From: Yogi Triyuniardi Tipologi Yesus
Pengertian: Tipologi adalah ilmu pengetahuan tentang bayangan yang akan terjadi, khususnya berbicara tentang hubungan PL sebagai bayangan PB, baik menyangkut Tokoh, Peristiwa, benda, jabatan, lembaga ataupun tempat. Tipologi berasal dari kata yunani 'tupos' dan 'logos'. 'Tupos' bermakna 'bekas yang kelihatan' yang juga bisa berarti sebagai bayangan, salinan atau gambaran. Dalam artikel ini kita hanya membahas Tipologi Tokoh, yaitu tokoh tokoh manusia dalam Alkitab yang memiliki hubungan kuat dengan Yesus Kristus, Mesias yang dijanjikan Elohim. Adapun tujuan dari pelajaran Tipologi Tokoh ini adalah supaya kita sebagai orang Kristen lebih mengenal dan mengerti tentang kasih Elohim yang telah dikaruniakan kepada kita dengan luar biasa, sehingga kita dapat memperoleh keselamatan kekal hanya oleh anugerahNya. Selamat membaca. Tipologi - Tokoh #1. Adam Kejadian 1:26 Berfirmanlah Elohim: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Adam, manusia pertama, diciptakan Elohim dengan penuh kemuliaan. Adam dan Elohim memiliki hubungan yang intim, hampir tanpa batas. Adam bergaul dengan Elohim tanpa rasa malu, tanpa rasa takut dan tanpa rasa gentar. Mereka memiliki hubungan kasih-mesra bagaikan ayah dan anak, dan memang Adam adalah anak Elohim. Lukas 3:38 anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Elohim. Yesus, yang adalah Firman Tuhan, dan sudah ada bersama-sama dengan Elohim dan merupakan bagian dari Elohim, juga memiliki kesamaan dengan Adam ketika Ia menjadi manusia. PersekutuanNya dengan Bapa, pengakuanNya sebagai Anak Elohim dan terlebih daripada itu, kehendakNya yang berserah kepada kehendak Bapa. Matius 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." Ada kemiripan lain antara Adam dengan Yesus, yaitu dalam hal masuknya dosa manusia dan pengampunan dosa manusia. Roma 5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Oleh karena Adam berdosa maka seluruh keturunan manusia memilkiki kecenderungan untuk berbuat dosa. Demikian pula oleh karena penebusan dosa Tuhan Yesus, maka semua manusia yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal. Ini adalah keadilan dan kasih-setia dari Elohim! Dari pembahasan diatas kita dapat mengerti bahwa: 1. Elohim sungguh menginginkan agar setiap kita manusia memiliki hubungan pribadi yang intim denganNya. 2. Kasih-karunia Elohim lebih besar dari ketidak-taatan manusia. Ini dibuktikanNya lewat kedatanganNya sebagai manusia, Yesus Kristus, untuk menanggung dosa seluruh umat manusia. Tuhan Yesus memberkati. =============================================== From: Yogi Triyuniardi Diselamatkan lewat saksi Yehova Oleh : Yeremia Ibrahim Harahap Mencari makna dan tujuan hidup Setelah lulus SMA, saya ikut saudara ke Jakarta. Saat itu saya tidak memiliki tujuan hidup yang jelas. Tamat SD - SMP - SMA berlalu begitu saja. Suatu kali saya mengunjungi monas, naik ke atas menara dan memperhatikan mobil-mobil dan orang-orang yang berlalu lalang. Saya bertanya pada diri saya sendiri, 'apa sebenarnya yang saya cari dalam hidup ini?' Saya ingin mencari pengalaman dan pengetahuan, dan inilah yang menjadi visi saya waktu itu. Menjalin hubungan dengan wanita yang tidak seiman Saya seorang muslim, dan ketika kuliah saya menjalin hubungan dengan seorang wanita beragama kristen. Saya sangat mencintainya dan saya menemukan ada 'kasih' yang lain pada dirinya. Namun saya saat itu tidak mengerti kenapa orang kristen itu bisa menyembah Yesus. Saya ingin tahu lebih banyak dan membaca Alkitabnya. Pernah pada suatu kesempatan saya bertanya pada dosen agama islam di kampus, 'kalau Yesus itu bukan Tuhan, kenapa orang Kristen menyembahNya?' Ia hanya memberikan buku-buku miliknya untuk saya baca. Saya berusaha untuk mendalami dan mempelajari tentang kehidupan Yesus lewat alkitab pacar saya, alquran saya dan buku-buku yang diberikan oleh dosen saya. Semakin saya mempelajarinya, semakin kagum saya dengan pribadiNya. Kemana-mana saya selalu membicarakan tentang Yesus, hingga teman-teman saya sempat mengkritik saya, bahkan saudara-saudara saya menuduh saya sudah murtad dan sesat. Saya selalu mengatakan bahwa Yesus adalah orang yang Revolusioner, pejuang HAM, rela mati demi sesama dan tidak munafik seperti ahli-ahli agama pada umumnya. Saya sempat memimpin ibadah di mesjid kampus dan berbicara tentang Isa Al Masih. Ada salah satu umat yang memprotes saya dan menuduh saya sebagai orang kristen yang menyusup. Ia memaksa saya untuk memperlihatkan KTP saya dan setelah saya menyerahkan kepadanya barulah ia sadar bahwa saya seorang muslim asli. Ia lalu minta maaf dan bahkan berusaha untuk mencium tangan saya. Keputusan untuk menikah Semakin hari saya semakin mencintai Yesus. Saya tetap rajin beribadah dam sering menangis saat sujud berdoa. Teman-teman dan saudara-saudara saya semakin bingung dan saya pun ikut bingung. Saya tetap mencintai pacar saya, namun tidak tahu bagaimana jadinya. Haruskah kami berpisah? Saya sangat berputus asa dan patah hati seperti mau mati rasanya. Saya tidak bisa menjadi seorang Kristen seperti dia, dan dia pun tidak mau meninggalkan Yesus, Tuhannya. Dalam keadaan seperti itu saya mendapat kunjungan dari dua orang yang mengaku sebagai orang Kristen juga. Namun mereka menjelaskan bahwa Yesus bukan Elohim seperti yang disembah oleh agama Kristen mayoritas. mereka menerangkan bahwa Yesus hanyalah tuan, bukan Tuhan. Nama Elohim sendiri adalah Yehuwa. Saya dapat menerima keyakinan mereka dan mau belajar lebih banyak dari mereka. Akhirnya saya memutuskan untuk menjadi Kristen aliran mereka dan di baptis, karena Kristen aliran ini tidak mengganggu iman saya, dan saya dapat menikah dengan pacar saya yang sangat saya cintai secara Kristiani. Iman saya saat itu tetaplah islam, namun saya dibabtis secara kristen hanya untuk sebagai syarat supaya saya bisa menikah dengan pacar saya. Saat perjalanan ke Sulawesi untuk menikah di sana, saya naik kapal dengan segala beban di hati, dengan perasaan galau dan tidak tahu kemana nasib membawa saya dengan seribu macam pertanyaan yang tidak terjawab dalam pikiran saya. Saya teringat kata-kata bijak dari seorang Norma Edwin, seorang penjelajah, pendaki gunung dan penelusur gua yang mati beku di gunung Everest. Ketika mayatnya ditemukan, ada selembar kertas di tangannya yang bertuliskan, "Hidup ini menuntut keberanian, berani menghadapi tanda tanya tanpa bisa menjawab, berani menghadapi tantangan tanpa bisa melawan, oleh karena itu, hadapilah dengan berani!" Inilah yang saya pegang. Saya berdoa dalam hati, 'Jika Elohim yang saya sembah pagi, siang dan malam dan yang disembah oleh nenek moyang saya tidak mau saya dibabtis dan menikah di sulawesi, biarlah kapal yang saya tumpangi ini tenggelam dan biarlah saya mati kaku di dalam laut!' Beberapa saat kemudian, di kapal itu saya melihat ada orang asing, saya mengira ia orang amerika. saya sekedar menyapa saja, "Are you christian?" "Yes, you?" balasnya. "I am Jehova Witness" jawab saya. Dia agak kaget mendengar jawaban saya, namun sesaat kemudian dia menanyakan apakah saya mau diajak berdoa bersama dengannya. "Ok!" saya setuju. Lalu, sambil berdiri kami menghadap ke laut, dia kemudian merangkul saya dengan satu tangan dan tangan yang lain ia angkat tinggi ke langit. Urapan yang luar biasa saya rasakan, beban berat yang menghimpit saya lenyap begitu saja, dan begitu ringan ketika saya mencoba berjalan. Setelah selesai berdoa, saya berkata kepadanya, "If Jesus is here now, we can see Him walks on water!" Dia tertawa, dan entah apa yang dia katakan saat itu, tetapi saya mengetahui dengan pasti bahwa Yesus sedang berjalan dalam lautan hati saya. Saya telah menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat saya. Saya akhirnya tiba di sulawesi dengan selamat, dibabtis dan menikah di gereja dengan lancar dan saya menemukan suatu bentuk ibadah yang sempurna, yang sungguh bisa merasakan dekatnya hadirat Elohim. ada lagu pujian yang selalu terngiang-ngiang di telinga saya: "Ajaib, ajaib, ajaib, ajaiblah Tuhanku, Ajaib, ajaib, ajaib, ajaiblah yang sungguh, Besarlah rahmatNya, heranlah kuasaNya, Ajaiblah Engkau Tuhan, ajaib, ajaib." Pada suatu saat saya mengalami sakit, divonis dokter kena TBC dan Tipus. Isteri saya pulang gereja membawa perjamuan kudus dan meminta saya untuk memakan dan meminumnya. Ia mengatakan bahwa ini adalah Tubuh dan Darah Tuhan Yesus, kalau saya memakan dan meminumnya, maka saya menyatu dengan Tuhan dan segala sakit penyakit yang saya alami akan ditanggung olehNya. Saya menyerahkan hidup saya kepada Tuhan dan menerima perjamuan kudus, dan saya sembuh total secara ajaib. Sebab memang Tuhan sudah menanggung sakit penyakit kita di atas kayu salib. Yesaya 53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Inilah kesaksian saya, tentang Yesus yang tadinya asing bagi saya, kemudian menjadi idola saya, lalu barulah saya mengakuinya sebagai Tuhan dan Juruselamat saya, yang mengampuni dosa=dosa saya dan menyembuhkan segala penyakit saya. Sebenarnya masih banyak lagi kesaksian saya, terutama karena saya sekarang telah berjalan bersama Tuhan Yesus, namun rasanya 30 halamanpun masih kurang untuk menuliskan semuanya. Demikianlah kesaksian saya, Yeremia Ibrahim Harahap. ================================================== From: ellytahatjoa Pilih Tuhan Atau Mamon Sang Ayah dan ibu sangat murka ketika mengetahui anak perempuan mereka hamil. "Siapa si bedebah itu," jerit sang ayah, sedang si ibu menangis. "Suruh dia datang kesini!" Setengah jam kemudian sebuah mobil Ferrari merah berhenti di depan rumah. Seorang lelaki separuh baya keluar dari mobil, memberi salam lalu masuk kerumah. Lelaki itu berhadapan dengan ibu dan ayah perempuan yang telah dihamilinya. Dia berkata, "Saya lelaki yang telah menghamili anak anda. Tapi terus terang saya katakan saya tidak dapat menikahi anak anda karena isteri saya tak mengizinkan. Namun bagaimanapun, saya akan bertanggung jawab. * Sekiranya anak anda melahirkan seorang bayi perempuan saya akan wasiatkan untuknya dua buah supermarket, sebuah hotel dan uang tunai 5 milyar rupiah. * Sekiranya dia melahirkan anak lelaki saya akan wasiatkan untuknya dua buah kilang, dua buah supermarket, dua buah hotel dan uang tunai 10 milyar rupiah. * Tapi sekiranya anak anda keguguran apakah yang harus saya lakukan?" Sang ayah berfikir. Si ibu berhenti menangis. Akhirnya sambil menepuk bahu lelaki itu, sang ayah berkata: "Kalau keguguran, kamu coba lagi ya !!" Shalom semuanya, Setiap orang pasti tersenyum membaca joke tsb, memank ada pesan mengelitik yang membuat kita memberikan seulas senyuman pada laptop/PC kita. Saat menerima email joke ini dari salah satu teman, saya juga memberikan reaksi yg sama. Tiba2 RK mengingatkan, bgmn klo hal tsb benar2 terjadi dlm kehidupan manusia. Apakah manusia masih menjaga kekudusan dan takut akan Tuhan??? atau lebih cenderung memilih tawaran tsb??? Mungkin kita bisa berkata, apapun tawarannya, saya tetap mengutamakan TY. * Apakah jawaban yg sama masih bisa kita berikan ketika keadaan ekonomi kita terpuruk, kepepet, butuh uang??? * Apakah kita justru tolerir dengan tawaran tsb???

