From: NINI NOVIATI SETIADI [EMAIL PROTECTED]

Manajemen Stress by Stephen Covey

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey
mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya :
"Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?"

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.
"Ini bukanlah masalah berat absolutnya.. .,  tapi tergantung berapa lama 
anda memegangnya. " kata Covey.

  "Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya 
memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya 
memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans 
untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, 
maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu
membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey.
"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat 
sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar 
& mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore 
ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil 
lagi 
besok.
Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika 
bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

  Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. ..
  Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh,
  tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita. 
================================================
From: Hadi Kristadi [mailto:[EMAIL PROTECTED] 

A Very Inspiring Story: Ajeng Pengamen Jalanan - 
"From the Street To the Stage"

Ajeng Astriani : Dari Pengamen Jalanan Menuju Ajang Mamamia Show

Perjalanan hidup manusia memang tidak bisa ditebak. Begitu pula perjalanan
hidup Ajeng Astriani. Jika dulunya ia biasa mentas di atas bis kota dengan
mengamen, kini jutaan pemirsa layar kaca menjadi saksi bahwa Ajeng memiliki
bakat menyanyi yang lumayan.

Kehadiran Ajeng, seorang pengamen jalanan dalam ajang pencarian bakat tingkat 
nasional "Mamamia Show" memang memberikan warna tersendiri. Ajeng menjadi 
pendobrak keberanian di kalangan pengamen untuk tampil berkompetisi di depan 
publik.

Ajeng telah membuktikan bahwa pengamen jalananpun memiliki bakat yang tak kalah 
bagus dibandingkan dengan mereka yang hidup berkecukupan. Dan lewat ajang 
pencarian bakat itulah kini dara kelahiran tahun 1994 ini berhasil mengangkat 
status ekonomi keluarga. Ajeng, yang dulunya naik turun bis kota untuk mengais 
rejeki, kini sudah memiliki mobil sendiri. Bahkan ia juga memiliki rumah 
singgah untuk anak-anak jalanan.

Sayang Orang Tua
Di mata orangtuanya, Ajeng merupakan anak yang menyenangkan dan
membanggakan. Ia dikenal sebagai anak yang riang, tak pernah mengeluh.
Apalagi sejak kecil ia sudah mengalami pahit getirnya kehidupan. Harry,
papanya, tak bisa bekerja karena sakit keras. Terpaksa mama Cindy berjualan
dengan modal seadanya. Sayang sekali usaha itu bangkrut. 

Ketika duduk di kelas 3 SD orangtuanya diusir dari rumah kontrakan lantaran
tak mampu membayar. Dan hampir setiap hari ada saja penagih utang yang
dengan kasar meneror orangtuanya.

Beratnya beban ekonomi keluarga inilah yang membuat Ajeng bertekad untuk
mencari uang sendiri dengan cara mengamen. 

Setiap pagi Ajeng keluar rumah untuk "ngamen" bersama mamanya. Ngamennya di
dalam bis kota. Sehari ia bisa mengamen di dalam 40 bis, lumayan hasilnya,
bisa untuk makan sekeluarga. Dalam sehari Ajeng bisa mendapatkan uang
sekitar Rp. 50 ribu sampai Rp. 100.000,-. 

Seiring dengan rutinitas ngamennya ini, bangku sekolah mulai ditinggalkan 
Ajeng. Selama empat tahun dirinya berhenti bersekolah dan praktis hari-harinya 
diisi dengan kegiatan mencari nafkah. Karena sering pulang malam, sebagai 
seorang ibu, Cindy tidak tega membiarkan Ajeng. Apalagi putrinya mulai beranjak 
remaja. Takut kalau-kalau ada hal buruk yang akan menimpa Ajeng, maka Cindy pun 
memutuskan untuk menemani Ajeng mengamen. 

"Mama sudah tidak tahu lagi mau usaha apa, karena itu mama mengijinkan Ajeng
mengamen. Kalau mama yang mengamen, adik-adik Ajeng tidak ada yang jaga,"
tutur Cindy.

Rutinitas tersebut dijalani Ajeng dengan senang hati. Ia tidak berkeluh kesah, 
hingga pada suatu hari Tuhan membuka jalan yang tak pernah mereka pikirkan.

"Pada suatu hari ketika Ajeng mengamen, ada seorang ibu, penumpang bis
jurusan Grogol Kampung Rambutan, memberikan formulir pendaftaran Mamamia
Show di Stasiun TV Indosiar. Semula Ajeng enggan, karena ia merasa minder
bersaing dengan orang-orang yang hidupnya berkecukupan. Namun ibu yang baik
hati itu terus mendesaknya, sehingga Ajeng mengisi formulir itu.

Memulihkan Keluarga
Penampilan Ajeng dalam kompetisi Mamamia memberikan keberuntungan tersendiri
bagi keluarga. Banyak pihak mulai menawarkan kerjasama, terutama menjadi
sponsor. "Beberapa orang yang tak dikenal kini mulai menawarkan bantuan. Ada
orang yang datang membawa uang, ada yang langsung membawa barang, dan dan
ada pula yang membawa uang sambil menjanjikan akan membawa uang lagi kalau
masih diperlukan." demikian pengakuan Cindy. 

Selain mendapatkan perlakuan istimewa, keluarga Ajeng juga mendapatkan
keberuntungan yang lain. Icha, kakak sulung Ajeng yang selama ini
meninggalkan mereka, kini kembali ke dalam keluarga. 

"Icha, anak sulung kami datang bersama dengan seorang cucu. Hati saya yang
semula keras dan penuh dendam, dalam sekejap mencair. Masalah lama seperti
terlupakan," ungkap Cindy yang kini menjadi manajer Ajeng. Ternyata Ajeng
tidak hanya memperbaiki ekonomi keluarga, tetapi ia juga berhasil memulihkan
keluarganya. Bersatunya kembali sebuah keluarga yang sudah lama terpisah
merupakan berkat Tuhan.

"Saya merasakan bahwa doa saya selama ini sudah terkabul. Anak sulung kami
yang menghilang selama tiga tahun, akhirnya kembali. Dan Tuhan melalui Ajeng
telah membuka jalan ke arah kehidupan yang lebih baik, tidak seperti kedua
orangtuanya," papar Cindy.

Selain Icha dan Ajeng, Harry dan Cindy masih memiliki empat orang anak lagi:
Julio 8 tahun, Bagus 5 tahun, Aji 2,5 tahun, dan Cantika 1 tahun. Cantika
kini diasuh oleh ibu angkatnya.

Peduli Anak Jalanan
Ajeng, sang biduanita jalanan, kini sudah menjadi artis ibukota. Dara
kelahiran November 1994 ini mengatakan bahwa meskipun ia kini sudah menjadi
artis penyanyi, ia tidak akan melupakan komunitas pengamen jalanan. Sebagai
bukti, ia menggelar acara jumpa fans yang mengundang anak-anak jalanan pada
pertengahan bulan Juni lalu. Ia memberikan suatu motivasi kepada para
pengamen itu untuk mengikuti jejaknya, berprestasi di ajang musik Indonesia.

"Saya melakukan semua ini demi tanda cinta kasih sayangku kepada teman-teman
pengamen. Mereka masih bergumul sebagai pengamen dengan kerasnya kehidupan
ibukota," tegas Ajeng. 

Dengan didampingi papa dan mamanya, Ajeng mendirikan "Tenda Ajeng Mamamia"
di perempatan Cempaka Putih, di seberang ITC Cempaka Mas. "Setiap Kamis
siang dan Jumat sore aku dan keluargaku melakukan pelayanan kepada 168
teman-teman pengamen," ucap Ajeng.

Penggemar "3 Diva" dan Beyonce ini menambahkan bahwa saat ini ia dan
manajemennya sedang membangun sebuah rumah singgah untuk anak-anak jalanan,
sedangkan dana untuk pembangunan rumah itu berasal dari hasil menyanyi. 

"Yang jelas, aku mau menjadi berkat bagi para pengamen yang adalah
saudara-saudaraku. Aku bersyukur bahwa Tuhan Yesus sudah menjawab
doa-doaku," ujar dara berwajah hitam manis ini.

Untuk ke depan, Ajeng ingin mengasah bakat nyanyinya. Ia ingin menjadi penyanyi 
profesional, dan rencananya dalam waktu dekat ia akan meluncurkan album 
rohaninya. Ajeng juga ingin melanjutkan sekolahnya. "Aku sekarang berumur 14 
tahun dan seharusnya sudah duduk di bangku SMA. Tetapi karena aku dulu sempat 
berhenti sekolah, jadi sekarang aku baru lulus SD. Bagi Ajeng tidak ada kata 
"terlambat" untuk sekolah," tuturnya dengan senyum tersungging. Puji Tuhan! 

(Pertama kali naskah ini diposting oleh Hadi Kristadi untuk
http://pentas-kesaksian.blogspot.com/ pada tanggal 3 September 2008, dengan 
sumber dari Tabloid Keluarga edisi 33 tahun 2008 - mohon agar keterangan ini 
tidak dihapus ketika anda memforwardnya.) 
====================================================
Selalu ada Inspirational Stories di http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kirim email ke