From: "-= Henky =-" <[EMAIL PROTECTED]>

Kumpulan amsal-amsal Salomo
Ams 21:1-6.10-13

21:1. Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana 
Ia ingini.

21:2. Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi 
Tuhanlah yang menguji hati.

21:3. Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban.

21:4. Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, 
adalah dosa.

21:5. Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap 
orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.

21:6. Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesia-siaan yang lenyap 
dari orang yang mencari maut.

21:10. Hati orang fasik mengingini kejahatan dan ia tidak menaruh belas kasihan 
kepada sesamanya.

21:11. Jikalau si pencemooh dihukum, orang yang tak berpengalaman menjadi 
bijak, dan jikalau orang bijak diberi pengajaran, ia akan beroleh pengetahuan.

21:12. Yang Maha adil memperhatikan rumah orang fasik, dan menjerumuskan orang 
fasik ke dalam kecelakaan.

21:13. Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima 
jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.
====================================================
From: meike 

GAYA PENYELESAIAN KONFLIK
 
"Dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk 
memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya." - Kolose 3:10
 
Ada berbagai cara untuk menyelesaikan konflik.  Konflik yang dibiarkan terus 
menerus dapat menjadi bumerang bagi diri sendiri.  Saat terjadi konflik dalm 
hidup ini kita sering mencari kambing hitam atau menyalahkan orang lain 
terlebih dulu, ingat.., sebenarnya ketika kita menunjukkan satu jari kepada 
orang lain, maka empat jari sedang menuduh kita.
 
Dalam hidup ini, konflik tidak bisa dihindari.  Persoalannya, bagaimana kita 
menyelesaikannya dengan cara yang terbaik?  Kedewasaan seseorang dapat diukur 
dari caranya menyelesaikan konflik.
 
Beberapa penyelesaian konflik memiliki plus-minus.  Pemulung Pasif  adalah gaya 
orang mengumpulkan semua persoalan untuk dirinya sendiri tanpa mau berbagi.  
Akibatnya diri sendiri akan menderita karena ditanggung sendiri.
 
Pada orang yang Agresif destruktif, setiap terjadi konflik, orang tersebut 
langsung menyerang terlebih dahulu tanpa pikir panjang sehingga hasilnya sangat 
merusak diri sendiri dan orang lain.  Sedangkan pada orang positif, pemilik 
konflik akan mendengarkan terlebih dahulu, men-sharing-kan perasaannya barulah 
melangkah untuk mengambil keputusan yang terbaik bagi kedua belah pihak.
 
Bagaimana gaya anda menyelesaikan konflik?  Hal itu tercermin sejauh mana 
hubungan anda bersama dengan Kristus dan sejauh mana anda mempercayaiNya 
sebagai Pemberi solusi terbaik bagi konflik anda. 
 
90% MASALAH DAPAT DISELESAIKAN DENGAN SIKAP BEREMPATI YAITU MENEMPATKAN ORANG 
LAIN SEPERTI DIRI KITA 
 
Salam,
meike
http://pikcsagroup.multiply.com/
===================================================
From: meike 

BELAJAR DARI KERANG MUTIARA
 
"Sebab telah Kau buat aku bersukacita, ya Tuhan, dengan pekerjaan-Mu, karena 
perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai. (mazmur 92:5)
 
Pada suatu hari se  ekor anak kerang di dasar laut mengadu pada ibunya sebab 
sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.  "Anakku, aku tahu 
itu terasa amat sakit, tetapi cobalah kerahkan semangatmu untuk melawan rasa 
ngilu dan nyeri yang menggigit itu.  Balutlah pasir itu dengan getah perutmu, 
hanya itu yang bisa kau perbuat."  kata ibunya dengan lembut.
 
Anak kerang melakukan nasehat bundanya, tetapi rasa sakit masih saja 
menyiksanya.  Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasehat ibunya.  
Dengan sekuat tenaga ia bertahan, bertahun-tahun lamanya.  Tetapi tanpa 
disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya.  Makin lama makin 
halus, rasa sakitpun makin berkurang.  Dan semakin lama mutiaranya semakin 
besar.
 
Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap dan 
berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna.  Penderitaannya bertahun-tahun 
tidak sia-sia  Sekarang ia telah berubah, lebih berharga daripada sejuta kerang 
lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pimggir jalan.
 
Cerita di atas mengingatkan kita bahwa penderitaan adalah lorong proses untuk 
menjadikan kita dari 'kerang biasa' menjadi 'kerang luar biasa.'  Terlihat 
jelas bahwa kekecewaan dan penderitaan merupakan arena kehidupan untuk menguji 
dan mengubah 'orang biasa' menjadi 'orang luar biasa.'  Orang-orang yang sukses 
bukanlah orang-orang yang selalu hidup tanpa masalah dan tantangan, melainkan 
orang-orang yang mampu menghadapi kegelapan, rintangan dan hambatan bersama 
dengan Tuhan.  Dan Bersama dengan Tuhan mereka dapat mengatasinya dan akhirnya 
menang.
 
TUHAN ADALAH ALASAN MENGAPA KITA DAPAT MENJADI 'KERANG MUTIARA' DAN BUKAN 
'KERANG REBUS' 
 
Salam,
meike
 http://pikcsagroup.multiply.com/

Kirim email ke