From: Sonya 

KKR - The Nations Pray 
_______________________  
 
Prihal  :  Undangan
 
Salam dalam Kasih Kristus  : 
 
Atas anugerah Tuhan kami dari persekutuan TNP ( The Nations Pray) dapat 
mengundang saudara saudari untuk menghadiri ibadah raya pemuda yang akan 
diselenggarakan tepat pada hari nasional sumpah pemuda Indonesia yaitu  : 
 
Hari / Tgl            :  Selasa 28 Oktober 2008 
Jam                    :  18.00 wib - Selesai
Tempat               :  IES  Wisma Staco Lt 11 - jl. Casablanca Kav 18 - 
Jakarta 
 
Special Event :  
 
Theme : Rise Up & Be Strong ( Eph 6 : 10,  Yes 41 : 10
Kingdom of God is in you ( Yoel 2 : 28,  Yes 60 : 1 )  
 
3  Pembicara dengan Firman Tuhan, Kesaksian hidup, pujian penyembahan dan doa 
untuk bangsa - bangsa. Akan di hadiri oleh 100 orang pemuda - pemudi dari luar 
negeri YWM / Mega City. 
 
Kesempatan ini sangat berharga pastikan kita semuanya diberkati oleh kehadiran 
saudara-saudari. 
 
Terima kasih, IMMANUEL. 
 
Dengan kasih dan doa  
Joanne C. Mogan
           Ketua 

Thanks & YBU 
Sonya 
================================================
From: Jesri HT PURBA 

Okultisme

Definisi Okultisme :
a.. Occult = gaib, gelap, tersembunyi, tidak tampak oleh mata, misterius
b.. Ajaran yang mempercayai adanya kekuatan gaib yang tersembunyi dalam 
benda-benda atau roh/arwah
c.. Kuasa yang bekerja melalui praktek atau cara-cara okultisme berasal dari 
Iblis dan bersifat jahat. Sebagian besar manusia terjebak di dalamnya, 
terperdaya karena tidak menyadarinya, karena biasanya dikemas sehingga 
kelihatannya sebagai sesuatu yang sangat didambakan manusia.

Selengkapnya di : 
http://jesri.purba.or.id/rohani/okultisme-magic-occult-satan.html

Salam,
http://jesri.purba.or.id
http://www.smsmanager.co.in

==================================================
From: Richan S <[EMAIL PROTECTED]>

Gereja2 Kristen Kunci Utama Kemerdekaan RI !!!!


      FW: Dari Milis Tetangga,
      ====================
      Kunci Kemerdekaan Indonesia berada ditangan pendeta Kristen bukan 
ditangan Sukarno Hatta. Ternyata sang pendeta adalah sahabat Bung Besar yang 
memanggil beliau sebagai "Bung  Palar".

      http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0208/16/opini/meng27.htm

      Memang benar, Sukarno Hatta hanyalah orang yang membacakan teks 
proklamasi Kemerdekaan RI. 
      Tapi renungkanlah, apakah karena cuma bisa membaca teks proklamasi bisa 
membuat Indonesia jadi Merdeka ??? Jelas tidak !!!
      Apakah cuma dengan membaca kalimat syahadat kemudian Indonesia bisa 
mendapatkan kemerdekaannya??? jelas tidak !!!
      Apakah dengan mengucapkan Allahuakbar bisa membuat Indonesia kemudian 
jadi Merdeka ??? Jelas juga tidak.
      Marilah kita mengakui kunci utama keberhasilan kemerdekaan Republik 
Indonesia bukan ditangan Sukarno atau Hatta melainkan ditangan seorang Pendeta 
Kristen yang diangkat Sukarno jadi pahlawan Republik ini.

      Pendeta ini bernama LN Palar !!!

      Kalo saja Bung Karno tidak ditolong oleh Palar, tidak mungkin Indonesia 
bisa merdeka. Indonesia bisa merdeka bukan atas jasa FPI, bukan atas jasa 
Masyumi, bukan atas jasa PNI, bukan atas jasa ABRI atau TNI. Buat apa berperang 
mengorbankan banyak jiwa merebut kemerdekaan yang tidak pernah bisa mendapatkan 
pengakuan seperti halnya dengan nasib Hamas???
      Meskipun Hamas dan Sadam Hussein bisa merebut, bisa memiliki wilayah, 
bisa menterror dunia, tapi tanpa pengakuan dunia, maka negaranya cuma puing2 
dan akhirnya dirinya sendiri cuma jadi mayat yang dihina bangsanya sendiri.

      Lihatlah contohnya Sadam Hussein, meskipun mulanya diberi pengakuan namun 
karena kelakuannya betul2 terorist negara, menyalahgunakan kekuasaan dan 
pengakuan atas negaranya, akhirnya pengakuannya dicabut, sanksi dan embargo 
diberlakukan. Apalah artinya pengakuan dunia kalo kemudian dicabut lagi 
pengakuan itu sehingga nasibnya kita sama2 menyaksikannya.
      Apalagi nasibnya Hamas, belum juga diakui sudah menterror negara2 yang 
mendapat pengakuan dunia, akhirnya Hamas bukan diakui sebagai sebuah negara, 
melainkan diakui sebagai organisasi terrorist aliran Jihad Syariah Islam. 
Mungkinkan Hamas bisa mendapat pengakuan dunia dengan Syariah Terror Jihad ini 
??? Kenyataannya tidak.

      Sebagai umat Islam dan bangsa Indonesia, saya menangis melihat gereja2 
dibakar, saya mengenang pendeta yang sangat berjasa yang menjadi pahlawan 
bangsa yang oleh Bung Karno dan Bung Hatta sendiri sangatlah dihormatinya.
      Saya pribadi, pernah mendengar dengan kuping saya sendiri bahwa Bung 
Karno menyatakan dihadapan ayahku yang adalah pemimpin Islam terbesar dinegeri 
ini sebelum kemerdekaan RI.
      Bung Karno berkata bahwa "saya bersedia menyembah sujut kepada pahlawan 
nomor satu RI yang menjadi kunci sukses saya dalam memperjuangkan kemerdekaan 
RI ini".

      Ayahku bertanya, "Apakah artinya saya harus menyembah sujut kepada anda 
yang jadi orang nomor satu RI ini ???".

      Bung Karno membantah, "sama sekali bukan, pahlawan kemerdekaan RI nomor 
satu bukan saya, tetapi teman saya pendeta LN Palar".
      Selanjutnya beliau berteriak "semuanya dengar baik2, catat dalam sejarah 
pernyataan saya hari ini...."

      Mendapatkan pengakuan dunia atas kedaulatan atau kemerdekaan kita sudah 
jelas lebih sulit daripada berperang ataupun menang perang.

      Indonesia bisa menang perang menduduki Timor Leste, tapi apa artinya 
perang dengan korban besar ini tidak mendapatkan pengakuan dunia bahkan 
sebaliknya Timor Leste yang meskipun kalah perang justru mendapatkan pengakuan 
dunia sehingga mempermalukan RI yang kena embargo dan sanksi2 yang menyakitkan 
dan sangat memalukan reputasi dan harga diri bangsa ini ????

      Kata2 atau pernyataan Bung Karno atas jasa2 Palar ini adalah kenyataan 
bahwa kemerdekaan RI bukan berasal dari menang berperang melainkan menang 
diplomasi yang dilakukan oleh PEJUANG TUNGGAL SEORANG PENDETA KRISTEN YANG 
BERNAMA LN PALAR.

      Ayah saya termenung, kemudian meminta Bung Karno untuk memperkenalkan 
sang Pendeta itu kepadanya.

      Sebagai pemimpin Islam, ayahku merasa malu sewaktu Masyumi meminta 
bantuan ayah untuk memaksa Bung Karno menerima Syariah Islam, dan atas dukungan 
ayah-lah Bung Karno akhirnya berani menolak Syariah Islam. Artinya, ayah tidak 
bisa mentang2 mayoritas Islam bisa seenaknya mendholimi minoritas yang justru 
memberi sumbangan jasa2 yang paling mayor dalam kemerdekaan RI ini.

      > Creature First <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      > " (apa bila orang islam semua pembunuh, saya yakin di indonesia sejak 
dahulu
      > setelah kemerdekaan tidak akan ada greja sampai saat ini)..."

      Enggak semua umat Islam yang mau jadi pembunuh, contohnya saja saya, 
contohnya saja Gus Dur, contohnya saja Ullyl, contohnya saja Islam Liberal, 
contohnya saja umat Islam Ahmadiah.
      Tapi mereka semua dituduh murtad, dituduh tidak mengerti Islam, dituduh 
salah memahami Islam, dituduh bukan Islam, dipaksa untuk jangan mengaku Islam.
      Sebagai umat Islam saya berdiri diatas landasan HAM bukan diatas landasan 
Syariah Islam. Ternyata bukan cuma saya, tapi juga Gus Dur, juga Ullyl, juga 
Islam Liberal, juga Islam Ahmadiah, juga Muhammad Ali, juga prof. Nurcholis, 
masih terlalu banyak untuk disebut nama2 umat Islam yang menolak Syariah Islam 
meskipun dituduh sebagai bukan Islam.

      Kenyataannya, sejak Indonesia merdeka, negara ini bukan didirikan atas 
dasar Syariah Islam tetapi atas dasar Pancasila yang melarang membakar gereja. 
Dan sebagai umat Islam saya menghormati Pancasila. Jadi bagaimana bisa 
memusnahkan gereja kalo dasar negaranya Pancasila bukan Syariah Islam !!! Bung 
Karno juga beragama Islam dan menolak Syariah Islam !!!
      Mana mungkin bisa memusnahkan gereja dan juga memusnahkan orang Yahudi 
dan juga memusnahkan orang kafir, dan juga memusnahkan berhala dari muka bumi 
ini karena kenyataannya semua ini justru dilindungi oleh HAM, dilindungi oleh 
PBB, dilindungi oleh superpower semua negara yang pegang hak veto di PBB ???

      Kalo Syariah Islam bisa ditegakkan diatas muka bumi ini seperti yang 
dijanjikan Quran itu, barulah anda bisa memusnahkan gereja dan berhala. Tapi 
bagaimana caranya untuk menegakkan Syariah Islam kalo ternyata Syariah Islam 
sudah dengan jelas dan tegas ditolak diseluruh dunia maupun ditolak oleh 
mayoritas umat Islam itu sendiri ???

      Satu milyard umat Islam sedunia menolak Syariah Islam. Rakyat Irak 
menolak Syariah Islam karena akibat Syariah Islam terjadi pembunuhan, terjadi 
terrorisme sesama umat Islam yang saling membunuh antara Syiah, Kurdi, Sunni, 
dan pembunuhan manusia yang bukan Islam.
      Umat Islam Turki menolak Syariah Islam, umat Islam Pakistant menolak 
Syariah Islam, umat Islam Indonesia yang mewakili lebih dari seperempat umat 
Islam sedunia juga menolak Syariah Islam dan menerima Pancasila sebagai 
landasan diatas ajaran2 Islam.

      Bahkan, bagaimana Indonesia bisa merdeka kalo enggak ada Gereja2 di 
Indonesia????
      Indonesia bisa merdeka karena diakui oleh UN, tanpa pengakuan UN tak 
mungkin Indonesia bisa merdeka.
      Kalo saja anda mau meneliti sejarah Indonesia, ternyata Proklamasi 
Kemerdekaan Indonesia mulanya ditolak oleh UN, artinya ditolak seluruh 
dunia..... mana mungkin sih bisa merdeka kalo kemerdekaannya tidak diakui 
bahkan ditolak seluruh dunia ????

      Untung saja ada Gereja yang pendetanya teman baik Bung Karno, sang 
pendeta inilah kemudian diangkat Bung Karno sebagai pahlawan bangsa yang 
mewakili Indonesia untuk menegosiasi UN, menegosiasi Amerika, menegosiasi 
Russia, menegosiasi Perancis, yang menyebabkan akhirnya Indonesia diberi 
pengakuan kedaulatannya untuk merdeka sekaligus diterima sebagai anggauta PBB 
waktu itu dengan catatan bahwa dasar negara kita adalah Pancasila bukan Syariah 
Islam.

      Pendeta tsb dinyatakan atau diangkat Bung Karno sebagai pahlawan bangsa 
atas jasa2nya yang membawa kemerdekaan Indonesia dalam realitasnya bukan dalam 
angan2, bukan dalam kepercayaan, melainkan dalam kenyataan sebagai HASIL KARYA 
SANG PENDETA YANG BERNAMA Mr. Palar.

      http://id.wikipedia.org/wiki/Lambertus_Nicodemus_Palar

      LN Palar adalah kunci utama kemerdekaan Indonesia bukan Sukarno atau 
Hatta. 
     

Kirim email ke