Jangan di putus ya... D O A

>From : Ari.R 
  
*Bapa   Surgawi* 
Terima Kasih untuk semua anugerah-Mu dalam kehidupanku 
Terima kasih untuk kasih-Mu yang tanpa batas bagiku, keluargaku dan orang orang 
di sekitarku. 
Terima Kasih menjadikan aku sebagai alasan Engkau memberkati lingkunganku, 
pekerjaanku dan komunitasku.    
Semua kutukan nenek  moyangku,  kedua orangtuaku , keluargaku dan aku  
sendiri,aku patahkan dalam  KUASAMU.     
Segala sakit penyakit dalam tubuhku dan   keluargaku telah ENGKAU sembuhkan  
oleh bilur bilur-Mu. 
Tahirkan lidah, mulut dan bibirku sehingga hanya kata kata berkat dan Firman-Mu 
saja yang bisa aku katakan 
Tahirkan mataku sehingga hanya hal hal yang daripadaMu saja yang aku lihat, 
untuk pertumbuhan imanku 
Tahirkan telingaku sehingga hanya kebenaranMu yang aku dengar dan perdengarkan  
Berkatilah aku,   pasangan hidupku, anak-anakku, semua  keluargaku, 
rumahku,  pekerjaanku serta teman2ku.  Jadikanlah kami  perpanjangan hati 
dan tanganMU.   
Terima Kasih Bapa untuk semuanya  
Dalam nama TUHAN  YESUS  aku  berdoa. 
AMIN... 

kirimkan ke 10  orang pilihanmu, jangan sampe putus ditanganmu.     
 Lihat,  keajaiban akan  terjadi hari ini. GBU 
PS: Karena anda  telah berdoa dan mengajak orang2 berdoa 
=================================================
Satu menit saja, doakan ...

>From : Ari R 

  (Yesaya 65:24) : 
"Maka sebelum mereka memanggil,  Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang 
berbicara, Aku sudah mendengarkannya." 

(Doa 1 menit) 
Doa yang mengagumkan ini kurang dari 1 menit. 
Ketika kamu menerima ini, ucapkan doamu , 
dan segalanya dapat kau lakukan. 
Tidak perlu basa basi. 
Hanya cukup kirimkan kepada semua orang . 
Doa adalah hadiah terbaik yang kita terima. 

Tidak perlu biaya tapi banyak manfaatnya. 

~~Teruskan doamu kepada orang lain. ~~ 

Bapa, 
aku memintamu untuk memberkati 
teman-temankuyang membaca tulisan ini. 

Aku memintaMu untuk memberi semangat 
kepada para pelayan Tuhan setiap saat. 
Dimana ada kesesakan 
Kau berikan damai dan kemurahanMu. 
Dimana ada keraguan, 
Kau perbaharui keyakinan untuk bekerja di antara mereka. 
Disaat lelah serta letih, 
aku mohon supaya Engkau 
memberikan mereka pengertian,bimbingan & kekuatan 
supaya mereka selalu belajar 
untuk taat kepada pimpinanMu. 
Dimana mereka merasa hanya diam di tempat, 
aku memohon kepadaMu 
untuk menyatakan keberadaanMu & 
menggambarkan pada mereka 
betapa indahnya bergaul akrab denganMu. 
Dimana ada ketakutan & kekhawatiran, 
Nyatakan kasihMu 
dan tunjukkan kebesaranMu kepada mereka. 
Saat dosa menutupi mereka, 
nyatakan itu, dan patahkan belenggu 
yang melingkupi kehidupan teman2ku. 
 
Berkati keuangan mereka, 
berikan mereka visi yang besar, 
dan angkat para pemimpin serta teman2 
untuk mendukung &  mendorong mereka. 
 
Berikan mereka kekuatan dalam nama-MU 
untuk mengalahkan kekuatan jahat 
yang ada di sekeliling mereka. 
Aku berdoa padaMu di 
dalam Nama YESUS. 
Amin 

1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari.  
Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, 
keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. 
Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur 
kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.  

2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan 
Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar 
dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, 
buka mata Anda, tersenyumlah dan 
pikirkanlah bahwa suatu saat nanti 
Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini. 
 
3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh 
bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh 
dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. 
Selalu berpikir positif dan 
lihatlah perubahan dalam hidup Anda.   

"Semakin banyak 
Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, 
maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri." 
=====================================================
KEKUATAN DALAM DIRI

>From : Ari R 

Ada kekuatan di dalam cinta, 
Orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat 
Karena ia bisa mengalahkan keinginannya Untuk mementingkan diri sendiri. 

Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan, 
Orang tertawa gembira adalah orang yang kuat Karena ia tidak pernah 
terlarut dengan tantangan dan cobaan 

Ada kekuatan di dalam kedamaian diri 
Orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat Karena ia 
tidak pernah tergoyahkan 
Dan tidak mudah diombang-ambingkan. 

Ada kekuatan di dalam kesabaran, 
Orang yang sabar adalah orang yang kuat Karena ia sanggup menanggung 
segala sesuatu Dan ia tidak pernah merasa disakiti. 

Ada kekuatan di dalam kemurahan, 
Orang yang murah hati adalah orang yang kuat Karena ia tidak pernah 
menahan mulut dan tangannya 
Untuk melakukan yang baik bagi sesamanya. 

Ada kekuatan di dalam kebaikan, 
Orang yang baik adalah orang yang kuat Karena ia bisa selalu mampu 
melakukan yang baik bagi semua orang 

Ada kekuatan di dalam kesetiaan, 
Orang yang setia adalah orang yang kuat Karena ia bisa mengalahkan nafsu 
dan keinginan pribadi 
Dengan kesetiaannya kepada Elohim dan sesama. 

Ada kekuatan di dalam kelemahlembutan, 
Orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat Karena ia bisa menahan 
diri untuk tidak membalas dendam. 

Ada kekuatan di dalam penguasaan diri, 
Orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat Karena ia bisa 
mengendalikan segala nafsu keduniawian. 

Sadarkah teman bahwa engkau juga memiliki cukup Kekuatan untuk mengatasi 
segala permasalahan dalam hidup ini? 
Dimanapun, seberat dan serumit apapun juga. 
Karena pencobaan tidak akan pernah dibiarkan melebihi kekuatan kita 
===================================================
SEBUAH RUANGAN 

>From : Ari.R 

Cerita di bawah ini tentang Brian Moore yang berusia 17 tahun, ditulis olehnya 
sebagai tugas sekolah. Pokok bahasannya tentang sorga itu seperti apa. ?Aku 
membuat mereka terperangah,? kata Brian kepada ayahnya, Bruce. ?Cerita itu 
bikin heboh. Tulisan itu seperti sebuah bom saja. Itulah yang terbaik yang 
pernah aku tulis.? Dan itu juga merupakan tulisannya yang terakhir. 
Orangtua Brian telah melupakan esai yang ditulis Brian ini sampai seorang 
saudara sepupu menemukannya ketika ia membersihkan kotak loker milik remaja itu 
di SMA Teays Valley, Pickaway County, Ohio. 
Brian baru saja meninggal beberapa jam yang lalu, namun orangtuanya mati-matian 
mencari setiap barang peninggalan Brian: surat-surat dari teman-teman sekolah 
dan gurunya, dan PR-nya. Hanya dua bulan sebelumnya, ia telah menulis sebuah 
esai tentang pertemuannya dengan Tuhan Yesus di suatu ruang arsip yang penuh 
kartu-kartu yang isinya memerinci setiap saat dalam kehidupan remaja itu. 
Tetapi baru setelah kematian Brian, Bruce dan Beth, mengetahui bahwa anaknya 
telah menerangkan pandangannya tentang sorga. 
Tulisan itu menimbulkan suatu dampak besar sehingga orang-orang ingin 
membagikannya. ?Anda merasa seperti ada di sana,? kata pak Bruce Moore. Brian 
meninggal pada tanggal 27 Mei, 1997, satu hari setelah Hari Pahlawan Amerika 
Serikat. Ia sedang mengendarai mobilnya pulang ke rumah dari rumah seorang 
teman ketika mobil itu keluar jalur Jalan Bulen Pierce di Pickaway County dan 
menabrak suatu tiang. Ia keluar dari mobilnya yang ringsek tanpa cedera namun 
ia menginjak kabel listrik bawah tanah dan kesetrum. 
Keluarga Moore membingkai satu salinan esai yang ditulis Brian dan 
menggantungkannya pada dinding di ruang keluarga mereka. ?Aku pikir Tuhan telah 
memakai Brian untuk menjelaskan suatu hal. Aku kira kita harus menemukan makna 
dari tulisan itu dan memetik manfaat darinya,? kata Nyonya Beth Moore tentang 
esai itu. 
Nyonya Moore dan suaminya ingin membagikan penglihatan anak mereka tentang 
kehidupan setelah kematian. ?Aku bahagia karena Brian. Aku tahu dia telah ada 
di sorga. Aku tahu aku akan bertemu lagi dengannya.? 

Inilah esai Brian yang berjudul ? RUANGAN?. 
Di antara sadar dan mimpi, aku menemukan diriku di sebuah ruangan. Tidak ada 
ciri yang mencolok di dalam ruangan ini kecuali dindingnya penuh dengan 
kartu-kartu arsip yang kecil. Kartu-kartu arsip itu seperti yang ada di 
perpustakaan yang isinya memuat judul buku menurut pengarangnya atau topik buku 
menurut abjad. 
Tetapi arsip-arsip ini, yang membentang dari dasar lantai ke atas sampai ke 
langit-langit dan nampaknya tidak ada habis-habisnya di sekeliling dinding itu, 
memiliki judul yang berbeda-beda. 

Pada saat aku mendekati dinding arsip ini, arsip yang pertama kali menarik 
perhatianku berjudul ?Cewek-cewek yang Aku Suka?. Aku mulai membuka arsip itu 
dan membuka kartu-kartu itu. Aku cepat-cepat menutupnya, karena terkejut 
melihat semua nama-nama yang tertulis di dalam arsip itu. Dan tanpa diberitahu 
siapapun, aku segera menyadari dengan pasti aku ada dimana. 

Ruangan tanpa kehidupan ini dengan kartu-kartu arsip yang kecil-kecil merupakan 
sistem katalog bagi garis besar kehidupanku. Di sini tertulis tindakan-tindakan 
setiap saat dalam kehidupanku, besar atau kecil, dengan rincian yang tidak 
dapat dibandingkan dengan daya ingatku. Dengan perasaan kagum dan ingin tahu, 
digabungkan dengan rasa ngeri, berkecamuk di dalam diriku ketika aku mulai 
membuka kartu-kartu arsip itu secara acak, menyelidiki isi arsip ini. Beberapa 
arsip membawa sukacita dan kenangan yang manis; yang lainnya membuat aku malu 
dan menyesal sedemikian hebat sehingga aku melirik lewat bahu aku apakah ada 
orang lain yang melihat arsip ini. 
Arsip berjudul ?Teman-Teman? ada di sebelah arsip yang bertanda ?Teman-teman 
yang Aku Khianati?. Judul arsip-arsip itu berkisar dari hal-hal biasa yang 
membosankan sampai hal-hal yang aneh. ?Buku-buku Yang Aku Telah Baca?. 
?Dusta-dusta yang Aku Katakan?. ?Penghiburan yang Aku Berikan?. ?Lelucon yang 
Aku Tertawakan?. Beberapa judul ada yang sangat tepat menjelaskan 
kekonyolannya: ?Makian Buat Saudara-saudaraku?. 
Arsip lain memuat judul yang sama sekali tak membuat aku tertawa: ?Hal-hal yang 
Aku Perbuat dalam Kemarahanku.?, ?Gerutuanku terhadap Orangtuaku?. Aku tak 
pernah berhenti dikejutkan oleh isi arsip-arsip ini. Seringkali di sana ada 
lebih banyak lagi kartu arsip tentang suatu hal daripada yang aku bayangkan. 
Kadang-kadang ada yang lebih sedikit dari yang aku harapkan. Aku terpana 
melihat seluruh isi kehidupanku yang telah aku jalani seperti yang direkam di 
dalam arsip ini. 

Mungkinkah aku memiliki waktu untuk mengisi masing-masing arsip ini yang 
berjumlah ribuan bahkan jutaan kartu? Namun setiap kartu arsip itu menegaskan 
kenyataan itu. Setiap kartu itu tertulis dengan tulisan tanganku sendiri. 
Setiap kartu itu ditanda-tangani dengan tanda tanganku sendiri. 
Ketika aku menarik kartu arsip bertanda ?Pertunjukan- pertunjukan TV yang Aku 
Tonton?, aku menyadari bahwa arsip ini semakin bertambah memuat isinya. 
Kartu-kartu arsip tentang acara TV yang kutonton itu disusun dengan padat, dan 
setelah dua atau tiga yard, aku tak dapat menemukan ujung arsip itu. Aku 
menutupnya, merasa malu, bukan karena kualitas tontonan TV itu, tetapi karena 
betapa banyaknya waktu yang telah aku habiskan di depan TV seperti yang 
ditunjukkan di dalam arsip ini. 

Ketika aku sampai pada arsip yang bertanda ? Pikiran-Pikiran yang Ngeres?, aku 
merasa merinding di sekujur tubuhku. Aku menarik arsip ini hanya satu inci, tak 
mau melihat seberapa banyak isinya, dan menarik sebuah kartu arsip. Aku 
terperangah melihat isinya yang lengkap dan persis. Aku merasa mual mengetahui 
bahwa ada saat di hidupku yang pernah memikirkan hal-hal kotor seperti yang 
dicatat di kartu itu. Aku merasa marah. 
Satu pikiran menguasai otakku: Tak ada seorangpun yang boleh melihat isi 
kartu-kartu arsip in! Tak ada seorangpun yang boleh memasuki ruangan ini! Aku 
harus menghancurkan arsip-arsip ini! Dengan mengamuk bagai orang gila aku 
mengacak-acak dan melemparkan kartu-kartu arsip ini. Tak peduli berapa 
banyaknya kartu arsip ini, aku harus mengosongkannya dan membakarnya. Namun 
pada saat aku mengambil dan menaruhnya di suatu sisi dan menumpuknya di lantai, 
aku tak dapat menghancurkan satu kartupun. Aku mulai menjadi putus asa dan 
menarik sebuah kartu arsip, hanya mendapati bahwa kartu itu sekuat baja ketika 
aku mencoba merobeknya. Merasa kalah dan tak berdaya, aku mengembalikan kartu 
arsip itu ke tempatnya. Sambil menyandarkan kepalaku di dinding, aku 
mengeluarkan keluhan panjang yang mengasihani diri sendiri. 

Dan kemudian aku melihatnya. Kartu itu berjudul ? Orang-orang yang Pernah Aku 
Bagikan Injil?. Kotak arsip ini lebih bercahaya dibandingkan kotak arsip di 
sekitarnya, lebih baru, dan hampir kosong isinya. Aku tarik kotak arsip ini dan 
sangat pendek, tidak lebih dari tiga inci panjangnya. Aku dapat menghitung 
jumlah kartu-kartu itu dengan jari di satu tangan. Dan kemudian mengalirlah air 
mataku. Aku mulai menangis. Sesenggukan begitu dalam sehingga sampai terasa 
sakit. Rasa sakit itu menjalar dari dalam perutku dan mengguncang seluruh 
tubuhku. Aku jatuh tersungkur, berlutut, dan menangis. Aku menangis karena 
malu, dikuasai perasaan yang memalukan karena perbuatanku. Jajaran kotak arsip 
ini membayang di antara air mataku. Tak ada seorangpun yang boleh melihat 
ruangan ini, tak seorangpun boleh. 
Aku harus mengunci ruangan ini dan menyembunyikan kuncinya. Namun ketika aku 
menghapus air mata ini, aku melihat Dia. 
Oh, jangan! Jangan Dia! Jangan di sini. Oh, yang lain boleh asalkan jangan 
Yesus! Aku memandang tanpa daya ketika Ia mulai membuka arsip-arsip itu dan 
membaca kartu-kartunya. Aku tak tahan melihat bagaimana reaksi-Nya. Dan pada 
saat aku memberanikan diri memandang wajah-Nya, aku melihat dukacita yang lebih 
dalam dari pada dukacitaku. Ia nampaknya dengan intuisi yang kuat mendapati 
kotak-kotak arsip yang paling buruk. 
Mengapa Ia harus membaca setiap arsip ini? Akhirnya Ia berbalik dan memandangku 
dari seberang di ruangan itu. Ia memandangku dengan rasa iba di mata-Nya. Namun 
itu rasa iba, bukan rasa marah terhadapku. Aku menundukkan kepalaku, menutupi 
wajahku dengan tanganku, dan mulai menangis lagi. Ia berjalan mendekat dan 
merangkulku. Ia seharusnya dapat mengatakan banyak hal. Namun Ia tidak berkata 
sepatah katapun. Ia hanya menangis bersamaku. 

Kemudian Ia berdiri dan berjalan kembali ke arah dinding arsip-arsip. Mulai 
dari ujung yang satu di ruangan itu, Ia mengambil satu arsip dan, satu demi 
satu, mulai menandatangani nama-Nya di atas tanda tanganku pada masing-masing 
kartu arsip. ?Jangan!? seruku bergegas ke arah-Nya. Apa yang dapat aku katakan 
hanyalah ?Jangan, jangan!? ketika aku merebut kartu itu dari tangan-Nya. 
Nama-Nya jangan sampai ada di kartu-kartu arsip itu. Namun demikian tanpa dapat 
kucegah, tertulis di semua kartu itu nama-Nya dengan tinta merah, begitu jelas, 
dan begitu hidup. Nama Yesus menutupi namaku. Kartu itu ditulisi dengan darah 
Yesus! Ia dengan lembut mengambil kembali kartu-kartu arsip yang aku rebut 
tadi. Ia tersenyum dengan sedih dan mulai menandatangani kartu-kartu itu. Aku 
kira aku tidak akan pernah mengerti bagaimana Ia melakukannya dengan demikian 
cepat, namun kemudian segera menyelesaikan kartu terakhir dan berjalan 
mendekatiku. Ia menaruh tangan-Nya di pundakku dan berkata, ?Sudah selesai!? 
Aku bangkit berdiri, dan Ia menuntunku ke luar ruangan itu. Tidak ada kunci di 
pintu ruangan itu. Masih ada kartu-kartu yang akan ditulis dalam sisa 
kehidupanku. 
?Karena begitu besar kasih Elohim akan dunia ini, sehingga Ia telah 
mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya 
kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.? (Yohanes 3:16) 
Jika anda ingin meneruskan pesan ini kepada sebanyak mungkin orang-orang 
sehingga kasih Tuhan Yesus akan menjamah hidup mereka, forwardlah email ini! 
Arsip ?Orang-Orang yang Aku Bagikan Injil? milikku akan makin bertambah besar, 
bagaimana dengan milik anda? 

JIKA ADA EMAIL YANG PERNAH AKU BACA YANG PERLU BERKELILING DUNIA, INILAH SALAH 
SATUNYA! TERUSKANLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG ANDA KENAL! MARILAH KITA PENUHI 
ARSIP KITA DENGAN HAL-HAL KEKAL DAN TUHAN MEMBERKATI ANDA! 
(Diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk http://pentaskesaksian.blogspot.com 
mohon jangan dihilangkan/ didelete ketika anda memforwardnya ) 

Kirim email ke