From: Yollie Wauran Renungan pagi, Rabu 15Oktober 2008 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Elohim. ( 1 Petrus 3:3-4 )
Siapa sih yang belum pernah berdandan ..... ? Siapa sih yang belum pernah berhias ..... ? Apalagi ..... Saat kita pergi ke pesta pernikahan ..... Siapa sih yang tidak berdandan ..... ? Lebih-lebih lagi ..... Bila itu pesta kita ..... Siapa sih yang tidak berdandan ..... ? Jadi ..... Bila Mempelai Laki-laki itu akan segera datang ..... Mengapa sering kita lupa berdandan ..... ? Bahkan kadang ..... Merasa tidak perlu berdandan ..... ? Tidakkah kita ingin terlihat cantik di hadapan-Nya ..... ? Saat Dia menjemput kita ..... ? Mari kita renungkan ..... Sudah cukup cantikkah kita saat ini ..... ? Sementara .... Waktunya sudah semakin dekat ..... ================================================== Renungan Pagi, Siapa menegur orang akan kemudian lebih disayangi dari pada orang yang menjilat. ( Amsal 28:3 ) Menegur .... Mengoreksi ..... Mengatakan salah bila memang salah ...... Tapi kadang ..... Kita memiliki kasih yang keliru ..... Kasih yang seakan menjaga perasaan saudara kita ..... Kasih yang seakan tak mau melukai ..... Namun tanpa kita sadari ..... Dengan kasih yang keliru itu ..... Kita membiarkan saudara kita ..... Terjerumus semakin jauh ..... Dan ..... Lebih kejam lagi ..... Bila ternyata ..... Itu semua kita lakukan ..... Untuk kepentingan kita ..... Ya ..... Orang sering katakan ..... Menjilat ..... Mari kita renungkan ..... Adakah saat ini ...... Saudara kita sedang berjalan makin "menjauh" ..... ? Dan ..... Akankah kita membiarkannya semakin terhilang ..... ? Adakah pantas bagi anak Tuhan ..... Untuk "menjilat" ..... ? ================================================= Renungan Pagi, Senin 13 Oktober 2008 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!" ( Roma 10:13-15 ) Betapa indahnya kedatangan mereka ..... Yang membawa kabar baik ..... Ya ..... Betapa indahnya ..... Dan kadang ..... Kita juga membawa "kabar baik" itu ..... Dengan melayani pekerjaan Tuhan ...... Entah itu sebagai pemain musik ...... Entah itu sebagai pembawa pujian ..... Entah itu sebagai pengkotbah ...... Entah itu sebagai penulis renungan ...... Entah itu dan entah itu apa lagi ...... Namun ..... Adakah kita membawa "keindahan" itu ..... ? Bukan keindahan penampilan kita ..... Bukan keindahan kata-kata kita ..... Tapi keindahan-Nya ...... Suatu berkat bagi mereka ...... Kapan terakhir kali ..... Kita benar-benar "merasa" perlu persiapan ...... Saat akan melayani pekerjaan-Nya ...... ? Sadarkah kita ..... Banyak mereka yang rindu diberkati ..... Oleh pelayanan yang Tuhan percayakan pada kita ..... ? Tapi ..... Mengapa sering tanpa kita sadari ...... Kita menganggap pelayanan kita itu ..... Sebagai suatu keisengan belaka ..... ? Ya .... Asal melayani lah ..... Asal mengisi jadwal lah .... Asal menulis lah ..... Bila dikatakan .... "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!" Layakkah kita maju ..... Melayani pekerjaan Tuhan ..... Tanpa keseriusan ..... ? ================================================== Renungan Pagi, Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Elohim dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya. Maleakhi 3:18 Apakah saat ini .. Apakah pagi ini .. Kita beda dengan orang yang tidak percaya ? Beda dalam hal mengasihi .. Beda dalam sukacita yang kita rasakan .. Beda dalam damai sejahtera .. Beda dalam kesabaran .. Beda dalam kemurahan .. Beda dalam kebaikan .. Beda dalam kesetiaan .. Beda dalam kelemah lembutan .. Beda dalam hal penguasaan diri .. atau .. Kita sama saja dengan mereka ?? Mari kita renungkan. ===================================================== Renungan Pagi, Sekiranya Taurat-Mu tidak menjadi kegemaranku, maka aku telah binasa dalam sengsaraku. ( Mazmur 119:92 ) Pe-Mazmur menyadari hal itu ..... Bagaimanakah dengan kita ..... ? Mungkin saat ini ..... Setumpuk permasalahan sedang mengurung kita ..... Semua seakan menghimpit hidup kita ..... Melangkah pun terasa begitu berat .... Masihkah ada waktu untuk Firman Tuhan ..... ? Masihkah kita gemar akan Firman Tuhan ..... ? Atau ..... Dalam sengsara kita ..... Dalam masalah kita ..... Seakan kita justru berseteru dengan Firman Tuhan ..... ? Bila kita tahu ..... Sekiranya pe-Mazmur tidak menyukai Firman Tuhan ..... Dia sudah binasa dalam sengsaranya ..... Apa yang akan menjadi keputusan kita ..... ? Akankah kita ..... Membiarkan diri kita ..... Binasa dalam sengsara kita ..... ? ======================================================== Renungan Pagi Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. ( Wahyu 2:4 ) Mari .... Kita ingat lagi ...... Tadi malam ..... Atau pagi ini .... Bagaimanakah cara doa kita ..... ? Bagaimanakah waktu untuk Firman Tuhan ..... ? Bagaimanakah cara kita membagi waktu untuk Tuhan ..... ? Masih adakah kasih yang semula itu ..... ? Benar ..... Mungkin dalam pelayanan ..... Orang melihat kita semakin naik ..... Posisi kita di gereja pun ..... Semakin mapan ..... Namun .... Adakah kasih yang semula itu ..... ? Hanya kita dan Tuhan yang tahu ..... =============================================== Renungan Pagi, Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." ( Matius 24:14 ) Kadang dalam bekerja ..... Kita rela pulang malam ..... Bahkan tidak pulang ..... Untuk mengejar target ...... Bagaimana dalam hal rohani ..... ? Dalam hal "Kabar Baik" .... ? Dalam hal menjadi kesaksian bagi semua bangsa ..... ? Apa yang kita relakan ..... ? ====================================================== Renungan Pagi, Selanjutnya Elohim berfirman kepada Abraham: "Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya. Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya." Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?" ( Kejadian 17:15-17 ) Lalu tertunduklah kita ..... Dan tertawa ..... Serta berkata dalam hati kita ...... "Masih mungkinkah Tuhan menolong kita .....?" Kita renungkan ..... Berapa kali kita tertawakan janji Tuhan ..... Dan ..... Berapa kali kita ditertawakan Iblis ..... Karena kita berhasil ditipunya ...... ? Berapa kali kita lebih percaya pada tipuan Iblis ...... Dari pada janji Tuhan ...... ? Saat ini ..... Mungkin ada masalah dalam hidup kita ..... Mau ke manakah kita ...... ? Dengan cara apakah kita akan menghadapinya ...... ? Lebih dalam lagi ..... Dengan "siapakah" kita lebih percaya ..... Untuk bersama-sama mengatasi masalah itu ..... ? ==================================================== Renungan Pagi, Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu! ( Lukas 23:28 ) Setelah sering ..... Kita berdoa ..... Menangis untuk orang lain .... Menangis untuk bangsa-bangsa ..... Untuk negara ..... Untuk gereja Tuhan ..... Ada baiknya ..... Kita "diam" sejenak .... Merenungkan ..... Adakah yang perlu ditangisi ..... Dari diri kita ..... ? Apakah itu iman kita .....? Kesetiaan kita ..... ? Kekudusan kita ..... ? Kejujuran kita ..... ? Kehidupan doa kita yang sebenarnya ..... ? ================================================== Renungan Pagi, Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi." Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau adalah Mesias!" ( Markus 8:27-29 ) Menurut kita ..... Siapakah Yesus itu ..... ? Pertanyaan sederhanakah ini ..... ? BUKAN ..... ! Dari jawaban inilah ..... Kita dibawa untuk memilih setiap langkah kita ..... Menentukan setiap keputusan kita ...... Mungkin jawaban kita sudah benar ..... Namun ..... Adakah perbuatan kita sesuai dengan jawaban itu ..... ? Atau ..... Jangan-jangan ...... Itu hanya hafalan ..... Itu hanya kata orang ..... Itu hanya apa yang seharusnya dikatakan .... Jadi ..... Bila kita harus menjawab dengan jujur ..... Menurut perbuatan kita ..... Menurut tingkah laku kita ..... Menurut perkataan kita ..... Siapakah Yesus itu ..... ? ================================================== Renungan Pagi, Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Elohim, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. ( Ibrani 12:15 ) Mengapa muncul kepahitan ..... ? Mungkin banyak sebab dari luar ..... Yang kita jadikan kambing hitam ..... Kelakuan orang lain ..... Sikap orang lain ..... Perkataan orang lain ..... Kekecewaan pada Tuhan ..... Namun ..... Apakah yang dari dalam diri kita ..... ? Salah satunya adalah ..... Kita lupa ..... Bahwa ...... Kita sudah mendapatkan kasih karunia Tuhan ..... Dan ..... Kita juga lupa ..... Bahwa kita masih memerlukan kasih karunia Tuhan ..... Seakan ........ kita tidak pernah memerlukan-Nya ..... Dan ..... Seakan .............. kita tidak akan membutuhkan-Nya lagi ..... Bukankah itu benih dari kesemena-menaan kita .... ? Pada sesama ..... Dan juga ..... Pada Tuhan ..... ? =================================================== Renungan Pagi, Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Elohim. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. ( Matius 6:7 ) Mari sejenak kita renungkan ..... Bagaimana saat kita berdoa ..... Adakah itu jujur dari dalam hati kita ..... ? Adakah itu benar membawa jeritan kita .... ? Adakah kita berharap ..... Doa itu enak didengar manusia .... Atau ..... Didengar Tuhan ..... ? Sebetulnya ..... Siapa sih yang kita harapkan ..... Menjadi pendengar doa kita ..... ? Tuhan kah ..... ? Atau manusia ..... ? ============================================== Renungan Pagi, Aku mengucap syukur kepada Elohimku, setiap kali aku mengingat engkau dalam doaku, karena aku mendengar tentang kasihmu kepada semua orang kudus dan tentang imanmu kepada Tuhan Yesus. ( Filemon 1:4-5 ) Masihkah ada ..... Ucapan syukur seperti itu ..... Dalam doa kita ..... ? Ada satu kebahagiaan ..... Ada satu kesukaan ..... Saat mengingat seseorang yang kita kenal ..... ? Bukan karena kekayaannya ..... Bukan juga karena ketampanannya .... Atau kecantikannya ..... Bukan pula karena kesuksesannya .... Namun .... Karena pertumbuhan imannya ..... ? Karena kasihnya akan semua orang ..... ? Adakah pertumbuhan iman seseorang .... Merupakan hal yang menyukakan hati kita ..... ? Dan .... Adakah itu juga mempunyai tempat ..... Dalam doa kita ..... ? ============================================= Renungan Pagi, Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. ( Yeremia 29:7 ) Mungkin saat ini ..... Kita tinggal di tempat ...... Di mana kita rasakan terbuang ..... Jauh dari yang kita harapkan ..... Tidak salah memang ..... Kita berdoa untuk kota kita ..... Tidak salah memang ..... Kita berdoa untuk negara kita ..... Dan ..... Mungkin itu pun juga sudah kita lakukan ..... Juga ..... Bukan hanya sekali dua kali ..... Namun .... Adakah di samping berdoa tadi ..... Kita juga mengusahakannya ..... ? Aktif melakukan tindakan nyata ..... ? Atau ..... Justru kita turut membebani kota kita ..... ? ================================================== Renungan Pagi, Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku , tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun. ( 1 Korintus 6:12 ) Mari kita renungkan ...... Adakah saat ini ..... Kita benar-benar merdeka ..... ? Atau ..... Tanpa kita sadari ..... Kita masih diperhamba ..... ? Diperbudak ..... ? Dijajah ..... ? Bukan oleh manusia memang ..... Namun .... Oleh keinginan kita ..... Oleh keserakahan kita ..... Oleh hawa nafsu kita ..... Adakah sesuatu ..... Yang seakan tidak kuasa kita tolak ..... ? Yang mengikat kita ..... ? Dan ..... Tanpa terasa ..... Menguasai hidup kita ..... ? Jadi ..... Sekali lagi ..... Adakah saat ini ..... Kita telah benar-benar merdeka ..... ? ====================================================== Renungan Pagi, Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu , sesungguhnya yang baru sudah datang. ( 2 Korintus 5:17 ) Mungkin saat ini ..... Kita melihat ...... Setelah kita mengenal Dia ...... Banyak "hal-hal baru" yang datang ..... Ada sikap kita yang baru ..... Ada perkataan kita yang baru ...... Namun ..... Adakah kita sudah menjadi ciptaan baru ...... Bila ..... Banyak "yang lama" dari kita ..... Juga masih erat melekat pada kita ..... ? Adakah kita ..... Benar-benar mengganti yang lama ..... Dengan yang baru .....? Atau ..... Sekedar menempel yang baru pada yang lama ..... ? Tuhan memberkati.

