From: dede wijaya 

MARI BERITAKAN INJIL KABAR BAIK, MULAI !!!

Seruan dari Para Misionaris, Pendeta, Penginjil, Guru SM, Pekerja Profesional, 
Mahasiswa, Pelajar, Pejabat Kristen dimanapun engkau berada, dan kepada Para 
Misionaris, Pendeta, Penginjil, Guru SM, Pekerja Profesional, Mahasiswa, 
Pelajar, Pejabat Kristen dimanapun engkau berada,

Mari BERITAKAN INJILnya SIAP ATAU TIDAK SIAP, lewat segala macam media yg 
memungkinkan, bisa lewat percakapan/obrolan, tindakan nyata, kerja nyata, media 
elektronik, media massa, semua macam media dan cara yg tidak melanggar HUKUM, 

Mari Beritakan Injil kepada segala suku bangsa, dimanapun engkau berada.
Di Indonesia ada 127 SUKU TERABAIKAN, BANTEN, SUNDA, PADANG, ACEH dll lahan yg 
masih Hijau SEGAR,

Butuh para pekerja, yg mau berkorban bagi Kristus dalam DANA, DAYA, dan 
tentunya juga DOA. 

Jika INJIL KERAJAAN itu sudah DIBERITAKAN kepada SEGALA SUKU BANGSA DI
SELURUH DUNIA (ETHNE to ETHNE), Saya YAKIN TUHAN YESUS AKAN SEGERA
DATANG. ada satu saja di suku2 TERABAIKAN yg sudah diberitakan INJIL,
berarti sudah tidak msuk suku TERABAIKAN lagi.

Yesus berkata LADANG BEGITU LUAS, tetapi PEKERJA SEDIKIT, MINTALAH
KEPADA yg EMPUNYA tuk MENGIRIMkan Para Penabur dan Penuai di LADANGNYA.

Mari pikirkan satu, dua, tiga, dll cara untuk memberitakan INJIL di lingkungan 
anda, ditempat lain, di berbagai tempat. Selamat Memberitakan Injil.

saya mendapat sms dari pak johny, seorang Ustad bersedia dibaptis, dari media2 
lain juga banyak, via sms2an 6 bulan Mas Abdul percaya KEBANGKITAN YESUS dan 
KEBENARAN tt Elohim TRITUNGGAL, dan malah pesan2 buku Kristen via saya, untuk 
mendalami Alkitab.
ini hanya secuil cerita dari banyak cerita yg belum terungkapkan. Anda dan 
saya, dipanggil untuk MEMBERITAKAN KABAR BAIK, bukan KABAR BURUK lho, so KABAR 
BAIK diberitakan pastilah didengar orang2.

Mari Bangkit, Wake Up, Waktu tidak banyak, Yesus dapat datang kapan saja, READY 
but NOT YET.

MATIUS 20:18-20
18 Yesus mendekati mereka dan berkata: ''Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa 
di sorga dan di bumi.  
19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka 
dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,  
20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan
kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada
akhir zaman.'' 
12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab 
di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia 
yang olehnya kita dapat diselamatkan.''  (KISAH PARA RASUL 4:12)

6 Kata Yesus kepadanya: ''Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada
seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (YOHANES 14:6)

www.dedewijaya.co.cc
dedewijaya.blogspot.com
www.dedewijaya83.co.cc
dedewijaya83.blogspot.com
dedewijaya.multiply.com
dedewijaya83.multiply.com
www.dede-wijaya.co.cc
www.webkristiani.co.cc
dedewijaya.wordpress.com
www.in-christ.net/blog/dedewijaya
www.sabdaspace.com/blog/dedewijaya
================================================
From: rm_maryo 

"Berbahagialah hai kamu yang miskin dan lapar"
(1Kor 7:25-31; Luk 6:20-26)

"Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu 
yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Elohim.
Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. 
Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. 
Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika 
mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu 
yang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab 
sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang 
mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya,
karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. Celakalah
kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang 
sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. Celakalah 
kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang 
mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu." (Luk 6:20-26), demikian kutipan 
Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan 
sederhana sebagai berikut:
• Sabda bahagia serta kutukan atau kritikan yang disampaikan oleh Yesus pada 
hari ini kiranya baik sekali menjadi permenungan atau refleksi kita.
 (1) Pertama-tama marilah kita refleksikan sabda bahagia, ajakan untuk tetap 
berbahagia ketika dalam keadaan miskin, lapar, menderita/menangis, dibenci, 
dikucilkan atau dicela, sehingga hati, jiwa, akal budi atau tubuh kita `sakit' 
atau `tersakiti'. Berada dalam keadaan yang demikian itu rasanya merupakan 
kesempatan emas bagi kita untuk menyadari dan menghayati jati diri kita yang 
sebenarnya,
sebagaimana pernah dinyatakan oleh para Yesuit dalam Konggregasi Jendral ke 32, 
yang berbunyi: "Yesuit adalah orang yang mengakui dirinya pendosa, tetapi tahu 
bahwa dipanggil menjadi sahabat Yesus seperti Ignatius dahulu; Ignatius minta 
kepada Santa Perawan, agar menempatkan dia dia di samping Puteranya', dan 
kemudian Ignatius melihat Bapa sendiri minta kepada Yesus yang memanggul salib 
agar menerima si musafir ini dalam kalangan sabahatnya" (KJ 32 dekrit 2.1).
Kita semua bagaikan musafir yang sedang mengarungi atau menempuh `jalan'
 (panggilan atau tugas perutusan), yang sarat dengan tantangan dan hambatan. 
Dari diri kita atau mengandalkan diri yang lemah dan rapuh ini kiranya kita tak 
akan mampu mengarungi atau menempuh `jalan' tersebut, maka hendaknya menyadari 
dan menghayati kelemahan dan kerapuhan diri serta membiarkan Elohim hidup dan 
berkarya dalam diri kita yang lemah dan rapuh ini. 
(2) Bagi yang merasa `kenyang, tertawa/bersukacita, dipuji' alias merasa 
dirinya hebat dan tak tertandingi serta tidak butuh bantuan orang lain, 
hendaknya menyadari bahwa hal itu merupakan benih kesombongan yang akan 
mencelakakan. Maka jika berada dalam keadaan demikian itu hendaknya tetap 
rendah hati, artinya menghayati bahwa semuanya itu merupakan anugerah Elohim, 
yang harus kita fungsikan atau manfaatkan sesuai dengan kehendak Elohim.
• "Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena 
itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku 
seolah-olah mereka tidak beristeri; dan orang-orang yang menangis seolah-olah 
tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; 
dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli" 
(1Kor 7:29-30), demikian nasihat atau peringatan Paulus kepada umat di 
Korintus, kepada kita semua orang beriman. Peringatan atau nasihat ini kiranya 
mengajak dan mengharapkan kita semua agar `merelativir' atau `tidak 
memutlakkan' segala sesuatu yang kelihatan atau dapat dinikmati oleh 
pancaindera kita, misalnya harta benda/uang, kenikmatan seksual,
makanan dan minuman dst.. Semuanya itu hendaknya dihayati sebagai sarana atau 
jalan bagi kita untuk semakin beriman, semakin suci, semakin mengasihi dan 
dikasihi oleh Elohim maupun sesama kita. Untuk itu saya angkat empat motto 
hidup beriman atau menggereja:
kemandirian, subsidiaritas, solidaritas dan keberpihakan pada atau bersama yang 
miskin dan berkekurangan. Dua motto terakhir yaitu `solidaritas dan 
keberpihakan pad atau bersama yang miskin dan berkekurangan' rasanya mendesak 
dan up to date untuk kita hayati dan sebarluaskan pada masa kini, mengingat dan 
memperhatikan di satu sisi masih banyak orang miskin dan berkekurangan dan di 
sini lain sementara orang kaya hidup berfoya-foya tanpa batas. Maka dengan ini 
saya mengingatkan dan mengajak mereka yang kaya untuk solider pada dan 
memperhatikan mereka yang miskin dan berkekurangan. Hendaknya diingat dan 
dihayati bahwa kekayaan anda diperoleh tidak terlepas dari mereka yang miskin 
dan berkekurangan melalui berbagai cara. 

"Keindahan belaka puteri raja itu di dalam, pakaiannya berpakankan emas. Dengan 
pakaian bersulam berwarna-warna ia dibawa kepada raja; anak-anak dara 
mengikutinya, yakni teman-temannya, yang didatangkan untuk dia. Dengan sukacita 
dan sorak-sorai mereka dibawa, mereka masuk ke dalam istana raja. Para bapa 
leluhurmu hendaknya diganti oleh anak-anakmu nanti; engkau akan mengangkat 
mereka menjadi pembesar di seluruh bumi " (Mzm 45:14-17)

==============================================
From: mindarto santoso 

Tanda-Tanda Luka

Beberapa tahun yang lalu di sebuah musim panas di Florida bagian selatan. 
Seorang anak kecil memutuskan untuk pergi berenang di sebuah danau di belakang 
rumahnya. Dengan tergesa-gesa dia berlari keluar pintu belakang sambil 
melepaskan sepatu, kaus kaki dan kaosnya, terjun ke air yang dingin. Dia 
berenang dan berenang terus tanpa disadarinya bahwa dia sudah berada di 
tengah-tengah danau.

Bersamaan dengan itu, seekor buaya besar juga sedang berenang ke arah yang 
sama. Ibunya dari dalam rumah memandang ke arah jendela dan melihat anaknya dan 
buaya tersebut semakin lama semakin mendekat satu dengan yang lain. Dengan 
ketakutan yang luar biasa, dia berlari ke dekat pinggir danau tersebut sambil 
berteriak kepada anaknya dengan sekuat tenaga. Ketika mendengar teriakan 
ibunya, anaknya sadar dan berbalik berenang ke arah ibunya. Namun terlambat 
sudah.

Buaya besar tersebut juga sudah berhasil menjangkau dia. Dari dermaga, ibu itu 
menggapai lengan anak lakinya bersamaan dengan buaya besar tersebut menyambar 
paha dari anaknya.Terjadilah tarik- menarik yang sangat mengerikan antara 
keduanya. Buaya besar tersebut jauh lebih kuat dari ibunya, namun demikian 
ibunya bertahan mati-matian untuk tidak menyerah dan membiarkan anaknya 
terlepas. Seorang petani yang kebetulan lewat di sekitar lokasi mendengar 
teriakan ibu tersebut, bergegas turun dari mobilnya dan menembak buaya besar 
itu.

Secara luar biasa setelah berminggu-minggu di rumah sakit, anak laki-laki 
tersebut berhasil diselamatkan dan disembuhkan. Pahanya penuh dengan bekas luka 
dari serangan buaya yang sangat ganas itu dan di bagian lengannya juga terdapat 
bekas luka cakaran dari kuku-kuku ibunya yang menancap pada daging lengannya 
sebagai usaha mempertahankan nyawa anaknya yang dikasihinya.

Setelah lewat masa-masa traumanya, seorang wartawan surat kabar yang 
mewawancarai anak laki- laki tersebut meminta dia untuk menunjukkan bekas 
luka-luka di pahanya. Anak tersebut kemudian mengangkat celananya, namun dia 
secara bangga juga berkata kepada si wartawan. "Lihat bekas luka- luka di 
tanganku yang diakibatkan oleh peristiwa tersebut" Ini terjadi karena ibu saya 
tidak pernah menyerah dan tidak mau melepaskan aku.”

Saudara dan saya dengan mudah dapat mengenali anak laki-laki tersebut. Kita 
semua punya bekas luka- luka, bukan dari gigitan buaya atau dari satu peristiwa 
yang sangat dramatis. Tetapi bekas luka- luka dari masa lalu yang sangat 
menyakitkan. Beberapa dari bekas luka-luka tersebut tidak dapat dikenali dari 
luar tapi menggoreskan penyesalan yang sangat dalam bagi kita. Namun, beberapa 
luka, saudaraku, adalah bekas-bekas luka karena Tuhan tidak mau menyerah atas 
kita. Di tengah-tengah pergumulan Anda, Dia terus bertahan untuk terus memegang 
Anda.

Firman Tuhan berkata bahwa Elohim mengasihi Anda. Bilamana Yesus Kristus ada di 
dalam kehidupan Anda, Anda menjadi anakNYA. Dia sangat rindu untuk memproteksi 
dan menyediakan kebutuhanmu dengan cara apapun juga. Tetapi seringkali kita 
secara bodoh melakukan perkara-perkara yang membahayakan diri kita sendiri. 
kehidupan selayaknya sebuah danau tempat kita berenang, danau yang dipenuhi 
berbagai bahaya dan kadang kala kita lupa bahwa musuh kita sedang menunggu 
untuk menyerang.

Ketika peristiwa tarik-menarik terjadi, berbahagialah bilamana Anda memiliki 
bekas luka di lengan Anda sebagai tanda kasihNya pada Anda. Dia tidak pernah 
dan tidak akan sekali-kali menyerah dan membiarkan serta melepaskan anda pergi.

Sumber : GOTN
www.abrahamsseed.blogspot.com

Kirim email ke