From: David Hotary P 

 Apa yang Menyenangkan Tuhan
by Joel Osteen

Firman Hari Ini
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Elohim. Sebab barangsiapa 
berpaling kepada Elohim, ia harus percaya bahwa Elohim ada, dan bahwa Elohim 
memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.  Ibrani 11 :6

Apakah anda pernah memikirkan apa yang menyenangkan Tuhan? Alkitab mengatakan 
bahwa Tuhan disenangkan / berkenan karena iman kita kepadaNya. Ia disenangkan 
di saat anda mempercayai kebaikanNya, ketika anda percaya bahwa Ia memberikan 
upah kepada mereka yang mencari Dia.

Tuhan telah melengkapi setiap orang dengan suatu ukuran iman. Ia memberikan 
kepada kita semua kemampuan untuk menjalani hidup yang menyenangkan Dia. Bagian 
kita adalah untuk bekerja sama dengan Dia dan mengijinkan iman itu untuk tumbuh 
di dalam kehidupan kita. Di dalam kitab Roma tertulis bahwa Iman tumbuh karena 
pendengaran akan Firman Elohim. Dengankata lain, iman dimulai di saat kita 
mengetahui kehendak Tuhan itu apa lewat FirmanNya. Ketika anda mengetahui bahwa 
keinginan Tuhanlah agar anda diselamatkan, itu akan memicu iman di dalam hati 
anda.

Seperti benih di tanah, iman anda dapat tumbuh dan berkembang ke seluruh aspek 
kehidupan anda. Ketika anda mulai bertekun di dalam pembacaan Firman Tuhan, 
kita seolah-olah sedang mengairi benih-benih iman tersebut. Ketika anda 
berjemaat di Gereja yang baik dan bersandarkan kepada Firman Tuhan, itu juga 
sama seperti anda memberikan gizi dan pupuk bagi benih iman anda untuk tumbuh. 
Sambil dengan tekun mencari Dia, ijinkanlah iman anda untuk tumbuh dan 
berkembang di hati anda. Anda akan bangkit lebih tinggi lagi, dan anda akan 
dikuatkan dan dimampukan untuk menyenangkan hati Tuhan dalam setiap aspek 
kehidupan anda!

Doa hari ini
Bapa di surga, terima kasih telah menaruhkan imanMu di dalam setiap kami. Aku 
memilih untuk menjalani hidup yang menyenangkan hatiMu. Bawa aku selalu dekat 
supaya aku tetap berjalan di dalam jalan-jalanMu. Di dalam nama Yesus, Amin!
====================================================
From: -= Henky =- 

Kesaksian Jujuk-Srimulat

Panggilan Tuhan Membuatnya takut mati
Bagi penggemar panggung komedi di tahun 80-an, pasti mengenal sosok wanita yang 
satu ini. Dulu, bersama Gepeng, Asmuni, Timbul, dan Tarzan, ia sering tampil di 
berbagai acara panggung. Nama itu terus berkibar, setelah dirinya sering 
didaulat berperan sebagai seorang juragan atau boss dalam setiap lakon, baik 
itu di televise maupun panggung-panggung terbuka, seperti di kota Surabaya, 
Solo, dan Jakarta.

Nama wanita itu adalah Jujuk. Lalu apa sebenarnya yang menarik dari komedian 
yang satu ini? Istri tercinta pencetus sekaligus pimpinan teras Srimulat Teguh 
tersebut, pada tahun 2003 lalu memproklamirkan diri sebagai pengikut Kristus. 
Banyak orang mengenalnya, tetapi sedikit yang tahu kalau dirinya sekarang jadi 
kristen. Kepada GAHARU wanita yang selalu tampil ayu bak putri Solo ini 
berkisah dan menuturkan bagaimana proses pengenalannya terhadap Kristus.

Eksistensi Srimulat dalam perjalanannya memang mengalami pasang surut, bahkan 
sempat vakum dalam kurun waktu yanhg cukup lama. Kehadirannya kembali berkibar 
sekitar tahun 90-an, ketika salah satu stasiun televisi swasta mengontrak grup 
ini dalam acara panggung srimulat di indosiar. Sepeninggal Teguh yang dipanggil 
Tuhan beberapa tahun silam, jujuk memutuskan menikah kembali dengan seorang 
perjaka. "Maaf namanya tak usah disebut ya," pintanya sambil tersenyum. Dalam 
pernikahan yang diharapkan akan menuai kebahagian, seperti yang direguknya 
bersama Teguh dulu, ternyata jauh panggang dari api. Malah sering terjadi 
kesalahpahaman yang ujung-ujungnya terjadi pertengkaran. "Rumah tangga saya 
bagaikan neraka," tandasnya.

Dengan berbagai persoalan yang begitu pelik itulah membuat fisik dan mental ibu 
empat orang anak ini lemah. "Saya tertekan, bahkan tak kuasa menahanya. 
Kejadian ini saya rasakan saat manggung bareng bersama pelantun tembang-tembang 
campur sari, Didik Kempot. Sampai dirumah tubuh saya limbung dan gelap sekali. 
Saya benar-benar rapuh.
Dalam kegelapan itu saya mencoba memanjatkan doa permohonan sesuai dengan 
kepercayaan saya dulu. Tiba-tiba saya mendengar panggilan dalam bahasa jawa 
"Muliho-muliho" artinya pulanglah-pulanglah. Mendengar panggilan itu saya 
ketakutan luar biasa. Sebab yang saya pahami dari nenek moyang saya dulu, 
pulang itu bisa berarti dipanggil Tuhan alias meninggal. Inilah yang membuat 
saya takut luar biasa. Jujur saja saya belum siap kalau Tuhan panggil. Maka 
secara spontan saya mengajukan permohonan kepada Tuhan, jangan Kau panggil saya 
sekarang Tuhan, karena saya belum siap mati. Tetapi suara itu tetap terdengar 
bahkan sampai tiga kali. Nah pada panggilan ketiga, suara itu menambahkan 
supaya saya pulang dengan membawa semua barang-barang saya yang ketika itu 
dikuasai oleh suami kedua saya ini. Disinilah saya meyakini bahwa panggilan 
pulang itu supaya saya kerumah dulu dasn membawa barang-barang saya, Saya 
meyakini bahwa itu adalah suara Tuhan," jelasnya.

Minta didoakan
Dengan sisa tenaga yang masih ada, Jujuk segera pulang ke rumahnya.
Seperti perintah yang duyakini sebagai suara Tuhan, ia mengambil dan membawa 
serta barang-barang berharga miliknya. "Sebenarnya barang-barang itu juga hasil 
jerih lelah saya selama ini. Saya semakin yakin itu suara Tuhan, seminggu 
setelah saya mendapatkan kabar ada masalah dengan orang yang bersengketa dengan 
saya. Dari situlah saya menyadari bahwa Tuhan itu memang baik. Karenanya saya 
minta keempat
anak saya untuk mendoakan. Sebab mereka sudah terima Yesus terlebih dahulu. 
Awalnya mereka kaget. "Mama tahu kan apa doa saya?" tanya mereka. Lalu saya 
katakan saya tahu, tetapi tolong mama didoakan.
Sewaktu didoakan itulah saya menangis sejadi-jadinya dan bicara tidak karuan. 
Sekarang saya baru tahu kalau yang saya alami itu adalah bahasa Roh. Saya 
mengerti apa yang saya katakan, tetapi anak-anak dan hamba Tuhan yang mendoakan 
waktu itu sama sekali tidak tahu apa maksud kata-kata saya itu. Sejak itulah, 
saya memutuskan untuk menerima
Yesus, bahkan sekarang aktif di GBI Keluarga allah, Solo, dan pelayanan secara 
Oikumene," kisahnya.
 
Ternyata hanya di dalam namaNyalah ada kelegaan. Melalui peristiwa inilah 
segala beban berat yang ada dalam dirinya terangkat. Dan yang lebih dasyat 
lagi, Tuhan meminta untuk mengampuni orang yang bermasalah dengannya. "Jujur 
itu sangat berat, sebab orang seperti itu tak layak mendapat pengampunan. 
Selama satu tahun saya bergumul untuk bisa mengampuninya. Dan luar biasa 
akhirnya saya bisa melakukannya," ujarnya. Setelah menerima Yesus. Mujizat demi 
mujizat terjadi dalam hidup saya, "Rasanya saya sampai tidak bisa bercerita 
mukjizat yang saya alami satu persatu karena saking banyaknya, wis kalau mau 
tahu lebih banyak mujizat yang saya alami datang ke Solo saja nanti pasti
saya akan bercerita banyak", tukasnya dengan gaya Srimulatnya.
-YU-TUK.

Diambil dari Majalah GAHARU EDISI 54 tahun ke 7 - 2008

Kirim email ke