From: "-= Henky =-" <[EMAIL PROTECTED]>

Hagar dan Sara
Gal 4:22-24.26-27.31-5:1

4:22 Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari 
perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka?

4:23 Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan 
menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji.

4:24 Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan 
Elohim: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak 
perhambaan, itulah Hagar-- 

4:26 Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita.

4:27 Karena ada tertulis: "Bersukacitalah, hai si mandul yang tidak pernah 
melahirkan! Bergembira dan bersorak-sorailah, hai engkau yang tidak pernah 
menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih 
banyak anak dari pada yang bersuami."

4:31 Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, 
melainkan anak-anak perempuan merdeka.

5:1. Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. 
Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
======================================================
From: Jeanne Kaligis 

Berteriak = Mematikan Roh
 
Kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada 
penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik 
Selatan.
Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang
menarik yakni meneriaki pohon.

Untuk apa ? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon
dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.



Inilah yang mereka lakukan, jadi tujuannya supaya pohon itu mati.

Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat
hingga ke atas pohon itu.
Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada
dibawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka 
lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari. Dan, apa 
yang terjadi sungguh menakjubkan.

Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya mulai mengering.

Setelah itu dahan-dahannya juga mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu
akan mati dan mudah ditumbangkan.

Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini
sungguhlah aneh.

Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka.

Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap
mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan 
rohnya. Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati.

Nah, sekarang, apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk
primitif di kepulauan Solomon ini?

Ooow, sangat berharga sekali! Yang jelas,
ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup
tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.

Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda ?
Ayo cepat! Dasar lelet! Bego banget sih! Begitu aja nggak bisa dikerjakan?
Jangan main-main disini! Berisik !

Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena
Anda merasa sakit hati?
Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu tahu nggak!
Bodoh banget jadi laki/bini nggak bisa apa-apa !

Aduuuuh, perempuan kampungan banget sih!?

Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya :
Stupid, soal mudah begitu aja nggak bisa!. Kapan kamu jadi pinter?!

Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesal,

Eh tahu nggak?! Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku kagak bakal nyesel!
Ada banyak yang bisa gantiin kamu!
Sial! Kerja gini nggak becus? Ngapain gue gaji elu?

Ingatlah! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, 
marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk 
kepulauan Solomon ini.

Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai
mematikan roh pada orang yang kita cintai.

Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita.

Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan,
pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita.

Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah untuk
mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan.

Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh
jaraknya, bukan ?

Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan
teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter.

Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat
tapi sebenarnya hati mereka begitu jauh. Itulah sebabnya mereka harus
saling berteriak!

Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha

melukai serta mematikan roh orang yang dimarahi kerena perasaan-perasaan 
dendam,benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin 
melukai, kita ingin membalas.

Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada orang
yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati,
janganlah menggunakan teriakan-teriakan.

Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin segera membunuh roh orang lain ataupun
roh hubungan Anda, selalulah berteriak.

Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin
dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.

Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai, tanpa harus 
berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita. 

==================================================

From: "-= Henky =-" <[EMAIL PROTECTED]>

Orang benar hidup oleh iman

 
3:7 Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak 
Abraham.

3:8 Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Elohim membenarkan 
orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan 
Injil kepada Abraham: "Olehmu segala bangsa akan diberkati."

3:9 Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama 
dengan Abraham yang beriman itu.

3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di 
bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan 
segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."

3:11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Elohim karena 
melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh 
iman."

3:12 Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang 
melakukannya, akan hidup karenanya.

3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi 
kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada 
kayu salib!"

3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai 
kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah 
dijanjikan itu. 

Kirim email ke