From: ivana indahwati 

BERSUKACITA DI TENGAH PENDERITAAN

Ada seorang ibu yang sangat takut akan Tuhan. Ibu ini sangat mengasihi Tuhan. 
Ibu ini mengalami banyak ujian dari Tuhan. Baru satu tahun, ibu ini ditinggal 
pergi oleh suami tercinta karena kanker paru. Setelah itu, anak kedua dari ibu 
ini divonis dokter menderita kanker darah dan membutuhkan pencangkokan sumsum 
tulang belakang. Masalah anaknya belum selesai datang pula masalah baru dimana 
sang ibu menderita kanker usus. Singkatnya, banyak masalah yang dihadapi oleh 
ibu ini. 
Di tengah banyak permasalahan yang dihadapi sang ibu, ada satu hal yang patut 
dicontoh dari sang ibu ini. Ibu ini tidak pernah terlihat sedih atau menderita 
dan bahkan tidak pernah sekalipun menyalahkan Tuhan.

Suatu pagi, ketika sang ibu sedang berbelanja ke pasar, ada satu ibu-ibu yang 
heran dan memberanikan diri untuk bertanya apakah rahasianya yang membuat sang 
ibu tersenyum dan tidak pernah mengeluh dan selalu bersukacita.

Sang ibu menjawab katanya " Memang masalah yang saya hadapi sangat berat akan 
tetapi itu tidak bisa membuat saya putus asa apalagi bersedih dan menyesali 
permasalahan itu. Salah satu hal yang membuat saya tidak bisa bersedih pada 
masalah yang menimpa saya adalah saya melihat rencana Tuhan yang indah di balik 
permasalahan itu, saya TIDAK  melihat masalah itu tapi saya melihat tangan 
TUHAN yang menopang saya ketika masalah itu datang sehingga saya kuat dan dapat 
bersukacita di tengah penderitaan.

Dalam kehidupan ini, setiap manusia yang hidup di dunia ini tidak ada satu 
orangpun yang tidak akan tidak menghadapi masalah, kecuali orang yang sudah 
meninggal. Namun, saat ini bagaimana kita dapat bersukacita di tengah 
penderitaan seperti dihimbau dalam surat Paulus dalam Filipi 4:4 dan I 
Tesalonika 5: 17?

Sebelum menjawab hal ini, saya mau memaparkan bahwa tidak mudah untuk 
bersukacita di tengah penderitaan. Bersukacita disini bukan berarti tertawa 
terbahak-bahak, tidak menangis pada waktu masalah datang. Bersukacita disini 
dilihat dari kata bahasa Inggrisnya adalah JOY bukan Happy. Ada perbedaan 
antara JOY dan Happy. JOY adalah satu keadaan dimana seseorang masih bisa 
berbahagia dan bersukacita dalam menghadapi masalah bukan bersukacita pada saat 
tidak ada masalah/ saat mendapatkan hadiah atau keberhasilan. Dalam segala 
keadaan sakit atau sehat, gembira atau sedih, sukses atau gagal, bisa 
bersukacita dalam Tuhan. Sedangkan Happy adalah satu keadaan dimana seseorang 
merasa bahagia dalam saat-saat bahagia tertentu misalnya saat ultah mendapat 
hadiah, saat berhasil, atau naik pangkat dan lainnya.

Pada waktu itu yang mendasari kondisi jemaat Filipi adalah Jemaat Filipi 
memiliki banyak masalah dan mengalami penganiayaan namun Paulus menghimbau 
supaya jemaat di Filipi bisa bangkit dari kesedihan bukan terus menerus hidup 
dalam kesedihan atau berlarut-larut dalam duka. Saat ini, apakah permasalahan 
kita? Mungkin dari antara kita ada yang mengalami masalah ekonomi, penyakit, 
pekerjaan, dll akan tetapi janganlah terus bersedih. Bangkitlah dan belajarlah 
untuk berani maju, belajarlah seperti jemaat Filipi yang bisa bersukacita 
senantiasa dalam Tuhan. Kita akan dapat bersukacita dalam Tuhan apabila kita 
memandang pada Tuhan dan menyerahkan pergumulan kita di hadapan Tuhan. 
Karena itu, saya dan kita semua belajarlah untuk bersukacita di tengah 
penderitaan. Pandang Tuhan dan bukan pandang masalah. 
Biarlah artikel ini menjadi berkat bagi semua orang khususnya bagi orang yang 
sedang mengalami penderitaan atau kesedihan yang sangat dalam. Pandanglah Tuhan 
maka kita akan dapat bersukacita. Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Written by Margareth Linandi 
===================================================
From: ivana indahwati 

4 Nasihat Bijak ( Amsal 1 : 1-7 )
 Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang 
berpengertian memperoleh bahan pertimbangan.- Amsal 1:1-7
Bagaimana membuat kehidupan kita menjadi lebih baik dari sebelumnya? Jackson 
Brown memberikan beberapa cara untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik 
dengan hal-hal sederhana seperti ini :

1.     Percayalah pada mujizat tapi jangan tergantung pada mujizat itu.
Kita harus percaya bahwa pada saat inipun mujizat masih terjadi. Meski harus 
percaya dengan adanya mujizat, jangan sampai kita tergantung kepada mujizat 
itu, tapi bergantung dan berharaplah kepada Tuhan, Sang Pembuat Mujizat. 

2.     Manjakan pasanganmu, bukan anak-anakmu.
Memanjakan pasangan di sini tentu dalam arti positif, yaitu mengasihi dan 
menghormati pasangan kita. Sementara memanjakan anak-anak bukanlah ekspresi 
kasih yang sehat. Memanjakan anak terlalu berlebihan justru akan membuat mereka 
kurang mandiri, kurang tangguh dan kurang survive ketika menghadapi masalah. 
Itu sebabnya bantulah anak-anak kita untuk berhasil dengan baik, luangkan lebih 
banyak waktu untuk bersama dengan mereka dan berikan lebih sedikit uang pada 
mereka.

3.      Tugasmu bukan membuat orang lain menyukaimu, tugasmu adalah untuk 
menyukai orang lain.
Kita akan lebih enjoy dengan hidup kita ini jika kita tahu prisnip ini. Tugas 
kita adalah mengasihi orang lain, bukan menuntut orang lain menyukai kita. 
Bahkan ketika kita sudah belajar untuk melakukan hal yang baik untuk orang 
lain, namun orang tersebut membalasnya dengan hal yang buruk terhadap kita, 
kita akan tetap enjoy saja.

4.     Bila kau dengar kata-kata yang penuh kebaikan tentang seorang teman, 
beritahukanlah padanya.
Berikanlah pujian untuk hal-hal positif yang telah dilakukannya. Namun kita 
juga harus memberikan kritikan atau teguran secara positif untuk hal-hal buruk 
yang telah dilakukannya, sebagaimana Amsal 27:5 berkata, “Lebih baik teguran 
yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.” Lakukanlah 4 hal sederhana 
tersebut dan kita akan memiliki hidup yang lebih baik dengan Tuhan, keluarga 
maupun kepada sesama.
Jadilah bijak, milikilah sikap positif untuk menciptakan kehidupan yang lebih 
baik.
(Dioni)

 Renungan ini diambil dari Renungan Harian Spirit
===================================================
From: dave broos 
  
UJIAN KENAIKAN TINGKAT 

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan 
uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Elohim kepada 
barangsiapa yang mengasihi Dia. (Yakobus 1:12) 

Ketika ditanya, siapa yang mau menjadi dewasa di dalam Kristus? Orang-orang 
begitu antusias, ingin dewasa di dalam Dia. Namun saat ditanya, siapa yang mau 
mendapat problem dalam hidup? Semua membisu. Banyak orang menghindari problem 
dalam kehidupan. Bila dalam kehidupan Tuhan izinkan masalah terjadi, itu semua 
terjadi untuk mendewasakan kita dan sebagai ujian bagi semua anakNya. Sudahkah 
kebenaran kita terapkan dalam kehidupan kita. Problem dalam bahasa Yunani 
adalah Proballein. Pro berarti maju sedangkan Ballein memiliki arti merangsang. 
Jadi Problem berarti rangsangan untuk maju. Mari kita tidak memandang problem 
dengan kacamata negatif. Lihatlah ini sebagai anugerah dari Tuhan yang 
menghendaki kita makin dewasa dan segambar dengan Dia. Bila lulus dari ujian 
itu maka kita makin teguh dalam Tuhan. Kita menjadi emas murni. Emas murni 
dihasilkan dari emas yang masuk dapur peleburan. Melalui pembakaran api itulah 
dihasilkan emas murni berkualitas. Ada upah bagi mereka yang setia menyikapi 
segala problem dalam kehidupannya dengan jalan Tuhan. Tuhan tahu bahwa saat 
kita hidup di dunia ini, kita tidak luput dari yang namanya problem. Oleh sebab 
itu Ia berfirman,” Marilah kepadaKU, semua yang letih lesu dan berbeban berat. 
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28). Ia mengundang kita semua 
yang mengalami problem untuk datang padaNya, sebab Ia hendak memberikan 
kelegaan bagi kita semua. Bagaimana cara pandang kita terhadap problem hari 
ini? Kita dapat menanggapinya dengan cara Tuhan atau cara sendiri. Dunia 
menghendaki solusi instant namun kehidupan merupakan sebuah proses, tidak ada 
jalan pintas.Di balik semua masalah yang Tuhan izinkan terjadi semata untuk 
membentuk kita menjadi segambar denganNya. 

Doa: Ajar kami untuk tidak mengeluh namun bersyukur menghadapi masalah 
bersamaMU. 
Ayat Firman Tuhan: Yakobus 1:2-4 

Salam dan doa, 
Dave Broos 

Kirim email ke