From: ivana indahwati LEARN TO LOVING SOMEONE ELSE... Original message from F3n:
Suatu malam BAPA menyapa seorang anakNya, hamba perempuanNya yang setia, "Selamat malam anakKu," hamba perempuan itu membalas salam TUHAN dengan lembut, "Selamat malam, TUHAN," "AnakKu, maukah kau belajar tentang KASIH?" Saat itu dia dipenuhi sukacita dan menjawab, "Tentu TUHAN!" "Baiklah," kata BAPA," Aku akan menunjukkan KASIH padamu." Beberapa waktu berlalu, hamba perempuan itu dengan setia menantikan panggilan TUHAN kembali. Suatu hari dia menemukan janin tertanam dalam kandungannya. Dipenuhi kegembiraan, dia bersama suami dan keluarganya merayakan moment itu. Bulan demi bulan berlalu, hamba perempuan ini kian menyayangi janin dalam kandungannya, anaknya. Akhirnya waktu bersalin pun tiba. Dipenuhi degup- degup emosi, perjuangan antara hidup dan mati, dia melahirkan anaknya, seorang anak perempuan yang mungil dan cantik seperti dirinya. Hatinya dan seluruh keluarganya dipenuhi sukacita. Namun tidak berlangsung lama. Beberapa menit sesudahnya, dokter menyatakan bahwa bayi yang dilahirkannya tidak bisa bertahan hidup dan akhirnya meninggal dalam hitungan jam. Di tengah rasa kecewa, BAPA datang menyapanya, "AnakKu," Dengan bibir bergetar, antara marah dan kecewa, dia menjawab, Kenapa TUHAN? Kenapa ini semua terjadi?" Dengan penuh kasih, TUHAN menjawab, "AnakKu yang terkasih, bukankah kau ingin belajar KASIH? Apakah kau sudah belajar sesuatu?"Bagaimana rasanya kehilangan?" Dengan isakan dia menjawab, "Tak terkatakan TUHAN..Sakiiiit sekali..." Kata TUHAN, "Syukurlah kau mengerti sekarang. Kau telah kehilangan seorang anak yang kau kasihi. Dan rasanya sungguh amat sakit. Pernahkah kau bayangkan begitu amat banyak anakKu yang terhilang di dunia ini? Mengertikah kau perasaanKu sekarang?" Hamba perempuan itu hanya bisa terdiam memikirkan pernyataan TUHAN. Itulah KASIH. KASIH adalah rasa sakit saat kita kehilangan sesuatu yang kita kasihi. Terlebih saat kita kehilangan KASIH itu sendiri. Di sekeliling kita banyak sekali orang yang sangat membutuhkan KASIH. Dan kita bisa menemukan mereka di lingkungan terdekat kita. Mereka adalah orang- orang yang kita kasihi dan kita tidak ingin kehilangan mereka. Mulai sekarang berikanlah KASIH pada setiap orang yang kamu cintai setiap hari. Jangan sampai kamu menyesal saat kehilangan mereka. Ingatlah! Orang- orang yang kelihatan tegar dari luar, yang biasanya menjadi pelindung bagi orang lain, justru merekalah yang lebih membutuhkan perlindungan. Mereka bahkan lebih rapuh dari orang- orang yang mereka lindungi. Jika kamu menemukan orang- orang seperti itu, mereka sangat membutuhkan KASIH darimu. Ingin mulai dari sekarang? Mulailah dari hal kecil. Kirimkan pesan ini kepada orang- orang yang kamu kasihi. TUHAN memberkati. ============================================ From: ellytahatjoa Segala Sesuatu Ada Waktunya Pengkhotbah 3:1-15 3:1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. 3:2 Ada waktu untuk lahir Ada waktu untuk meninggal Ada waktu untuk menanam Ada waktu untuk mencabut yang ditanam 3:3 Ada waktu untuk membunuh Ada waktu untuk menyembuhkan Ada waktu untuk merombak Ada waktu untuk membangun 3:4 Ada waktu untuk menangis Ada waktu untuk tertawa Ada waktu untuk meratap Ada waktu untuk menari 3:5 Ada waktu untuk membuang batu Ada waktu untuk mengumpulkan batu Ada waktu untuk memeluk Ada waktu untuk menahan diri dari memeluk 3:6 Ada waktu untuk mencari Ada waktu untuk membiarkan rugi Ada waktu untuk menyimpan Ada waktu untuk membuang 3:7 Ada waktu untuk merobek Ada waktu untuk menjahit Ada waktu untuk berdiam diri Ada waktu untuk berbicara 3:8 Ada waktu untuk mengasihi Ada waktu untuk membenci Ada waktu untuk perang Ada waktu untuk damai 3:9 Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah? 3:10Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Elohim kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya. 3:11Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Elohim dari awal sampai akhir. 3:12Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka. 3:13Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Elohim. 3:14Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Elohim akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Elohim berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia. 3:15Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Elohim mencari yang sudah lalu. ================================================ From: ivana indahwati Kisah Baut Kecil Bacaan: Filipi 2:1-11 Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; - Filipi 2:3 Sebuah baut kecil bersama ribuan baut seukurannya dipasang untuk menahan lempengan-lempengan baja di lambung sebuah kapal besar. Saat melintasi samudera Hindia yang ganas, baut kecil itu terancam lepas. Hal itu membuat ribuan baut lain terancam lepas pula. Baut-baut kecil lain berteriak menguatkan, "Awas! Berpeganglah erat-erat! Jika kamu lepas kami juga akan lepas!" Teriakan itu didengar oleh lempengan-lempengan baja yang membuat mereka menyerukan hal yang sama. Bahkan seluruh bagian kapal turut memberi dorongan semangat pada satu baut kecil itu untuk bertahan. Mereka mengingatkan bahwa baut kecil itu sangat penting bagi keselamatan kapal. Jika ia menyerah dan melepaskan pegangannya, seluruh isi kapal akan tenggelam. Dukungan itu membuat baut kecil kembali menemukan arti penting dirinya di antara komponen kapal lainnya. Dengan sekuat tenaga, ia pun berusaha tetap bertahan demi keselamatan seisi kapal. Sayang, dunia kerja seringkali berkebalikan dengan ilustrasi di atas. Kita malah cenderung girang melihat rekan sekerja "jatuh", bahkan kita akan merasa bangga apabila kita sendiri yang membuat rekan kerja gagal dalam tanggung jawabnya. Jika itu dibiarkan, artinya perpecahan sedang dimulai dan tanpa sadar kita menggali lubang kubur sendiri. Apa yang disebut gaya hidup seorang Kristen seakan tidak berlaku di tempat kerja. Padahal setiap tindakan yang kita lakukan akan selalu disorot oleh Sang Atasan. Bagaimana sikap kita dengan rekan kerja? Mungkin saat rekan kerja menghadapi masalah, kita menganggap itu risiko yang harus ia hadapi sendiri. Tapi sebagai tim, kegagalan satu orang akan selalu membawa dampak pada keseluruhan. Jadi mengapa kita harus saling menjatuhkan? Bukankah hasilnya tentu jauh lebih baik jika kita saling mendukung dan bekerjasama menghadapi persoalan? Kristus mengajarkan bahwa kita adalah satu tubuh. Jika satu anggota mengalami masalah, yang lainnya harus mendorong dan menguatkannya. Jangan sampai masalah yang dialami rekan kerja malah membuat kita senang. Tapi baiklah kita berseru, "Berpeganglah erat-erat! Tanpa kamu, kami akan tenggelam!" Kegagalan atau kesuksesan rekan sekerja akan selalu mempengaruhi diri kita juga (Dioni)

