Bali Bagi Anda yang berminat untuk dilatih menjadi pemimpin-pemimpin komunitas pemuridan, Pancaran Anugerah (Living Waters Indonesia) akan menyelenggarakan Leadership Training Conference. Konferensi ini akan menjalankan format komunitas pemuridan secara penuh mulai dari penyembahan, doa, pengajaran dan partisipasi dalam kelompok kecil. Melalui konferensi ini, para peserta dapat mengenali secara menyeluruh pergumulan yang mereka alami secara pribadi, sekaligus menerima sebuah pemulihan secara mendalam yang akan mempersiapkan dirinya untuk melayani orang-orang lain, yang juga mengalami hal serupa. Untuk siapa konferensi ini diadakan? Bagi mereka yang ingin memulai sebuah komunitas Living Waters atau CrossCurrent di dalam gereja lokal. Juga bagi mereka yang membutuhkan pemulihan secara mendalam dalam bidang relasi dan seksualitas. Apa yang perlu dilakukan? Mengingat keterbatasan jumlah peserta, peminat diharapkan mendaftarkan diri dan mengisi formulir pendaftaran sedini mungkin. Formulir pendaftaran yang telah diisi dan dikembalikan harus mendapat persetujuan dari Pancaran Anugerah untuk bisa dipastikan keikutsertaannya. Peserta yang telah dipastikan boleh mengikuti konferensi, diharuskan mentransfer nonrefundable deposit sebesar Rp 300.000 sebelum tanggal 16 Agustus 2008. Seperti apa pelaksanaan konferensi ini? Konferensi ini berupa program intensif selama satu minggu untuk membantu pemulihan diri dan memperlengkapi diri secara pribadi. Kegiatan ini sebagai suatu "ajang penggodokan" di mana Anda akan mengikuti suatu kursus kilat dalam pemuridan. Anda akan belajar tentang doa, dinamika kelompok kecil, dan kepemimpinan kelompok. Semua sesi akan mengikuti format yang serupa, meliputi waktu untuk penyembahan, pengajaran, doa dan kelompok kecil. Apa yang diharapkan dari para peserta? Perlu diingat bahwa konferensi ini bukanlah training "klinis" untuk para konselor. Konferensi ini bersifat `experiential', artinya peserta akan mengalami sendiri proses pemulihan pribadi. Peserta akan diminta untuk membagikan dan mengungkapkan kehidupan mereka kepada peserta lain yang menjadi kelompok kecilnya. Karena itu para peserta diharapkan untuk siap berpartisipasi dalam sharing, rela membuka diri, dan bersikap jujur. Para peserta juga diharapkan untuk menghargai sesama anggota kelompok kecil (misalnya dengan tidak menceritakan kepada orang lain di luar kelompok kecilnya). Materi apa saja yang akan dibahas? Beberapa hari pertama difokuskan pada pemulihan dan pembaharuan pribadi. Materi pengajaran menggunakan materi yang sama dalam program Living Waters International. Hari terakhir konferensi, akan dikhususkan untuk pelatihan tentang program-program Living Waters International, termasuk sebuah sesi tentang bagaimana menyelenggarakan kelompok pemuridan Living Waters dan kelompok pemuridan CrossCurrent. Siapa yang dapat menghadiri konferensi ini? Leadership Training Conference ini terbuka bagi semua orang, pria dan wanita. Namun utamanya adalah mereka yang memiliki latar belakang: Sudah menjadi bagian dari kelompok-kelompok CrossCurrent / Living Waters yang berminat menjadi relawan dalam suatu kelompok lokal Berasal dari jemaat gereja yang ingin dilatih untuk dapat memulai sebuah program CrossCurrent / Living Waters dalam komunitas gerejanya Berasal dari jemaat gereja yang belum memiliki kelompok pemuridan CrossCurrent / Living Waters dan ingin menerima pemulihan secara pribadi Prioritas akan diberikan kepada mereka yang hadir sebagai sebuah tim / kelompok (baik dua orang atau lebih) sebagai perwakilan dari gereja lokal dan sangat berminat untuk menyelenggarakan sebuah program Living Waters atau CrossCurrent di gerejanya. Kami juga mempersilahkan para gembala jemaat, aktivis gereja, konselor, dan para pekerja / pelayan lainnya untuk mengikuti konferensi ini. Team Pelatih: berasal dari Living Waters Filipina, Kanada, Australia, dan Hong Kong (juga termasuk Direktor Living Waters Australia, Direktor Living Waters Filipina, dan tim yang banyak pengalaman dari Kanada) Pemimpin Team: Toni Dolfo-Smith (Associate Director Living Waters International) CV klik di sini Biaya (termasuk akomodasi dan konsumsi [6 hari / 5 malam] dan materi pelatihan) o Rp 750.000 per orang (untuk 2 orang dalam 1 kamar ber-AC) ATAU o Rp 600.000 per orang (untuk 3 orang dalam 1 kamar ber-AC) ATAU o Rp 500.000 per orang (untuk 2 orang dalam 1 kamar non-AC) (Catatan: Biaya peserta dari luar Indonesia 100USD termasuk jemputan di airport) Untuk formulir pendaftaran dan informasi lebih lanjut, silakan hubungi: Pancaran Anugerah PO BOX 3061 Denpasar, Bali 80030 Email: [EMAIL PROTECTED] Website : http://www.pancarananugerah.org/ Catatan: Mengingat terbatasnya jumlah peserta dalam kegiatan ini, maka Pancaran Anugerah akan melakukan seleksi terlebih dahulu. Pengumuman keikutsertaan Anda dalam kegiatan ini akan dikonfirmasi melalui email ataupun surat sebelum tanggal 16 Agustus 2008. Pendaftar diminta untuk tidak mempersiapkan transportasi sampai sudah memperoleh kepastian menjadi peserta. Semua biaya pendaftaran harus dibayar lunas sebelum pelaksanaan kegiatan Untuk kenyamanan dan kebaikan bersama, semua peserta wajib untuk mengikuti seluruh rangkaian acara yang telah disusun oleh panitia. Peserta dimohon untuk tidak datang terlambat atau pulang lebih awal. Selama mengikuti konferensi peserta diharapkan untuk tidak meninggalkan lokasi untuk alasan pribadi ataupun keluarga. Kisah Hidup ku............. Kehidupan ku Aku seorang pria berumur 27 tahun saat ini, aku bergumul dengan yang namanya Homoseksualitas. Suatu kata yang mungkin bagi sebagian orang tabu untuk diucapkan, jijik untuk di pikirkan, dan sesuatu yang berhubungan dengan dosa yang tak terampuni. Ya, saya saat ini bergumul dengan masalah yang di mata masyarakat sangat memalukan,sesuatu yang harus di hindari, dan di jauhi. Kebanyakan orang dalam masyarakat kita lebih banyak yang jijik dan enggan untuk bergaul dengan orang-orang yang memiliki masalah Homoseksualitas, malah ada yang berpikiran untuk menjauhi orang- orang Gay, banci, Waria, apapun sebutan untuk kami, karena takut menular, mereka memandang kami seakan-akan membawa penyakit mematikan yang dapat menulari mereka. Tetapi orang- orang ini tidak mengetahui bahwa dalam hati setiap orang yang bergumul dengan masalah ini, mereka pun bertanya2, kenapa saya memiliki masalah ini, kenapa mereka yang di pilih, dosa apa yang kulakukan sampai aku mendapatkan "Kutukan" seperti ini, mereka menjerit, berteriak dalam hati mereka sendiri, kalau mereka tidak ingin di lahirkan seperti itu, namun begitu banyak orang yang tidak mengetahui jeritan hati seorang Homoseksual. Masyarakat hanya bisa menghakimi, menghina, dan menjauhi kami orang-orang yang membutuhkan Kasih dan penerimaan. Kebanyakan orang-orang yang bergumul dengan Homoseksual ketakutan, mereka merasa tidak berharga, tertolak, dan kesepian. Siapa yang dapat memahami kekosongan hati yang begitu mendalam .? Pertama-tama aku ini ingin menuliskan mengenai kisah masa kecil ku. Aku lahir pada tahun 1980 di bandung, dari sepasang suami istri yang sangat mendambakan anak ke dua. Sebagai informasi, dulu nenek ku mengajak ibu ku untuk di pijat tradisional agar tidak hamil, di karena kan dahulu kondisi keluarga ayahku tidak begitu kaya. Karena itu setelah kakak laki laki ku lahir, untuk mendapatkan anak ke dua, ibuku mengalami kesulitan, ibuku berjuang selama 3.5 tahun sampai akhirnya mendapatkan anak ke dua. karena itu ibuku sangat mendambakan kelahiranku, bisa di bilang kelahiranku sangatlah di inginkan oleh kedua orang tua ku, ternyata mereka menginginkan anak kedua yang lahir ini , yaitu aku, untuk berjenis kelamin perempuan. Mungkin inilah pertama kali nya dalam kehidupan ku selama dalam kandungan ibu ku, aku merasa tertolak sebagai anak laki-laki. MAsa-masa Sekolah Dasar Walau pun ternyata kelahiranku bukan lah anak perempuan mereka sangat bersuka cita, dan kelahiranku menurut tante2 ku, membawa berkah bagi keluarga, karena perekonomian ayahku semakin maju setelah kelahiranku. Kelas satu SD wali kelas ku sempat mengatakan kalau aku seperti boneka, seperti wanita. Saat pertemuan orang tua murid guru ku sampai bertanya pada ibu ku, apakah dia ingin memiliki anak perempuan?karena aku lucu seperti anak perempuan kata guru ku. Dulu aku sampai di juluki Boneka Jepang oleh guru ku. Perasan bingung akan jati diriku, apakah aku pria atau wanita pun mulai memasuki babak awal. Saat Sd aku mulai tertarik dengan Aktor Andy Lau, aku saat itu baru mulai belajar apa yang namanya rasa suka dan kagum. Aku belum tertarik secara seksual terhadap pria. Saat Sd aku pernah ke pergok oleh ibu ku sedang melakukan masturbasi. Gara-garanya kakau yang comel, dia mengadu kepada ibu ku, kalau aku masturbasi, waktu itu aku masih kecil, mama ku marah besar, aku di suruh bersumpah untuk tidak melakukan nya lagi, untuk pertama kali nya aku merasa tertekan secara emosional oleh seorang wanita, yaitu mamaku sendiri. KEjadian itu membuat ku merasa etrluka, mungkin secara tidak aku sadari, tumbuh perasaan takut akan hubungan dengan wanita. Perasaan di hina dan di tekan oleh seorang wanita, saat itu aku masih kecil, aku hanya bisa menerima perlakuan itu. Namun kejadian itu telah menggoreskan luka di hati ku. Dan itulah pertama kalinya dalam hidupku, aku merasa di tolak oleh seorang wanita. Saat kecil aku pun pernah mendapat perlakuan tidak senonoh dari supir ku, waktu itu dia mempermainkan alat kelamin ku, dan entah kenapa aku menikmati saat itu. Entah kenapa dia melakukan hal itu kepada ku, dia pria normal, memiliki istri, namun perasaan nikmat secara seksual dari pria aku mulai rasakan pertama kali melalui supir ku. Aku seperti ketaggihan, beberapa kali aku meminta dia untuk mempermainkan alat kelamin ku. Pertama kali nya dalam hidup ku, aku merasakan kepuasan secara secara seksual dengan pria. Ketika dahulu aku mulai belajar untuk bermasturbasi, sekarang aku mulai mencari pemuas lewat supir ku itu. Saat itu aku masih kecil, aku belum mengerti apa yang namanya seks, aku hanya tahu, saat dia mempermainkan alat kelamin ku, aku merasa nyaman. Aku dan kakak laki laki ku cukup dekat, saat dia mencapai usia pubertas, dimana mulai tumbuh rambut pada ketiaknya, aku pun mulai mengolok2 dia, "Eh ada bulu nya di ketiak loe", tapi entah kenapa, setiap kali aku mengatakan itu padanya saat bermain, dia mengatakan kalau aku homo. KAlo aku Homo karena aku senang melihat ketiak dia. Itulah pertama kali nya dalam Perasaan penolakan dari orang tua ku saat mereka menginginkan anak perumpuan saat masih aku dalam kandungan, plus penolakan saat ibu ku marah- marah karena aku masturbasi, di tambah dengan apa yang supir pribadi ku lakukan , dan apa yng kakak laki-laki ku katakan bahwa aku homo, tanpa aku sadari membuka celah Homoseksual dalam kehidupan ku. Dalam masa pertumbuhan ku, aku mulai ragu dengan jati diriku sendiri. Apakah aku laki-laki atau bukan. Masa Di Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) Masa kecil ku cukup bahagia. Saat Smp kelas satu kakak ku sudah pergi ke australia untuk study, sehingga aku pun tinggal di rumah sendirian, karena ayah dan ibuku sibuk bekerja. Aku mulai hidup dengan dunia ku sendiri, aku mulai mengenal apa yang namanya kesepian. Aku tidak punya banyak teman, untuk merasa di hargai oleh teman2 sebaya ku, aku berusaha untuk menonjol di bidang akademik. aku termasuk anak yang pandai di sekolah, aku pernah juara 2 di kelas. Namun dengan semakin beranjak dewasa, aku mulai merasakan sesuatu yang aneh dengan diriku, masa smp adalah masa bagi setiap anak mulai memasuki masa pubertas. Aku merasakan aneh, karena teman laki-laki ku merupakan sesuato sosok yang menarik dalam pikiran ku, terkadang aku bisa berdiam beberapa saat untuk memikirkan anak lelaki di kelas ku, yang menarik perhatian ku, aku tertarik akan ketampanan mereka, aku tertarik secara fisik dan seksual terhadap mereka Dan yang membuat aneh adalah, aku sangat tertarik untuk melihat ketiak teman-teman laki-laki ku. Kata-kata yang kakak ku katakan bahwa aku homo karena suka melihat ketiak pria, seakan menjadi kenyataan, entah kenapa aku sangat sekali melihat ketiak seorang laki-laki. Sebagian orang mungkin mengatakan aneh-aneh aja. dan mungkin merasakan lucu. namun itu benar2 terjadi dalam hidup ku. Aku mulai kebingungan, aku ketakutan, berusaha untuk menyimpan keanehan yang kurasakan dalam diriku sedalam-dalamnya. Tak boleh ada orang yang sampai tahu kelainanku, aku bisa malu, di tertawakan dan di ejek habis-habisan. Aku mulai menutup diri ku, aku berusaha menonjolkan diriku melalui study, aku ingin di kenal oleh anak nak yang lain, namun aku tidak pandai dalam bidang olah raga, di mana anak laki laki yang lain sangat menonjol di bidang olah raga, seperti sepak bola (olah raganya para lelaki) atau basket, aku sangat tidak tertarik dengan yang namanya olah raga, biasanya aku hanya duduk2 di samping dan ngobrol dengan teman2 ku. Saat-saat pelajaran olahraga adalah saat-saat yang menyebalkan buat ku. Aku merasa seakan waktu berjalan sangat lambat saat pelajaran olah raga. Aku ingin secepatnya pelajaran olah raga ini berakhir, aku muak, aku tidak menikmati masa-masa itu. Seakan kelaki-lakian ku berada dalam posisi yang terancam, karena aku benar2 merasa tidak berbakat untuk masalah olah raga ini. Saat saat SMP, aktor aktor pria tampanlah yang menjadi pusat perhatian ku, aku bertanya-tanya dalam diriku, mengapa aku tidak seperti anak laki laki yang lain?mengapa aku tidak tertarik dengan artis-artis wanita yang cantik? Saat teman2 ku membicara kan mengenai artis- artis cantik, aku hanya bisa diam seribu bahasa, aku tidak merasa enjoy dan nyaman dalam perkumpulan teman teman smp ku saat mereka membicarakan masalah wanita, wanita adalah topik satu-satunya yang menarik untuk di bicarakan oleh anak-anak SMP yang menginjak masa pubertas, dan itu membuat ku semakin ketakutan, semakin aneh dengan diriku sendiri, aku berusaha menolak perasaan-perasaan itu, aku menyangkal diriku sendiri, dan mencoba berusaha membuat diriku tenang. Namun semakin lama, perasaan-perasaan tertarik dengan pria itu semakin mengganggu ku. Aku benar2 merasa aneh dengan diri ku, namun aku kebingungan sendiri, kepada siapa aku bisa menceritakan perasaan ku, kesedihan ku, rasa frustasi dan jertan dalam hati ku . AKU TIDAK INGIN DILAHIRKAN SEBAGAI HOMOSEKSUAL ! Saat SMP aku pun tidak memiliki fisik yang bagus, aku mengalami obesitas. Kegemukan yang lumayan parah, dengan ukuran tinggi anak SMP aku memiliki berat tugub hampir 80 Kg, celana sekolah ku , di buat dengan karet, agar tidak membuat ku sesak. Aku menjadi bahan ejekan teman-teman SMP ku, aku di juluki Si Buntelan, Si Bantalan, dan lain-lain. Aku pun pernah di permalukan oleh teman laki-laki ku di kelas di hadapan teman yang lain, dia memarahi ku kalau aku turut campur hubungan nya dengan wanitanya. Aku saat itu merasa malu sekali. kelaki-lakian ku serasa di injak-injak oleh nya. Aku mulai merasa, aku laki-laki namun tak berdaya melawan, karena aku takut. Perasaan itu pun seakan melukai masa remaja ku. Dan semakin membuat aku bingung dengan identitas seksual ku. Saat itu aku pun sudah mengerti apa yang namanya homoseksual, aku tahu, kalau orang-orang yang suka sesama jenis sangat di benci oleh masyarakat. Orang-orang mengutuki prilaku homoseksual. Mereka mengucilkan orang-orang yang termasuk homo, gay,atau banci. Lalu kepada siapa aku harus mengadu? Kepada siapa aku harus meminta pertolongan? Aku merasa sendirian dan kesepian. Aku menaggung masalah ini sendirian. Tak memiliki teman dekat untuk berbagi masalah ini. Saat itu aku adalah anak kecil yang kebingungan akan Jati dirinya, aku tak ada tempat pelarian untuk mengadu. PErasaan itu membekas dalam diriku, perasaan tak berdaya, perasaan malu, perasaan rendah diri, perasaan tidak diinginkan, perasaan tertolak, bercampur aduk dalam masa-masa pertumbuhan ku di waktu SMP. MAsa-masa Sekolah Menengah Umum ( SMU ) Setelah lulus ujian kelulusan di tingkat SMP, orang tua ku memindahkan aku ke sekolah yang lebih elit di kota Bandung, sekolah nya anak- anak paling pintar di kota ku. Aku pun berusaha menolak, namun aku tetap tak berdaya, aku menolak karena aku takut menghadapi lingkungan baru, AKu tidak memiliki sahabat di sekolah itu, aku sudah bosan dan muak dengan yang namanya kesepian, setidak nya di sekolah ku yang lama, aku sudah memiliki beberapa sahabat yang dekat. sehingga aku tidak perlu menyesuaikan diri lagi jika aku tidak pindah sekolah. Menyesuaikan diri adalah sesuatu hal yang sangat menakutkan untuk ku, Aku sangat ketakutan dengan yang namanya adaptasi, aku takut tidak memiliki teman, aku benar2 takut dengan yang namanya kesepian. Hari pertama sekolah pun di mulai. Untung nya pada saat awal sekolah aku dapt menemukan teman-teman yang cocok. PErubahan fisik pun terjadi saat aku mulai menginjakkan kaki ku di bangku SMU. Berat badan ku turun drastis, Aku menjadi kurus, dengan tinggi 172 cm berat badan ku sekitar 59 Kg. dan berbeda dengan masa-masa SMP ketika aku menjadi sasaran empuk anak2 lain yang mengatakan aku bantalan, sekarang aku memiliki badan ideal kebanggaan ku . Kehidupan ku di kelas 1 benar2 luar biasa berubah. Aku termasuk anak yang populer di kelas ku, aku merubah image orang akan diriku di lingkungan yang baru ini. Aku disukai oleh teman-teman ku, aku mempunyai Gank yang mendominasi di kelas ku, dan seakan-akan aku lah kepala Gank nya. Aku benar2 merasa bahagia, Kehidupan SMU ku benar-benar berbeda dengan masa-masa SMP, di mana aku tidak memiliki banyak teman. Guru- guru pun mengenaliku sebagai seorang siswa yang populer, Guru bahasa Indonesia ku, sampai-sampai mempromosikan aku kepada anak-anak perempuan kelas lain yang di ajarnya, kalau aku termasuk siswa yang tampan. Aku benar-benar berubah, masa SMU ku benar-benar luar biasa. Saat itu aku berteman dengan seorang pria, kami benar-benar dekat, setiap hari aku bisa telepon samapai berjam-jam dengan dia, Dia benar-benar anak yang tampan, dan aku mulai jatuh cinta pada sahabat dekat ku sendiri. Sebut saya pria ini adalah A. A adalah tipe pria yag di gandrungi wanita, wajahnya tampan, pandai dan menonjol dalam bidang olah raga. terutama sepak bola, Dia menjadi Tim inti kelompok sepak bola di kelasku. A juga seorang yang menonjol dalam bidang study. Aku sangat bangga karena aku bisa menjadi teman dekat A. Selain dengan A, aku pun memiliki seorang sahabat laki-laki yang lain nya, sebut saja dia B, B pun termasuk pelajar yang tampan, baik dan ramah, kami bersahabat dengan erat. Namun aku tidak jatuh cinta kepada B, aku sangat memuja A. A dan B adalah remaja yang cinta Tuhan, mereka memperkenalkan ku dengan Tuhan Yesus, A dan B selalu mengajak aku untuk mengikuti kebaktian pemuda yang di adakan setiap hari sabtu. PErtama kali aku menolak, karena keluarga ku berasalah dari latar belakang agama Budha, dan hampir sebagian besar keluarga ku menanamkan kalau Kristen itu tidak baik. Pada tahun 1996-1997 internet belum berkembang pesat seperti sekarang, aku tidak memiliki komputer dan akses internet di rumah ku. B memiliki nya, saat itu lah aku mulai mengenal yang namanya pornografi di internet. NAmun yang aku cari adalah pornografi untuk kaum Gay, Aku menjadikan kebaktian Youth sebagai alasan agar supaya aku dapat mengakses pornografi di rumah B. Aku pun menjadi rajin dan tidak menolak akan ajakan B untuk mengikuti kebaktian pemuda setiap sabtu, aku bisa sepuasnya mengakses pornografi di rumahnya. Dari sana aku mulai mengenal dengan Tuhan Yesus, Aku mulai bertanya-tanya. apakah Yesus sanggup untuk memulihkan rasa ketertarikan ku yang tidak normal? Aku menjudge diri ku sendiri tidak normal, aku menolak diriku sendiri, aku ingin berubah, aku tahu bahwa homoseksual adalah dosa, aku pun tidak mau untuk dilahirkan sebagai pria yang memiliki ketertarikan dengan pria lagi. Pada saat kelas 1 SMU saya juga sangt dengat dengan seorang wanita yang berinisial DD, kami pun sangat dekat, saya pun telepon dengan dia setiap hari berjam-jam, kami sangat dekat saat itu, saya pun untuk pertama kalinya merasakan perasaan suka terhadap wanita. Tapi perasaan suka ini tidak secara seksual, mungkin hanya di karenakan kami dekat saja. Saat DD mendapatkan kekasih saya pun merasakan kehilangan, saya seakan2 seperti putus cinta. Saya merasa sedih, depresi dan patah hati. Bukan bermaksud sok romantis, namun saat itu saya sampai sempat-sempatnya membuat puisi, dikarenakan peristiwa patah hati saya. TErkadang saya suka merasa geli sendiri saat memikirkan masa-masa dahulu. kok bisa-bisa nya saya sampai bikin puisi karena patah hati. :) Itulah perasaan patah hati pertama kali yang saya alami terhadap wanita. mungkin saya merasa kehilangan teman dekat saya saja saat itu. Liburan kenaikan dari kelas 1 SMU ke kelas 2 SMU pun di mulai. Orang tua ku, mengirimkan aku untuk study tour ke Taiwan. B pun ikut dalam program study tour ini. Dalam program study ini aku kenal dengan teman baru yang namanya FY, FY adalah sosok pria yang sangat kemayu, cara dia berjalan dan cara dia berjalan sangat mirip dengan wanita. Namun kami bersahabat baik. Saat di taiwan, kami anak-anak dari bandung di haruskan untuk mempersembahkan suatu acara ramah tamah di taiwan. Aku pun ikut terlibat dalam drama tersebut, aku menjadi konseptor untuk acara drama tersebut, aku menawarkan diri untuk menjadi banci, untuk melucu di acara tersebut. Setelah acara itu di gelar aku, aku menjadi sangat terkenal, karena akting banci ku luar biasa. Entah kenapa seakan-akan aku sangat menjiwai peran banci. Tapi untuk sekedar informasi, gerak gerik ku dan cara bicaraku tidk kemayu. Walau aku bergumul dengan masalah homoseksualitas, namun gaya bicara dan jalanku layaknya pria biasa. Julukan banci itu pun akhirnya terbawa sampai ke bandung, Teman-teman sekolah ku di bandung mengetahui kalau aku berperan menjadi banci dan sangat heboh di taiwan. Julukan banci dan homo pun mulai menjadi kebiasaan sehari-hari dalam kehidupan SMU ku kelas 2 dan 3. Teman-teman ku di sekolah sering mengolok-olok ku, menjodoh-jodohkan ku dengan teman pria yang lain nya. Namun walau di perlakukan seperti itu aku merasa senang, aku seperti di perhatikan. Selama masa SMU aku selalu bikin heboh, selalu dari kelas 1,2, dan 3 aku masuk dalam gank yang mendominasi di kelas, aku memiliki banyak sekali teman, Aku menjadi ikon kehebohan. Dimana ada aku pasti heboh, guru-guru ku pun mengenaliku. Namun tanpa aku sadari, julukan-julukan banci dari teman-teman SMU ku membawa pengaruh yang sangat buruk kepada kepribadian ku, aku semakin mempertanyakan identitas seksual kepada diri ku sendiri. Aku sangat jarang ke gereja pada saat kelas 2 dan kelas 3. Karena aku tidak sekelas lagi dengan A dan B. Saat kelas 1 aku sekelas dengan mereka, sehingga aku lebih sering ke gereja hanya pada saat kelas satu SMU saja. Kelas 3 pun di mulai, aku benar2 menikmati masa remaja ku. Aku sosok siswa yang pandai, terkenal, populer, dan beberapa wanita jatuh cinta kepada ku. NAmun walaupun ada wanita yang menyukai ku, aku tidak lah tertarik kepada mereka. Aku tertarik dengan 2 teman dekat ku semasa kelas 3 SMU yaitu D dan E. Ujian kelulusan kelas 3 SMU pun di gelar, aku dan teman-teman ku lulus dengan hasil yang memuaskan. Liburan perpisahan pun di adakan. Kami berlibur ke Pantai Pangandaran, pantai yang cukup terkenal di wilayah Jawa Barat. Aku, D dan E pun tinggal dalam satu kamar yang sama. Aku seranjang dengan d saat itu, D adalah anak yang tampan, tinggi dan bertubuh atletis, Saat tidur, pada malam harinya entah mengapa, aku tiba-tiba terbangun, aku melihat D yang tidur di sebelah ku, umur 17 adalah masa- masanya hormon dan dorongan seksual sangat mendominasi anak muda. Tanpa pikir panjang aku mulai "Menggerayangi" sahabat ku sendiri, aku pegang-pegang alat kelamin nya. dan untuk pertama kali nya dalam hidup ku, aku meng "Oral" alat kelamin teman ku sendiri saat dia tertidur, sekedar informasi, d adalah pria normal, tahun ini dia akan melangsungkan pernikahan dengan wanita pujuaan nya. Saat aku bertobat aku pun sudah meminta maaf kepada dia, aku belum berani mengatakan apa yng kulakukan padanya saat liburan kelulusan masa SMU. Aku hanya mengatakan, kalau aku minta maaf, karena aku telah berbuat salah kepadamu D, D memaafkan saya. untungnya dia tidak menyadari apa yang kulakukan. Kalau kupikir-pikir sekarang, aku benar2 nekad saat itu, tanpa memikirkan resiko kalau sahabat ku terbangun, aku melakukan dosa, yang sangat memalukan dengan teman ku. Aku sudah menodai teman ku sendiri. Teman seperti apa aku ini .. Mohon maaf, disini saya menceritakan dosa-dosa yang saya lakukan agak detail, mungkin untuk sebagian orang saya sangat menjijikan, tapi tujuan utama saya adalah, saya ingin berbagi, pergumulan saya, dan seberat apa saya terlibat dengan masalah Homoseksual sebelum saya mengenal YEsus Kristus dan sesudah saya mengenal Nya, selanjutnya saya juga akan menceritakan mengenai pemulihan apa saja yang sudah YEsus pulihkan dalam hidup saya setelah saya mengenal Nya. MAsa-Masa Universitas .. Ujian saringan masuk pun di mulai, Saya masuk di universitas yang cukup terkenal di kota kami, Yaitu UP. saya waktu itu di terima di universitas Maranatha jurusan kedokteran, dan di UP. Namun saya memilih kuliah di UP. Saat Kuliah Di UP saya pun ternyata saya satu jurusan dengan FY, teman saya saat study tour di taiwan. Sang pria kemayu. Sayapun diperkenalkan dengan Boy dan Ken . Boy adalah siswa Pandai dari kota cirebon, dan Ken berasal dari jakarta, sedangkan FY sendiri berasal dari Tasik. Kami 4 sekawan sangat dekat. Mereka sering menginap di rumah saya. Karena saya satu-satu nya orang bandung asli, karena itu mereka sering menginap di rumah saya apabila hari sabtu. Mereka Anak-anak Tuhan yang Luar biasa, mereka mengajak saya untuk mengikuti kebaktian pemuda, di gereja yang sama pada saat saya SMU dulu, gereja yng sama saat saya ke kebaktian pemuda dengan A dan B. Hubungan ku dengan Boy sangat dekat. Saya menyukai dan sayang kepada dia. Hubungan kami sangat dekat sampai-sampai temen-teman yang lain pun menyadari nya, kalau saya sangat perhatian kepada Boy, dan perlakuan saya ke Boy pun berbeda. Tanpa di sadari hubungan saya dengan Boy yang sangat dekat menjerat saya. Saya benar- benar jatuh cinta kepada Boy, namun boy tidak mengetahui masalah ini. Saya pun tidak berani untuk menceritakan pergumulan saya kepadanya. Saya takut dia tidak mau berkawan dengan saya lagi, dan saya akan kehilangan pria yang saya cintai. Dorongan untuk di cintai, diterima, dan di inginkan oleh pria semakin mendesak. seakan-akan semua itu adalah kebutuhan premier ku yang tak bisa ku dapatkan, aku kehausan, kehausan akan cinta dan kasih sayang dari pria. Namun aku tahu, bahwa perasaan-perasaan ini tidak lah benar, dan tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Itu adalah di lema terberat dalam hidup ku, Jelas-jelas dalam Alkitab, bahwa perbuatan Homoseksual adalah kekejian di hadapan Tuhan, aku marah, aku frustasi. kenapa ini harus terjadi dalam hidup ku?kenapa perasaan suka terhadap sesama jenis ini harus kuhadapi? Kenapa aku Tuhan? . Apa salah nya bila aku menginginkan seorang pria yang mencintai ku?menerima ku apa ada nya, tanpa ada penghakiman dari nya? memerhatikan ku? Memeluk ku saat aku sedih? memegang tangan ku saat aku kesepian? mendengar kan keluh kesah ku? Sudah lelah aku berjalan sendirian. Muak aku memakai topeng. KEmana2 aku pergunakan topeng ku, menutupi rasa sedih ku, berpura-pura kalau segalanya baik-baik saja adalah hal yang harus aku lakukan, jika tidak mau masalhku di ketahui oleh orang lain. Aku menutupi semua nya seorang diri, aku tidak bisa menceritakan kepada siapa-siapa. RAsa sepi yang menimpaku seakan mencekik ku sampai aku sesak. Aku tertekan, aku frustasi ..Aku bisa Gila kalau hidup harus seperti ini selamanya. Yang aku inginkan hanyalah sebuah bahu, sebuah bahu di mana aku dapat bersandar dengan tenang, sebuah bahu tempat aku membaringkan kepalaku yang sudah letih, sebuah tangan yang memeluk ku dengan penuh kasih dan penerimaan. aku membutuhkan itu, kemana aku harus mencari semua itu? Hati ku menjerit dengan keras, rasa haus ku akan kasih sayang dari pria membuat ku semakin frustasi. Kadang aku berpikir apa salahnya jika aku mencintai seorang pria?aku tidak pernah meminta untuk di lahirkan seperti ini, aku tidak pernah meminta memiliki perasaan-perasaan ini. perasaan suka dan haus akan kasih sayang pria datang dengan sendiri nya. Aku benci diriku sendiri. aku tahu itu salah, namun aku tak berdaya, aku benar2 haus akan kasih sayang pria yang tidak aku dapatkan dari ayah ku. Ayahku tidak hadir disana saat aku memerlukan kasih nya. ayahku tidak membela ku saat anak-anak yang lain mentertawakan ku (aku tidak bisa menyalahkan dia, karena aku pun tidak pernah cerita), ayahku tidak memberikan pelukan yang cukup untuk membuat ku merasa aman, dia terlalu cuek dengan kesibukan nya, aku tidak dapat menyalahkan nya, Aku di lahirkan dari keluarga timur,, keterbukaan secara emosional, mau pun ekspresi kasih sayang dari orang tua terhadap anaknya sangat lah jarang. Oh iya, diatas aku sudah ceritakan mengenai temanku yang bernama bem. Aku jatuh cinta padanya sejak semester 1 di UP, tiap hari kami selalu bertemu, dia sering menginap di tempat kos ku. Sebagai info, walau aku di bandung, namun rumahku jauh dari UP sehingga aku harus kos juga dekat UP. Hari-hari bersama boy kulalui dengan bahagia, aku benar-benar mencintai nya secara seksual aku pun tertarik kepadanya. Boy sangat lah perhatian kepadaku, dia di lahirkan dari keluarga yang kurang harmonis, sehingga dia pun sama-sama kesepian, teman bagi nya sangat lah berharga. Aku masuk memberikan perhatian yang juga dia perlukan, dia tidak bergumul dengan masalah homoseksualitas, namun dia pun kehilangan figur bapa dalam masa-masa remaja nya. Sehingga dia pun mensyukuri bisa mengenal ku, karena aku memberikan kasih sayang yang dia juga tidak dapatkan dari ayahnya. Kami bagaikan sahabat yang seperti berpacaran. aku care akan dia, dan dia pun care. hanya saja rasa sayang yang kita berikan sama2 tidak sempurna. Kami berdua berusaha saling melengkapi kekosongan di hati, namun kasih manusia tidak lah cukup sempurna untuk menutup kekosongan di hati. Aku sangat bergantung kepadanya, begitu juga dia sebalik nya. Aku saat itu merasa bahagia, aku merasa di miliki dan memiliki. RAsa sayang ku begitu menjerat ku, aku menjadi sangat cemburuan, aku selalu ingin tahu tentang dia, aku berusaha menjerat nya dengan berbagai kebaikan agar dia tidak meninggal kan ku. PErsahabatan yang ku berikan sudah ternoda, aku ingin memiliki dia sepenuhnya. Aku mengalami apa yang di sebut dengan ketergantungan emosional. Apabila boy dekat dengan teman laki-laki ku yang lain seperti FY dan Ken, maka aku menjadi sangat pencemburu. KAdang boy menenangkan ku bahwa aku sahabat baik nya, tidak ada yang bisa menggantikan aku sebagai sahabat dekat nya. aku senang dia mengatakan itu, namun kecemburuan dalam diri ku merusak kan kehidupan ku. Saat-saat kuliah aku aktiv di gereja, sejak boy, FY dan Ken mengajak ku ke gereja, aku memang aktiv di kegiatan persekutuan mahasiswa. Aku ikut drama menjadi pemeran utama. Aku pun termasuk anggota gereja yang populer. Beberapa wanita bahkan mendoaakan aku untuk menjadi pasangan hidup mereka. Aku bukan bermaksud sombong di sini. Namun aku tidak menggubris sedikitpun, karena aku tidak tertarik dengan yang namanya hubungan heteroseksual. Saat-saat boy menginap di kos ku, aku sangat senang sekali. karena kami sering tidur di ranjang yang sama. Saat dia tertidur sering ku elus kepalanya dan kupandangi wajah nya. AKu benar2 mencintai pria disisiku ini. Aku tahu salah, Aku lebih mencintai dan mengutamakan dia dalam hidup ku di bandingkan YESUS. Aku benar-benar bahagia saat itu. Namun aku melakukan sesuatu yang bodoh, umur 18 tahun adalah umur remaja tertarik dengan yang namanya seks, pengaruh hormon membuat hasrat seksual ku meningkat. Saat saat boy tidur disebelah ku, aku pegang-pegang alat kelaminnya. AKu pikir dia tidak menyadari nya, kan sedang tidur ini pikir ku. LEwat beberapa minggu saat aku pulang ke rumah dan dia pun menginapp di rumah ku, aku pun melakukan nya lagi. BEsok nya aku mengakui kalau aku sedang bergumul dengan masalah homoseksual. Aku pikir ini lah akhir dari persahabatan kita, Boy tak mungkin mau berteman dengan ku lagi. aku sudah parah dengan merusak persahabatan di antara kita. Namun ternyata Boy bukan orang seperti itu, dia katakan padaku , bahwa dari saat pertama kali aku pegang-pegang dia, dia sudah menyadari nya, namun dia tak mau aku tersinggung, maka dia berusaha diam. Pertama dia katakan bahwa dia sangat kaget dengan masalahku, dia tidak menyangka kalau sahabat baiknya mempunyai masalah Same Gender Attraction = "SGA" namun dia mengatakan dia tetap menerima ku. Di tetap menganggapku sebagai sahabat terbaik nya. Rasa penerimaan nya, membuatku semakin mencintai nya. Kami tetap bersahabat, namun persahabatan kami sudah tidak sehat. Boy selalu ada saat aku sedih, dia memeluk ku saat aku membutuhkan bahu untuk bersandar. Dia katakan bahwa dia sayang dan care kepadaku sebagai sahabat. Rasa sayang dan care yang boy berikan padaku, adalah rasa sayang sebagai sahabat, namun aku menanggapi nya dengan beda, aku menganggapnya dialah kekasih ku. Boy lahir dari keluarga yang broken, aku sangat menghargai saat dia katakan kalau dia sayang padaku( tentunya sebagai sahabat nya), karena aku percaya dia mmerlukan perjuangan yang luar biasa untuk mengatakan itu. Dia lahir dari keluarga yang sama seperti ku, keluarga yang jarang sekali mengekspresikan kasih sayang secara langsung. Pasti berat untuk nya mengatakan itu. Namun dia katakan kepada ku karena dia benar2 care dan memperhatikan ku. Rasa sayang ku kepadanya semakin menjadi-jadi. Semester berganti semester, Boy pun tertarik dengan seorang wanita. Kehadiran wanita ini telah membuat ku terancam. Namun aku pun tidak mungkin mengatakan kepada boy untuk putus, saat-saat mereka berpacaran adalah saat-saat yang menyesakan untuk ku. Aku serasa mau mati, sesak, dan stress orang yang paling aku sayangi, saat ini menyukai wanita. Aku akan kehilangan kasih sayang dari nya yang selama ini aku dapatkan dari dia. Aku benar-benar frustasi. Nilai kuliah ku anjlok. PAdahal semester 1 dan 2 aku memiliki nilai yang baik, mayoritas A dan B. Sampai saat ini nilai ku anjlok sekali, banyak sekali mata kuliah ku yang tak lulus alias "E" . IP ku sampai hanya satu koma .Akhirnya boy pun resmi pacaran, dia akhirnya mengatakan padaku mengenai hubungan nya dengan wanita ini. Dunia rasanya seperti runtuh menimpa kepalaku, aku merasa sakit sekali. aku merasa di tinggal kan. AKu sudah tak tahan lagi ..Aku merasakan putus cinta aku kehilangan harapan ku, aku tidak semangat lagi untuk hidup. Masa-masa itu adalah masa Ujian akhir semester. Aku putuskan untuk tidak mengikuti ujian. Kejadian ini terjadi saat aku semester 5. Aku kemudian ambil cuti selama 2 tahun. Aku tak kuat untuk bertemu, aku lari dari masalh ku, aku mau meninggalkan dia, aku tak sanggup menahan rasa sakit dan pedih ini. Aku tak bisa melihat orang yang aku kasihi dekat dengan seorang wanita. Aku katakan kepada bem, aku perlu waktu, aku mau jaga jarak dengan nya, dan aku putuskan untuk kita tidak bertemu untuk sementara waktu. Boy sangat sedih, kami menangis bersama waktu itu. Berat bagi nya untuk kehilangan sahabat yang sangat berarti untuk dia, namun dia pun tidak mau melihat ku kesakitan karena dia sedang berpacaran dengan kekasih nya. Dia pun memutuskan untuk memberikan ku waktu, walau itu berat untuk nya. Aku pun tidak kontak dengan bem 1 tahun lamanya. AKu putuskan lari dari kenyataan. ! tahun berlalu, rasa suka ku kepadanya mulai pudar. boy pun memulai untuk menghubungi ku, singkat cerita kami saling berhubungan kembali lewat telepon, namun ternyata apa yang kutakutkan terjadi, aku mulai menyukai dia lagi. AKu pun kangen dengan nya setelah tidak kontak dengan nya 1 tahun lebih. Namun aku menjaga jaerak, aku tidak mau terlalu dekat dengan nya, sehingga aku tergantung secara emosional dengan nya seperti dahulu saat aku masih kuliah. Aku tidak mau merusakkan masa depan ku, aku sudah keluar kuliah karena masalah Emotional Dependency antara aku dan dia, dan aku tidak mau terulang untuk kedua kali nya. Namun Tuhan beracara lain, Hubungan persahabatan kami pelan-pelan Tuhan pulihkan, saya mulai belajar menganggap dia sebagai sahabat saya, bukan kekasih saya. Hubungan persabatan kami adalah hadiah terbesar yang Tuhan Yesus berikan untuk saya. Boy sangat mendukung pemulihan diri ku. Saat ada seorang pastur dari australia datang ke jakarta, Boy antar saya dari bandung ke jakarta, dia temani saya untuk konseling. Kasih nya luar biasa, Kasih Yesus terpancar dari dirinya. Tuhan YEsus memberkati ku dengan persabatan ini. Boy banyak memberkati kehidupan ku, dia sosok sahabat yang sulit tergantikan. Saat kuliah dulu, saat aku pegang-pegang dia, dia tidak menghakimi ku, Dia menjaga ku, saat kami pria-pria berkumpul untuk membicarakan maslah wanita, dan dia tahu kalau aku kurang nyambung untuk berdiskusi tentang masalah cewe, dia bantu aku untuk mengalihkan topik pembicaraan di kelompok ku. Dia berusaha melindungi ku agar aku tak terluka,. Saat aku sedih, dia sediakan bahu nya untuk menopang ku. Aku merasakan Kasih Bapak Surgawi melalui hidup nya. Aku tahu, Yesus ku mengerti akan kebutuhan ku, Kadang kita memerlukan kasih nyata dari sahabat-sahabat kita di dunia. Aku tahu Kasih Yesus yang memulihkan kita, namun Tuhan dapat pakai anak-anakNya untuk menjadi saluran Kasih Nya. Sperti Yesus pakai hidup boy untuk menjadi saluran KAsih Nya. Aku percaya apa yang boy lakukan adalah karena Yesus. Dia tidak jijik kepada ku sedikit pun, dia bener2 menerima ku apa adanya. Pertama kali nya aku merasakan penerimaan dan dukungan yang tulus dari seorang sahabat melalui hidup boy. Aku percaya Yesus menyayangi ku. Dia pun tahu, aku membutuhkan seorang sahabat di dunia, untuk saling menguatkan dan mendukung, seperti Daud dan saul yang mengasihi sebagai sahabat. Penerimaan dari boy, sedikit demi sedikit memulihkan hidup ku. Dia mengantar ku ke jakarta untuk konseling 2 kali, dia benar2 peduli akan pemulihan diri ku. Boy ingin aku pulih dari pergumulan homoseksual ini. Yesus adalah sahabat sejati kita, Dia tahu apa yang kuperlukan. Dia kirim orang-orang yang luar biasa dalam hidup ku. kasih boy kepadaku adalah kasih seorang sahabat yang tulus dan menyentuh hati ku. Aku bersyukur kepada Tuhan, aku mempunyai sahabat seperti nya. Seorang sahabat yang tidak menolak ku, seorang sahabat yang mengasihi ku apa adanya. PErtemuan-pertemuan di jakarta akhirnya mempertemukan ku dengan PAncaran Anugerah Indonesia. Suatu lembaga pemuridan, yang membantu orang-orang yang bergumul dengan masalah homoseksualitas. Aku pun mengikuti beberapa training nya di jakarta. PAda sesi2 pertama aku malu, aku tidak berani menceritakan maslah ku. Namun sekarang aku menyadari, lagkah awal dari proses pemulihan ini ada lah keterbukaan. Yesus pun mengajarkan kepada kita, supaya kita saling mengakui dosa kita dan saling mendoakan, maka kita akan sembuh, karena doa orang benar sangat besar kuasanya, dan kita adalah Anak-anakNya yang telh di benarkan oleh Nya. Kalau saya merenengkan kembali kisah hidup ku sejak masa kuliah, aku bersyukur pada Yesus, aku di proses dengan berat selama 7 tahun, aku rasakan sakit hati, kesepian, kejatuhan, padang gurun, kesesakan, Namun semua itu semakin mendewasakan aku, karena Aku percaya Allah turut bekerja dalam segala sesuatu(termasuk pergumulan homoseksualku) untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang percaya kepadanya. Justru dalam kelemahan ku lah kuasaNYA sempurna. AKu kehilangan figur bapak sejak aku masih kecil. Ayah ku bukan lah ayah yang tidak bertanggung jawab. Dia merawat ku, juga menyayangi ku. iblis telah masuk melalui celah kecil, rasa kosong di hati ku, rasa haus akan kasih bapa yang menahun ku alami, ling kungan yang mengatai aku banci dll. bercampur aduk, membuat krisis kepribadian ku semakin rumit. Ayah ku ada lah seorang ayah yang paling baik, dia tidak pernah marah, dia sangat baik, hanya di dalm rumah tangga kami, mamah ku sangat dominan. HAmpir semua aspek kehidupan ku diatur oleh mama ku, aku mungkin akan menginjak usia 28 tahun, namun bisa di bilang, aku seperti anak kecil. aku tak bisa memutuskan hal2 kecil dalam hidup ku, aku harus mendapatkan restu dari ibu ku untuk memulai segala sesuatu. Dalam pikiran ku seperti ada anggapan, apabila aku melakukan apa yang ibu ku tidak setujui, maka semuanya akn berakhir dengan ke kacauan dan kegagalan, Aku tumbuh menjadi pria yang plin plan dan tanpa kedewasaan, aku tak sangat takut dengan apa yang namanya ke gagalan. Aku tak bisa gagal, aku seperti mempunyai tekanan untuk selalu berhasil, untuk menutupi kekurangan ku, Aku seperti merasa bukan laki-laki dan bukan jug aperempuan, aku bergumul dengan sangat berat, rasa haus akan kasih sayang pria semakin menghantui ku hari- demi hari. Aku seperti drakula yang haus akan darah, yang sekarat dan haus akan darah, aku seperti mau melakukan apa saja asalkan aku mendapatkan perhatian. Aku dapatkan itu dari masa SMU ku, aku menjadi pusat perhatian di sekolah ku, namun aku tukar kan dengan harga diri ku, aku menjadi guyonan untuk anak-anak sekolah ku, Beradegan banci adalah hal yang paling mudah, orang-orang menyukai ku, aku seperti mahluk aneh yang lucu, walau mereka memperolok ku, aku sudah puas, aku merasa ejekan dan olokan mereka adalah perhatian untuk ku, yang aku butuhkan hanyaah kasih sayang dan penerimaan. Mungkin masyarakat pada umumnya jijik saat berhadapan dengan orang-orang seperti ku, namun perlu masyarakat ketahui, kami adalah orang-orang yang memerlukan Kasih Bapak Surgawi. KAlian tidak pernah tahu sekecil apapun perhatian dari kalian sudah membuat saya puas, dan terlegakan. Hidup ku telah salah, bertahun- tahun aku mencari kepuasaan dari manusia, untuk mengisi rasa kosong di hati ku, namun semuanya itu tidak lah dapat menambal lubang dalam hati ku. Rasa hampa dan frustasi, rasa tak berarti dan rendah diri, membuat ku jatuh dalam lubang pornografi dan internet, mereka menjeratku seperti narkoba. Aku berada dalam dunia ku sendiri, dimana aku merasa nyaman dan di terima. Penyakit jaman ini yang paling parah adalah kesepian, rasa di tolak dan tidak di terima. Sudah saat nya Gereja Tuhan bangkit. Memberikan KAsih Yesus kepada dunia yang haus. Tuhan telah memberikan kepada saya kesempatan untuk merasakan penderitaan dunia tanpa cinta dan kasih sayang. Kini saat nya untuk saya bergerak, Ada kasih dalam diri kita yang bisa kita beri kepada orang-orang yang membutuhkan, saya meu mebawa dampak untuk orang-orang yang sedang bergumul, saya meu belajar mengasihi, saya mau belajar memberi dari kekurangan saya, saya tahu kasih saya terbatas. Saya perlu kasih Yesus dalam diri saya, untuk menolong orang-orang yang sedang bergumul. Ada jawaban untuk semua masalah hidup kita. Yesus jawabannya .. Blog ini hanyalah sekilas dari kehidupan ku. saya akan menuliskan lebih banyak lagi. Bagaimana jatuh bangun nya saya dalam dunia gelap ku. Namun Kasih Yesus yang tidak pernah menyerah, menopang ku, kasih Nya yang tulus, telah menyentuh hati ku. Saya belum sempurna, saya msih sring jatuh bangun. Namun Kasih Yesus memberikan ku semangat untuk hidup lagi. Aku ingin kehidupan ku berguna dan berdampak untuk sesama ku. PErjuangan ini adalah perjuangan seumur hidup ku bersama Yesus, Saya percaya, seperti Yesus ajarkan, kita harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Dia, Ini beban yang saya bawa, salib yang harus kupikul, namun saya percaya, semua itu untuk membuat saya tidak bermegah dengan diri kita, membuat saya sadar bahwa kita memerlukan Kasih nya sepanjang hidup kita. Kasih nya yang tanpa syarat memulihkan ku, aku termasuk orang yang tidak mudah percaya pada orang lain, aku penuh dengan curiga, aku tidak percaya ada manusia yang tulus mengasihi ku. Namun sekarang aku belajar untuk percaya. Bahwa ada kasih sejati, Kasih Yesus dalam hidup ku. Dia sudah berikan seorang sahabat yang luar biasa. Sekarang aku tidak mau terlalu fokus pada masalah homoseksualitas ku, aku sekarang ingin lebih memaksimal kan potensi yang sudah Tuhan beri dalam hidup ku. Yohanes 3:16 " Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" KAsih Yesus dalam hidup ku luar biasa, terlalu lama aku mempertanyakan kenapa ini terjadi dalam hidup ku, aku mau belajar untuk mengetahui apa rencana Tuhan dalam hidup ku, Untuk apa aku melewati pergumulan yang berat ini. Aku percaya apa yang kualami, bisa membawa berkat buat banyak orang. Aku mau serhkan kelemahanku ini ke dalam Tangan Nya. Aku mau menguatkan saudara-saudaraku yang sedang bergumul, bahwa ada jawaban Dalam Yesus, Kasih nya yang memulihkan hidup ku. Apakah pergumulan itu hilang dalam hidup ku? Belum, saat ini aku masih bergumul dengan keras untuk mengatasi dorongan-dorongan seksual dalam diri ku. Namun aku mau berjalan bersama Yesus untuk mengatasi masalah ku, Dan aku percaya Aku adalah pemenang di Dalam Yesus Kristus. Bukan kah Yesus mengajari kita untuk menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Dia? Apabila godaan-godaan itu menyerang ku, aku hanya berpikir satu hal. Bukan kah kita harus menyangkal diri kita? saya belajar untuk memikul salib? Mungkin kita harus pikul itu seumur hidup kita, tapi kuk yang Tuhan kasih pasti kita sanggup bawa. pasti berat, namanya angkat beban mana ada yang ringan, namun pasti lebih ringan dari pada kita angkat beban dosa, kena sakit penyakit karena hub bebas, atau beban sakit hati karena putus cinta dan di tinggalkan pasangan cinta kita. Filipi 3:13-14 13 " Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan : aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada pa yang di hadapanku," 14 " Dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus" Filipi 4 : 13 " Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku" Aku mohon dukungan doa dari Saudara-saudari Seiman, agar aku tetap kuat dalam mengatasi pergumulan ini, Tuhan Berkati Kisah kehidupan ini kubuat bukan untuk mencari sensasi, ini kehidupan ku nyata, aku saat ini masih bergumul. Namun aku percaya kepada Yesus akan terus sempurnakan hidup ku, aku mau share kepada temenn2 yang lain, tentang apa yang God sudah pulihkan dalam hidup ku, TAnpa nya kehidupan ku akan hancur. Aku bersyukur untuk setiap pimpinan God dalam hidup ku, untuk setiap anugerah nya. Lewat masalah ini aku lebih mengenal Tuhan Yesus, dan mengalami kemurahan, pemulihan nya secara pribadi. bukan hanya dari kata orang. Proses ini sangat menyakitkan dan kadang membuat aku frustasi, tapi dari masalah2 itu aku mengetahui dan menyadari Kebesaran Yesus, Tanpa nya aku sudah mati. Pergumulan yang ku alami saat ini memang berat, namun saat Kulihat kasih Yesus di kayu salib, aku berkata, aku harus bertahan. Seharus nya yangmati adalah aku, yang di cambuk, di siksa, menerima semua penderitaan di kayu salib itu harus nya adalah aku, karena aku yang berdosa, aku yang patut di Hukum, untuk membayangkan tangan ku yang di tusuk paku di kayu salib, membayangkan nya saja sudah membuat ku merinding, betapa dahsyat penderitaan yang sudah Yesus tanggung demi aku. namun karena Kasih YEsus begitu besar untuk hidup ku. Dia rela ganti kan aku di kayu salib, untuk menebus ku, Dia terima semua penderitaan yang seharus nya untuk ku. Kasih Yesus besar dalam hidup ku. NAmun tak kupungkuri, aku sering juga jatuh dalam godaan2 dosa. Aku Saat ini bergumul dengan berat. Aku mohon juga dukungan doa dari saudara2 seiman, agar aku dapat mengatasi semua nya Bersama Yesus. TErima kasih GBU HEndra http://profiles.friendster.com/jawaban80 http://jawaban80.wordpress.com/ ------------------------------------ -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] Bagi Saudara yang berdomisili di Amerika, saudara dapat bergabung dengan mailing list Keluarga Kristen USA (KK-USA) dengan mengirimkan email kosong ke [EMAIL PROTECTED] dan ikuti instruksi yang ada. -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

